Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#87 Batal


__ADS_3

YUK MUTUALAN DENGAN AUTHOR,KALIAN BISA CEK AKUN INSTAGRAM AUTHOR @IJHAAA14.


SEBELUM LANJUT BACA PASTIKAN KALIAN SUDAH MENINGGALKAN LIKE PADA EPISODE SEBELUMNYA YA AGAR KALIAN NYAMAN MEMBACA EPISODE INI.


TERIMA KASIH


SELAMAT MEMBACA


//*


Anita Pov


Seperti biasa,aku berangkat ke kantor tepat waktu.Setelah sampai kantor aku tak langsung memulai pekerjaan karena memang belum masuk jamnya.


Ditengah kesibukanku mengotak atik handponeku,tiba tiba muncul sebuah pesan dari nomor yang tidak aku kenal.Karena penasaran, aku segera membukanya karena mungkin itu penting.


"*Maaf mengganggu mba Anita, saya diperintahkab oleh nyonya Tari untuk mengirim pesan kepada anda agar nanti siang mba datang ke kediamannya".


"Nyonya Tari sangat mengharapkan kedatangan anda, terima kasih*". Isi pesan tersebut.


Setelah membaca isi pesan tersebut aku sempat berpikir "Kok bukan mama Tari yang langsung menghubungiku ya".Pikirku


Tak mau ambil pusing, mungkin mama tidak sempat makanya ia menyuruh orang lain.


Hingga saat tiba jam kantor,aku segera menyelesaikan pekerjaanku agar bisa datang tepat waktu.Untungnya hari ini tak ada rapat jadinya tak begitu banyak yang harus aku kerjakan.


Singkat...


Tiba jam istirahat, aku segera menuju alamat orang tua mas Wahyu.


Karena jam makan siang,membuat jalan macet sehingga aku sedikit telat sampai.


Beberapa menit bersahutan dengan pengendara lain yang juga terjebak macet,akhirnya aku sampai tepat di depan rumah orang tua mas Wahyu.


Aku segera turun, di sana terlihat mobil mas Wahyu juga sebuah mobil yang asing bagiku "Mas Wahyy juga di sini? tapi kenapa dia tidak mengabariku?".Pikirku seraya berjalan menuju pintu.


Too tok tok


Sepertinya tak ada yang mendengar suara ketukan pintu, aku coba sekali lagi.


Tok tok tok..


Belum ada tanda tanda seseorang membuka pintu.Hingga sayup sayup aku mendengar suara mas Wahyu terdengar seperti orang marah.


Aku mencoba menarik gagang pintu dan...


Clek..


"Tidak dikunci".Ucapku mencoba membuka lebar pintu itu.


Aku mengikuti asal suara orang yang sedang berbincang, sepertinya berasal dari ruang tamu.


Dan benar saja, di sana ada orang tua mas Wahyu juga mas Wahyu sendiri dan seorang wanita yang sangat aku kenal.


"Mau kamu apa sih, belum tentu aku menyentuhmu malam itu".Ucap mas Wahyu terdengar sedang emosi


"Tapi kamu memang melakukannya malam itu, dan aku mau kamu bertanggung jawab".


Deggg...deg


Duniaku seakan kembali runtuh, aku bukanlah orang bodoh yang tak mengerti arah pembicaraan mereka.

__ADS_1


"APAAA!!".Teriakku membuat mereka semua menoleh.


Tampak dari raut wajah mereka bahwa mereka benar benar terkejut melihat keberadaanku.


Apakah ini maksud mama, menyuruhku datangvke sini agar aku tau semuanya.


Mas Wahyu hendak melangkah mendekatiku tapi langkahnya terhenti karena ucapanku "Aku mendengar semuanya, kamu jahat mas, aku benci sama kamu".Teriakku kemudian berlari keluar dari rumah itu.


Pikiranku kacau,aku menyalakan mesin mobilku keluar dari halaman rumah Wahyu.


Aku menyusuri jalan tak tentu arah, hingga aku menepikan mobilku di dekat sebuah pohon besar yang terdapat sebuah kursi di bawahnya.


Aku duduk di bawah pohon itu menatap lurus ke depan.


"AAGGGGHHHHHH,kenapa harus terulang lagi".Teriakku prustasi.


"Baru aku ingin memulai, tetapi sekali lagi aku dihancurkan oleh harapan"


"Aku benci situasi seperti ini".Tanpa sadar aku menangis sekeras kerasnya. Aku tak memperdulikan tatapan mata orang orang yang melewatiku.


"Kenapa aku harus mengalaminya lagi, kenapa? apakah aku tak pantas untuk di cintai?".


Seseorang yang telah membawaku keluar dari masa laluku, tetapi orang yang sama membawaku kembali pada situasi seperti ini.


"Kenapa mas, kenapa kau melakukan ini kepadaku".Gumamku lirih.


Aku kembali berpikir, akulah orang yang paling menyedihkan di dunia ini.Setiap orang yang aku cintai sepenuh hatiku sampai tak kusisakan untuk diriku sendiri pasti akan meninggalkanku.


Tanpa sadar, aku menangis sangat lama sehingga cahaya fajar yang menyilaukan mengganggu penglihatanku.


Aku memilih meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumahku.Aku tak bisa lagi larut dalam situasi yang sudah pernah aku alami sebelumnya.


Hingga beberapa menit kemudian, aku sampai di rumah saat langit sudah gelap. Aku langsung naik ke kamarku hendak membersihkan diri.


Aku mengguyur tubuhku dengan air dingin seiringan dengan air mata yang kembali lolos mengingat semua hal yang aku alami selama ini.


Tidak ada yang berbeda,semua rasanya sama.Sama sama membuatku terperangkat dalam sebuah ilusi.


Merasa sudah cukup aku mandi, segera aku keluar kemudian mencari pakaian yang akan aku dapat.


Ting ting


Sebuah pesan masuk dari handponeku membuatku beralih melihatnya


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan Nit, aku mohon jangan batalkan pernikahan kita, aku mencintaimu, pernikahan kita akan dilaksanakan dua hari lagi".Isi pesan dari mas Wahyu.


Aku memilih tak membalasnya,kemudian aku mencari kontak Arum kemudian mengiriminya pesan.


"Arumi, kamu gak usah ke sini ya".


"Tidak ada lagi pernikahan....Tolong kamu sampaikan kepada Karin ya".


Aku mengirim pesan kepada Arum karena mungkin saja saat ini ia telah mempersipakan keberangkatannya untuk ke sini.


Ting


"Kenapa? kok gak jadi?".Balas Arum.


"Aku membatalkan pernikahanku dengan mas Wahyu".Tulisku


"Iya, tapi kenapa?".Tanyanya.

__ADS_1


Tuuttt tutt


Arum menghubungiku


"Ya halo Rum".


"Coba jelaskan, kenapa pernikahan kalian dibatalkan".Tanya Arum.


Aku berpikir sejenak "Mas Wahyu akan menikahi wanita lain".


"Apaaaa!!".Pekik Arum.


"Iya, dia telah meniduri wanita itu".


"Wahyu sialan, kurang ajar...Aku akan ke sana besok".Ucap Arum terdengar sedang emosi.


"Enggak usah Rum".Ucapku


"Aku gak mau tau, pokoknya aku akan ke sana besok... Kamu yang sabar ya".


Tut


Arum memutuskan sambungan telepon secara sepihak.Sudah kutebak pasti Arumi akan marah dan ia akan tetap berangkat ke sini.


Aku berjalan menuju balkon kamar, kemudian duduk sambil menengadah ke atas menatap langit langit.


"Ibu, ayah, Anita kangen kalian".Ucapku tanpa sadar meneteskan air mata.


Aku seperti merasa di junjung tinggi kemudian dihempaskan begitu saja.Rasa sakit tak bisa lagi aku jelaskan dengan tindakan.


Takdir seakan tak memihakku,satu per satu memilih meninggalkanku.


Di Negara X


Arum yang sedang mempersiapkan keberangkatannya menuju Negara K, menjadi syok setelah mendapat kabar dari sahabatnya bahwa pernikahannya dibatalkan.


Meski begitu, Arumi tetap ingin berangkat ke sana.


"Anita membutuhkan aku saat ini,aku tetap harus ke sana".Ucap Arum.


Setelah mengabari Karin bahwa pernikahan Anita dibatalkan, Arum hendak menemui ibunya.


Tak tak tak


"Ibu bisa kita bicara sebentar?".Tanya Arum menghampiri ibunya yang sedang bersantai di ruang keluarga.


Ibu menoleh "Duduklah nak"


"Bu, pernikahan Anita dibatalkan tetapi Arum tetap akan berangkat besok".Jelas Arumi langsung.


"Kok bisa?".Tanya Ibu heran.


"Aku belum tau pasti bu, jadi besok ibu gakbusah ikut dulu ya, biarkan Arum yang menemui Anita".


"Iya nak, pergilah temui dia, saat ini dia membutuhkan kamu".Ucap Ibu.


Setelah berbincang beberapa menit, Arum pamit naik ke kamarnya sambil menunggu suaminya pulang.


.


.

__ADS_1


.


To be continue


__ADS_2