Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#75 Dokter Dini


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


//*


Keesokan harinya, Anita berangkat kerja dengan sedikit terlambat karena pagi ini, Anita merasa sakit perut.


"Aduhhhh, perasaan semalam aku gak makan banyak deh".Seraya memegang perutnya yang masih merasa mules.


Beberapa kali, Anita pulang balik ke wc.


Setelah beberapa saat, karena merasa sudah enakan, Anita hendak berangkat kerja "Aduh udah jam delapan lagi, udah telat ini mah".Ucapnya melihat jam tangan


"Tapi gak papalah, dari pada absen lagi"


"Sekali kali biarin pak Kenan ngomel dulu".Ujarnya sambil tertawa pelit.


Karena sudah masuk jam kantor, sehingga Anita sesikit mudah melewati jalan menuju kantor.


Pip pip


Anita membunyikan klakson mobilnya, segera pak satpam berlari untuk membukanya "Selamat pagi pak".Sapa Anita sedikit menurunkan kaca mobil.


"Pagi bu, tumben telat".Tanya satpam melihat Anita telat.


"Iya nih pak, tadi ada sedikit kendala....Kalau gitu saya duluan ya pak".


Pip pip


Setelah memarkirkan mobilnya, segera Anita masuk tak lupa menyapa karyawan lain yang mulai sibuk perja


Banyak pasang mata yang melihatnya, karena merasa heran baru kali ini Anita telat tidak seperti biasanya selalu tepat waktu.


"Tumben telat bu Anita".Tanya salah satunya


Anita menoleh "Iya nih, tadi ada sedikit masalah"


Ting


Anita keluar dari lift, segera menuju ke meja kerjanya.


Takdir seakan tak berpihak dengannya, Belum sempat ia mendudukkan bokongnya, Kenan sudah keluar dari ruangannya "Kamu ke ruangan saya sekarang".Ucapnya datar langsung masuk


"Matilah aku".Gumam Anita segera masuk


Tok tok


Clek..


Melihat aura panasa dari raut wajah Kenan,membuat Anita takut untuk menatapnya "Kenapa telat?".Tanyanya langsung.


Anita memberanikan diri mendongak "Maaf pak, tadi saya sakit perut".Jelas Anita.


"Alasan kamu".


"Saya serius pak, sumpah deh. Lagian aku baru pertama kalinya telat kok pak, janji deh gak ada lagi yang kedua".Timpal Anita sambil menaikkan dua jarinya


Kenan menggeleng pelan "Kali ini saya maafkan, tapi tidak ada selanjutnya".


"Siap pak".


"Tadi Wahyu menghubungiku, katanya nomormu tidak aktif".Jelas Kenan.


"Oh iya pak, saya belum sempat mengecek handpone saya".


"Bukan urusan saya, kamu bisa keluar"

__ADS_1


Tak ingin berlama lama di sana, Anita segera keluar dari kandang serigala itu.


Begitulah Kenan, meski Anita adalah pujaan hati sahabatnya, tetapi ia tetap profesional dalam hal pekerjaan.


Mengingat ucapan Kenan,Anita segera mengecek handponenya "Gimana mau aktif coba, handpone lowbet gini".Gerutunya lalu mencari carger.


Sedangkan Wahyu,beberapa kali menghubungi Anita tetapi nomornya tidak aktif memilih menghubungi Kenan.


Saat tau Anita belum tiba di kantor, membuat Wahyu uring uringan gak jelas


Tuuuut tuut


Wahyu mencoba sekali lagi "Kok masih gak aktif sih".


Sekali lagi


Tuuuuutttt


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintunya, Wahyu mengurungkan niatnya menghubungi kembali Anita.


Clek..


"Dokter Dini!!".Seru Wahyu


Dini menampakkan senyum manisnya "Dokter, sibuk gak".Tanyanya.


"Boleh saya masuk?".Lanjutnya


Wahyu mempersilahkan Dini masuk "Silahkan duduk".


"Terima kasih".


"Apa yang membuat dokter datang ke sini?".Tanya Wahyu


"Enggak kok".Jawabnya singkat "Ada apa?".Lanjutnya.


"Aku mau ajak kamu makan siang nanti, mau ya".Ajaknya penuh harap


Wahyu seperti sedang berpikir "Mau ya".Kata Dini lagi


"Yaudah iya".Wahyu mengiyakan


Dini menampakkan deretan giginya "Kalau gitu aku keluar ya, sampai ketemu nanti".Ucapnya kegirangan lalu keluar


Wahyu hanya menggeleng melihat tingkah Dini yang terlihat konyol menurut Wahyu.


Hari ini,pasien memang sepi jadi, para dokter memiliki waktu senggang untuk istirahat


Tiba tiba Wahyu teringat dengan wanitanya, siapa lagi kalau bukan Anita.


Wahyu ingin mencoba menelpon Anita lagi


Tuuuuttt tuut tuut


Akhirnya nomor Anita aktif, tak lama kemudian ia mengangkatnya "Halo mas"


"Dari mana aja sih, dari tadi nomornya gak aktif, aku telepon Kenan tapi kamu belum datang. Kamu baik baik saja kan?".Ucap Wahyu panjang kali lebar.


"Satu satu mas".Seru Anita dari seberang sana.


"Yaudah buruan dijawab, kamu baik baik saja kan?".


"Iya mas aku baik baik saja, tadi handpone aku lowbet".Jelas Anita

__ADS_1


"Terus kenapa kamu telat masuk kantor?".Tanyanya lagi


"Tadi aku sakit perut, tapi sekarang udah baikan kok".


"Kamu sakit perut!".Pekik Wahyu membuat Anita menjauhkan handpone dari telinganya "Aduh mas, gak usah teriak juga kali".


"Iya maaf maaf".


"Aku kan udah bilang,aku udah baikan".


Tok tok tok


Saat akan berbicara,seseorang mengetuk pintu ruangan Wahyu "Siapa mas?".Tanya Anita mendengar suara ketukan.


"Gak tau, sebentar ya".Tanpa memutuskan sambungan telepon, Wahyu berdiri membuka pintu


Clek...


"Ayo, udah jam makan siang".Ajak seorang wanita yang ternyata dokter Dini.


Anita yang mendengar suara wanita, semakin memperjelas pendengarannya


Wahyu melihat jam yang ada di tengannya "Oh iya, kamu duluan aja ke parkiran".Ucap Wahyu


"Kenapa gak bareng aja?".


"Aku ada urusan sebentar, sebentar aja kok ya".Jelas Wahyu


Dini menatap ke arah ruangan Wahyu sejenak "Yaudah,aku tunggu di parkiran ya".Ucapnya lalu melenggang pergi.


Selepas kepergian Dini,cepat Wahyu meraih handponenya yang masih tersambung dengan Anita. "Halo".


Tut


Anita langsung memutuskan sambungan teleponnya


"Anita pasti salah paham".Gumamnya hendak menghubungi Anita kembali tapi...


Tok tok tok


Wahyu menoleh "Permisi dok, dokter Dini sedang menunggu anda di parkiran".Kata suster


"Oh iya saya akan segera ke sana".


Sekali lagi Wahyu melupakan niatnya yang akan menghubungi kembali Anita.


Saat sampai di parkiran,sudah ada dokter Dini yang menunggunya "Maaf ya, menunggu lama".Ucap Wahyu


"Iya gak papa, ayo kita berangkat".


Wahyu dan Dini meninggalkan halaman rumah sakit untuk makan siang.


"Dokter udah lama ya, tugas di rumah sakit Muara Kasih?".Tanya Dini memecah keheningan di dalam mobil


Wahyu yang masih memikirkan Anita jadi tersentak "Gak kok, kurang lebih dua tahun".Ucapnya kembali menatap lurus ke depan.


"Anita pasti marah sama aku".Batin Wahyu


Wahyu memang lebih duluan masuk ke rumah sakit Muara Kasih daripada Dini, jadi wajar jika ia bertanya seperti itu.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2