Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#64 Kepulangan Anita


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


//*


Beberapa saat kemudian sampailah Wahyu di sebuah gedung yang sangat terpencil,di sana sudah ada Kenan menunggunya.


Clek..


Masuklah Wahyu disambut oleh Kenan beserta orang suruhannya.


"Mereka ada di dalam".Kata Kenan langsung.


Tanpa sepatah kata Wahyu mengikuti langkah Kenan menuju sebuah ruangan yang sudah dijaga ketat oleh orang suruhannya.


BRUUUUGHH.Dengan kasar Wahyu menendang pintu yang ada di depannya.


Terlihat dua wanita yang terlihat sangat kacau dengan kedua tangannya diikat serta mulutnya ditutup.


"Buka penutup mulut mereka".Pinta Kenan dan langsung dilaksanakan oleh orang suruhannya.


"Apa urusan kalian dengan Anita".Tanya Wahyu langsung tepat dihadapan kedua wanita itu.


Kedua wanita itu memilih diam tanpa menjawab pertanyaan Wahyu.


"JAWAAAABBBBB".Teriak Wahyu membuat keduanya terkejut.


"Siapa kamu, kami tidak memiliki urusan dengan kamu".Jawab Jessica berani.


Wahyu melangkah lebih dekat lalu menunduk menatap tajam ke arah Jessica "Urusan Anita urusan saya juga".Ucap Wahyu penuh penekanan.


Jessica tersenyum mengejek "Wanita sialan itu".


"Jaga ucapan kamu".Teriak Wahyu.


Salsa yang sedari tadi diam ikut berbicara "Wanita seperti dia tidak patut untuk dibela".Katanya.


"Kalian jangan main main dengan saya".Ucap Wahyu datar berdiri tegak kembali lalu menoleh kepada Kenan.


Kenan yang mengerti maksud tatapan Wahyu segera memerintahkan orangnya "Cepat kalian bawah mereka sertakan semua bukti yang kalian dapat dan jangan biarkan seorangpun bisa menyelamatkannya".Perintah Kenan.


"Baik bos".Jawab mereka serempak.


"Lepas....Kalian mau bawah saya ke mana".Ucap Jessica memberontak


"Diam".Pinta Kenan.


Kedua wanita itu yang tak lain adalah Salsa dan Jessica di bawah pergi oleh orang suruhan Kenan ke tempat yang sangat jauh dari Negara K.


"Terima kasih".Kata Wahyu setelah tinggal mereka berdua.


"Santai, lagian Anita juga tanggung jawabku karena dia bekerja di tempatku".Balas Kenan menepuk bahu Wahyu.


"Kau menyukainya?".Tanya Kenan tiba tiba membuat Wahyu berfikir.

__ADS_1


"Gue gak tau".Jawab Wahyu singkat.


"Gue yakin lo sudah ada rasa sama dia, perjuangin bro dia wanita yang baik".Seru Kenan berlalu meninggalkan Wahyu di sana.


Hingga tersadar dari lamunannya, Wahyu ikut keluar dari gedung yang menyeramkan itu.


//*


Di ruangan Anita, sedang membereskan barangnya bersiap untuk pulang "Sus, dokter Wahyu mana ya".Tanya Anita kepada suster.


Suster menoleh "Tadi dokter Wahyu keluar mba".Jelas Suster


"Mas Wahyu kemana ya, biasanya juga bilang, apa dia sudah pulang ya".Batin Anita.


"Kok aku sedih ya, dia kan bukan siapa siapa aku".Ucapnya lagi dalam hati.


"Mari saya bantu mba".Kata suster membuyarkan lamunan Anita.


"Oh iya, makasih ya sus".Jawabnya seraya turun dari tempat tidur.


Singkat..


Kini Anita sudah berada di depan rumah sakit menunggu taxi yang telah dipesannya.


Hingga tak lama kemudian taxi datang "Terima kasih ya sus".Ucap Anita sebelum naik taxi.


"Sama sama mba".Jawab suster ramah.


"Aku kenapa sih selalu memikirkan mas Wahyu, ada apa ini".Tanya Anita pada dirinya.


"*Apa aku menyukainya?"


"Tidak tidak aku baru saja mengenalnya tidak mungkin secepat ini aku menaruh rasa kepadanya*".Batin Anita berusaha mengelak pikirannya sendiri sesekali menggeleng sehingga membuat supir taxi menoleh "Mba kenapa?"


Anita tersentak "Oh saya tidak apa apa pak".Jawabnya tersenyum kaku.


Tak lama kemudian taxi yang membawanya berhenti tepat di depan rumah Anita "Terima kasih ya pak".Ucap Anita seraya menyerahkan selembar uang.


Clek..


Anita masuk ke dalam rumahnya tapi tak lama kemudian dia mengingat sesuatu "Salsaaa".Gumamnya.


"Sedendam itukah dia kepadaku".Tanyanya pada diri sendiri.


Tiba tiba Anita tersentak mendengar suara deringan telepon dari dalam tasnya "Halo, Assalamualaikum".Sapa Anita.


"Waalaikumussalam, Apa kamu sudah di rumah?".Tanya seseorang dari seberang telepon.


"Iya, aku baru sampai".Kata Anita.


"Maaf ya tadi aku tidak bisa mengantarmu soalnya tiba tiba aku ada urusan".Jelas Wahyu.


"Iya gak papa"Balas Anita singkat.

__ADS_1


"Yaudah kamu istirahat ya, ingat kamu jangan masuk kerja dulu".Pinta Wahyu.


"Iya iya".


Tut..


Setelah menerima telepon dari Wahyu, Anita masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.


Saat akan mendudukkan bokongnya di atas kasur suara ketukan pintu terdengar dari bawah.


Tok tok tok


"Aduh siapa sih, baru juga aku mau duduk".Gerutu Anita tak jadi duduk lalu berjalan turun hendak membuka pintu.


Clek.


"SURPRISEEEEEEE".Teriak teman teman Anita.


Anita tersentak tak lama kemudian menatap datar kepada teman temannya itu "Mau apa".Tanya Anita datar.


"Kita gak disuruh masuk gak nih".Timpal Ayu.


"Iya iya, ayo masuk".Kata Anita memberi jalan kepada temannya.


Dengan santainya mereka semua duduk tanpa disuruh dan Anita hanya mengikut.


"Kalau kalian mau minum, ambil aja sendiri ya".Ucap Anita malas.


"Kamu kenapa gak masuk".Tanya Anisa tiba tiba tanpa menjawab ucapan Anita.


"Cuman gak enak badan".Jawab Anita sedikit berbohong enggan memberitahu mereka apa yang terjadi.


"Oh"


Mereka mengobrol sampai lupa waktu, Anita yang harus istirahat karena kedatangan mereka, jadinya harus melewatkan waktu istirahatnya.


"Kalau begitu kita pamit ya".Ucap Ayu.


"Iya kalian hati hati ya".


"Daaaaa".Seru mereka serempak melenggang pergi dari rumah Anita.


Selepas kepergian teman temannya, Anita kembali masuk ke kamarnya.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2