
SEBELUM LANJUT BACA JANGA LUPA LIKE DAN VOTE YA
SELAMAT MEMBACAđź’š
//*
Beberapa hari belakangan ini, Anita selalu mendapatkan kiriman kotak yang berisi bangkai dan sebuah tulisan tulisan ancaman
Seperti pagi ini saat hendak berangkat ke kantor, Anita kembali menemukan sebuah kotak warna hitam di teras rumahnya, seperti biasa meskipun takut tetapi Anita selalu membukanya.
"WAKTU BEBASMU AKAN BERAKHIR".Isi pesan itu lebih mengerikan dari sebelumnya.
"Ya allah ada apa ini, sebenarnya siapa orang itu".Gumam Anita dengan raut wajah sedih bercampur takut.
Niat awalnya ingin berangkat ke kantor tapi ia urungkan karena Anita merasa saat ini dirinya dalam bahaya.
"Assalamualaikum pak Kenan"
"Mohon maaf sebelumnya pak, hari ini saya mau isin enggak masuk kantor dulu pak"
Anita mengirim pesan kepada atasannya meminta isin tidak masuk.
Anita kembali naik kekamarnya "Kenapa tiba tiba perasaanku tidak enak ya".Kata Anita pada dirinya sendiri.
Tak ingin berfikir negatif, Anita memilih menyibukkan dirinya, membuka laptopnya dan mengerjakan sesuatu yang bisa ia kerjakan.
Beberapa saat kemudian, tiba tiba seseorang mengirim pesan ke nomor Anita.
"Bersiaplah Anita".Isi pesan itu.
"Agggghhh". Anita melempar handponenya ke atas sofa setelah membuka pesan itu.
Ya Allah lindungi aku, aku takut, ayah ibu hiks siapa sebenarnya orang itu.Kata Anita lirih.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu Anita dari bawah
"Siapa ya".Tanya Anita berjalan turun ke bawah.
Clek
Tampak seorang pria yang tidak Anita kenal "Mau cari siapa?".Tanya Anita heran.
"Dengan ibu Anita ya".Tanya orang itu balik tanpa menjawab pertanyaan Anita.
"Iya saya sendiri, anda siapa?".Tanya Anita kembali.
"Oh begini bu saya orang suruhan pak Wahyu".Kata orang itu.
"Dokter Wahyu?....Ada apa ya?".
__ADS_1
"Iya betul bu dokter Wahyu, saya diperintahkan untuk menjemput anda".Jelas pria itu.
"Kemana?".
"Saya tidak tau pasti bu, saya hanya ditugaskan untuk menjemput ibu".
"Oh gitu ya, sebentar ya saya ambil tas dulu".
Selepas kepergian Anita yang pergi mengambil tasnya, tanpa disadari pria tadi tersenyum sinis menatap punggung Anita.
Dengan mudahnya Anita mengikuti pria itu yang mengatasnamakan dokter Wahyu.
Singkat
Di perjalanan Anita hanya diam dan bertanya tanya dalam benaknya. "Kemana dokter Wahyu akan mengajakku, kenapa juga dia tidak menghubungiku langsung".Batin Anita.
"Sebenarnya kita mau kemana pak?".Tanya Anita.
Orang itu menatap Anita melalui kaca spion "Ibu tenang saja kita sudah mau sampai".Katanya tanpa menoleh.
Tak mendapat jawaban yang ia inginkan, Anita memilih diam menatap lurus keluar jendela.
Anita sama sekali tidak menaruh curiga kepada orang asing yang ada di depannya itu.
Semakin jauh Anita semakin heran, karena mobil yang membawanya itu semakin melaju menjauh dari kota "Loh pak, kita mau kemana sebenarnya, ini sudah terlalu jauh dari kota pak".Tanya Anita mulai panik.
"Ibu diam saja".
Perasaan Anita mulai tak karuan "Pak ini sudah masuk hutan pak, mau ngapain kita di sini".
"Pak Wahyu sedang menunggu anda di sana bu".Kata Pria itu membuat Anita kembali tenang.
Hingga tak lama kemudian mobil yang sedari tadi membawanya itu berhenti di sebuah rumah kecil yang sepi dan sangat kotor, terlihat jelas bahwa rumah itu sudah lama tak berpenghuni.
"Pak Wahyu sudah menunggu anda di dalam".Kata pria itu tanpa turun dari mobil.
"Tapi kenapa seperti tidak ada seseorang di sini".Tanya Anita
Pelan tapi pasti Anita turun dari mobil, kemudian berjalan pelan menuju rumah itu yang katanya sudah ada Wahyu di sana.
Takut takut Anita membuka pintu itu yang ternyata tak dikunci
Clek
Ruangan yang sangat gelap dan sepi, sungguh menyeramkan.
Brakkk
Terdengar suara pintu yang sengaja ditutup dari luar, cepat Anita menoleh lalu berlari menuju pintu "Halo siapa di sana".Teriak Anita tetapi tak mendapat respon dari siapapun.
"Apa ada orang diluar?...Tolong buka pintunya".
__ADS_1
Tak mendapat sahutan dari luar semakin membuat Anita ketakutan "Tolong".Teriaknya mulai menangis.
"Tolong saya, saya takut di sini".
Anita menatap sekeliling rumah itu hingga ia mendapat celah cahaya masuk, Anita berjalan menuju cahaya itu hingga membawanya ke sebuah kamar yang lebih layak disebut gudang.
Disanalah Anita saat ini menangis pilu "Tolong saya, tolong".Teriaknya semakin lemah karena selalu menangis.
Tak tak tak
Terdengar suara langkah kaki semakin lama semakin jelas, Anita mendongak dan benar saja seorang wanita yang sangat dikenalnya meski dalam suasana gelap tetapi Anita yakin bahwa wanita yang ada didepannya itu adalah orang yang dikenalnya.
"Salsaa, mau kamu apa lagi".Tanya Anita lirih.
Salsa hanya menatap sinis wanita yang tak berdaya di depannya itu
"Aku mohon Sa, lepaskan aku".Ucap Anita memohon.
"Jangan harap aku akan melepaskanmu".Geram Salsa.
PLAKKKKK
Suara tamparan menggelegar di ruangan yang sepi itu, Anita meraba pipinya yang terasa panas akibat tamparan keras dari Salsa.
"JANGAN HARAP KAMU AKAN LEPAS LAGI DARI GENGGAMANKU...HAHAHHAHAHHA".Teriak Salsa dengan tawa menyeramkannya.
Plok plok plok
Salsa seperti memberi kode kepada seseorang,hingga muncullah tiga orang pria dari luar. "Kalian urus wanita ini, terserah kalian mau ngapain".Pinta Salsa.
"Emang boleh bos kami mencicipinya, sepertinya masih segar nih".Tanya salah satu dari mereka dengang senyum mesumnya.
"Terserah kalian".Jawab Salsa kemudian melenggang pergi dari sana.
"Tidak jangan, Salsa tolong aku, Salsa aku mohon".Teriak Anita tetapi tak dihiraukan oleh Salsa.
Ketiga pria itu mendekat kepada Anita "Hai manis, cantik banget sih".Goda salah satu dari mereka.
Dengan kasar Anita menepis tangan pria itu yang hendak menyentuhnya.
"Wow jangan kasar dong".Seru dari mereka.
"Hiks, Ya Allah tolong aku.Mas Wahyu aku harap kamu datang menolongku, ayah ibu Nita takut".Batin Anita
Karena sedari tadi berteriak dan menangis, membuat tenaga Anita berkurang sehingga ia semakin lemah apalagi harus menghadapi ketiga pria yang ada didepannya itu.
.
.
.
__ADS_1
To be continue