Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#107 Karyawan Baru


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


//*


Tak terasa kedua wanita itu sudah berjam jam di mall hingga langit sudah gelap


"Kak udah malam".Ucap Anita memperingatkan


Mega menoleh "Oh ya".Seraya menatap jam tangannya.


"Ya ampun, iya Nit".Lanjutnya seraya menepuk jidatnya pelan.


Tuuuttt


Tuuuttt


Suara deringan telepon berasal dari dalam tas Mega


"Ya halo mas".Seru Mega setelah menekan tombol hijau


"Udah malam sayang, pulang gih".Pinta Benny dari seberang telepon.


"Iya mas, ini juga baru mau ke kasir".Ucap Mega menatap sekilas Anita


"Yasudah, hati hati ya".


"Iya mas"


Tut


Mega menyimpan kembali handponenya "Ayo Nit, kita ke kasir".Ajaknya seraya mendorong troli belanjaannya.


"Sini biar aku saja kak".Ucap Anita meraih troli belanjaan Mega.


Hingga mereka tiba di kasir, Mega menyerahkan semua belanjaannya kepada petugas kasir.


Setelah membayarnya, Mega berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya di depan.


"Terima kasih ya pak".Ucap Mega menyerahkan belanjaannya kepada supir pribadinya.


Mega dan Anita naik ke mobil setelah semua belanjaannya dimasukkan ke dalam bakasi mobil


"Mau makan dulu gak Nit".Tanya Mega


"Langsung pulang aja deh kak, lagian kakak sedang hamil, bahaya".Tolak Anita.


"Yasudah kalau gitu".


Mobil Mega membawa mereka ke alamat Anita terlebih dahulu.


Hingga beberapa menit kemudian sampailah mereka di depan rumah Anita "Makasih ya Nit".


"Iya kak sama sama, gak mampir dulu kak".Tawar Anita.


"Enggak deh Nit, lain kali aja".


"Yaudah, hati hati ya pak".Ucap Anita kepada supir Mega


"Siap non".


Selepas kepergian Mega, Anita masuk ke dalam rumahnya dan langsung masuk ke kamarnya.


"Huuuff, capek banget".Keluhnya seraya memijat tengkuknya pelan.


"Mandi dulu ah".Lanjutnya meraih handuknya kemudian masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan diri, Anita keluar menuju dapur.


"Apa Karin udah tidur ya".Pikirnya lalu membuka kulkas dan mengambil makanan jadi yang ada di sana kemudian memanaskannya.


Setelah memanaskan makanan, Anita membawa makanannya menuju depan televisi.


Dengan lahapnya Anita menyantap makanannya sambil menonton "Baru pulang Nit".Ucap Karin dari belakang.


Anita menoleh "Iya Rin, kamu udah makan".Tanya Anita.


"Udah tadi, aku cuman mau ambil minum".Ucap Karin.

__ADS_1


"Oh iya".


Karin meninggalkan Anita menuju dapur hendak mengambil air minum "Aku ke kamar ya".Ucap Karin setelah mengambil air.


"Iya".


Tak lama kemudian makanannya habis, Anita kembali ke kamarnya dan langsung merebahkan diri di atas kasur


Hingga tak lama kemudian, Anita terlelap


//*


Suara kicauan burung menyambut indahnya sang mentari, Danil yang sudah siap dengan setelan kantornya berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya di depan. Di sana sudah ada Doni yang siap di depan kemudi.


"Pagi bos".Sapa Doni tanpa turun menyambut kedatangan Danil.


"Khmm".Balas Danil dengan deheman.


Doni melanjukan mobil menuju jalanan besar yang mengarah ke perusahaan WG.


"Anita sama sekali tidak pernah membalas surat suratku".Ucap Danil tiba tiba


Doni menoleh lalu tersenyum tipis "Anita udah gak mau sama lo kali".Balas Doni enteng.


"Sialan lo, bukannya kasih solusi malah ngomong gitu".Kesal Danil.


"Gue serius, mungkin saja Anita udah gak niat balik sama lo".


"Gue harus gimana, rasanya gue mau gila memikirkannya".Ucap Danil prustasi


"Yaudah gak usah dipikirin supaya lo gak gila".Canda Doni


"Nyesel gue ngomong sama lo" Danil benar benar kesal dengan Doni dan memilih mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil.


Hingga tak lama kemudian, sampailah Danil di perusahaan yang sedang ia pimpin saat ini.


"Pak ke alamat yang biasa ya, ingat atas nama Anita".Kata Danil kepada kurir


"Baik pak".


Hingga sampai di ruangan Danil, Doni masih tetap mengekor sambil membawa sebuah dokumen di tangannya "Hari ini, kita ada jadwal bertemu dengan Benny".Doni memberitahu


"Kau atur semuanya, kita ketemu di kantornya saja tidak perlu diluar".Kata Danil tanpa mengalihkan pandangan dari layar komputer.


"Tapi...."


"Gue gak terima penolakan".Ucap Danil memotong pembicaraan Doni


"Oke".Balas singkat doni lalu keluar tanpa pamit.


Danil mendongak menatap punggung Doni yang semakin menghilang, kemudian ia beralih ke sebuah laci kecil yang ada di mejanya dan meraih sebuah bingkai foto yang ada di sana.


"Aku merindukanmu".Ucapnya lirih lalu memeluk erat bingkai itu.


Masih dengan posisi memeluk bingkai foto, Danil menyandarkan tubuhnya seraya mendongak ke atas dengan mata yang tertutup.


Cukup lama Danil dengan posisi seperti itu, tanpa sadar cairan bening mengalir mengikuti garis matanya.


Tak ada kata yang terucap dari bibir manisnya itu, namun air mata yang seakan mewakili perasaannya saat ini.


Di tempat Anita


Anita kembali menerima sebuket bunga misterius seperti hari hari sebelumnya


"Buang aja pak".Pinta Anita mulai terusik


"Tapi bu, sayang kalau dibuang".Kata satpam


"Yasudah, buat bapak saja atau bapak kasih ke siapa aja gitu".Ucap Anita


"Buat bapak saja kalau begitu, pasti anak saya senang bu".Kata satpam tersenyum lebar


"Terserah bapak saja".Kata Anita lalu melangkah masuk menuju ruangannya.


Sampai di ruangannya, sudah ada Gea yang duduk manis di sana sambil memainkan handponenya "Tuh mulut kenapa ke depan gitu".Tegur Gea melirik Anita yang tengah cemberut


"Akutuh kesel Ge, orang itu terus aja kirim bunga gak jelas".Gerutu Anita.

__ADS_1


"Yah, terima aja Nit lumayan buat cuci mata di pagi hari".Timpal Gea


"Tapi aku gak suka". Balas Anita malas sekaligus kesal


"Terus harus gimana dong".Kata Gea


"Aku juga gak tau harus ngapain".Ucap Anita


"Yaudah biarin aja, entar juga orangnya capek sendiri".Kata Gea


"Iya deh"


Tak lama kemudian, masuk jam kantor.


Tok tok tok


Clek..


Pintu terbuka diikuti langkah kaki seseorang yang memasuki devisi keuangan. Semua yang ada di sana mendongak menatap seseorang yang masuk.


"Selamat pagi semua".Sapa kepala hrd


" Maaf mengganggu waktunya sebentar, mohon perhatiannya dulu".Lanjutnya


"Hari ini kalian kedatangan teman baru, silahkan perkenalkan diri kamu".Ucap kepala hrd mempersilahkan


Seseorang yang sedari tadi berada di belakang kepala hrd, kini muncul dengan setelan yang sama dengan yang lainnya


"Halo semua, perkenalkan nama saya Rio Ramadhan, biasa dipanggil Rio. Saya harap kita bisa berteman baik".Perkenalan singkat dari Rio anak baru di devisi keuangan.


"Untuk semuanya, saya harap kalian bisa bekerja sama membimbing Rio jika ada yang tidak diketahui. Rio kamu bisa duduk di meja kosong yang ada di belakang Anita". kepala hrd menunjukkan meja kerja Rio


"Terima kasih bu".


Rio berjalan menuju meja kerja barunya yang berada tepat di belakang meja Anita.


Saat melewati sisi Anita, Rio menatap Anita sejenak lalu melempar senyuman, tanpa ragu Anita membalasnya dengan senyuman juga.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2