Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#80 Tidak Mengabari


__ADS_3

ASSALAMUALAIKUM SAHABAT SETIA AUTHOR, TETAP JAGA KESEHATAN YA DAN SEBELUM LANJUT BACA JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE


TERIMA KASIH


"Kau tak perlu menjadi orang lain untuk menjadi istimewa".-St khadijah


//*


Suara kicauan burung menghantarkan Anita untuk segera bangun dari mimpi indahnya.Pagi ini, Anita akan berangkat ke Negara X tetapi tanpa sepengetahuan sahabatnya Arumi.


Setelah selesai bersiap, Anita menarik sebuah koper yang berukuran kecil untuk segera turun ke bawah. Di sana sudah ada Wahyu yang setia menunggunya.


Wahyu akan mengantar Anita sampai bandara.


Tak tak tak


"Sudah siap?".Tanya Wahyu melihat Anita menghampirinya.


"Iya, udah".


Wahyu mengambil alih koper Anita kemudian memasukkannya di dalam bekasi mobil.


"Mau sarapan dulu?".Tawar Wahyu setelah mendudukkan bokongnya di belakang kemudi.


"Terserah kamu aja".


Wahyu menghidupkan mesin mobilnya kemudian perlahan memasuki jalanan besar menembus kemacetan.Saat akan sampai di bandara,mereka singgah sebentar untuk sarapan.


"Ayo".Ajak Wahyu.


Mereka memasuki sebuah restoran lalu mencari meja kosong.


"Kamu mau apa?".Tanya Wahyu.


Anita membuka satu per satu menu makanan yang ada di tangannya "Sandwich aja sama minumnya teh hangat".


"Sandwich dua ya, minumnya teh hangat sama jus jeruk".Pesan Wahyu kepada pelayan.


Sambil menunggu pesanan mereka, Anita mengambil handponenya kemudian membuka satu per satu pesan dari Arumi yang sengaja ia abaikan.


"Siapa?".Tanya Wahyu.


Anita mendongak "Biasalah Arumi, gak berhenti kirimin aku pesan".


"Emang dia gak tau kalau kamu akan ke sana hari ini?".Tanya Wahyu.


"Enggak!! aku sengaja tidak memberitahunya".


Beberapa menit kemudian,pesanan mereka tiba.Segera mereka melahapnya hingga habis.


Setelah selesai dengan sarapannya,kini mereka menuju bandara.


Singkat


"Aku akan merindukanmu".Ucap Wahyu seraya mengecup kening Anita.


"Akupun".


"Kabarin kalau sampai ya".


"Iya, kalau gitu aku pergi dulu ya.....Daaaa".Pamit Anita seraya melambaikan tangannya.

__ADS_1


Wahyu membalas lambaian tangan Anita hingga sosoknya tak terlihat lagi.


Setelah mengantar Anita, Wahyu segera menuju ke rumah sakit.


POV ANITA


Aku sudah berada di atas pesawat sedang menunggu waktu lepas landas.


Dua hari lagi pernikahan Arumi akan dilaksanakan,aku sengaja tidak memberitahu dia dengan kepulanganku hari ini. Banyak pesan yang dia kirim ke aku tetapi aku sengaja mengabaikannya.


Pasti saat ini dia sedang khawatir jika aku tidak akan hadir karena terakhir aku mengatakan kepadanya bahwa untuk saat ini aku sangat sibuk jadi aku tidak berjanji bisa hadir.


Sungguh itu membuatnya sangat sedih dan sekarang mungkin dia sedang menangis, yaudah lah dibuat nangis dulu sebelum hari bahagianya.


Beberapa saat kemudian, kini pesawat yang kutumpangi telah lepas landas menembus awan awan putih.


Aku menatap sekeliling, terlihat indah tetapi juga mengerikan.


Perjalanan ke Negara X sangatlah jauh sehingga membuatku terlelap.


Hingga beberapa jam kemudian "Mba bangun, kita sudah sampai".Ucap Pramugari membangunkanku.


Aku terbangun menatap sekeliling ternyata satu per satu penumpang sudah turun. Aku tersenyum menatap Pramugari yang telah membangunkanku "Terima kasih".Ucapku.


Aku segera turun dari pesawat, ternyata aku sudah sampai di tanah kelahiranku yang sudah aku tinggalkan. Aku segera mencari taxi untuk membawaku pulang ke rumah.


Karena lelah, rencana baru besok aku akan menemui Arumi.


Singkat


Tok tok tok


Tok tok tok


"Iya sebentar".Terdengar suara dari dalam yang aku yakini adalah Karin.


Clekk.


"Anitaaaa!!".Pekik Karin langsung memelukku erat.


"Aku merindukanmu".Ucapnya.


Aku melepas pelukannya "Akupun merindukanmu, ayo masuk dulu".


"Oh iya ayo...Sebentar ya aku buatin minum".


"Gak usah".Tolakku


Kami mengobrol sejenak untuk melepas kerinduan, hingga aku pamit untuk ke kamar."Yaudah, aku mau mandi dulu".


Karena Karin menempati kamarku, sehingga aku akan tidur di kamar orang tuaku yang sudah lama tak di tempati.


Sebelumnya, aku sudah memberitahu Karin untuk tidak mengatakan tentang kedatanganku kepada Arumi dan yang pastinya Karin mengiyakan dong.


Aku membersihkan diri terlebih dahulu,sebelum istirahat.Tak lupa aku mengabari Wahyu.


"Aku udah sampai di rumah, besok aku telpon ya soalnya aku ngantuk banget".Tulisku mengirim pesan.


Tanpa menunggu balasan pesan dari Wahyu,aku meletakkan kembali handponeku,hingga tak berselang lama akupun terlelap.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Hari pertama aku di Jakarta setelah sekian lama aku tinggal di London.


Aku bersiap untuk pergi menemui Arumi sebelum moodnya akan benar benar rusak.Karin sudah menungguku diluar.


"Ayo".Ajakku.


Kami memesan taxi karena di rumah tidak ada mobil. "Ke jalan XX ya pak".Ucap Karin kepada supir taxi.


Sebelum sampai ke rumah Arumi, aku berniat untuk mampir membeli kue kesukaannya sebagai permintaan maaf aku karena telah membohonginya "Pak kita mampir di toko kue yang ada di depan ya pak".


"Baik mba".


"Buat Arum ya".Tanya Karin.


"Iya, akukan sudah berbohong sama dia, jadi kita suap pake kue".Ucapku.


Mobil taxi berhenti tepat di depan toko kue "Mau ikut turun gak".Tanyaku kepada Karin.


Karin menggeleng"Enggak, aku di sini aja".


Akupun turun,memasuki toko kue kemudian segera mencari kue kesukaan Arumi. Setelah dapat, aku membayarnya kemudian kembali naik ke taxi.


"Ayo jalan pak".


Hingga beberapa menit kemudian,kami telah sampai di depan rumah Arumi yang baru."Terima kasih ya pak".Ucapku seraya menyerahkan selembar uang.


Aku baru pertama kalinya datang ke sini selama Arum pindah. "Rumah Arum udah besar".Ujarku.


"Ayo kita masuk".Ajak Karin.


Tok tok tok


Karin mengetuk pintu tetapi tidak ada sahutan dari dalam


Tok tok tok


Clek..


Akhirnya pintu terbuka, nampaklah adik Arum di sana.


"Cari kak Arum ya".Tanyanya.


"Iya, Arum ada kan?".Tanyaku balik.


"Oh ada kok, mari masuk".Ajaknya.


"Duduk dulu ya, aku panggil kak Arum dulu".Lanjutnya


"Iya".


Aldi nampak naik ke atas dan mengarah ke sebuah kamar yang mungkin itu kamar Arumi.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2