Kemarau Biduk Cinta

Kemarau Biduk Cinta
Penyesalan Sabrina


__ADS_3

Entahlah, Oma Dena malah menyalahkan semuanya kepada suaminya. Dia memukul keras suaminya sambil menangis, setelah mengetahui bila Samudra akan pergi dari rumah untuk meninggalkan mereka berdua.


Akan tetapi, ketika Samudra mau ke kamarnya mengambil barang-barangnya. Baru saja melangkahkan kakinya ke anakan tangga, Opa Jerome malah mengehentikannya dan mengatakan sesuatu yang lebih menggoreskan hati Samudra.


"Jika kau benar-benar ingin angkat kaki dari rumah ini, maka pergilah dengan membawa tubuh dan juga pakaian yang saat ini kau gunakan!"


"Tinggalkan semua dompet, bahkan kunci mobil serta fasilitas lainnya. Sebab, saya tidak akan sudi bila memberikan sedikit harta kepada anak yang tidak tahu diri!"


Samudra tersenyum menatap lurus, air matanya mulai menetes dan langsung dia hapus perlahan. Lalu dia pun membalikan tubuhnya dan berjalan perlahan mendekati kedua orang tuanya.


"Baiklah, Tuan. Terimakasih atas kebahagiaan dan juga semua kenangan indah selama ini. Saya mohon doa restu, agar kedepannya nanti saya bisa membuktikan kalau saya bisa bertahan hidup dan memiliki keluarga yang seperti saya inginkan."


"Untuk Mamah dan Papah, sehat-sehat ya. Suatu saat nanti insyaalah kita akan kembali bersama setelah Allah menyadarkan kalian, bila semua kebahagiaan tidak bisa di beli oleh uang!"


"Samudra pamit, assalammualaikum ...."


Samudra pergi tidak lupa salim kepada Oma Dena, lalu Oma Dena langsung memeluk anaknya sangat erat.


Rasanya dia tidak ingin melepaskan Samudra, tetapi Opa Jerome malah menjauhkan mereka dan segera mengusir Samudra bagaikan anak yang sudah tidak di inginkannya lagi.

__ADS_1


Sebenarnya berat sekali buat kedua orang tua Samudra untuk mengusirnya, hanya saja Opa Jerome sedang di landa masalah yang cukup menguras pikirannya. Jadi, dia tidak bisa berpikir dengan jernih apa yang sudah di lakukannya saat ini.


Sampai akhirnya Samudra menjalani kehidupannya sendiri dengan susah payah, dia harus menahan lapar beberapa hari atau mengganjalnya dengan air minum.


Kemudian Samudra bertemu Dzaky teman kuliahnya, lalu di tolong olehnya dan tidak lupa Samudra meminta Dzaky untuk menolong Perusahaan Opa Jerome yang hampir bangkrut.


Awalnya Dzaky tidak ingin membantu Opa Jerome, setelah melihat Samudra yang terus memohonya akhirnya dia pun menuruti semuanya tanpa sepengetahuan kedua orang tua Samudra.


Ketika Oma Dena dan Opa Jerome sudah tahu, di situlah mereka menyesal. Mereka terus mencari Samudra.


Saat sudah ketemu, Samudra memang sudah memaafkan mereka hanya saja dia lagi berusaha untuk menentukan jalannya sendiri dan akan kembali bila misinya telah selesai.


Mendengar semua penjelasan dari Samudra membuat Bulan menangis, dia tidak menyangka bila suaminya begitu berjuang untuk membuktikan kalau pilihannya ini tidak akan membuat kedua orang tuanya merasa kecewa.


Sama halnya seperti Samudra, dia pun bersyukur Bulan telah berubah menjadi istrinya yang selama ini dia inginkan. Meski, terkadang sedikit menyebalkan tetapi, Samudra sangat mencintainya.


Kedua orang tua Samudra merasa bahagia melihat anaknya benar-benar membuktikan perkataannya, bahkan mereka masih sangat menyesal telah memperlakukan Samudra bagaikan orang lain.


Raka yang mengetahui Bundanya menangis, langsung memarahi Ayahnya. Terlihat sekali kalau Raka sangat menjaga Bundanya, dia tidak ingin bila Bulan di sakiti oleh siapapun termasuk Ayahnya sendiri.

__ADS_1


Semua hanya bisa tertawa bersama melihat tingkah lucu Raka yang semakin ke sini semakin dewasa, hingga akhirnya air mata yang mereka teteskan berubah menjadi senyuman lebar saat mereka bisa berkumpul bersama sambil bercanda.


Namun, tidak berhenti di situ saja. Ternyata di sisi lain juga ada seorang wanita yang sangat menderita ketika dia tahu, siapa pria yang sudah di jodohkannya. Siapa lagi kalau bukan Sabrina dan Jefri.


Di balik wajah polos, lugu dan juga culun Jefri, ternyata terdapat teka-teki yang berhasil membuat Sabrina menyesal.


Jefri yang dikira pria miskin tidak memiliki harta, diam-diam adalah seorang pengusaha kain katun yang sangat terkenal. Dia sengaja berpenampilan begitu untuk membuktikan, apakah wanita yang di jodohkan orang tuanya itu wanita baik-baik atau bukan.


Nyatanya, bukan. Dari situ Jefri membuka jati dirinya dan membuat Sabrina tercenga saat melihat penampilan Jefri yang sangat tampan hampir mirip seperti Dzaky, atasannya.


Sabrina sangat menyesal, dia berusaha mengejar-ngejar Jefri setelah Jefri memutuskan hubungannya.


Jefri lebih memilih kembali ke luar kota, meneruskan usahanya yang lagi melesat. Kini, penyesalan Sabrina sudah tidak ada artinya lagi.


Semua terlepas begitu saja. Pertama Dzaky yang tidak bisa di dapatkan, sekarang Jefri pun tidak bisa dia genggam.


Lantas apakah Sabrina tidak kecewa? Wah, jelas. Dia sangat kecewa dengan dirinya sendiri yang selalu menganggap rendah seseorang. Bahkan dia punya tekat untuk tidak memandang rendah seseorang dari sebelah matanya.


Tidak lupa Sabrinya juga akan meminta maaf pada Bulan dan juga Dzaky, karena dia sudah menggosipkan ataupun hampir menghancurkan rumah tangga Bulan.

__ADS_1


Hanya saja Sabrina belum sempat bertemu sama Bulan yang di ketahui sudah mengundurkan diri, lalu Dzaky yang masih berada di luar negeri. Jadi mau tidak mau, Sabrina harus sabar menunggu waktu yang tepat untuk meminta maaf padanya.


...***Bersambung***...


__ADS_2