Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#141 KHA


__ADS_3

KRITIK DAN SARAN KALIAN SANGAT BERMANFAAT BUAT AUTHOR TAPI YANG MEMBANGUN YAH, AGAR KARYA INI LEBIH BAIK LAGI.


TETAP TEMANI AUTHOR SAMPAI AKHIR YAH


THANK YOU AND HAPPY READING🖤🥰


****


Di sekolah, Saat jam istirahat Geandra menghampiri abangnya. "Abang".Panggilnya saat tiba langsung menuju ke bangku abangnya.


Karena jam istirahat kelas Andrian jadi sepi, hanya beberapa yang tinggal salah satunya adalah Andrian.


"Sini dek".Panggil Andrian


"Bekal abang mana?".Tanya Geandra.


Segera Andrian mengekuarkan bekalnya dari dalam tas "Ayo makan dek".


Geandra mengangguk "Selamat makan Abang".


"Selamat makan juga Adek".


Kedua saudara itu menyantap dengan lahap bekal yang sudah disiapkan oleh bundanya. "Abang sudah punya teman?".Tanya Geandra di sela sela makannya.


"Bukannya


Beberapa jam mengikuti meeting bersama suaminya, Anita pamit untuk menjemput anak anaknya.


"Diantar supir yah sayang".Pinta Danil.


"Enggak mas, aku mau nyetir sendiri".


"Yasudah kalau itu mau kamu, tapi harus hati hati yah".Meski berat, Danil mengizinkan istrinya pergi sendiri karena percuma melarang istrinya itu sangat keras kepala.


"Aku turun sendiri aja, kamu lanjut kerja".Ucap Anita melihat Danil hendak ikut turun bersamanya.


"Tapi kalian makan siang di sini kan?".Tanya Danil.


"Iya mas, mau makan apa?".Tanya Anita balik.


"Terserah kamu aja".


Anita meninggalkan kantor seorang diri dengan membawa mobil suaminya.


Karena waktu belum menunjukkan jam istirahat buat para pekerja membuat jalan tak begitu macet sehingga Anita bisa menyetir dengan mulus.


Tak butuh waktu lama,kini Anita telah tiba di sekolah anak anaknya. Masih ada beberapa menit lagi jam pelajaran akan usai, Anita memilih menunggu di dalam mobil saja.


Sambil menunggu, ia mengotak atik handponenya sampai bosan.Sesekali ia melirik jam tangannya hingga tanpa sengaja matanya tiba tiba menangkap seseorang yang ia duga seperti tadi pagi "Gea".Gumamnya segera turun.


Dengan langkah cepat, Anita menghampiri seorang wanita yang sedang duduk di sebuah kursi tunggu khusus orang tua.


"Gea".Panggilnya membuat sang empunya menoleh.


"Anita".Tebaknya langsung berdiri.


Benar saja, orang yang sedari pagi Anita lihat ternyata benar Gea, Teman kerjanya saat di tempat Benny.


"Hei, apa kabar".Sapa Anita langsung memeluk teman lamanya itu.


Tanpa segan Gea membalas pelukannya " Aku baik, kamu sendiri".


"Aku juga baik".


"Kamu ngapain di sini?".Tanya Anita.


"Nungguin ponakan aku".


"Oh, kirain anak kamu hehe".Timpal Anita.

__ADS_1


"Boro boro anak, bapaknya aja belum ada".Celetuk Gea menanggapi.


"Kamu sendiri ngapain di sini".Tanya Gea balik.


"Jemput anak anak aku".


"Nit, kamu udah punya anak".Seru Gea antusias.


"Iya dong, udah dua".Balasnya seraya menaikkan dua jari.


Beberapa tahun tidak bertemu, membuat mereka memiliki banyak bahan obrolan namun waktu yang singkat.


"Bunda".Panggil Geandra dan Andrian serempak.


Mereka langsung menoleh "Anak anak kamu Nit?".Tanya Gea mendapat anggukan dari Anita.


"Iya, Adek Abang sini".Panggil Anita.


Mereka langsung menghampiri kedua wanita yang lebih beberapa tahun diatasnya itu.


"Ayo kenalan dulu sama Aunty Gea".Pinta Anita.


"Halo Aunty, namaku Geandra bisa dipanggil Gea kayak tante".Kata Gea antusias.


Melihat tingkah putri temannya membuat Gea jadi gemas "Halo juga sayang, kamu cantik banget sih kayak bunda kamu".


"Sekarang giliran Abang".Pinta Anita.


"Namaku Andrian Aunty".


"Hai Andrian, kamu ganteng kayak ayah kamu".


"Terima kasih".Balas Andrian singkat.


"Wah, kayaknya putra kamu turunan dari Danil deh, dingin banget".Celetuk Gea bercanda.


Teringat akan suaminya, Anita segera melirik jam tangannya "Aduh Gea, sorry banget yah kayaknya aku dan anak anak harus pergi duluan soalnya mas Danil nungguin buat makan siang".Melas Anita tak enak hati.


"Iya gak papa, kalau gitu aku minta nomor kamu".Timpal Gea tak masalah.


"Oh iya, kamu catat yah".Anita langsung menyebutkan nomor handponenya.


Gea langsung menekan tombol Save setelah menuntaskan nomor handpone Anita.


"Pokoknya beberapa hari ke depan kita harus ketemu okey, banyak hal yang harus kita ceritakan!!".Kata Gea.


"Pasti, yaudah aku duluan yah".


"Iya hati hati".


Anita langsung mengajak anaknya meninggalkan lingkungan sekolah.


TENGAH PERJALANAN....


"Gimana hari pertama sekolah bang, lancar?".Tanya Anita kepada putranya.


"Untuk hari pertama lancar bun".


"Baguslah, udah punya teman?".Tanya Anita lagi.


Andrian menggeleng "Untuk teman dekat belum ada bunda".


"Gea aja gak punya banyak teman dekat loh bang, Gea males sama teman teman yang deketin Gea cuman karena ada maunya".Celetuk Gea


"Di sekolah lama abang juga gitu dek, banyak yang deketin abang karena mau nyontek tugas abang".Timpal Andrian dengan kisah yang sama.


Anita tersenyum lebar menatap kedua anaknya dari kaca spion, ia tak pernah mengelak anak anaknya adalah anak yang pintar tak heran jika banyak yang berusaha memanfaatkan mereka.


Meski umur masih terbilang sangat muda namun mereka tak bodoh dalam menanggapi situasi yang seperti itu.

__ADS_1


"Yaudah gak papa itu artinya kita berguna buat orang orang di sekitar kita".Tutur Anita.


"Tapi tidak dengan dimanfaatin juga bunda!!!".Seru mereka serempak sungguh membuat Anita terkejut.


"Hahahahahha".Tawa mereka seketika pecah.


"Kompak banget sih".


Tak lupa mereka mampir untuk membeli makanan untuk makan siang mereka nanti.


"Adek sama Abang ada request gak?".Tanya Anita saat hendak masuk ke sebuah rumah makan siap saji.


"Kalau Abang ikut Bunda aja".


"Adek juga deh".


"Yasudah, kalian tunggu di sini yah".Pinta Anita meninggalkan keduanya di dalam mobil.


Hanya beberapa menit, Anita kembali ke mobil dengan beberapa makanan di tangannya.


"Tadi handpone bunda bunyi, kayaknya ayah yang nelpon".Kata Gea memberitahu saat Anita baru masuk.


****


Di tempat lain, seorang wanita bersama dengan ponakannya sedang menunggu taxi


"Tante, Elen lapar".


Wanita itu menoleh "Elen lapar?".Tanyanya memastikan langsung mendapat anggukan dari ponakannya.


"Yaudah, nanti kita cari makan yah".


Gea, wanita itu adalah Gea teman lama Anita kerja. Beberapa menit yang lalu taxi pesanannya tiba hingga kini mereka sedang dalam perjalanan.


Tak butuh lama mereka tiba di sebuah rumah makan mengingat ponakannya sudah merasakan lapar.


"Terima kasih ya pak".Ucapnya setelah menyerahkan dua lembar uang pecahan seratus.


Gea manarik tangan ponakannya menuntunnya masuk langsung mencari meja kosong.


"Tante, di situ aja".Ujar Elen menunjuk sebuah meja kosong paling pojok.


Tanpa pikir panjang mereka langsung ke sana.


"Silahkan di lihat menunya mba".Ucap pelayan menghampiri mereka.


"Terima kasih".Balas Gea menerima buku menu yang diberikan oleh pelayan.


Tanpa sadar dari sisi lain, seorang pria yang sedari tadi curi curi pandang ke arah Gea mulai dari Gea masuk hingga memilih meja di pojok.


"Kayak pernah lihat".Gumam pria itu.


.


.


.


.


.


.


Siapakah pria itu?


Tunggu part selanjutnya......


THANK YOU AND HAPPY READING

__ADS_1


__ADS_2