Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#97 Lingkungan Kerja Baru


__ADS_3

INSTAGRAM @IJHAAA14


//*


Siang menjemput malam, kini keluarga Wahyu tengah menyantap makan malam mereka. Sesekali Dini melirik suaminya namun orang yang dilirik sangatlah dingin.


Hingga beberapa menit kemudian, mereka selesai makan "Ma, pa, ada yang ingin Wahyu sampaikan".Ucap Wahyu tiba tiba


"Baiklah, kita bicara di ruang keluarga saja".Ucap Rizal


"Wahyu mau ngomong apa yah, kok aku jadi takut begini sih".Batin Dini gelisah


Mereka semua berjalan menuju ruang keluarga dan Tari membawa senampan teh hangat untuk menemani perbincangan mereka.


"Jadi apa yang ingin kamu sampaikan nak".Tanya Rizal setelah mendudukkan bokongnya.


Wahyu melirik Dini sejenak lalu kembali menatap papanya "Wahyu kan sudah menikah, jadi kami berniat untuk pindah".Jelas Wahyu to the point


Mata Dini membulat terkejut "Iyakan sayang".Tanya Wahyu cepat seraya memegang tangan Dini


Tubuh Dini gemetar takut namun dengan terpaksa ia mengangguk "Iyaa".


"Kenapa harus pindah, bukannya kalian sudah nyaman tinggal bersama kami".Protes Tari


"Ma, kita ingin belajar mandiri. Tidak mungkin jugakan kalau kita selalu numpang di rumah mama dan papa".Ucap Wahyu berusaha memberi pengertian mamanya


"Pa, bicara dong, kalau mereka pindah nanti mama kesepian dong".Ucap Tari memelas kepada suaminya


Rizal menatap istrinya sejenak kemudian beralih menatap pasangan muda itu "Apa kalian yakin dengan keputusan kalian".Tanya Rizal serius


"Kita yakin pa, iyakan sayang".Ucap Wahyu semanis mungkin


"Iya pa".Dengan terpaksa Dini mengiyakan


"Aku tak tau niat Wahyu ingin pisah rumah dengan orang tuanya, tapi aku sangat yakin ini akan menjadi awal yang buruk untukku".Batin Dini


Rizal kembali menatap istrinya "Ma, biarkan mereka memilih jalannya sendiri, mereka sudah besar".Ucap Rizal memberi pengertian kepada istrinya


"Nanti mama kesepian dong".


"Kan mama bisa sering berkunjung ke tempat mereka nanti".Ucap Rizal


"Iya deh, kalau itu mau kalian mama ngikut aja".Dengan terpaksa Tari mengindahkan keinginan anaknya itu


"Kapan kalian ingin pindah".Tanya Tari


"Besok ma".Jawab Wahyu cepat


"HAHH".Pekik Tari dan Dini berbarengan


Dini kembali menunduk setelah mendapat tatapan tajam dari Wahyu namun berbeda dengan Tari "Secepat itu?".Tanya Tari tak percaya


"Iya ma"

__ADS_1


"Sudahlah ma, biarkan saja".Kata Rizal


"Iya deh, terserah kalian".


Hingga perbincangan pun selesai, mereka memilih ke kamar masing masing.


Dini hanya bisa mengekor di belakang Wahyu tanpa berani berkomentar.


Saat tiba di dalam kamar "Kenapa kita harus pindah mas".Tanya Dini memberanikan diri.


Dengan tatapan tajam, Wahyu melewati Dini tanpa berniat menjawab pertanyaan istrinya itu


"Mati lah aku, pasti Wahyu masih marah soal tadi siang".Batin Dini.


Terlihat Wahyu habis dari kamar mandi kemudian langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur tanpa menghiraukan Dini yang masih berdiri mematung di sana.


Melihat deruh nafas teratur dari Wahyu, barulah Dini beranjak dari tempatnya menuju kamar mandi untuk mencuci muka lalu ikut naik ke atas kasur.


Dini menatap punggung suaminya itu "Entah apa yang akan terjadi dengan diriku nanti setelah pindah dari sini".Gumam Dini sepelan mungkin agar tidak mengganggu tidur Wahyu.


"Dengan Wahyu mendiamiku saja sudah membuatku takut, apalagi nanti harus tinggal berdua dengannya".Pikir Dini


Wahyu memang memutuskan untuk tidak menceraikan Dini karena beberapa pertimbangan termasuk orang tuanya. Ia tidak ingin membuat orang tuanya kecewa sekaligus menanggung malu karena usia pernikahan mereka masih sangat muda.


Wahyu memilih melanjutkan pernikahan ini sampai Dini sendiri yang akan mengajukan gugatan cerai kepadanya dan itu adalah niatnya.


//*


Di Negara X


Di sana Anita bertemu dengan Gea teman satu devisinya.


Kini Anita sedang berada di kantin menyantap makan siang bersama Gea.


"Kamu udah lama ya kerja di sini".Tanya Anita di sela sela makannya


"Mmm, sekitar dua tahunan lah".Balas Gea


Anita yang memiliki sifat mudah berbaur bertemu Gea yang tak kalah ramah membuat mereka mudah akrab.


"Sebelumnya kamu kerja di mana sebelum ke MC".Tanya Gea


"Aku kerja di London".Jawab Anita


"Oh ya, terus kenapa kamu pindah".Tanya Gea tak percaya.


Anita tersenyum "Ya, mungkin aku tidak cocok tinggal di sana".Balas Anita


"Hehe gitu ya"


"Iya"


Beberapa menit kemudian, jam makan siang sudah hampir habis "Yuk".Ajak Gea

__ADS_1


Mereka berjalan beriringan menuju devisi keuangan.


Hingga mereka tiba di meja masing masing, masih ada sekitar 10 menit masuk jam kantor dan mereka mengisinya dengan saling melempar pertanyaan.


"Oh ya, kamu udah ketemu gak dengan CEO Maxy Company".Tanya Gea


Anita menggeleng "Belum, aku kan baru masuk hari ini".Tutur Anita


"Hehe iya yah".Kata Gea cengengesan


"Emang kenapa dengan CEO perusahaan ini".Tanya Anita penasaran


"Orangnya tuh baik banget, meski masih terbilang muda tapi beliau sangat hebat bisa sukses di usia muda, tapi...".Gea menggantung ucapannya


"Tapi apa?".Anita benar benar penasaran


"Tapi dia sudah punya istri".Jawab Gea lesuh


"Yah aku kirain apa, apa salahnya kalau dia sudah punya istri kan".Kata Anita


"Iya sih heheh".


Anita menggeleng melihat tingkah Gea.


"Jadi istrinya sering ke sini dong".Tanya Anita


"Iya, istrinya juga ramah banget gak seperti istri istri pengusaha lainnya yang sombong dan suka merendahkan orang yang berada di bawahnya".Tutur Gea serius.


"Terkadang juga kalau dia bosan di ruangan bos, dia sering jalan jalan keliling kantor tak jarang ia mampir ke sini walau sekedar menyapa".Lanjutnya


"Bagus dong kalau gitu".Kata Anita


Hingga beberapa saat mengobrol tibalah saatnya jam istirahat usai. Mereka kembali fokus ke pekerjaan masing masing.


Karena masih sangat baru, meski sudah memiliki beberapa pengalaman namun Anita masih harus belajar beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya.


Tanpa Anita sadari, di lantai dasar perusahaan ada seseorang yang sangat ia kenal dan mengenalny sedang berjalan menuju lift khusus yang akan membawanya ke ruangan CEO.


Siapakah dia, akan author ceritakan pada episode selanjutnya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2