Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#133 GEANDRA 2


__ADS_3

..."Heal with time"...


Terima kasih buat kalian yang masih setia menantikan episode selanjutnya.


Jangan lupa like, komen, dan vote


@ijhaaa14


HAPPY READING🖤.


//*


"Ayah!!"Teriak Gea langsung berlari kedekapan ayahnya.


Dengan senang hati Danil merentangkan tangannya menyambut kedatangan anak dan istri tercintanya.


"Salim dulu sama ayah".Pinta Anita langsung dituruti oleh Gea kemudian bergantian dengan Anita yang menyalami suaminya.


"Aku siapin makan siang dulu ya mas".Kata Anita.


"Iya sayang".


Anita pindah ke sofa yang ada di ruang kerja Danil untuk menyiapkan bekal yang ia bawa sedangkan Gea sedang menemani Danil membereskan pekerjaannya.


"Gimana tadi di sekolah sayang".Tanya Danil seraya mencium pucuk kepala anaknya yang kini tengah berada di pangkuannya.


Gea mendongak menatap ayahnya "Tadi Gea naik ke depan kelas ngerjain soal ayah".Kata Gea dengan bangga.


"Dan gak cuman satu kali loh ayah".Lanjutnya bersemangat.


Danil yang gemas dengan ekspresi anaknya yang sangat antusias bercerita "Wah hebat anak ayah".


"Makan dulu mas, ayo Gea ajak ayah".Panggil Anita memotong pembicaraan keduanya.


"Iya sayang".Danil


"Iya bunda".Gea


Kini mereka tengah menikmati makan siang dengan hikmat.


"Mau tambah lagi sayang?". Tawar Anita melihat piring putrinya hampir habis.


Gea menggeleng "Udah bunda, Gea udah kenyang".Ucapnya menghabiskan suapan terakhirnya.


Danil dan Anita masih menikmati makan siangnya sedangkan Gea yang sudah kenyang sedang berada di balkon ruang kerja ayahnya.


"Wah, Kayaknya gedung ayah paling tinggi deh".Gumam Gea menatap sekeliling.


Hingga matanya tiba tiba tertuju ke arah bawah.


"Iiihhh, kalau Gea jatuh disini langsung mati gak yah". Gea bergidik ngeri dengan pertanyaan absurt yang ia lontarkan pada diri sendiri.


Cukup lama ia menatap ke bawah membuatnya takut sendiri.


"Ayah, bunda!".Teriaknya seraya menghampiri orang tuanya.


"Kenapa sayang".Kata mereka serempak berdiri.


"Kantor ayah kok tinggi banget, Gea sampai ngeri lihat ke bawah".Ucapnya santai mendudukkan bokongnya di kursi kerja ayahnya.


Danil dan Anita yang sempat panik dengan teriakan anaknya jadi menggeleng.Mereka saling pandang hingga tak berselang lama mereka tertawa. "Hahahaha".


"Ayah kan orang kaya".Celetuk Danil menghampiri anaknya.


Gea menoleh "Kata bunda gak boleh sombong ayah".Kata Gea dengan irama menegur.


"Iya iya maaf".Danil mengecup kening putrinya.


Anita berniat ingin menunggu suaminya pulang agar mereka bisa pulang bareng,Gea juga terlihat betah berada di kantor ayahnya.


"Bunda, Gea pengen eskrim".

__ADS_1


"Izin dulu sama ayah".Anita yang sedang membaca majalah menoleh ke anaknya.


Mendengar kata bundanya,Gea menghampiri sang ayah. "Ayah, Gea mau eskrim. Boleh?".Tanyanya bergelayut manja di lengan ayahnya.


"Gea mau eskrim?".Tanya Danil membuat Gea mengangguk cepat.


"Yasudah, mau di pesenin rasa apa".Tanya Danil lagi.


"Gea mau beli langsung di tempatnya ayah".Kata Gea lagi.


Danil meraih handponennya.


Tutttttt.......


"Don, ke ruangan saya sekarang".


Tut.


Setelah mengatakan sebait kalimat singkat,Danil langsung mematikan teleponnya sepihak.


Tok tok tok


"Masuk".


Clek....


Muncullah kepala Doni di balik pintu tanpa mengikut sertakan badannya.


"Ada apa?".Tanya Doni setelah memasukkan badannya dengan sempurna.


"Om Doni".Sapa Gea senang.


"Halo cantik".Balas Doni


"Temenin Gea beli eskrim di depan Don".Pinta Danil tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer.


"Ayo Om".Sebelum Doni bersuara, Gea langsung menarik tangan Doni keluar.


"Enggak sayang, buat Gea aja".Kata Anita.


****


"Halo non Gea".Sapa beberapa karyawan yang tak sengaja berpapasan dengan mereka.


Gea hanya membalas dengan senyum ramahnya.


Hingga mereka tiba di tepi jalan besar depan kantor, Doni memegang erat tangan Gea karena hendak menyebrang.Mereka menatap ke kanan dan ke kiri terlebih dahulu untuk memastikan keadaan.


Setelah dirasa aman, Doni menggandeng tangan Gea menyebrang hingga mereka tiba di depan stand eskrim terbesar di kota ini.


Tanpa aba aba Gea langsung masuk dengan semangat memilih beberapa eskrim kesukaannya.


"Hati hati non Gea".Tegur Doni melihat Gea yang sangat antusias.


"Iya om".


Setelah selesai memilih beberapa eskrim mereka langsung menuju kasir untuk membayarnya.


"Memangnya non Gea bisa abisin semuanya?".Tanya Doni melihat beberapa kantong plastik yang berisi eskrim semua.


"Buat teman teman om di Kantor".Kata Gea dengan santai berjalan keluar diikuti Doni di belakang dengan menenteng beberapa eskrim di tangannya


Saat hendak menyebrangi jalan, tiba tiba mata Gea tertuju pada dua orang anak dengan pakaian yang terbilang sudan tak layak pakai sedang duduk di seberang jalan.


Tanpa pikir panjang Gea langsung berlari menyeberangi jalan, kedua tangan Doni yang penuh tak dapat menggapai tubuh Gea.


"Gea tunggu".Teriak Doni panik.


Gea yang tidak menghiraukan Doni tetap berlari tanpa melihat dari arah lain ada mobil yang melaju sangat kencang.


Doni yang menyadari hal itu semakin panik.

__ADS_1


"GEA AWAS!!!!!".


BRUHHHHHGGGGGGGG!!!!!!@!@@!!!!!.


Belum sempat Doni mengejar, tubuh Gea sudah terpintal cukup jauh dari tempat semula, darah sudah memenuhi jalan.


Seketika orang sekitar langsung berkerumunan membuat kemacetan panjang.


Tak lagi menghiraukan eskrim di tangannya Doni berlari berusaha membelah kerumunan orang untuk memastikan keadaan Gea.


"Gea".Dengan panik,Doni langsung menarik tubuh Gea yang sudah dilumuri darah ke pangkuannya.


"Cepat panggil ambulanc".Teriak Doni.


Namun karena sudah terlanjur panik Doni memerintahkan seseorang untuk mengambil mobil kantor tanpa menunggu ambulanc yang di rasa sangat lama sedangkan Gea bisa kehabisan darah jika tak di segera di tangani.


Setelah mengabari Danil, Doni langsung melarikan Gea ke rumah sakit.


****


RUANG CEO


Mendapat kabar yang sangat mengejutkan membuat Danil syok, namun ia berusaha tenang mengingat ada Anita di sampingnya.


Tak ingin membuat istrinya khawatir, Danil memilih tak memberitahu Anita dulu.


"Ngapain kita ke rumah sakit mas".Tanya Anita mulai panik mendapat ajakan tiba tiba suaminya.


"Nanti kamu tau sendiri sayang".Danil berusaha tenang.


"Ayo sayang".Ajak Danil menarik tangan istrinya keluar kantor.


Tak mendapat jawaban dari pertanyaannya, membuat Anita memilih diam meski dalam hatinya iya merasakan hal yang aneh, merasa khawatir namun tak tau apa sebabnya.


Danil berusaha menyetir dengan tenang padahal tak dipungkiri tersimpan kekhawatiran dalam benaknya.


Tak lama kemudian mereka tiba di rumah sakit tempat Gea dilarikan.


Saat hendak melangkah masuk, Anita menarik tangan suaminya "Mas!!".kata Anita serius.


"Tatap aku mas".Pinta Anita namun tak diindahkan oleh Danil.


Ia tak sanggup menatap mata istrinya.


"Jawab aku mas, siapa yang masuk rumah sakit, perasaan aku gak enak mas".Titah Anita.


Hingga beberapa detik setelah itu tiba tiba ia teringat dengan anaknya. "Gea, mas anak kita ketinggalan di kantor".Kata Anita tiba tiba.


Danil hanya bisa terdiam "Ayo mas kita jemput Gea, pasti dia nyariin kita". Ajak Anita panik hendak menarik tangan suaminya kembali ke mobil.Namun Danil tak bergeming.


"Mas!!".Anita mulai merasa aneh dengan tingkah suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE,VOTE, DAN KOMEN


HAPPY READING🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2