Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#131


__ADS_3

...^^^"Dia tidak pergi hanya saja hatinya bukan untukmu lagi, tak perlu memaksakan kehendak jika memang tidak ditakdirkan untukmu"^^^...


Hallo Sabahat KHA, tak henti hentinya author ucapin terima kasih kepada kalian semua karena masih setia sampai bab ini.


Jangan lupa kritik dan sarannya ya guys


HAPPY READING


//"


"D..aa..nil....".Panggil Sandra dengan suara terbata.


Danil yang sedari semalam masih setia menemani mamanya dirumah sakit tanpa niat meninggalkannya sedetikpun.


Merasa ada yang menyebut namanya, Danil yang sedang duduk disofa sambil menunduk segera mendongak.


Matanya langsung tertuju kearah sosok malaikat hidupnya yang kini sedang terbaring lemah tepat dihadapannya,wanita yang selama ini terlihat kuat kini harus berjuang melawan sakit. Danil membalas senyuman mamanya tanpa ragu seraya berdiri menghampiri.


Tiba disamping mamanya Danil langsung mencium kening Sandra. Dengan wajah tersenyum Sandra menutup mata menikmati kecupan lembut dari putra semata wayangnya itu.


"Bagaimana keadaan mama".Tanya Danil lembut meraih tangan mamanya yang terpasang jarum infus.


Lagi lagi Sandra tersenyum lemah,"Mama baik baik aja Nil, gak usah khawatir".Jelas Sandra dengan suara melemah.


"Danil harap begitu ma, mama harus sehat yah agar bisa melihat cucu mama tumbuh dewasa".Kata Danil memelas


Sandra hanya mengangguk pelan " Istri kamu mana nak".Tanya Sandra yang sedari tadi tidak mendapati sosok menantu kesayangannya.


"Bentar lagi Anita akan sampai ma".Kata Danil yakin setelah tadi pagi mendapat kabar dari istrinya bahwa ia akan menyusul.


"Cucu mama ikut?".Tanya Sandra penuh harap.


"Gea gak ikut ma, soalnya tadi kata Anita badannya sedikit hangat".Tutur Danil tentu membuat Sandra khawatir.


"Cucu mama sakit??, mama harus pulang, mama mau lihat cucu mama".Kekeh Sandra tiba tiba meronta.


"Danil, mama mau pulang sekarang".Pintanya berusaha bangun namun dicegah oleh Danil.


"Mah, mama tenang dulu Gea gak kenapa napa kok mah, dan ingat mama belum bisa pulang".Jelas Danil berusaha meyakinkan.


"Kalau mama ingin melihat cucu mama, mama harus sehat dulu agar bisa gendong Gea lagi".Lanjutnya


Sandra sedikit luluh "Huuufffttttt".(Hembusan nafas Sandra).


Tok tok tok


Suara ketukaan pintu membuat kedua insan seketika menoleh.


Clek..


Muncullah Anita dari balik pintu dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. Danil langsung bangkit menghampiri istrinya.


"Sayang, kamu sudah datang".Ucapnya basa basi meraih tangan istrinya.


"Iya mas".


Anita berjalan mendekati Sandra dan melakukan seperti apa yang tadi Danil lakukan, yah mencium kening Sandra lembut.


"Sayang".Dengan lemah Sandra bersuara.

__ADS_1


"Mah, mama apa kabar".Kata Anita tak kalah lembut.


Anita mendudukkan bokongnya seraya meraih tangan mertuanya.


"Gea apa kabar Nit".Tak lupa Sandra menanyakan cucu yang sangat ia rindukan beberapa hari belakangan ini.


Anita mendongak sejenak menatap sang suami lalu beralih kearah Sandra. "Gea baik kok ma, makanya mama harus cepat sembuh agar bisa main lagi sama Geandra".Ucap Anita menguatkan.


"Mama pasti sembuh, mama kan hebat".Senyum Anita mencoba menguatkan.


Danil hanya menyimak setiap percakapan dari kedua wanita tercintanya.


Danil sangat bersyukur memiliki dua malaikat dihidupnya, mama dan istrinya.


"(Tuhan, sembuhkan mamaku)".Batin Danil berusaha menahan buliran air mata yang hendak jatuh. Dengan satu kedipan, air matanya langsung menetes dengan cepat ia menyeka dengan tangannya sebelum ada yang memergokinya.


//*


Selama Danil dirumah sakit, maka Doni lah yang bertugas mengurus perusahaan. Ia hanya sesekali menghubungi Danil jika ada yang sangat penting tak jarang juga ia datang ke rumah sakit hanya untuk meminta tanda tangan atasannya sekaligus sahabatnya itu.


RUMAH SAKIT


Ruangan yang sedari tadi hening tiba tiba riuh. Sandra yang tiba tiba merasakan sesak.


"Daa.....niii......".Panggilnya merasa sulit bernafas.


"haaa...haaaa..."(Anggap saja suara sesak bernafas).


"Daa.......nnnnniiii..llllll".Ia masih berusah mengatur nafasnya yang terasa berat.


Anita keluar dari kamar mandi "Mama!!!".Pekiknya langsung menghampiri.


Danil yang dikejutkan oleh pekikan istrinya langsung terbangun "Mama kenapa sayang".Tanyanya panik melihat keadaan mamanya.


"Daaaa.....niiiiiilllllll".Panggil Sandra.


Danil yang hendak keluar langsung berhenti ketika mendengar mamanya menyebut namanya.


"Maaaa".Dengan suara berat Danil menghampiri mamanya. Anita sudah tak mampu berucap hanya bisa menitikan air mata melihat Sandra yang masih merasakan sesak.


"Nak.....Mama sayang sama kamu...jaga diri baik baik ya".Dengan sesak Sandra berusaha melanjutkan ucapannya.


Sàndra berhenti sejenak karena ia semakin sesak namun berusaha ia tahan.Beralih sejenak menatap sayu menantunya kemudian kembali beralih kearah Danil "Jaga istri kamu baik baik, jangan biarkan ia menangis, dan.....".Belum sempat Sandra melanjutkan ucapannya Danil langsung menghambur kepelukan mamanya.


"Mama harus sembuh".Ucap Danil lirih dalam pelukan sang mama.


Anita mengusap lembut punggung suaminya yang terlihat bergetar.


Terlihat Sandra memejamkan mata sejenak lalu kembali membukanya "Tugas mama sudah selesai, sudah waktunya mama pergi".Bisik Sandra ketelinga sang putra.


Hingga tak berselang lama tanganyang tadinya masih memeluk erat Danil kini semakin lama semakin melemah, Danil yang merasakan itu semakin menguatkan pelukannya.


Tubuhnya semakin bergetar, hidupnya seakan berhenti, ia yakin mamanya telah meninggalkannya untuk selama lamanya.


"Mama...."Tangis Anita pecah ketika menyadari sudah tidak ada pergerakan dari mertuanya hingga iapun ikut memeluk mertuanya.


PEMAKAMAN


Rintik hujan yang membasahi bumi seakan ikut menghantarkan Sandra ke peristirahatan terakhirnya.

__ADS_1


Kini Danil dan Anita tak lupa Gea yang berada di tengaj tengah mereka sedang terduduk di depan sebuah gundukan tanah yang masih sangat baru.


Para kerabat yang ikut kepemakaman sudah pulang beberapa menit yang lalu termasuk Doni yang harus mengurus surat kematian dan lainnya.


Pandangan Danil kosong menatap gundukan tanah itu, Anita yang selalu setia disamping suaminya dengan tangannya yang tak pernah lepas dari pundak kekar suaminya yang kini terlihat rapuh.


"Omaaaa....".Celetuk Gea membuyarkan lamunan Danil.


Danil menatap Gea dan Anita secara bergantian.Seketika pikirannya kembali terbuka dengan suasana gerimis tak seharusnya ia membiarkan Anita dan Gea kehujanan.


"Mas, Aku yakin kamu kuat".Kata Anita mengangguk penuh keyakinan berusaha menguatkan.


Danil tersenyum tipis, "Asal ada kamu disampingku".Katanya seraya memeluk kedua malaikatnya itu.


Danil sangat bersyukur, dalam keadaan terpuruk ia masih memiliki keluarga kecil yang sangat menyayanginya, istri yang selalu setia disampingnya ditambah Gea yang menjadi penyemangatnya.


Hingga tak lama kemudian, merekapun meninggalkan makam Sandra karena tampaknya hujan masih setia menurunkan airnya. Sudah ada supir yang dikirimkan Doni untuk mengantar mereka pulang.


Dalam perjalanan, suasana dalam mobil sangat sepi. Gea yang melihat kedua orang tuanya sedang bersedih meski belum mengerti sepenuhnya namun ia sudah bisa merasakan.


"Bunda".Panggilnya.


Anita tersentak "Eh, iya sayang kenapa?".


"Sekarang oma punya rumah baru yah".Tanyanya dengan gaya bicara khas bayi.


Sangat jelas Anita tekejut mendapat pertanyaan yang tak disangka dari anaknya yang masih terbilang belum mengerti apa apa namun Anita lupa jika anaknya memiliki iq tinggi.


Anita menoleh kearah suaminya yang ternyata juga terkejut.


"Ayah....".Tak mendapat jawaban dari bundanya Gea beralih ke ayahnya.


"Eh, iya sayang".Kata Danil


"Oma punya rumah baru yah".Dengan pertanyaan yang sama.


Danil tersenyum "Iya sayang, sekarang oma punya rumah baru jadi kalau Gea kangen oma, Gea bisa jengukin oma".Kata Danil sesederhana mungkin agar mudah dipahami oleh anaknya.


Seakan mengerti, Gea mengangguk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN KOMEN🖤


__ADS_2