Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#65 Mengunjungi


__ADS_3

HALO SEMUA SEBELUM LANJUT BACA PASTIKAN SUDAH MENEKAN TOMBOL LIKE DAN VOTE YA


SELAMAT MEMBACA


//*


Keesokan harinya, sesuai perintah dari Wahyu, hari ini Anita tidak masuk kantor dulu karena masih harus istirahat.


Sedangkan Wahyu yang berniat ingin mengunjungi Anita, lebih dulu pergi ke rumah sakit.


"Sus, apa hari ini ada pasien saya?".Tanya Wahyu kepada suster.


"Hari ini tidak ada dok, hanya beberapa pasien yang harus dikontrol oleh dokter Dini".Jelas Suster


Dokter Dini, Dini Putri dokter berparas cantik serta body goals yang juga bertugas di tempat Wahyu.


"Baik kalau begitu, hari ini saya mau keluar.Kalau ada yang penting kamu bisa hubungi saya".Ucap Wahyu.


"Baik dok".


Wahyu meninggalkan rumah sakit menuju rumah Anita, tetapi sebelum itu dia singgah sebentar membeli sesuatu.


Hingga tak lama kemudian sampailah Wahyu di depan rumah Anita.


Tok tok tok


Anita yang selesai mandi mendengar suara ketukan dari bawah segera turun.


"Iya sebentar".Teriak Anita.


Clek..


"Mas Wahyu".Tebak Anita.


Wahyu hanya menampilkan deretan giginya "Assalamualaikum".Ucapnya tersenyum manis


"Waalaikumussalam, mari masuk mas".Ajak Anita.


Anita menuju dapur untuk mengambilkan minuman untuk Wahyu.


"Diminum mas".Pintanya seraya duduk menghadap Wahyu


Wahyu meraih minuman itu kemudian meneguknya.


"Bagaimana keadaan kamu sekarang".Tanya Wahyu selepas meletakkan gelas ke atas meja.


"Seperti yang mas Wahyu lihat, sudah sedikit enakan".Balas Anita


Hingga beberapa detik kemudian hening, tak ada yang ingin memulai percakapan lagi.


1 menit


2 menit

__ADS_1


3 menit


"Ehhmm".Wahyu berdehem.


Anita menatapnya "Kenapa?".Tanyanya.


Wahyu tersenyum kaku sambil menggeleng "Enggak kok".


"Huffffffff". Wahyu membuang nafas kasar lalu menatap Anita serius membuat Anita salah tingkah.


"Kok lihatinnya gitu sih".Tanya Anita tersipu.


"Aku mau tanya sesuatu, boleh?".Tanya balik Wahyu serius.


Anita yang melihat raut wajah serius Wahyu hanya mengangguk.


"Kalau misalkan ada seseorang yang mendekatimu tapi orang itu sudah menikah, apa kamu mau?".Tanya Wahyu hati hati menatap Anita serius.


Perasaan takut menggeluti diri Wahyu menunggu jawaban dari Anita seperti orang yang sedang mengatakan cinta.


Anita terdiam sejenak "Enggak lah mas, aku gak mau disebut perusak hubungan orang".Jawab Anita enteng.


Wahyu mendongak "Maksud aku mereka sudah tidak bersama lagi".Jawab Wahyu cepat.


"Oh maksudnya udah pisah gitu?".Tanya Anita.


"Iya, apa kamu mau?".Tanya Wahyu lagi.


"Aku tidak tau".Balas Anita datar.


"Enggak kenapa napa kok".Balas Anita tersenyum kecut, entah apa yang sedang ada dipikirannya saat ini.


"Emang kenapa? kok nanya gitu?".Tanya balik Anita penasaran.


"Ya cuma nanya doang kok".Jawab Wahyu.


Hingga beberapa saat kemudian Wahyu pamit pulang "Kalau begitu aku pamit ya, mau balik ke rumah sakit".


"Iya terima kasih udah main ke sini".


"Kamu harus istirahat ya, jangan kerja berat dulu".Wejang Wahyu.


"Iya".


Wahyu meninggalkan rumah Anita dan menuju rumah sakit.


Selepas kepergian Wahyu, Anita memilih bersantai di ruang tengah menonton televisi.


Tiba tiba ia teringat dengan pertanyaan Wahyu tadi "Mas Wahyu kok nanya gitu ya tadi".Gumam Anita.


########//*


Sedangkan Wahyu yang katanya ingin ke rumah sakit tapi ia urungkan dan berbelok menuju kantor Kenan.

__ADS_1


"Gue mau ke tempat lo".Tulis Wahyu mengirim pesan.


Tak butuh waktu lama,kini Wahyu telah tiba di perusahaan Kenan.Tanpa bertanya ia langsung menuju ruangan sahabatnya itu.


Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Wahyu masuk begitu saja.


"Wahyu".Seru Kenan


Melihat wajah murung sahabatnya, Kenan segera menghampiri Wahyu yang duduk di sofa "Lo kenapa?".Tanya Kenan.


Wahyu mengusap wajahnya kasar "Gue bingung".


"Bingung kenapa?".Tanya Kenan ikut bingung dengan sahabatnya itu.


"Anita".Jawabnya singkat


"Kenapa dengan Anita,apa dia baik baik saja?".


"Dia baik baik saja".Balas singkat Wahyu


"Terus?".


Wahyu menceritakan kepada Kenan mengenai percakapannya dengan Anita tadi.


"Bagaimana jika Anita tidak bisa menerima gue".Ucap Wahyu prustasi.


"Lo jangan menyerah dulu dong, kita kan belum tau jawaban Anita,lagian menurut gue mending lo cerita sekarang kepada Anita sebelum lo melangkah jauh".Tutur Kenan.


"Tapi gue takut, gue belum siap jika Anita menghindari gue karena itu".Timpal Wahyu semakin prustasi.


Kenan menghadap Wahyu serius "Bro lo dengerin gue, apapun nanti keputusan Anita lo harus terima lah yang penting lo harus jujur dulu sama dia,urusan dia mau apa enggak, itu belakangan".Jelas Kenan lagi.


"Begitu ya".Tanya Wahyu tak kalah serius.


"Iya lebih cepat lo cerita ke dia lebih baik bro".


"Yaudah nanti aku coba cerita sama dia".


//*


Anita yang sedari tadi hanya berdiam diri di depan televisi merasa bosan "Kok tiba tiba aku kepikiran mas Wahyu ya".Kata Anita sendiri.


"Aku kenapa sih".Tanyanya pada diri sendiri.


Beberapa saat setelah itu, Anita menggeleng tidak jelas "Ah bodoh, kenapa sih aku harus mikiran dia".


Setelah beberapa saat beradu pada pikirannya sendiri, Anita memilih ke dapur untuk masak daripada bosan karena tidak ngapa ngapain.


.


.


.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2