Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#73 Pamit


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YA


SELAMAT MEMBACA


//*


Dua hari berlalu, setelah pertemuannya dengan orang tua Wahyu, Anita menjadi lebih dekat dengan Wahyu.


Meski tak pernah ada pernyataan cinta di antara keduanya, tetapi mereka merasa sama sama yakin satu sama lain, kenyamanan dan saling membutuhkan adalah salah satu poin penting dalam sebuah komitmen dan itulah yang kini dirasakan oleh kedua insan yang sedang dimadu cinta.


Cinta? Apakah benar Anita telah mencintai Wahyu?Untuk saat ini, hanya dirinya lah yang tau apa yang tengah ia rasakan sekarang.


Yang kita lihat hanyalah Anita merasa nyaman bersama Wahyu.


Berbeda dengan Danil, hari ini adalah hari terakhirnya berada di Negara K.


Sebelum benar benar benar meninggalkan Negara ini, Danil berniat menemui Anita untuk terakhir kalinya.


Danil menulis sebuah pesan "Nit, aku ingin ketemu kamu sebentar saja, kalau kamu mau entar makan siang kita ketemu".


"Aku harap kamu mau ya, kali ini aja, aku janji setelah ini, aku tak akan lagi mengganggumu".


"Aku tunggu kamu di Restoran X.....Danil".


Tulis pesan beruntun Danil.


Anita yang tengah sibuk mengerjakan sesuatu, menoleh menatap handponenya "Siapa sih".Gumamnya lalu meraih handponenya.


Kening Anita berkerut,beberapa pesan dari nomor yang tak dikenal. Segera Anita membukanya lalu membacanya.


"........................................."


"Mas Danil".Batin Anita.


Kenapa ya, mas Danil mau ketemu pake memohon segala lagi.


Setelah berpikir, Anita akhirnya mengiyakan karena sebenarnya, ia juga tidak tega untuk menolak "Iya mas".BalasnYa singkat.


Setelah membalas pesan Danil, Anita kembali meletakkan handponenya lalu kembali fokus bekerja.


Ting ting ting


Tak lama kemudian, handponenya kembali berbunyi


"Entar makan siang aku jemput ya, kita makan bareng".Anita membaca pesan yang ternyata dari Wahyu.


Sedikit ragu Anita membalas"Maaf ya mas,aku gak bisa...Aku sudah ada janji sama seseorang".


"Sama siapa emang?".Tanya Wahyu.


"Teman aku mas".Jawab Anita sedikit berbohong.


"Oh yaudah kalau gitu".


"Iya maaf ya".


"Iya gak papa".

__ADS_1


Anita sedikit tidak enak karena harus menolak ajakan Wahyu, tetapi ia juga sudah terlanjur mengiyakan ajakan Danil.


Hingga saat jam makan siang tiba, Anita menuju ke tempat yang dimaksud Danil


Karena jam istirahat, membuatnya sedikit telat untuk sampai ke tempat tujuan.


Danil sudah tiba duluan, menunggu kedatangan Anita.


Beberapa menit kemudian, Anita sampai di depan Restoran X.


Segera ia masuk, karena suasana restoran yang cukup ramai membuatnya sedikit kewalahan menemukan Danil.


Danil yang selalu menatap ke arah pintu masuk melihat kedatangan Anita langsung berdiri seraya melambaikan tangan


Segera Anita menghampiri setelah melihat Danil.


"Apa kabar".Sapa Danil.


Anita tak menjawab memilih langsung duduk tanpa dipersilahkan. "Langsung aja mas, jam istirahat sisa sedikit".Ucap Anita datar.


"Kamu gak mau pesan makan dulu?".Tawar Danil.


"Terserah".


Danil memesan makanan untuknya dan juga Anita.Mereka melahap makanan tanpa suara hingga beberapa saat makanan mereka habis.


"Bicaralah mas, waktuku tidak banyak".Ujar Anita


"Sekali lagi aku tanya, apa kamu mau ikut dengan aku?, kembali hidup bersamaku?".Tanya Danil langsung dengan serius.


Anita menelisik menatap Danil, sesuatu dalam hatinya bergemuruh lagi


Anita masih memilih diam


Melihat Anita hanya diam, Danil menunduk sejenak kemudian kembali mendongak "Baiklah, aku mengerti diammu".


"Sekali lagi aku minta maaf untuk semuanya, aku benar benar menyesali semuanya, maaf juga jika akhir akhir ini aku mengganggu ketenanganmu".


"Aku tau kamu tak akan pernah ikut aku lagi setelah semua yang ku lakukan kepadamu, hari ini aku akan kembali, aku tak akan lagi mengganggumu".


Danil terdiam sejenak


Hufff. "Aku sangat mencintaimu dan aku baru menyadari itu, aku harap kamu selalu bahagia".


Seketika hening..


1 menit


2 menit


"Baiklah, setengah jam lagi aku harus ke bandara, terima kasih atas waktunya ya.....Aku pamit".


Danil beranjak meninggalkan Anita di sana.


Tes tes


Tanpa sadar, air mata Anita jatuh begitu saja. Seperti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya.

__ADS_1


Dia pergi, ya Danil memilih kembali lagi ke Negaranya.


"Kenapa? kenapa aku bersedih, harusnya aku bahagia".Gumam Anita


Hingga berselang lama, Anita menghapus sisa air matanya kemudian beranjak dari sana hendak kembali ke kantor.


Dalam perjalanan menuju kantor, pikiran Anita melayang entah kemana


"Ya, keputusanku sudah benar, biarlah aku memilih hidupku sendiri".Batinnya.


Ppiiiiiipppppppp


"Woiyy cepet jalan".Teriak pengendara lain


Suara klakson berasal dari kendaraan yang ada di belakang mobil Anita


Anita terkejut dari lamunannya, kemudian menatap kaca spion "Ya ampun ternyata lampunya udah hijau".


Segera ia melajukan mobilnya, takut kendaraan lain protes lagi.


Hingga beberapa saat kemudian, sampailah Anita di depan gedung yang menjulang tinggi. Segera ia memasukkan mobilnya ke area parkir khusus karyawan, kemudian naik ke tempat kerjanya.


"Huuuf, masih ada tiga menit".Katanya setelah mengecek jam.


Anita kembali fokus mengerjakan tugas tugasnya


Clek...


Anita menoleh "Pak Kenan, ada yang bisa saya bantu pak?".Tanya Anita sambil menunduk hormat.


"Ambilkan saya kopi".


"Baik pak".


Anita segera pergi mengambilkan kopi untuk atasannya.


Tok tok tok


"Kopinya pak".Ucap Anita menyerahkan secangkir kopi


"Terima kasih".


Anita kembali keluar menuju mejanya.


Bandar udara Heathword


5 menit lagi, pesawat Danil lepas landas. Danil menatap lurus keluar jendela.


Hatinya benar benar hancur, ia tak bisa membawa kembali pujaan hatinya."Aku gagal, aku gagal membawamu kembali bersamaku".Batin Danil


Hingga tiba waktunya, kini Danil telah berada di atas awan. Danil benar benar kembali dengan tangan hampa serta hati yang kosong.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2