Kemarau Biduk Cinta

Kemarau Biduk Cinta
TAMAT


__ADS_3

Sama halnya kedua orang tua Dzaky dan juga Samudra, mereka juga saling mengucapkan satu sama lain atas kelahiran cucu mereka.


Tidak lupa mereka pun berpelukan satu sama lain, meskipun itu bukan anak dari Dzaky. Akan tetapi Samudra sudah menjadi bagian dari keluarganya. Jadi, apapun itu mereka tetap adalah satu keluarga yang tidak bisa di pisahkan.


...*...


...*...


...*...


Di dalam kamar, Bulan baru saja di pindahkan ke ruangan tersendiri bersama dengan anak keduanya.


Semua tersenyum melihat kecantikan putri kecil Samudra dan juga Bulan yang sangat manis. Samudra juga tidak lupa untuk mengadzankan anaknya dengan suara yang lembut dan juga merdu.


Setelah selesai di adzankan, semua bergilir untuk bisa memeluk Baby girl. Raka yang merasa bahagia, hanya bisa memeluk Bundanya sesekali memberikan Bulan air ataupun buah. Bertujuan supaya Bulan tidak merasa dehidrasi dan juga kelaparan ketika melahirkan anak keduanya.


Semua orang begitu antusias setelah menyambut kelahiran sang prinses di dalam keluarga besar Samudra dan juga Dzaky. Tidak henti-hentinya mereka mengucapkan terima kasih kepada Bulan, serta mengagumi akan kecantikan Baby girl.


Namun, ketika semua lagi asyik bermain dengan Baby girl. Tiba-tiba saja perkataan Raka berhasil membuat semuanya terdiam mematung.


"Hem, ya ya ya. Semenjak ada Adik, terus Kakak di lupain nih? Huhh, nasib jadi Kakak. Pasti nanti Adik yang lebih di sayang sama kalian."


Terlihat sekali, Raka cemburu kepada Adiknya sendiri. Sebab, semenjak adiknya lahir semua hanya fokus pada Baby girl dari pada dirinya.


"Husst, Kakak enggak boleh berbicara seperti itu. Mau bagaimanapun Kakak dan Adik, kalian tetap adalah anak kesayangan Bunda dan juga Ayah. Sama halnya seperti Oma, Opa, Grandma dan Grandpa. Mereka juga sayang kalian, bukan hanya Adik ataupun Kakak. Jadi Kakak enggak boleh berpikir seperti itu ya."


Bulan mengusap punggung Raka berulang kali, lalu Raka menatap dan langsung memeluk Bundanya. Maklum saja, di satu sisi pasti Raka bahagia memiliki teman. Akan tetapi, di sisi lainnya dia juga merasakan kasih sayang yang sedikit berbeda.


Namanya juga anak kecil, mereka msih belum bisa memporsikan kasih sayang kedua orang tuanya. Walaupun Bulan dan Samudra sudah memberikannya secara adil, tetapi akan ada titik di mana mereka lebih terpokus pada anak keduanya.


Apa lagi dia masih sangat kecil dan belum bisa melakukan apapun sendiri, berbeda sama Raka yang sudah bisa melakukan apa-apa sendiri.


"Udah akhh, enggak boleh sedih-sedih lagi. Bagaimana kalau sekarang kita tentuin siapa nama yang cantik buat Adik? Kakak ada usul?"

__ADS_1


Bulan berusaha mengalihkan pikiran Raka yang sedikit cemburu kepada adiknya. Begitu juga Samudra, dia menggendong anaknya sambil duduk di kursi tunggal tepat di depan Raka yang sudah duduk menatap adiknya.


"Kakak mau coba gendong Adik?" tanya Samudra, tersenyum.


"E-emangnya boleh? Na-nanti kalau Adik jatuh gimana?" tanya Raka, menatap Samudra.


"Tidak akan, Sayang. Seorang Kakak tidak akan tega menyakiti Adiknya sendiri. Percaya sama Ayah, asalkan Kakak ikuti Ayah pasti Kakak bisa gendong Adik. Tapi, ingat. Enggak boleh gerak-gerak ya."


Raka tersenyum lebar sambil menganggukan kepalanya. Dia terlihat begitu bahagia saat Adiknya sudah berada di dalam gendongannya.


"Wahh, Oma fotoin ya. Nanti Oma cuci Oma bikin poster di rumah yang gede banget hehe ...."


Semua tertawa, sambil mengambil foto mereka berempat. Sampai akhirnya Raka mengatakan sebuah nama yang sangat cantik untuk dia berikan kepada Adiknya.


"Hallo, Adik Arumi Natasya Dirgantara. Perkenalkan ini Kakak Raka yang baik dan juga tampan, hihi .... Adik suka 'kan sama nama yang Kakak berikan?"


Mereka semua terkejut dengan sebuah rangkaian nama cantik yang Raka berikan. Mereka sama sekali tidak menyangka, bila Raka bisa memberikan nama itu kepada adiknya sendiri.


Namun, yang lebih mengejutkan lagi. Adiknya tersenyum lebar meskipun matanya masih dalam keadaan tertutup. Seakan-akan dia sangat menyukai nama yang di berikan oleh Kakaknya.


"Wahh, Kakak hebat. Kakak bisa dapat nama itu dari mana? Kok Ayah sama Bunda tidak tahu?"


"Dari mana ya? Kasih tahu enggak ya? Hehe, dari mimpi. Waktu itu Kakak mimpi lagi main sama anak kecil perempuan, dia cantik banget terus dia bilang namanya Arumi Natasya. Tapi, Kakak tambahin aja pakai nama belakangnya Dirgantara biar sama kaya Kakak hehe ...."


Samudra tersenyum menatap anaknya, dia benar-benar bangga telah memiliki anak seperti Raka. Semua wajah terlihat bahagia, hingga tidak terasa Baby Arum menangis karena kehausan.


Bulan perlahan bangkit lalu duduk untuk menerima Baby Arum dari tangan Samudra. Semua pun pergi keluar kamar menuju ruang tunggu, untuk menunggu Bulan selesai menyusui anaknya.


Setelah kelahiran Baby Arumi, kini kebahagiaan mereka semakin bertambah. Bulan dan Baby Arumi juga sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Tidak lupa semua memberikan sambutan kecil atas kedatangan anggota baru di keluarga Dirgantara.


Mereka tidak menyangka, di balik semua permasalahan yang terjadi di kehiduapan mereka. Ternyata Tuhan memiliki cara lain untuk menyatukan 2 keluarga dengan cara yang sangat unik.


Meski, Dzaky tidak lagi ada di tengah-tengah kebahagiaan mereka. Akan tetapi, nama Dzaky akan selalu terkenang sepanjang masa. Berkat kebaikan hatinya, Samudra bisa menyaksikan pertumbuhan anak-anaknya.

__ADS_1


Kini, kehidupan keluarga Samudra dan juga Dzaky telah benar-benar bahagia. Tidak ada lagi kesedihan, yang ada hanya tawa dan canda yang telah di warnai dengan kehadiran anak kedua dari Bulan.


Raka yang sudah tumbuh besar menjadi seorang remaja, telah berhasil mengajarkan adiknya untuk tumbuh menjadi gadis yang cantik dan juga berprestasi.


Saat ini Raka telah selesai pendidikannya di bangku SMK. Dia pun mendapatkan beasiswa keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan yang lebih tinggi.


Raka harus rela hidup mandiri di negeri orang demi mendapatkan gelar yang akan membuat kedua orang tuanya bahagia. Tidak lupa sebelum dia berangkat meneruskan kuliahnya, Raka pun mengajak semua orang untuk pergi naik haji menggunakan uang tabungan yang selama ini Raka kumpulkan.


Tangisan bahagia tidak berhenti ketika mereka bisa sampai ke tempat suci. Padahal tampan menunggu Raka tumbuh besar pun mereka bisa berangkat hati, akan tetapi semua ini berkat permintaan Raka yang akan membayarkan semua untuk kepergian mereka ke tanah suci.


Sampai tidak terasa hari semakin berlalu, keluarga Samudra dan Dzaky pun telah memetik hikmah di balik semua masalah yang telah terjadi. Tidak ada penyesalahan dan juga dendam, hanya ada persaudaraan hingga kekeluargaan yang semakin melekat di dalam hati mereka.


Bertahun lamanya, Raka yang meneruskan pendidikannya. Sekarang sudah saatnya dia menggantikan posisi Ayahnya untuk mengurus Perusahan keluarga secara turun-temurun.


Tidak berhenti di situ, Raka juga telah berhasil menemukan jodoh yang sangat cantik, baik dan juga anggun. Sehingga dia melaksanakan pernikahan yang terbilang mewah dan mewah.


Sementara Arum, dia harus menyelesaikan kuliahnya hanya di Indonesia. Sebab, Raka tidak mengizinkan Arum pergi jauh darinya. Itu karena Raka berusaha ketat menjaga adiknya agar dia tetap selalu ada di lindungan sang Kakak.


Kebahagiaan terus bertambah seiring berjalannya waktu, dimana Raka memiliki anak kembar yang sangat cantik dan juga tampan. Begitu juga Arum yang sudah menyelesaikan pendidikannya.


Raka membukakan salon kecantikan demi mewujudkan cita-cita Arum yang memang sangat ingin menjadi dokter kecantikan. Satu rumah sakit mewah Raka hadiahkan tepat di hari kelulusan Arum, sebagai tanda kasih sayangnya untuk adik satu-satunya.


Begitulah kehidupan mereka, awal mula yang di rasakan harus menikmati perekonomian naik turun. Sekarang tidak lagi, seakan-akan harta yang selama ini mereka pergunakan untuk membahagiakan orang-orang yang di cintai, malah terus bertambah tanpa harus takut akan kekurangan.


Dari sini mereka bisa belajar bahwa, segala sesuatu tida bisa di dapatkan dengan cara instan. Mereka harus melewati proses yang cukup menguras tenanga, mental dan juga fisik. Demi mewujudkan satu persatu apa yang mereka inginkan.


...****TAMAT****...


Sebelumnya author ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang sudah menyempatkan untuk menemani kehidupan Bulan, Samudra dan juga Raka.


Bila ada kata-kata yang kurang berkenan, author meminta maf yang sebesar-besarnya. Jangan lupa untuk terus mendukung semua karya-karya author agar bisa menjadi penulis yang jauh lebih baik lagi.


Sekali lagi author ucapkan terima kasih, dan semoga kalian sehat-sehat selalu ❤️🙏🏻

__ADS_1


Di tunggu kehadirannya di karya terbaru author yang sedang naik daun, papay 🥰🥰❤️


...***Bersambung***...


__ADS_2