
"Hahh? Ci-cilok? Ja-jam segini aku harus cari cilok kemana, Sayang? Kami lupa, ini udah jam 12 malam loh." tanya Samudra, bingung.
"Entahlah, cari aja sampai ketemu baru aku maj maafin, Mas. Kalau enggak, ya sudah Mas tidur aja di luar. Sana!" ucap Bulan, mengusir suaminya dengan gerakan tangan dan langsung tiduran membelakangi suaminya.
Sementara Samudra hanya terdiam cengo saat dihadapi dengan permintaan istrinya yang sangat aneh.
Beberapa kali Samudra membujuk Bulan, tetapi dia tetap kekeh pada pendiriannya. Sampai akhirnya, ada satu bisikan yang berhasil membuat Bulan luluh. Dan mereka pun kembali berbaikan dengan wajah yang berbunga-bunga.
"Sayang, Mas tidak tahu apakah jam segini masih ada yang jualan cilok atau tidak. Cuman, Mas punya sesuatu yang akan membuatmu ketagihan lebih dari cilok. Mau?" bisik Samudra di telinga Bullan, dalam keadaan Bulan masih membelakanginya.
Degh!
Hanya dengan bisikan seperti itu, Bulan langsung berbalik menghadap suaminya. Dimana mata mereka saling bertemu satu sama lain, dengan jarak wajah mereka yang kurang lebih 1 jengkal anak kecil.
"A-apa itu, Mas? Me-memangnya ada yang lebih enak dari cilok?" ucap Bulan, menatap polos.
"Ada, bahkan bisa membuatmu merem melek loh." goda Samudra, mengedipkan sebelah matanya.
Bulan terdiam, merasakan detak jantungnya yang memompa secara cepat. Sepertinya Bulan telah mengerti kemana arah pembicaraan suaminya kali ini.
Hanya saja, Bulan tidak mau begitu cepat untuk percaya diri. Bisa saja Samudra ingin menjebaknya, 'kan? Jadi, mau tidak mau Bulan lebih memilih untuk mengikuti alur suaminya, agar dia tidak salah dalam menanggapi pemikiran suaminya.
"A-apa yang membuatku jadi me-merem melek, Mas? Pentol pedas?" sahut Bulan, mulai memancing suaminya.
"Ini lebih hot lagi dari pentol pedas, Sayang. Karena Mas punya 1 buah sosis yang cukup besar, panjang dan juga sekel. Belum lagi bonus 2 buah telur yang sangat comel, serta olesan mayones supaya lebih gurih lagi. Nah, jika dimakan bersamaan maka semua itu mampu membuatmu kenyang selama 9 bulan kedepan loh. Bagaimana, mau?"
Lagi-lagi Samudra berhasil menggoda istrinya, sehingga wajahnya terlihat merah merona penuh rasa malu yang sangat mendalam.
"Aaaaa, Mas Sam. Stop menggodaku, pokoknya aku tidak mau itu! Yang aku mau sekarang cuman cilok, cilok, dan cilok. Titik!" rengek Bulan, ketika sudah tidak bisa menutupi rasa malu di wajahnya.
Sikapnya yang sudah mulai salah tingkah, menyita perhatian Samudra. Dia tertawa cukup gemas saat melihat Bulan menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya. Persis seperti anak remaja yang malu akibat di gombali kekasihnya.
__ADS_1
"Hihi, kenapa Sayang. Kenapa, kok wajahnya malu gitu, hem? Beneran nih, maunya cilok aja? Enggak mau sosis?"
"Sosisku enak loh, awet lagi. Dari pada cilok kamu beli 10 ribu dalam beberapa menit sudah habis. Sedangkan sosis, Mas kasih gratis ditambah bonus 2 telur. Masa di tolak sih, ayolah ... Ayo, Sayang!"
"Huaaaa, Mas Samudra ishh ... Cukup ya, aku ti---"
"Ma-mas, i-itu?"
Mata Bulan membola besar, ketika di suguhkan oleh pemandangan yang sangat indah. Dimana sebuah sosis berukuran sedang dan dikelilingi otot-otot kekar, berhasil menarik perhatian sampai membuat Bulan melongo tak percaya.
Bagaimana tidak melongo, Samudra membuka sarung yang dia gunakan bertujuan untuk menunjukkan kegagahannya adiknya di bawah sana yang sudah mulai terbangun.
Pada akhirnya, pertahanan Bulan pun runtuh. Dia mulai terhanyut di dalam permainan Samudra, dan tangannya ingin sekali memegangnya. Akan tetapi, Samudra malah menahan tangan istrinya dan kembali memakai sarungnya dengan benar.
"Etts, tidak boleh. Tadi 'kan maunya cilok, kok sekarang malaj mau mengambil sosisku? Hem, tidak bisa. Kita gofood aja ciloknya ya, sebentar aku cariin."
Samudra tak henti-hentinya terus menggoda istrinya, entah mengapa rasanya Samudra senang sekali saat melihat istrinya seperti ini. Bagi Samudra, semakin ke sini sikap Bulan semakin berubah. Dia malah lebih manja dan sedikit liar, bila ada di atas ranjang.
"Aaaaa, Mas. Aku mau itu, aaa ... Aku mau sosis, pokoknya aku mau!"
Degh!
Samudra terkekeh ketika melihat istrinya langsung merogok sarungnya. Sampai tangan istrinya berhasil memegang sosis kesayangan Samudra dengan satu genggaman.
Disitulah tubuh Samudra refleks terkejut, bahkan hampir terlonjak kebelakang ketika tangan istrinya langsung meremas sosis kesayangannya tersebut.
"Nah, dapat hehe ... Ayo mau kemana, hem? Rasakan pembalasanku ini, Mas!"
"Arrghh, hemm ... Dek, pe-pelan arghh pelan. Astagfirullah, Dek!"
Samudra benar-benar dibuat kelimpungan ketika merasakan sesuatu di bawah sana yang malah membuatnya merem-melek.
__ADS_1
Sementara Bulan hanya bisa tertawa cekikikan, melihat suaminya sudah tidak berdaya dan tidak tahu harus berkata apa. Lantaran dia hanya bisa menikmatinya dengan suara-suara yang cukup menggelikan telinganya.
"Katanya, tadi ada yang mau membuatku merem melek. Cuman kenapa malah dia yang merem melek, ya? Haha ...."
Bulan yang tidak mau kalah, dia terus membalas godaan suaminya dengan penuh ke isengan tangannya, yang saat ini sudah bernari kesana-kemari dengan tempo sedang.
"Hyaak, arrghh ... Aw-awas kau, Dek. Mas akan buat kamu klepek-klepek malam ini!"
Samudra mengancam istrinya yang semakin liar memainkan pusakannya, tanpa berkata lagi. Samudra langsung mengambil alih semuanya, sampai membuat posisi Samudra kini berada di atas istrinya.
"Mas akan membuatmu menjerit malam ini, hem?" ucap Samudra, suaranya mulai terdengar parau dan juga berat.
"Silakan, palingan juga Mas yang jerit. Wleee haha ...."
Bulan kembali menantang suaminya, karena dia sudah tahu kalau hasrat yang ada di dalam suaminya mulai menaik.
Tanpa basa-bas lagi, Samudra langsung membuka baju istrinya dengan hati-hati. Kemudian dia mulai menyerbu mainan kembarnya dengan sangat gemas.
Bulan hanya bisa terkekeh kecil menjambak rambut suaminya, ketika merasakan sensasi yang berbeda dari biasanya.
Lidah Samudra mulai gencar menari kesana-kemari memberikan kesan kegelian tersendiri, agar membangkitkan gai*rah di dalam tubuh istrinya.
Kurang lebih 10 menit Samudra bermain liar di dada istrinya, kini dia langsung naik menuju bibir manis istrinya. Kemudian kembali turun ke leher dengan memberikan tato cantik. Dan saatnya dia mulai menjelajahi hutan rimba yang sepertinya sudah mulai becek.
Ya, benar saja. Saat Samudra sudah berhasil membuka semua pakaian istrinya, semakin membuat gejolak ha*srat di dalam tubuhny semakin meningkat.
Sehingga, dia langsung memberikan sentuhan demi sentuhan kepada tubuh istrinya dengan lembut dan juga nikmat.
Kurang lebih 1 jam lamanya mereka melakukan pemanasan satu sama lain, sampai akhirnya kini saatnya Bulan menikmati betapa lezatnya sosis suaminya ditambah bonus 2 telus dan sedikit mayones.
Apakah setelah melakukan hubungan ini, Bulan akan merasakan kenyang selama 9 bulanan? Ataukah Samudra harus lebih ekstra lagi untuk membuat istrinya kenyang? Supaya kelak mereka bisa memberikan hadiah terindah kepada Raka, agar dia bisa menjadi seorang Kakak.
__ADS_1
...***Bersambung***...