
HALOOO SAHABAT AUTHOR JANGAN LUPA SEBELUM LANJUT BACA TEKAN TOMBOL LIKE YA
SELAMAT MEMBACA
***
Sang mentari menyambut pagi burung burung saling bersautan khas suasana pagi, setiap insan yang terlelap segera bangun untuk kembali melanjutkan aktivitas nya yang sempat tertunda kemarin
Danil yang sudah bersiap menemui Doni di tempat yang mereka sepakati kemarin.
Tanpa mengenakan setelan kantor Danil menuruni anak tangga hendak menghampiri sang mama yang sudah sedari tadi menunggunya.
"Pagi ma".Sapanya mengecup singkat kening sang mama.
"Pagi sayang....Kamu enggak ke kantor?".Tanyanya melihat penampilan putranya. "Enggak ma".Jawabnya singkat.
"Ohh yaudah sarapan dulu".Ajak Sandra.
Danil mengikuti perintah sang mama duduk bersebelahan bersiap menyantap sarapan yang sudah disajikan oleh mamanya.
"Tumben kamu enggak masuk kantor".Ucap Sandra di sela sela makannya.
"Hari ini Danil ada urusan dengan Doni ma".Jawabnya enggan menceritakan tujuan sebenarnya tidak masuk kantor.
"Apa ada sesuatu yang tidak mama ketahui?".Selidik Sandra. "Enggak kok ma..Mama tenang aja semua baik baik saja kok".Jelas Danil tersenyum.
Setelah menghabiskan sarapannya, Danil pun pamit kepada sang mama "Kalau gitu Danil berangkat ya ma".Pamitnya mengecup lembut tangan mamanya kemudian beralih mengecup keningnya.
"Iya kamu hati hati ya nak".Jawab Sandra menatap nanar sang putra.
Pip pip
Mobil yang dikendarai Danil meleset meninggalkan rumah mewah itu.
Menembus jalanan Jakarta yang macet saat di pagi hari, banyaknya kendaraan yang berlalu lalang mengantar sang empunya untuk mengais rezeki halal.
Tempat yang akan Danil datangi tidaklah terlalu jauh cuman karena macet sehingga membuatnya mengulur waktu untuk sampai ke tempat tujuan.
Memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah yang cukup sepi, di sana terlihat mobil Doni menandakan sang empu sudah ada di dalam rumah itu.
Ceklek...
Tanpa mengetuk Danil langsung masuk karena pintunya tidak terkunci.
"Jadi bagaimana Don".Ucapnya langsung menemui Doni yang sedang fokus menatap layar komputer.
"Kamu lihat ini".Ucap Doni menunjuk layar komputer.
Tanpa ragu Danil menatap nanar layar komputer yang di sana terlihat jelas Jessica yang tak lain adalah istrinya sedang bergandengan mesra dengan seorang lelaki yang tidak terlalu jelas wajahnya.
Mereka memasuki salah satu kamar hotel yang ada di Jakarta.
__ADS_1
Danil yang melihat itu sangat geram, ternyata pikirannya terhadap istrinya selama ini tidak salah cuman ia belum yakin tanpa adanya bukti.
Brrraaaaaagkkkkkk#%%$$# "Kurang ajarrrrrr".Pekik Danil menggebrak meja.
Doni yang berada tepat di depan meja itu menjadi terkejut tetapi ia berusaha mengendalikan dirinya "Sabar bro, lo harus tenang.....Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang".Kata Doni.
"Kita temui mereka".Ucapnya emosi.
"Loo seriusss".Selidik Doni.
"Iya gue serius".Jawabnya langsung berlalu melangkah cepat.
Dengan sigap Doni mengikuti dari belakang, ia tak bisa membiarkan Danil sendirian dalam keadaan emosi akan berbahaya buat dirinya.
"Gue aja yang bawa mobil".Doni langsung meraih kunci mobil Danil saat hendak membuka pintu mobil.
Tanpa bantahan Danil masuk ke kursi depan samping kemudi.
Perlahan tapi pasti Doni membawa mobil Danil keluar dari pekarangan rumah itu, sedangkan mobilnya sendiri ia tinggalkan di sana.
Karena hari sudah mulai siang tetapi belum memasuki jam istirahat kantor sehingga jalanan sedikit legang membuat Doni lebih mudah menyetir.
Hingga beberapa saat kemudian sampailah mereka di depan sebuah hotel ternama di Jakarta dan ternyata Danil adalah pemegang saham terbanyak di hotel itu.
tak
tak
tak
Karena pegawai di sana tidak terlalu mengetahui wajah Danil sehingga dengan berbekal kartu nama membuat mereka bebas memasuki kamar manapun di hotel itu termasuk kamar yang sedang akan mereka tuju.
Setelah mendapat yang diinginkan mereka langsung menuju pintu lift yang akan membawanya ke lantai 24.
Ting
Pintu lift terbuka, dengan langkah pasti mereka memasuki lift.
Ting...
Hingga pintu lift kembali terbuka dengan langkah cepat Danil keluar meninggalkan Doni di belakang.
Tidak terlalu sulit menemukan kamar 304.
Dengan muka yang sudah merah padam Danil membuka pintu kamar dengan kunci yang ada ditangannya.
BRRUUUUUGGHHHHH.....Dengan kasar Danil menendang pintu kamar hotel itu.
"KELUARRRRR KALIAN MANUSIA IBLISSSSSS".Teriak Danil.
"JESSSIIIIICAAAAA, DI MANAA KAMU".
__ADS_1
"SAYA TAU KALIAN ADA DI SINIII...KELUAR KALIAANNNN".
Doni yang ada di sampingnya berusaha menenangkan "Sabar dulu...biar aku cek dulu di sana ya".Ujar Doni menunjuk sebuah ruangan yang ada di sana.
Ceklekkkkk....
"Sialaaaaannn".Umpat Doni melihat kedua manusia yang sedang memadu kasih tanpa sehelai benang pun.
"Wanitaaaa sialaaaaaan".Teriak Danil dari belakang.
Sedangkan kedua manusia yang sedang dipergoki gemetar hebat karena takut telah ketahuan oleh Danil.
Dengan selimut yang melilit ditubuhnya Jessica berusaha berlari kehadapan Danil dengan air mata palsunya "Sayangggg...Aku bisa jelasin".Ucapnya meraih tangan Danil tetapi ditepis kasar oleh Danil.
"Jangan sentuh aku...Aku jijik dengan wanita ular sepertimu".Bentak Danil.
"Sayang dengerin aku dulu...Aku dijebak oleh dia".Elak Jessi dengan dramanya.
"HAHAHAHHHA".Tawa Danil menggelegar di ruangan itu "Kamu pikir aku bodoh..HAH".
"Dasar wanita j**ang....Rupanyaa kamu hanya mencintai hartaku saja".
"Sayang maafin aku".Ucap Jessi berusaha sesedih mungkin.
dan tanpa diduga Bryan pacar gelap Jessi ikut berbicara dari belakang "Sudahlah Jess semuanya sudah terungkap kamu tidak perlu mengemis kedia lagi".Kata Bryan santai.
Danil yang mendengar itu semakin geram"Mulai sekarang Aku jatuhkan talak tiga kepadamu".Ucap Danil emosi.
"Jangan pernah mengganggu hidupku lagi".Lanjutnya.
Setelah mengucapkan itu Danil dengan diikuti Doni yang hanya diam keluar dari kamar itu meninggalkan kedua manusia yang tak jelas itu.
"Sayanggggg".Teriak Jessi ditempatnya.
"Sudahlah Jes, semuanya sudah terjadi...Sekarang kamu ikut aku kembali ke Inggris".Kata Bryan.
"Tapi kita belum dapat apa apa...BODOHHHHH".Maki Jessi.
"Bukannya sudah banyak uang yang Danil transfer ke kamu".Tanya Bryan lagi.
"Iya aku tau tapi itu masih sedikit, itu belum seberapa dibanding harta Danil".Ucap Jessi geram dengan kekasihnya itu.
"Ya mau gimana lagi kamu sudah di talak oleh si brengsek itu".
"Enggak...Aku akan membujuk Danill ya pasti dia mau memaafkan aku, diakan cinta mati sama aku".Ide licik Jessi.
"Kamu memang hebat sayang".Tanggap Bryan disertai senyuman seringainya.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung