
ALLAHUMMA SHALLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALIHI SAYYIDINA MUHAMMAD.
@ijhaaa14
HAPPY READING
//*
Beberapa hari berlalu selepas pertemuan tak sengaja Gea dan Doni tak lupa mereka saling bertukar nomor.
Doni yang sedang sibuk dengan komputer di hadapannya dikejutkan oleh kedatangan Danil secara tiba tiba.
"Don".Panggilnya tiba tiba masuk
Doni langsung menoleh "Apaan sih, masuk gak ketuk ketuk dulu".Omel Doni tak terima
"Kantor kantor gue".
"Iya deh iya, sorry ya bos".Jengah Doni memutar bola matanya.
"Hehehe".Justru mendapat kekehan dari Danil.
"Ada perlu apa lo, biasanya juga tinggal telpon gue".Begitulah mereka, saat sedang berdua mereka tidak menggunakan bahasa formal.
"Handpone gue lowbet".Kata Danil seraya mendudukkan bokongnya di sofa ruangan Doni.
Doni memiliki ruangan? Tentu, sebagai tangan kanan seorang direktur memiliki peran penting dalam perusahaan.
Melihat Doni kembali fokus pada komputernya membuat Danil memicingkan matanya "Gak bosan loh mainnya sama komputee mulu".Celetuk Danil.
Tanpa menoleh "Gini gini juga demi perusahaan lo".
"Yaudah sory kalau gitu".
Kalimat Danil tentu menarik perhatian Doni "Hei, gue gak salah dengar kan? Santai aja kali".Titah Doni.
"Don!!".
"Hmmm".Sahut Doni
"Cari pacar sanah".Pinta Danil.
"Ogah".
"Wah, kayaknya gue curiga sama lo, jangan jangan.....".Danil menggantuk ucapannya dengan senyum smirknya.
"Jangan jangan apa?? Hah, gue paham yah apa yang ada di pikiran lo sekarang, gini gini gue masih normal kali".Kesal Doni membuat Danil terkekeh.
"Gue pikir lo suka terong".
"Sialan lo Nil". Geram Doni melempar polpen ke arah Danil.
"Hahaha".
"Lagian, lo gak bosan apa sendiri mulu".
"Kan ada lo".Doni
"Idih, amit amit dah".Danil
"Entar gue suruh Anita cariin buat lo deh kalau mau".
"Terserah lo deh yang penting gak jauh beda sama istri lo".
"Kalau cari yang kayak istri gue mah gak bakal dapet".Celetuk Danil
"Gue kan bilang gak jauh beda,bukannya sama".
"Iya deh entar gue bilang ke Anita suruh cariin biar junior lo gak nganggur terus".
"Sialan loh"
Cukup lama mereka berbincang, Danil memilih kembali Ke ruangannya. Namun, sebelum melangkah masuk tiba tiba sekretaris Danil datang
"Permisi pak".Ujar Siska dengan beberapa dokumen di tangannya.
"Iya Sis, ada apa"
"Direktur dari Maxy Company ingin bertemu dengan bapak".Kata Siska memberitahu.
Mendengar nama Maxy Company, Danil kembali teringat dengan sahabat sekaligus rekan bisnisnya yang satu itu,lama tak mendengar kabarnya tentu membuat Danil tak bisa menolak meski di tengah padatnya jadwal meeting.
__ADS_1
"Atur saja kapan bagusnya Sis".
"Baik pak".
Danil meneruskan langkahnya memasuki ruangannya.
//*
Di tempat lain, dua wanita cantik yang sedang duduk santai di sebuah Restoran outdor.
"Lama banget yah kita gak ketemu Nit".Ujar Gea
Beberapa waktu yang lalu mereka membuat janji untuk bertemu.
"Banget, dan kamu masih sendiri aja Ge".
"Belum ketemu yang pas Nit".
"Jangan cari yang pas Gea, kan kata pas itu memiliki defenisi yang berbeda beda bagi setiap orang, cari yang mau nerima kamu apa adanya dan apapun keadaannya aja udah lebih dari cukup".Jelas Anita.
"Hehee iya deh iya yang udah khatam soal gituan".Gea
"Oh ya, sekarang kerja di mana?".Tanya Anita.
"Masih di MC sih, tapi aku pindah di kantor cabang".
"Oh ya, setia juga yah sama pak Benny".Anita
"Iya dong, capek capek raih predikat jadi orang kepercayaan masa mau di lepas gitu aja".
"Iya juga sih, gak nyangka lo masih di sana, oh ya ngomong ngomong kak Mega apa kabar".Anita
"Aku udah jarang komunikasi sama kak Mega soalnya kita juga beda kota".Jelas Gea.
"Oh gitu yah".
Mereka cukup lama berbincang melepas rindu terpendam selama beberapa tahun tak berjumpa meski nyatanya mereka masih dalam satu negara yang sama namun karena kesibukan masing masing membuatnya jadi sulit.
Matahari yang hendak terbenam menyadarkan Anita bahwa sudah cukup lama ia meninggalkan anak anaknya di rumah.
"Kalau gitu, aku duluan ya Gea, bentar lagi mas Danil akan pulang".
"Yaudah kapan kapan kita ketemu lagi".Gea
Anita lebih dulu meninggalkan tempat itu.
RUMAH KELUARGA WIJAYA
"Abang, coba telpon bunda".Pinta Geandra menghampiri abangnya yang sedang mengerjakan tugas.
"Tapi Adek mandi dulu".Pinta Andrian.
"Habis itu telpon bunda yah".
"Iya, sanah adek mandi dulu habia itu baru telpon bunda".
Geandra menurut, segera kembali ke kamarnya untuk mandi. Sedari tadi ia uring uringan menunggu bundanya yang tak kunjung pulang
Brummmm brummmbbrummm
Pip pip...
Suara derungan mobil memasuki garasi, ternyata Anita yang datang namun baru saja ia memarkirkan mobilnya terlihat dari arah belakang mobil Danil tiba.
Keduanya keluar dari mobil masing masing kemudian saling melempar senyuman "Baru pulang juga sayang".Tanya Danil menghampiri istrinya.
"Iya mas".Balasnya seraya menyalami suaminya.
"Ayo masuk,pasti anak anak udah nungguin".Ajak Danil seraya merangkul pundak istrinya masuk ke dalam.
Ting tong
"Assalamualaikum".Salam mereka berbarengan.
Clek.
Dengan sigap bi Marni menyambut mereka
"Selamat sore tuan nyonya, silahkan masuk".
"Terima kasih bi".Anita.
__ADS_1
"Anak anak mana bi?".Tanya Anita
"Pada di atas nyonya".
Anita mengangguk mengerti "Duluan yah bi".
"Iya nyonya"
Danil langsung masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri berbeda dengan Anita ia memilih menemui anak anaknya terlebih dahulu
Clek...
"Abang!!!".Sapanya menghampiri sang putra
"Bunda".Andrian langsung menyalami bundanya.
"Lagi ngapain?".Tanya Anita
"Ngerjain tugas sekolah bun".
"Sudah mandi?"
"Sudah".Andrian.
"Adek mana?".Tanya Anita lagi.
"Di kamarnya bun".
"Yasudah, bunda ke kamar adek dulu yah, abang lanjutin kerja tugasnya".
Anita beralih ke kamar putrinya.
Tok tok tok
Clek....
"Boleh bunda masuk".Tanya Anita menyembulkan kepalanya.
Geandra yang sedang berdiri di depan cermin melihat pantulan bundanya dari kaca seketika menoleh "Bunda!!!".Teriaknya langsung menghambur ke pelukan sang bunda.
"Eh eh, sayang".
"Adek kangen".Manja Geandra.
"Baru juga di tinggal beberapa jam masa udah kangen".Celetuk Anita bercanda.
"Bunda sih kelamaan mainnya kayak anak gadis aja".Omel Geandra masih betah dalam pelukan bundanya.
"Bunda kan memang masih gadis heheh".Canda Anita.
Geandra melepas pelukannya cemberut menatap bundanya "Terus Abang sama Adek apa, Ayah juga".Protes Geandra
Sungguh Anita dibuat gemas oleh tingkah putrinya itu.
"Bunda bercanda sayang".
"Adek habis keramas yah".Tanya Anita seraya memegang rambut putrinya yang masih setengah basah.
"Iya bunda".
"Pantesan rambutnya wangi".Puji Anita
"Iya dong".Bangga Geandra mendapat pujian kecil dari bundanya
Selesai menyapa kedua anaknya, kini giliran Anita yang bersih bersih karena habis dari luar.
//*
"Besok ada waktu gak?".Tanya Seseorang yang tiba tiba mengirim pesan ke Gea.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
TUNGGU PART SELANJUTNYA
THANK YOU AND HAPPY READINGā¤š„°