Keikhlasan Hati Anita

Keikhlasan Hati Anita
#129


__ADS_3

Assalamualaikum sobat KHA, apa kabar semua??


sebelumnya, Author ingin minta maaf kepada kalian semua karena telah menggantung cerita ini dengan jangka waktu yang tidak sebentar, karena beberapa bulan belakangan ini Author harus benar benar stop dari dunia menulis.


Dan terima kasih untuk semua sobat setia cerita KHA dari yang masih memantau hingga saat ini ataupun yang sudah hilang ditelan bumi hehehe.


Mungkin cuman itu yang bisa author sampaikan kepada kalian pada kesempatan ini. Sekali lagi terima kasih atas partisipasinya dan juga maaf atas kekecewaan yang kalian rasakan.


LANJUT!!!


//*


2 TAHUN KEMUDIAN


Setelah melalui perjuangan antara hidup dan mati, kini Anita telah menjadi seorang bunda dari seorang anak yang sangat manis dan cantik.


GEANDRA ATANIL WIJAYA, anak dari pasangan Anita dan Danil. Anak yang cantik dan manis menuruni paras bundanya dan sifatnya yang tidak beda jauh dari ayahnya. Diusianya yang masuk dua tahun membuatnya tumbuh jadi gadis yang sangat aktif dan cerdas melebihi anak anak seusianya, tentu tak dapat dipungkiri dalam tubuhnya mengalir darah bunda dan ayahnya yang menuruni kepintarannya.


"Geaaa!!".Teriak Anita yang tak mendapati putrinya di meja makan yang sempat ia tinggal ke dapur untuk mengambil air putih.


Tak mau panik, Anita segera menusuri area meja makan,kemudian menuju ruang depan untuk mencari sang putri yang tiap hari ada saja tingkahnya,sehingga membuat sang bunda kewalahan menanganinya.


"Cari apa nyonya?".Tanya bibi yang tak sengaja mendapati sang majikan sedang bingung.


Anita menoleh. "Lihat Geandra gak bi?".Tanya Anita langsung.


"Oh, non Gea!".Sahut bibi


"Iya bi' lihat gak?".Tanya Anita lagi.


"Tadi bibi lihat, non Gea sedang bermain dengan ayahnya di taman belakang nyonya".


"Oh gitu ya bi, makasih ya bi".Anita langsung menuju ke taman belakang menyusul putrinya.


Tiba di taman belakang tak jauh dari tempat putrinya sedang bermain dengan seekor kelinci kesayangannya, tak lupa Danil yang selalu mengawasi sang putri agar tidak terkena bahaya, sesekali ia mengambil gambar sang putri di sela sela tawanya.

__ADS_1


Tanpa sadar, Anita tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah di depan matanya. Tak henti hentinya ia bersyukur atas nikmat dalam hidupnya.


"Terima kasih ya Allah".Anita membatin.


"Bundaaaa!!!".Pekik Geandra membuyarkan lamunan Anita.


"Ciniiiiii".Panggilnya lagi.


Danil menoleh tersenyum menatap sang istri tercinta "Sayang!! Ngapain disitu".Tegur Danil seraya berdiri. "Sini!!".Panggil Danil


Tanpa ragu,Anita menghampiri mereka. "Sayang, lagi main ya".Tanya Anita gemas kepada sang putri seraya mengelus pipi gembulnya.


"Dari tadi bunda cari Gea loh, ternyata lagi main sama ayah".Terang Anita berlutut mensejajarkan tubuhnya dengan sang putri.


Geandra menyengir menampakkan deretan giginya "Maaf Bunda, tadi Ayah yang ajak".(Anggap saja dengan khas cadel bayi 2 tahun ya guys hehehe).


Danil yang sedari tadi melihat interaksi kedua wanita tersayangnya dengan senyuman seketika berubah datar saat mendengar namanya disebut.


"Loh, kok jadi Ayah sih yang disalahin sayang!!".Protes Danil kepada sang anak.


"Tadi Ayah yang ajak Gea".Geandra tak mau kalah.


"Ayah".Gea


"Bukan".


"Ayah".


"Bukan".


"Ayah".


Anita yang melihat perdebatan antara suami dan putrinya menjadi jengah.


Tak heran jika setiap hari selalu ada perdebatan kecil antara keduanya yang membuat Anita semakin gemas dengan tingkah keduanya. Membuat rumah bak istana itu tak pernah sepi.

__ADS_1


"STOPPPP".Pekik Anita membuat keduanya bungkam.


Seperti layaknya murid yang mendapat hukuman dari gurunya, begitulah Danil dan Gea saat ini. Keduanya kompak menutup mulut rapat rapat menatap serius kearah Anita.


Anita yang melihat itu semakin dibuat gemas.


"Udah ya, gak ada yang boleh saling menyalahkan".Kata Anita.


Beralih menghadap ke Gea."Gea sayang, lain kali kalau mau pergi harus bilang ke bunda dulu ya, atau siapapun yang ada didekat Gea, agar bunda gak bingung buat cari Gea, mengertikan sayang?". Jelas Anita selembut mungkin.


Gea mengangguk mengerti, dengan IQ tinggi di umur sebayanya membuat Gea mudah memahami setiap hal yang ada disekitarnya.


"Iya bunda, maapin Gea ya bunda".Lirih Gea berubah sendu.


"Shuuutttt, anak manis gak boleh sedih, bunda gak marah kok sama Gea".Seraya memeluk sang putri.


//*


Hingga kini mereka masih betah di taman belakang menikmati indahnya suasana sore hari, dengan Anita dan Danil tengah duduk di kursi taman seraya memantau Geandra yang tak jauh dari jangkauannya sedang sibuk dengan kelincinya.


"Pelan pelan sayang".Teriak Anita sesekali.


Gea yang mendengar bundanya hanya menoleh tak lupa dengan senyum manisnya kemudian kembali fokus dengan kelincinya.


Danil meraih tangan Anita dengan lembut, Anita yang mendapat perlakuan itu menoleh tersenyum tulus kepada suaminya. Mereka saling melempar senyuman kebahagiaan dengan tangan yang masih bertautan.


"I LOVE YOU".Kata Danil tiba tiba


Senyum Anita semakin merekah tanpa menjawab ungkapan cinta dari suaminya.


"Ko'.....". Danil hendak protes. "Shutttt".Cegah Anita "Tanpa aku jawab, kamu jelas tau aku sangat mencintai kamu sayang".


.


.

__ADS_1


.


HAPPY READING🖤🖤🖤🖤


__ADS_2