
HAPPY READING
//*
Setelah menerima telepon,Rio kembali masuk ke ruangan rawat Mega.
"Nit, aku duluan ya ada urusan mendadak soalnya".Ucap Rio
"Oh iya kalau gitu".Kata Anita
Rio beralih menghadap Mega "Kalau begitu saya permisi duluan ya bu".Pamit Rio
"Iya, terima kasih ya".Balas Mega tersenyum
"Sama sama bu, mari semua".Setelah berpamitan, Rio meninggalkan ruangan itu.
Selepas kepergian Rio, tinggallah ketiga wanita cantik di sana bersama dengan bayi mungil itu.
"Anak baru ya?".Tanya Mega selepas kepergian Rio
Anita dan Gea serempak menoleh "Iya kak, kita satu devisi".Jawab Gea membuat Mega mangangguk mengerti.
Tak terasa langit malam sudah sangat gelap sehingga mengharuskan kedua wanita itu pamit pulang. "Kak udah malam banget nih, kita pamit ya".Pamit Anita
Tiba tiba wajah Mega berubah jadi murung "Kalian gak nginap aja?".Tanya Mega
"Besok kita bakal ke sini lagi ko, iyakan Nit".Ucap Gea disertai anggukan dari Anita.
"Kakak juga harus istirahat, nanti aku panggilin suster ke sini ya".Ucap Anita
"Iya deh, tapi besok kalian harus ke sini lagi ya".Pinta Mega serius
"Siap bu bos".Canda Anita memperagakan orang hormat kepada atasannya
"Yaudah kita pamit ya kak, selamat istirahat".Lanjut Anita.
"Iya, kalian hati hati ya".
"Iya kak".Seru mereka serempak
Selepas kepergian kedua wanita itu, tak lama kemudian masuklah suster yang akan menemani Mega dan bayinya selama Benny keluar.
Karena malam sudah sangat larut, membuat jalan sedikit lenggang sehingga Anita dengan mudah membawa mobilnya menuju rumah Gea.
Tak butuh waktu yang lama, kini Anita menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Gea "Gak mampir dulu Nit".Ajak Gea.
"Enggk deh, lain kali aja ya udah malam".Tolak Anita pelan.
"Yaudah, hati hati ya".
"Iya"
Pip pip
Anita meninggalkan halaman rumah Gea dan menuju pulang ke rumahnya.
Singkat.
Anita sampai dengan keadaan rumah yang sudah sepi dan pastinya Karin sudah tidur. Anita masuk dengan kunci cadangan yang selalu ia bawa kemudian langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri, Anita merebahkan tubuhnya di atas kasur
Ting (Pesan masuk)
Anita meraih handponenya dan melihat isi pesan yang baru masuk "Besok aku tunggu di bandara jam 06:00, gak boleh telat. Oke".Isi pesan
__ADS_1
"Ya ampun aku hampir lupa".Anita menepuk jidatnya pelan karena hampir lupa bahwa besok ia harus ke Bandung itupun karena terpaksa.
Anita meletakkan kembali handponenya di atas nakas kemudian bangun dan berjalan menuju lemarinya. Anita mengambil beberapa lembar baju yang akan dibawahnya besok dan memasukkannya ke dalam koper kecilnya sebagai persiapan karena bisa jadi ia akan menginap di sana.
Setelah selesai, Anita kembali merebahkan dirinya dan tak lama kemudian iapun terlelap dalam tidurnya.
//*
Kukriuuuuu kukriuuuu kukriuuuu
Ayam tetangga yang berkokok sebelum terbitnya sang fajar mampu mengusik tidur nyenyak Anita.
Meski masih merasakan ngantuk tetapi mau tidak mau Anita harus bangun mengingat pesawatnya akan lepas landas pagi ini.
Setelah mengumpulkan nyawanya, Anita berjalan menuju kamar mandi dan bersiap.
Beberapa menit kemudian.
Tak butuh waktu lama Anita tuk bersiap.Anita menarik koper kecilnya dan satu tas selempang di bahunya kemudian keluar menuju dapur hendak membuat sarapan.
"Sarapan dulu Nit".Suara itu mengejutkan Anita yang hendak masuk ke dapur.
"Karin!! sejak kapan kamu di sini? inikan baru jam lima".Seru Anita seraya mengintip jam tangannya.
"Iya aku sengaja bangun lebih awal buat masakin kamu sarapan".Jelas Karin
"Kamu kan harus ke bandara pagi ini".Lanjutnya
"Kamu tau dari mana?".Tanya Anita heran kemudian duduk
"Kemarin Arumi nelpon katanya kamu harus ikut dia ke Bandung buat peresmian cabang yang ada di sana".Jelas Karin sambil menyendokkan nasi goreng ke piring Anita
"Makasih".Ujar Anita menerima piring yang diberikan oleh Karin
"Menurut aku ya Nit, memang sudah seharusnya kamu tuh dikenal sebagai pengurus utama toko".Timpal Anita
"Tapi menurut aku itu gak penting, kan sudah ada Arumi".Ucap Anita.
"Penting Anita, banyak orang yang penasaran dengan pemilik asli toko, lagian gak selamanya kan Arumi bisa mengurus tokomu terus, secara dia sudah bersuami, bagaimana jika sewaktu waktu dia harus ikut suaminya ke luar kota atau dia hamil kan pastinya dia harus istirahat".Tutur Karin panjang.
Mendengar penuturan panjang dari Karin membuat Anita berpikir berusaha mencerna setiap kata yang diucapkan Karin.
"Gitu ya, jadi menurut kamu aku sudah harus turun tangan".Ucap Anita meminta pendapat kepada Karin.
"Iya Nit, sekarang adalah waktunya".Ucap Karin meyakinkan.
"Yasudah kalau gitu, mungkin kamu benar gak selamanya aku harus merepotkan Arumi yang harus terbang kesana sini karena peresmian cabang dimana mana".Ucap Anita
"Iya Nit"
Hingga sarapannya habis, kini Anita bersiap menuju bandara menggunakan taxi yang sudah ia pesan karena tidak mungkin ia mengenakan mobilnya.
"Kamu baik baik ya di rumah, kalau aku nginap akan aku kabarin".Ucap Anita
"Pasti, semangat ya".Kata Karin mengangkat sebelah tangannya memberi semangat
"Oke, aku pergi ya. Assalamuaalaikum".Salam Anita.
"Waalaikumussalam".
Kini Anita sedang berada di dalam taxi yang akan membawanya ke bandara.Karena masih sangat pagi sehingga jalan masih legang membuat taxi yang membawanya bisa dengan mudah sampai ke bandara.
Sampai di bandara, Anita langsung mencari keberadaan Arumi yang katanya sudah tiba duluan.
"Kamu di mana?".Tulis Anita mengirim pesan
__ADS_1
Tak lama kemudian, ada balasan dari Arumi. "Aku di ruang tunggu, kamu langsung ke sini aja".
Anita langsung menuju tempat Arumi.
"Rum!!". Panggil Anita sedikit berlari menuju posisi Arumi.
Arumi menoleh "Nit, gimana? sudah siap?".Tanya Arumi
"Iya aku siap".Balas Anita penuh yakin
Hingga tak lama kemudian, terdengar suara yang menginformasikan bahwa penumpang Jakarta - Bandung diharapkan segera naik ke pesawat.
Karena Anita hanya membawa koper kecil sehingga ia memilih membawanya masuk.
Anita dan Arumi berjalan tertib bersama para penumpang lainnya naik ke pesawat.
Setelah mendapatkan tempatnya, tak lama kemudian pesawat lepas landas menuju Bandung.
"Gimana kerjaan kamu di kantor".Tanya Arumi.
"Sejauh ini, baik".Jawa Anita
"Baguslah kalau gitu".Arumi.
Perjalanan Jakarta - Bandung hanya membutuhkan wakty tempuh 4-5 jam.
Hingga kini Anita dan Arum telah mendarat di bandara Husein Sastranegara Bandung. Mereka langsung menuju mencari taxi yang akan membawa mereka menuju hotel yang telah dipesan oleh Arumi sebelumnya untuk mereka istirahat sejenak karena nanti malam mereka harus menghadiri acara peresmian toko cabang .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1