Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#139 Weekand


__ADS_3

Halo Sobat KHA...


Di bulan maulid ini, Author pengen ngajakin kalian buat banyakin sholawat agar kita senantiasa mendapat syafaat dari Kekasih Allah Nabiullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam


"Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Alihi Sayyidina Muhammad".


HAPPY READING🖤🖤


//*


Mentari pagi senantiasa menemani rutinitas Anita yang kini menjadi seorang ibu dari dua orang anak.


Sesuai niat awal, Anita akan mengajak kedua anaknya untuk belanja dan tentunya atas izin dari sang kepala keluarga.


"Sayang,maaf yah aku gak bisa nemenin kalian".Melas Danil merasa tidak enak hati kepada istrinya.


Anita yang sedang duduk di depan cermin segera beranjak menghampiri suaminya yang kini duduk di tepi tempat tidur.


"Aku kan sudah bilang gak papa dan gak masalah, aku juga ngerti ko mas akhir akhir ini kerjaan kamu lagi numpuk, lagian kalau kamu ikut kami belanja pasti kamu akan kecapean sedangkan besok kamu ada meeting pagi dengan client".Jelas Anita meraih tangan kekar suaminya.


Danil mengangguk pasrah, bukan tidak ingin ikut bersama keluarganya namun ada dokumen yang menuntutnya untuk segera di selesaikan.


Mengingat perusahaan Danil semakin meningkat dengan pesat membuatnya semakin sibuk sehingga tak jarang saat weekand ia harus tetap kerja meski dari rumah, tak lupa dengan Doni yang selalu mendampingi selaku tangan kanannya..


"Udah ya, aku mau siap siap dulu udah mau siang nih".Titah Anita berdiri.


Setelah beberapa menit bersiap, Anita dan Danil bergandengan menuruni anak tangga menghampiri kedua anaknya yang kini sedang duduk di ruang keluarga.


"Hai anak anak ayah".Sapa Danil


Mereka serempak menoleh "Hai juga ayah".Balas mereka.


"Sudah siap?".Tanya Anita langsung mendapat anggukan dari keduanya.


"Ayo Bunda, entar kita telat".Ajak Gea tak sabar.


"Gak sabaran banget sih".Sindir Danil bercanda.


"Biarin".Celetuk Gea


"Yasudah, mas kita jalan dulu yah".Pamit Anita meraih tangan suaminya akan menyalami,kemudian bergantian dengan kedua anaknya salam kepada ayahnya.


"Jangan ngerepotin bunda yah".Pesan Danil mendapat anggukan dari putra putrinya.


"Sayang titip anak anak yah".Ucap Danil kepada istrinya.


Danil menghantarkan mereka sampai ke depan, Anita memilih menyetir mobil sendiri.


"Hati hati sayang".Teriak Danil saat mobil Anita perlahan meninggalkan tempat.


"Daadaaaaa ayah".Teriak Gea melampaikan tangan.


Mengingat hari ini adalah weekand membuat jalan tak terlalu macet sangat memudahkan Anita membawa mobil.


"Bunda, kapan abang masuk sekolah".Tanya Gea di tengah perjalanan mereka.


Anita hanya melihat anaknya dari kaca spion "Besok sayang".


"Yeay, Gea ada temen".Girang Gea.


"Abang, entar kita bareng terus ke sekolah".Ucap Gea kepada abangnya.


Tak tahu mau berkomentar apa, Andrian hanya tersenyum melihat tingkah adeknya yang sangat aktif "Iya dek".

__ADS_1


Hingga tak lama kemudian, tibalah mereka di sebuah pusat perbelanjaan terbesar yang ada di Jakarta. Mall itu juga masih berada di bawah naungan wijaya group.


Anita segera memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


"Ayo sayang".Ajak Anita turun.


Tangan Anita menggandeng kedua anaknya beriringan memasuki Mall. Para petugas yang melihat kedatangan mereka serempak menunduk hormat pasalnya istri seorang pemilik Mall tempat mereka bekerja sedang berkunjung.


Meski telah menjadi istri seorang konglamerat, tetap tak menghilangkan khas kesederhanaan Anita serta sifat rendah hatinya sehingga membuat semua orang takjub dengan kepribadiannya.Hal itu juga akan ia terapkan kepada anak anaknya.


"Selamat datang Nyonya".Sapa seorang Security dengan sigap menyambut mereka.


"Iya".Balasnya ramah. "Sudah sarapan?".Tanyanya lagi.


"Sudah nyonya".Jawab Security tak hentinya menunduk sopan.


"Yasudah, selamat bekerja".Ucap Anita sebelum kembali melangkah.


Kini mereka sedang berada di tempat khusus perlengkapan sekolah "Abang suka yang mana".Tanya Anita mengangkat dua baju yang berbeda.


Andrian tampak berfikir "Yang ini saja bunda".Ucapnya menunjuk salah satu baju di tangan bundanya.


"Okey, sekarang kita ke sana".Ajak Anita.


Petugas yang menjaga di sana sigap melayani Anita dan kedua anaknya.


"Abang coba lihat kakinya, bunda mau tau ukuran sepatu abang".Kata Anita.


"Iya bunda


Setelah membeli beberapa perlengkapan sekolah dan harian untuk Andrian tak lupa juga dengan Gea yang ikut memilih kini mereka beralih ke tempat lainnya.


Beberapa jam kemudian,tanpa sadar sudah masuk jam makan siang. "Ayo kita cari makan dulu".Ajak Anita kepada kedua anaknya.


"Iya iya".Anita mengindahkan.


Anita menuntun kedua anaknya ke sebuah restoran khas jepang yang ada di Mall itu.


"Abang pernah makan susyi?".Tanya Gea di sela sela jalan mereka.


"Pernah dong, bareng teman teman panti".Jawab Andrian.


(Makan siang)


Sehabis makan, Anita mengajak keduanya ke tempat bermain.


//*


Beberapa jam menghabiskan waktu di luar bersama kedua anaknya, kini mereka sedang dalam perjalanan untuk pulang ke rumah.


Karena kelelahan, Kedua bocah yang duduk di belakang sudah terlelap sedari tadi.


Pip pip


Anita membunyikan klakson mobil sehingga dengan otomatis pintu gerbang terbuka.


Tak ingin mengganggu tidur lelap keduanya, Anita memanggil suaminya dan juga mang Damang untuk memindahkan mereka ke dalam.


"Terima kasih mang".Kata Anita setelah anaknya dipindahkan.


"Sama sama nyonya, kalau begitu saya pamit ke depan lagi".


"Iya mang".

__ADS_1


Meski telah dipindahkan, keduanya sama sekali tak bergeming saking lelahnya.


"Kelihatannya mereka capek banget ya sayang".Kata Danil sedari tadi memperhatikan Anita yang sedang mengganti baju mereka bergantian.


Pergerakan Anita tak pernah terlepas dari pandangan Danil sedetikpun.


"Perlengkapan Abang buat besok sudah ada semua?".Tanya Danil.


"Iya mas, tadi juga sekalian aku beliin beberapa baju buat hariannya".Balas Anita masih sibuk mengurus mereka.


Setelah memastikan mereka dengan posisi tidur yang nyaman, Danil mengajak istrinya keluar.


"Ayo sayang, aku kangen banget sama kamu seharian gak ketemu".Ucap Danil bergelayut manja.


"Idih,baru juga sehari mas".Celetuk Anita berjalan mendahului bayi besarnya itu.


"Sayang, tungguin".Teriak Danil melebarkan langkahnya.


"Jangan Teriak, entar anak anak bangun".Titah Anita tanpa menoleh.


Tiba di kamarnya,Anita langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Sayang".Teriak Danil tak mendapati istrinya di dalam kamar.


Mendengar suara percikan air, membuat Danil tersenyum semuringai. Perlahan ia mendekat ke arah kamar mandi.


Clek....


Ternyata takdir memihaknya, sepertinya Anita lupa mengunci punti membuat Danil semakin bersemangat.


"Aaaahhhkk...Mass".Teriak Anita gelagapan mencari handuk.


"Shuttttttt, aku bukan hantu sayang".Kata Danil menaikkan jari telunjuk ke mulutnya.


Muka Anita seketika merona, pasalnya saat ini ia sedang tak memakai sehelai benangpun di tubuhnya, handuk yang ia cari entah kemana.


"Wowww....Indahnya".Seruu Danil membulatkan matanya membuat Anita menutupi bagian atas dan bawahnya menggunakan tangan.


"Mas iih, sana keluar".Usir Anita namun tak membuat Danil bergeming justru semakin mendekat.


Hingga tanpa sadar kini Danil sudah berada sangat dekat dihadapannya nyaris tak berjarak.


"Mass iihhhh....".


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKA,VOTE,DAN KOMEN YA🖤


__ADS_2