
//*
"Anita!!!".Teriak Arumi berlari ke arahku.
Aku berdiri untuk menyambutnya "Apa kabar calon pengantinku".Sapaku seraya memeluknya.
Arumi memelukku erat,aku merasakan tubuhnya yang bergetar menandakan dia sedang menangis "Kamu jahat banget sih, hiks".Ucapnya sesugukan.
"Heheh, namanya juga surprise....Udah gak usah nangis lagi".Ucapku melepas pelukannya.
Aku menuntunnya untuk duduk, seharusnya dia yang menuntunku karena dia yang punya rumah tapi gak papalah karena udah dibuat nangis yaudah dimanja manja dulu.
"Kamu tau gak, semenjak kamu bilang gak janji bakal datang, aku tuh serasa gak punya semangat tau gak".Gerutunya
Aku tersenyum menatapnya "Enggak mungkin aku gak hadir di acara bahagiamu".
"Lagian kamu juga gak bilang bilang kalau mau datang hari ini".Ucapnya masih kesal.
"Tapi sekarang aku senang banget, akhirnya kamu datang juga".Lanjutnya tersenyum semuringai memelukku.
Kami saling memeluk sejenak melepas kerinduan sedangkan Karin hanya diam menyaksikan.
"Yaudah, sekarang kamu siap siap aku akan membawamu ke suatu tempat".Ujarku melepas pelukannya.
"Kemana?".Tanyanya
"Enggak usah banyak tanya, kamu siap siap gih aku tungguin".Kataku sedikit mendesak Arumi untuk naik.
Aku dan Karin menunggu Arumi yang sedang bersiap.
Singkat..
"Udah siap?".Tanyaku melihat Arumi turun.
"Udah".Jawabnya.
Kami bertiga pergi dengan aku yang menyetir mobil Arumi.
"Kita mau kemana sih".Tanya Arumi penasaran.
"Udah diam aja".
Hingga beberapa menit aku menepikan mobil di depan sebuah salon ternama yang ada di Jakarta.
"Kita mau ngapain di sini?".Tanyanya lagi.
"Bawel amat sih, biasanya kalau kita ke salon mau ngapain coba".Jawabku sedikit kesal.
Aku mengajak Arumi dan Karin untuk masuk ke salon tersebut.
"Perawatan Vip tiga ya mba".Ucapku.
"Baik, mari ikut saya".Ujar karyawan salon.
Kami melakukan perawatan,mulai dari rambut hingga ujung kaki. sekali kali memanjakan tubuh, kan tubuh juga butuh asupan.
Beberapa jam melakukan perawatan,akhirnya selesai juga.
Kini aku akan mengajak mereka untuk belanja.
"Kita mau kemana lagi?".Tanya Karin.
Aku menoleh "Sekarang kita akan belanja".Ucapku bersorak.
"Yeaay,kamu yang bayar ya".Ucap Karin.
__ADS_1
"Beres itu mah".
Kami sampai di sebuah Mall ternama yang ada di Jakarta.
"Kalian ambillah apapun yang kalian mau".Ucapku.
"Yaudah,aku mau kesana dulu".Ucap Karin.
Tutttt tuuuut
Ditengah kesibukanku memilih pakaian,handponeku berdering.Ternyata Wahyu yang menelpon.
"Ya halo".
"Lagi ngapain?".Tanyanya.
"Aku lagi di Mall sekarang,lagi belanja".
"Sama siapa?".
"Arumi dan Karin".
"Yaudah,kalau gitu kamu lanjut aja belanjanya...Jaga diri baik baik ya".Ucapnya.
"Iya kamu juga".
Tut
//*
Wedding days
Tepat hari ini adalah hari Arumi akan melepas masa lajangnya.
Setelah Arumi selesai di rias, para MUA keluar meninggalkan kami berdua.
Akupun mendekatinya "Kamu cantik banget".Ucapku berusaha menahan tangis.
Arumi tersenyum menatapku melalui cermin "Kamupun tak kalah cantiknya".
Aku meraih tangannya "Selamat ya, semoga kebahagiaan selalu menghampirimu".Ucapku lalu memeluknya.
Sebisa mungkin aku menahan air mata yang hendak jatuh "Sekalipun kamu sudah berkeluarga, jangan pernah lupakan aku ya".
Arumi menatapku teduh "Sampai kapanpun aku tak akan pernah melupakanmu, kamu adalah sahabatku begitupun seterusnya.
Air mata yang sedari tadi aku tahan akhirnya lolos juga.
Tiba tiba suara pemandu acara terdengar dari bawah, ijab qabul akan segera di laksanakan.
Aku yang bukan mempelai wanita menjadi degdegan. Arumi memegang erat tanganku,aku merasakan tangannya yang dingin "Aku degdegan banget".Ucapnya.
"Udah kamu tenang, coba kamu tarik nafas lalu buang pelan pelan".Pintaku
Arumi melakukan sesuai yang aku perintahkan.
Hingga terdengar suara riuh para tamu undangan bersorak mengucap kata sah
Aku terharu langsung memeluk Arumi "Selamat, sekarang kamu sudah menyandang sebagai istri".
"Terima kasih".Ucapnya.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu, aku berdiri untuk membukanya.
__ADS_1
"Mempelai wanita sudah boleh turun".
"Oh iya, baik".
Aku menuntun Arumi untuk turun, pelan tapi pasti aku membawanya ke dekat suaminya.
"Jaga sahabatku baik baik ya".Ucapku kepada suami Arumi.
Setelah memastikan Arumi duduk di dekat suaminya, aku menghampiri Karin.
Satu per satu tamu undangan naik untuk mengucap selamat kepada kedua mempelai.
"Kita cari makan yuk".Ajak Karin.
"Yaudah ayo".
Aku turun bahagia menyaksikan sahabatku dipersunting oleh lelaki pilihannya.
Sebuah harapan yang besar bagi keduanya, semoga pernikahan mereka bahagia dan hanya berakhir karena maut yang memisahkan.
Melihat tamu undangan mulai berkurang, aku mengajak Karin untuk naik menyapa mereka.
"Huh pengantin baru, semoga kalian cepat kasi aku keponakan ya".Ucapku
"Ayo kita foto dulu".Ajak Arumi.
"Harus itu mah".Timpalku
Kami berfoto dengan berbagai pose.
Hingga aku dan Karin turun kembali memberi ruang kepada tamu yang ada di belakang kami.
Beberapa jam kemudian.
Tamu undangan satu per satu pamit pulang, akupun berniat untuk pamit.
"Kalau gitu aku juga pamit ya".Ucapku.
Raut wajah Arum terlihat berubah murung "Yah, kok cepat banget sih".
"Kan besok kita bisa ketemu lagi, gak boleh cengeng lagi kan udah jadi istri".Ucapku
"Yaudah besok kamu ke rumah ya".
"Ok, kalau gitu aku pulang dulu ya".
Setelah pamit kepada kedua mempelai,aku menghampiri ibu Arumi. "Bu, aku pamit pulang ya".
"Kenapa tidak nginap aja?".Tawar ibu Arum.
"Enggak usah bu, besok aku main lagi ke sini".
"Yaudah, hati hati kalau begitu".
"Iya bu".
Setelah pamit kepada yang punya acara, aku dan Karin segera pulang ke rumah.Karena sudah sangat larut membuat jalanan sepi hingga kami bisa sampai dengan cepat.
.
.
.
To be continue
__ADS_1