Kemarau Biduk Cinta

Kemarau Biduk Cinta
Orang Di balik Pendonor Hati Samudra


__ADS_3

"Katakan padaku, apakah semua ini benar? Apakah nisan ini tidak salah menuliskan nama? Jawab aku, jawab!" pekik Samudra menatap tajam ke arah asisten Dzaky, dimana bola matanya di penuhi oleh kesedihan yang teramat mendalam.


Sampai akhirnya, terdengar suara langkah kaki yang mulai mendekat ke arah mereka semua. Orang itu yang menjawab semua pertanyaan Samudra tanpa melewatkan sedikitpun.


"Ya, itu benar adanya. Dzaky yang telah mendonorkan hatinya untuk kamu di detik-detik dia menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya." ucap seorang pria yang tidak lain adalah Daddy dari mendiang Dzaky.


Dia datang bersama istrinya yang masih belum ikhlas menerima semua kenyataan pahit ini, jika anak sematawayangnya telah tiada untuk selamanya.


"Ja-jadi i-ini kuburan Om Dzaky? Om Dzaky yang teman Ayah 'kan? Bukannya Om itu bilang kalau Om Dzaky lagi di luar negeri, terus kenapa Om Dzaky bisa ada di dalam sini? Apa kalian berbohong?"


"Tidak mungkin Om Dzaky meninggal, pasti Om Dzaky sekarang lagi kerja di luar negeri. Kalian pasti bohongin aku, 'kan? Kalian mau kasih aku kejutan kalau Om Dzaky sudah pulang? Dimana Om Dzaky, dimana!"


Raka berdiri menatap semua yang ada di sana dengan wajah memerah di penuhi oleh emosi kesedihan. Sebenarnya di sini yang terpukul bukan hanya mereka saja, melainkan Raka pun sangat terpukul.


Baru saja dia menemukan seorang Paman yang selama ini dia inginkan, pada akhirnya semua itu harus hilang begitu saja.


Bulan berusaha keras untuk menenangkan anaknya bersama Oma Dena, sedangkan Opa Jerome mencoba memberi semangat kepada Samudra bila semua ini sudah takdir Yang Maha Kuasa. Jika Dzaky di takdirkan hidup hanya sebagai penolong mereka.

__ADS_1


Ya, walaupun dia beberapa kali sempat ingin merebut Bulan. Sekarang tidak lagi, dia malah mempersatukan Samudra dan juga Bulan kembali melalui usaha terbesarnya yang harus mengorbankan nyawanya sendiri.


Samudra memeluk makam Dzaky dengan sangat erat tanpa memperdulikan jahitan di dadanya yang masih belum sepenuhnya kering.


"Kenapa kamu meninggalkanku secepat ini, kenapa harus kamu yang menjadi pendonorku. Kenapa? Bukannya kamu sudah mencintai istriku sejak pertama kalian saling mengenal, terus kenapa malah kamu yang mengorbankan semunya? Kenapa bukan aku yang pergi. Kenapa, Ky. Kenapa!"


"Padahal aku sudah mengikhlaskan bila istriku jatuh di tangan sahabatku sendiri, karena aku percaya kamu orang baik. Sekarang apa yang aku dapatkan? Aku kira Allah baik telah mengizinkan aku untuk kembali melihat dunia dan kita bisa sama-sama lagi seperti dulu. Nyatanya?"


"Di balik kebahagiaan atas kesembuhan penyakitku ini, terdapat seorang sahabat yang sedang berjuang untuk menyelamtkan aku di sisa terakhir hidupnya. Seegois itukah aku, Ky? Sampai-sampai kamu harus pergi, demi menyelamatkan diriku. Padahal kamu bisa bertahan hidup demi dirimu sendiri, akan tetapi kamu malah mempertahankan diriku. Kenapa, Ky. Kenapa!"


Samudra menangis sesegukan diatas makam Dzaky yang masih tanah merah. Opa Jerome berusaha keras untuk membuat anaknya mengerti, agar tidak semakin berlarut di dalam kesedihan.


Semua ini tidak ada yang menyangka bila Dzaky yang terlihat menyebalkan, serta sangat egois di dalam dunia perbisnisan. Akan tetapi di balik semua itu, dia adalah orang baik yang sangat baik.


Sifatnya memang seperti itu dari dulu tidak berubah sama sekali, semua karena Dzaky tidak mau di pandang orang baik. Meski dia memiliki hati yang luar biasa baiknya, Dzaky tidak mau menunjukkan sisi aslinya.


Baginya semua itu cukup orang terdekatnya yang tahu, berbeda kalau orang lain yang tahu. Mereka akan menganggap Dzaky adalah orang yang menyebalkan, cuek dan juga masa bodo.

__ADS_1


Di saat semuanya sudah mulai tenang, lagi-lagi Samudra meminta penjelasan atas semua yang terjadi pada Dzaky. Apa penyebab dia mendonorkan hatinya, sampai dia harus mengorbankan nyawanya sendiri.


Asisten Dzaky hanya terdiam menundukkan kepalanya, dia pun sangat sedih kehilangan atasannya. Beberapa hari ini dia berusaha terlihat baik-baik saja ketika ketemu keluarga Samudra, semua itu karena dia menjaga ketat amanah terakhir yang di berikan oleh atasannya.


Perlahan Daddy dari Dzaky mulai menceritakan awal mula kejadian yang menimpa anaknya sambil terus merangkul istrinya yang masih menangisi nasib malang anaknya.


Pada waktu itu, Dzaky mendapatkan panggilan dari seorang pengusaha ternama untuk bergabung di dalam dunia perbisniskan. Dimana Perusahaan itu memiliki nilai kontrak yang sangat tinggi, bahkan berkali-kali lipat dari tawaran kontrak lainnya.


Dzaky yang mulai tergiur, langsung menyusun jadwal meeting pada Perusahaan tersebut. Awalnya jadwal sudah di tentukan, akan tetapi pihak sana membatalkannya karena mereka ada urusan penting.


Namun, jika Dzaky yang pergi ke sana maka dengan senang hati mereka akan meluangkan sedikit waktunya. Dari situlah Dzaky nekat pergi ke luar negeri demi sebuah impian yang besar.


Saat itu Dzaky pergi menggunakan taksi seorang diri, jelas-jelas asistennya sudah bersiap untuk ikut bersamanya.


Hanya saja Dzaky tidak mengizinkannya, karena Dzaky ingin asistennya itu harus terus memantau kondisi Samudra ke depannya. Hitung-hitung, di sana juga Dzaky akan mencarikan donor yang terbaik untuk sahabatnya.


Sayangnya, taksi yang di tumpangi oleh Dzaky di tabrak oleh sebuah bus besar ketika dalam perjalanan mau ke bandara.

__ADS_1


Disitu terjadilah sebuah kecelakaan hebat yang beritanya masuk ke media sosial, atau liputan televisi. Identitas semua di rahasiakan setelah asisten Dzaky, setelah dia mendapat kabar dari pihak rumah sakit jika atasannya mengalami kecelakaan.


...***Bersambung***...


__ADS_2