
Samudra bingung harus menjawab apa, sebab banyak yang harus dia pikirkan. Akan tetapi pasca oprasi membuat Samudra tidak bisa banyak berpikir. Akhirnya dia meminta Bulan untuk mengantarkannya ke kamar karena dadanya sudah mulai terasa tidak enak.
Mau tidak mau, obrolan mereka harus tertunda dari pada Samudra kembali jatuh sakit. Itu akan membuat mereka semakin ketakutan untuk mencari donor hati berikutnya.
Malam hari, ketika semua orang sudah selesai makan malam bersama. Kini, terlihat sekali kebahagiaan di raut wajah kedua orang tua Samudra.
Suasana rumah yang sudah beberapa tahun sangat sepi, sekarang telah menjadi ramai dengan suara tawa dan canda dari cucunya. Bahkan kondisi Bulan yang sedang hamil muda juga menjadi pusat perhatian mertuanya.
Tak hanya itu, Bulan juga sudah mengajukan surat pengunduran diri dari kantor Dzaky. Semua itu karena dia mau fokus untuk mengurus suami dan juga anaknya, apa lagi anak yang ada di dalam kandungannya.
Di saat semua sedang asyik menonton layar televisi yang sangat lebar, siapa sangka satu pertanyaan Bulan membuat semuanya sedikit terkejut.
"Mas, Pah, Mah. Bisakah kalian menjelaskan padaku, bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi? Apa alasan kalian membohongiku tentang siapa jati diri kalian semua?"
Samudra, Oma Dena dan juga Opa Jerome pun saling menatap satu sama lain. Mereka bingung harus mulai dari mana untuk menjelaskan semuanya kepada Bulan. Sampai seketika, Samudra pun perlahan mengambil alih untuk menjelaskan kejadian yang terjadi padanya di masa itu.
"Pada waktu itu ...."
__ADS_1
Samudra mulai menjelaskan di saat dia sedang asyik-asyiknya menikmati masa muda dengan kuliah di Universitas cukup terkenal, akan tetapi harus menerima bila dia harus di jodohkan dengan salah satu wanita yang cukup baik.
Namun, Samudra tidak mau. Dia terus bersikeras untuk mencari pendamping hidup sendiri tanpa di pilihkan.
Seiring berjalannya waktu, Samudra membawa wanita kurang lebih hampir 5 kali dalam waktu 1 tahun. Hanya saja dari ke-5 wanita itu, terlihat baik. Baik banget, tetapi kebaikan hanya ada di depan mata mereka.
Berbeda bila ada di belakang. Sebab, mereka hanya ingin menjalani hubungan bersama Samudra dengan tujuan ingin menguasai hartanya. Bukan untuk membina rumah tangga yang di ridho'i Allah.
Semua ketahuan oleh Oma Dena yang mengirimkan mata-mata untuk menyelidiki semua wanita yang dekat sama anaknya. Awalnya Samudra tidak tahu, pada akhirnya dia pun tahu juga karena wanita ke-5 mulai curiga jika beberapa hari ada yang mengikutinya.
Dari situ terjadilah percekcokan antara anak dan kedua orang tuanya, Samudra tidak menyangka kalau orang tuanya tidak sepercaya itu pada pilihannya.
"Sam, dengerin Mamah ya. Dari sekian wanita yang kamu kenali sama Mamah dan Papah itu semuanya tidak ada yang baik. Mereka hanya ingin mengincar hartamu bukan karena mereka memang mau denganmu, paham!" sahut Oma Dena.
"Apa yang dikatakan Mamahmu benar, buktinya Mamahmu selalu menyelamatkanmu dari wanita yang kurang baik itu. Jika bukan campur tangan Mamahmu, mungkin kamu tidak akan pernah tahu sifat asli mereka. Harusnya kamu berterimakasih bukan malah marah seperti inu, Sam!"
Opa Jerome yang sudah jengah atas kelakuan anaknya, langsung saja memberitahu semua kejadian yang tidak Samudra ketahui. Dari sinilah Samudra terkejut, kalau selama ini yang membuka matanya untuk melihat sifat jahat mantan kekasihnya adalah Mamahnya sendiri.
__ADS_1
Bahkan untuk wanita ke-5 ini memang terbilang wanita cukup baik dan rajin beribadah. Hanya saja, dia meninggalkan Samudra dan memilih pria yang sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya bersama seorang Ustadz.
Samudra merasa hancur, ketika kembali mengalami kegagalan atas cintanya yang sudah sangat dalam kepada wanita itu.
Padahal jelas-jelas tinggal sedikit lagi dia bisa menikahi wanita itu, tetapi malah kandas hanya karena restu orang tuanya yang belum bisa menerima Samudra sepenuhnya.
Di tambah Samudra seperti di kejar oleh waktu untuk mencari pendamping hidup. Semua itu karena Samudra tidak ingin sampai di jodohkan oleh wanita yang terbilang baik, sholeha tetapi sangat manja.
Apapun yang wanita itu inginkan selalu harus keturutan, bila tidak pasti dia akan langsung marah, nangis, mengancam dan sebagainya.
Sifat yang terbilang lebay dan ingin menang sendiri itu membuat Samudra tidak akan pernah tahan, lantaran dia menginginkan seorang istri bukan adik.
"Pokoknya bila dalam waktu kurang dari 7 hari kamu belum menemukan pendamping hidup, maka kamu harus menerima perjodohan itu. Mamah tidak mau tahu, siap tidak siap kamu harus menikahinya!"
Ucapan Oma Dena mulai meninggi, begitu pun emosi Samudra yang semakin naik. Dia tidak menyangka kalau orang tuanya seegois itu ingin menikahinya, di usia Samudra yang masih terbilang sangat muda. Akan tetapi, mereka amalh seakan menganggap bila Samudra ini seperti perjaka tua yang umurnya di atas umur 30 tahun.
Perdebatan semakin sengit, hingga rumah yang tadinya dingin seketika langsung sangat panas. Samudra tak henti-hentinya terus membela harga dirinya di depan kedua orang tuanya, sampai akhirnya Opa Jerome tidak sengaja mengatakan niat terselubung dibalik semua perjodohan ini.
__ADS_1
...***Bersambung***...