
***
Malam menjemput pagi sang mentari nampak sangat cerah mengiringi langkah kedua wanita cantik yang sedang menuju bandara.
Bandar Udara Heathrow Landon kumelangkah kaki menuju tempat khusus ruang tunggu sebelum take off, pertama kalinya aku naik pesawat membuatku sedikit nerfes.
Dengan Anita yang masih betah menemaniku di ruang tunggu sesekali ia menggenggam tanganku merasakan tanganku yang dingin dan sedikit gemetar.Ia tau saat ini aku tengah nerfes karena akan melakukan perjalanan jauh seorang diri untuk pertama kalinya.
"Enggak usah takut,semua akan baik baik saja".Ucap Anita seakan tau apa yang tengah kurasakan sekarang.
Aku menoleh menyambut genggaman tangannya melihat wajah cantiknya tanpa make up terlihat ia juga sedang mengkhawatirkanku tapi dia berusaha menyembunyikannya "Aku cuma sedikit nerfes, kamu kan tau ini pertama kalinya bagiku".
"Iya aku tau,aku juga pernah merasakan yang kamu rasa sekarang...Pokoknya tidak perlu terlalu dipikirkan nikmati aja perjalananmu".Ucapnya lagi.
Pengumuman keberangkatan sudah terdengar di ruang tunggu
"Kamu hati hati ya di sana".Kata Anita memelukku.
Akupun membalas pelukannya dengan berat hati harus meninggalkannya"Kamu juga ya, jaga diri baik baik di sini".
"Aku akan merindukanmu".Ucapnya melepas pelukan. "Aku juga".Balasku
"Sering seringlah kabari aku,kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa ke tempat Arumi gak jauh kok dari rumah".Ucapnya lagi sedih.
"Iya makasih ya Nit atas semuanya...Aku pamit yaa"
"Iyaa, hati hati ya".
"Daaa Anita".
Akupun meninggalkan Anita yang belum beranjak dari tempatnya.
Semoga ini jalan yang terbaik.
Setelah menemukan tempat dudukku dibantu oleh Pramugari di sana menunggu pesawat lepas landas.
Sesuai arahan dari para pramugari di sana yang harus dilakukan sebelum pesawat lepas landas demi menjaga keselamatan di dalam pesawat.
Karena pertama kalinya dalam hidupku aku masih merasa sedikit gemetar tapi lambat laung sedikit terkurang.
Aku menatap awan awan putih di sekelilingku dari dalam pesawat "Ternyata aku benar benar telah meninggalkan Negara kelahiranku".Gumamku mentapap luar.
Semua ini adalah mutlak keputusanku tanpa paksaan dari pihak manapun jadi aku harus melewatinya tanpa menyalahkan siapapun jika suatu ketika terjadi apapun pada hidupku
Tapi aku selalu berharap dan yakin semua akan baik baik saja dan juga semoga semuanya berjalan sebagaimana yang aku inginkan.
Karena aku sudah yakin dengan semuanya maka akupun harus yakin menjalankannya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian.
*Walcome to Indonesia.
Hufggh*.Disinilah aku negara yang sangat terkenal dengan kekayaan alamnya sayangnya masyarakatnya kurang memanfaatkannya.
Jakarta tempatku akan mengarungi bahtera kehidupan selanjutnya.
Tiba di bandara Soekarno Hatta aku langsung mencari taksi menuju rumah Anita, ya karena paksaan darinya akhirnya aku harus tinggal di rumah yang pernah ia tempati sebelum berpindah ke Negara K.
Bermodalkan alamat yang sebelumnya ia berikan kepadaku akhirnya aku sampai di depan sebuah rumah sederhana tapi terlihat sangat asri.
Aku melangkah masuk mengambil kunci rumah di dalam tasku kemudian aku membukanya.
Ceklek...
Hal pertama yang aku lihat adalah foto Keluarga dengan bingkai yang lumayan besar dan aku yakinkan itu adalah Anita dan kedua orang tuanya karena memang ia tak memiliki saudara.
Kumenatap sekeliling banyak foto Anita sewaktu masih kecil hingga dewasa,walaupun aku tidak tau seperti apa kehidupan keluarganya tapi di dalam rumah ini aku bisa merasakan kedamaian sepertinya mereka hidup dengan bahagia.
Setelah cukup lama mengelilingi rumah yang tidak terlalu luas itu aku langsung memasuki salah satu kamar yang ada di sana, ya kamar yang pernah Anita tempati.
Sebelum melakukan apapun aku memilih untuk istirahat terlebih dahulu tetapi sebelumnya tak lupa aku mengabari Anita yang ada di sana karena pastinya ia menunggu kabarku.
"Nit aku udah sampai, sekarang aku berada di rumahmu".Tulisku.
Seperti yang kuduga tak lama kemudian Anita membalas pesanku "Syukurlah kalau kamu sudah sampai, yaudah kamu istirahat dulu aja".Balasnya.
***
Di tempat Arumi mendapat kabar dari Anita bahwa Karin telah berada di Jakarta.
"Halo Rum".Suara dari seberang sana.
"Iya Nit apa kabar"
"Baik, kalau kamu".Tanyanya
"Aku juga baik kok".Jawab Arum.
"Kamu di toko ya sekarang".Tanya Anita lagi.
"Iya nih, lagi ramai ramainya".
"Oh iya maaf kalau ganggu,Karin sudah ada di Jakarta Rum".Ucapnya.
"Oh yaa sejak kapan dia tiba".Tanya Arumi
__ADS_1
Arumi memang sudah mengetahui bahwa Karin akan pergi ke Jakarta tapi ia tak mengetahui bahwa hari ini ia akan tiba.
"Tadi sampainya, aku titip dia ya Rum..Bantulah jika ia butuh sesuatu".Katanya
"Iya kamu tenang saja dia akan baik baik saja di sini, yaudah nanti selepas dari toko aku mampir ke sana".Balas Arumi.
"Yaudah kalau gitu aku tutup ya,,di sini udah malem banget soalnya".Ucapnya.
"Iyaa..Byyye".
"Byeeeee".
Selepas telponan dengan Anita, Arumi hendak turun menemui Mia karyawannya.
Tak tak tak.
"Mia".Panggilnya menuju kasir.
"Iya kak, ada apa".Tanyanya.
"Nanti aku pulang cepat ya mau ke tempat Karin".
"Karin yang tinggal dengan kak Anita itu kan".Tanya Mia menebak. "Iya, sekarang dia tinggal di Jakarta mau cari kerja katanya".Balas Arum.
"Oh iyya kak".
"Yaudah kamu lanjut ya, aku mau ke sana".Ucapnya menunjuk tempat packingan barang.
"Iya kak".
########
Kembali ke tempat Karin, setelah dirasa istirahatnya cukup ia memilih membereskan barang barangnya lanjut dengan bersih bersih rumah.
Karena hari sudah mulai sore Karin memilih di rumah dulu, rencana besok ia akan keluar mencari kerja sekaligus ingin menemui Arumi di tokonya.
.
.
.
MAAF BARU UP YA TEMAN TEMAN SOALNHA ADA HAL YANG TIDAK BISA AUTHOR JELASKAN DISINI
AUTHOR USAHAKAN BAKAL UP LEBIH DARI SATU EPISODE SEBAGAI GANTI GAK UP BEBERAPA HARI
Tetap pantengin cerita author ya.
__ADS_1
Selamat membaca
To be continue