Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#128 Protektif


__ADS_3

//*


Danil dan Anita pulang dengan raut wajah bahagia.Begitupun dengan Arumi ia segera pulang memberi kejutan untuk suaminya.


"Aku gak sabar lihat dia lahir sayang".Ucap Danil mengelus perut rata Anita.


Anita hanya tersenyum melihat suaminya yang tak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.


Selama perjalanan tangan mereka saling bertautan tanpa menghiraukan Doni yang ada di depan kemudi.


Hingga tak lama kemudian, mereka tiba di rumah."Don, kamu langsung ke bandara ya jemput mama. Jangan beritahu mama dulu soal kehamilan Anita".Pinta Danil sebelum turun


"Mama sudah pulang?".Tanya Anita


"Iya sayang".


Mereka segera turun, agar Doni bisa langsung menjemput Sandra di bandara.


Danil menuntun istrinya untuk duduk di sofa."Kamu di sini dulu aku akan ambil air minum untuk kamu".Kata Danil


Anita hanya mengangguk


Tak lama kemudian Danil kembali dengan membawa segelas air putih "Ini sayang, kamu harus banyak banyak minum air putih".Celetuk Danil


"Makasih mas".Anita menerima.


"Sayang mulai sekarang selama kamu hamil, kamar kita pindah di lantai bawah".Tutur Anita


Anita langsung menoleh "Kenapa seperti itu".Kata Anita sedikit bingung


"Bahaya untuk kamu naik turun tangga".


"Tapikan aku masih bisa mas, lagian perut aku juga belum besar".Protes Anita


"Tidak sayang, pokoknya mulai hari ini kita akan pindah kamar".


Raut wajah Anita berubah "Sayang ini juga demi kebaikan kamu dan calon anak kita".Ucap Danil memelas


"Dengan kamu naik turun tangga akan buat kamu cepat lelah sayang"


"Iya deh terserah kamu saja".Kata Anita seraya berdiri.


Melihat istrinya berdiri, Danil ikut berdiri "Mau kemana sayang".


"Mau ke atas, beresin baju baju buat pindah".Katanya hendak melangkah


"Enggak sayang, kamu gak usah naik ke atas, biar bibi yang beresin semua".Tahan Danil


"Tapikan..."


"Tidak ada bantahan. Oke".Kata Danil serius


"Biar bibi saja".Lanjutnya


Dengan raut wajah kesal, Anita kembali mendudukkan bokongnya. Ia sibuk mengotak atik handponenya tanpa menghiraukan suaminya.


"Sayang".Panggil Danil yang merasa dicuekin.


"Hmm".Balas Anita dengan deheman tanpa menoleh.


"Aku dicuekin nih".Kata Danil


"Hmmm".Lagi lagi Danil hanya mendapat deheman


Tiba tiba Anita memegang perutnya membuat Danil langsung panik "Kenapa sayang, apa ada yang sakit?".Tanya Danil panik


"Kamu gak papakan?".Tanya Danil lagi


"Lapar!!".Celetuk Anita cemberut.


Danil menepuk jidatnya "Ya ampun sayang, aku lupa kamu belum makan. Bentar ya aku pesan makanan dulu".Ujar Danil mengambil handponenya.

__ADS_1


"Gak mau pesan, aku mau makanan buatan bibi".


"Yasudah, kamu disini dulu, biar aku temui bibi dulu ya".Ucap Danil mendapat anggukan dari Anita.


//*


"Loh Don, inikan arah ke rumah Danil, kenapa gak langsung ke rumah mama aja".Tanya Sandra heran


Kini Sandra sedang dalam perjalanan pulang setelah dijemput oleh Doni


"Ada yang harus Doni ambil dulu tante".Kata Doni berbohong.


Dan Sandra percaya begitu saja.


Mobil yang dibawah kemudi Doni itu sudah tiba di depan rumah mewah Danil


Pip pip


Pintu gerbang langsung terbuka secara otomatis.


Doni memarkirkan mobil tepat di depan pintu utama.


"Anita ada di dalam kan Don".Tanya Sandra


"Doni gak tau tante, bagaimana kalau tante mampir aja dulu".Usul Doni


"Yasudah kalau gitu".Sandra turun berniat untuk sekedar menyapa menantu kesayangannya itu


Ting tong, ting tong, ting tong


Clek....


Nampaklah Anita di sana.


"Mama!!".Seru Anita langsung memeluk mertuanya


"Sayang, kamu apa kabar".Balas Sandra


Tak lama kemudian, muncullah Danil dari belakang langsung meraih pinggang istrinya.


"Oh iya, ayo masuk mah".Ajak Anita meraih tangan mertuanya dan mengabaikan suaminya.


"Sayang, kok aku gak diajak sih".Teriak Danil menatap punggung istrinya yang sudah berlalu


Anita menoleh "Don, tolong kamu ajak masuk bos kamu itu".Balas Anita dengan teriakan.


Doni sebisa mungkin menahan tawanya agar tidak kelepasan "Apa lo, mau ngetawain gue".Kesal Danil kemudian menyusul istrinya.


Kini mereka termasuk Doni tengah duduk di ruang tamu.


"Mah, kita punya kejutan buat mama".Ucap Anita


Sandra menyipirkan kedua matanya "Hmm, apa tuh mama jadi penasaran".


Terlihat Anita membuka tasnya dan mengeluarkan dua buah foto


"Selamat ya mah, sebentar lagi mama akan jadi nenek".Seru Anita.


Sandra sontak mendekap mulutnya "Kamu hamil sayang".Mata Sandra berkaca kaca


"Iya ma".Anita mengangguk


Sandra langsung memeluk menantunya "Mama akan segera jadi nenek, selamat ya sayang. Kamu harus jaga baik baik kandungan kamu".Tangis haru Sandra mendekap menantunya.


"Kamu gak boleh kecapean. Oke".Pinta Sandra


"Kamu gak boleh makan sembarangan".


"Gak boleh nyetir sendiri".


"Gak boleh...."

__ADS_1


"Iya mah".Ucap Anita sebelum Sandra meneruskan ucapannya


Tak lama kemudian, bibi datang dari arah dapur "Tuan Nyonya, makanan sudah siap".Katanya


"Oh iya bi".Balas Danil


"Ayo kita makan dulu".Ajak Danil


Hingga kini mereka menyantap makanan buatan bibi.


Anita makan dengan sangat lahap "Pelan pelan sayang, nanti keselek".Kata Danil khawatir


Anita tersenyum semuringai,namun ia kembali melanjutkan makannya.


Setelah selesai makan, mereka kembali duduk di ruang tengah. "Mah biar Doni yang mengantar mama ya, aku gak bisa ninggalin Anita".Kata Danil


"Kamu nyuruh mama pulang".Protes Sandra tak terima


"Bukan gitu ma".Elak Danil merasa bersalah


"Mama gak akan pulang, selama Anita hamil mama akan tinggal di sini.TITIK".Sarkas Sandra tak ingin dibantah


Anita dan Danil saling tatap.


"Tapi...".


"Anita akan senang jika mama akan tinggal di sini".Kata Anita cepat memotong pembicaraan suaminya


"Anita gak akan kesepian jika mas Danil ke kantor".Lanjutnya seraya melirik suaminya


Sandra tersenyum lebar "Baguslah kalau kamu senang mama tinggal di sini".


Tatapan Danil menunjukkan ketidak setujuannya, namun Anita tak menghiraukannya.


"Don, aku ingin kamar aku dan Anita dipindahkan di bawah".Pinta Danil


"Oke, nanti aku hubungi tim dekorasi".Timpal Doni.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2