
Asisten itu mengangkat salah satu tangannya guna memanggil pelayan untuk membawakan menu makanan yang akan mereka pilih.
Dzaky memilih lebih dulu, kemudian asistennya yang disamakan dengan pesenan atasannya. Lalu, saat Bulan melihat menu tersebut dengan harga yang mahal, rasanya dia ingin sekali meninggalkan tempat itu cuman sayang. Tidak bisa, karena jika dia kabur maka gajinya tidak akan selamat.
Bulan yang bingung memilik menu apa, langsung menyamakan semuanya pada Dzaky dan juga asistennya. Tak lupa Dzaky meminta sebuah cake rasa coklat untuk pencuci mulut mereka, agar bisa lebih memanjakan lidahnya dengan makanan yang manis-manis.
Mereka bertiga asyik memainkan ponselnya sendiri tanpa adanya percakapan. Akan tetapi, tanpa di sadari mata Dzaky beberapa kali melirik ke arah Bulan.
Kurang lebih 15 sampai 20 menit mereka menunggu, akhirnya satu persatu menu makanan dihidangkan secara perlahan oleh beberapa pelayan yang membawakan pesanan mereka.
"Terima kasih," ucap ke tiganya secara kompak, para pelayan tersebut pun membungkuk lalu pergi begitu saja.
Bulan menatap ke arah meja yang di penuhi makanan enak, rasanya ingin sekali membungkus semuanya dan membawanya pulang untuk makan bersama suami dan anaknya.
Namun, sayangnya. Semua ini harus Bulan makan sendirian tanpa mereka, padahal Raka sangat menyukai kentang goreng. Sehingga kentang itu membuat Bulan merasa kangen dengan anaknya yang ada di rumah.
Tanpa basa-basi lagi, Dzaky serta asistennya segera melahap makanannya secara perlaham. Berbeda sama Bulan yang masih menatapnya tanpa berkedip.
"Dimakan, percuma diliatin juga enggak akan membuuat perutmu kenyang." ucap Dzaky, sambil menyuapkan steak ke dalam mulutnya.
"Ckk, bawel banget jadi atasan. Lagi pula mau aku makan atau enggak juga bukan urusan dia, 'kan. Aneh!" gerutu Bulan, layaknya orang berbisik.
"Hahh? Kamu bilang apa barusan?" tanya Dzaky, menatapnya datar.
"Enggak, ada gajah lewat bawa motor!" celetuk Bulan yang langsung menyentuh makanannya.
"Sejak kapan gajah bawa motor? Setahuku gajah itu besar, jadi kalau dia naik motor enggak akan mungkin. Sebab berat badan gajah bisa berton-ton." ucap Dzaky, sambil memikirkan perkataan Bulan.
__ADS_1
"Ya jelaslah enggak ada, sejak kapan gajah bawa motor. Makannya punya logika di pakai jangan di simpen jadinya tumpul!" sahut Bulan, cuek.
"Apa kau bilang tadi, hahh? Kau meremehkan sa-- hemp ...."
Bulan yang pusing mendengar ocehan Dzaky, tanpa di sengaja tangannya menyumpal mulutnya menggunakan kentang goreng yang dia suapkan ke dalam mulutnya.
Asisten tersebut yang melihat adegan itu pun menjadi tersendak, karena terkejut ketika sedang minum. Begitu juga Dzaky yang terdiam membeku, lalu mengunyah kentang di mulutnya secara perlahan. Terlihat wajah Dzaky mulai memerah, menahan rasa malu dan juga senangnya.
Bulan yang merasa tidak bersalah sudah membuat kedua pria itu terkejut, terus saja menyuapkan makanan ke dalam mulut tanpa henti.
Seakan-akan Bulan merasakan nikmatnya makanan mewah ini, yang sudah lama tidak dia rasakan semenjak suaminya tidak lagi bekerja di kantoran.
Namun, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengabadikan momen tersebut apa lagi ketika Bulan menyuapi Dzaky. Hingga orang itu memiliki beberapa potret foto Dzaky dan juga Bulan.
"Yes, akhirnya gua dapat momen ini juga. Saatnya gua beraksi, lihat aja Bulan. Gua akan segera balaskan dendam ini. Kalau memang gua enggak bisa mendapatkan kebahagiaan, maka lu juga enggak akan pernah gua biarkan bahagia. Camkan itu!" ucap seseorang dari jarak kurang lebih 5 meter dari meja Bulan.
Setelah mendapatkan momen langka itu, dia segera pergi begitu saja dengan perasaan bahagia sambil terus menscroll galeri ponselnya yang ada beberapa gambar Bulan dan Dzaky.
...*...
...*...
Sesampainya di kantor, Bulan segera kembali meneruskan pekerjaannya. Begitu juga dengan Dzaky dan asistennya yang bersiap-siap untuk meeting 30 menit lagi.
Disaat Bulan sedang berkonsentrasi fokus pada kerjaannya saat ini. Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, ternyata ada 1 pesan masuk dari nomor yang tidak di kenal.
"Nomor siapa ini? Perasaan aku tidak mengenalnya, cuman kenapa dia ngirimkan aku gambar. Terus ini gambar apa? Huhh, ya sudahlah. Aku lihat saja dulu, jika salah sambung ya tinggal hapus terus blockir selesai."
Bulan berbicara kecil sambil membuka pasword ponselnya, lalu menuju whatsapp. Dimana ketika nomor tak di kenal itu di klik, munculkan sebuah foto yang sangat mengejutkan Bulan.
Tidak lupa Bulan langsung membaca isi teks yang sudah orang itu kirimkan setelah mengirim fotonya.
[Hai, Cantik. Bagaimana hasil jepretanku hari ini, baguskan? Aku sengaja loh, mengbadikan ini semua secara gratis untukmu, jadi kamuvenggak perlu sewa photografer lagi deh.]
__ADS_1
[Jangan lupa di save ya, kalau bisa jadikan wallpaper ponselmu aja. Supaya nanti ketika kekasihmu melihatnya, pasti dia akan merasa sangat senang, melihat ada foto kalian terpampang jelas di sana hihi ....]
Isi chat tersebut berhasil membuat Bulan syok, dia tidak menyangka sikapnya yang spontan itu malah menjadi bumerang di dalam hidupnya sendiri.
Apa lagi chat yang terakhir orang itu kirim, benar-benar membuat Bulan hampir saja tidak bernapas saking terkejutnya saat membaca notif tersebut.
[Kenapa? Kaget ya, aku bisa dapat foto ini hihi ... Tenang aja, aku cuman menolongmu kok. Ohya, suamimu tahu tidak ya kalau kelakuan istrinya di belakang seperti ini?]
[Aku rasa dia belum tahu ya, bagaimana kalau aku kasih tahu anakmu yang lucu itu saja. Pasti dia senang, kalau sebentar lagi dia akan memiliki 2 Ayah yang tampan. Satunya miskin, yang satunya lagi kaya raya. Komplit, 'kan? Komplit dong.]
[Pasti nanti anakmu akan sangat gembira sekali, karena apapun yang diinginkan akan di belikan oleh Ayah tirinya. Berbeda sama Ayah kandungnya yang tidak bisa memberikan apapun padanya. Bukan begitu, cantik?]
[Upps, maaf. Jantungmu masih aman 'kah? Atau saat ini kau sudah jatuh pingsan akibat membaca pesan ini. Aduhh, kasian banget ya masih muda masa kena serangan jantung. Bisa-bisa anakmu tidak jadi punya Ayah tiri yang kaya dong.]
Bulan yang sudah tidak bisa tenang langsung berdiri, berjalan kesana-kemari menggigiti jempol tangan kanannya sambil menatap layar ponselnya.
Terlihat jelas bahwa Bulan begitu takut, kalau sampai foto itu jatuh ke tangan suami atau anaknya. Semua itu akan berujung peperangan besar di antara Bulan dan Samudra.
Meskipun, Samudra tipe suaminya yang tidak mudah marah dan selalu percaya dengan istrinya. Namanya juga manusia, pasti akan ada titik lelah dan juga hilafnya. Sehingga Bulan memikirkan apa yang harus dia lakukan demi mencegah semua ini.
Pada akhirnya Bulan mencoba berulang kali menelepon nomor tersebut, terus berjalan kesana-kemari dengan pikiran kacau. Akan tetapi, sayangnya nomor itu tidak lagi aktif setelah semua chat sudah dibaca oleh Bulan.
Niat mau menyelesaikan tugas yang sedikit lagi, kini harus terpending karena notif dari orang yang sangat misterius.
Dzaky yang baru saja keluar dari ruangannya dan ingin pergi ke ruangan meeting, langsung di suguhkan oleh pemandangan yang sangat membuatnya penasaran.
Tingkah Bulan yang terlihat khawatir, panik, cemas dan juga gelisah bercampur aduk menjadi kesatuan layaknya kredok. Berhasil menarik simpati Dzaky.
Dzaky berusaha tetapi tenang, walau hatinya sedikit mencemaskan Bulan. Kemudian, dia melangkahkan kakinya dekati Bulan, yang mana asistennya baru keluar ruangan juga ikut berjalan mendekat ke arah Bulan dari arah yang berlawanan sama Dzaky.
Setelah itu, kehadiran Dzaky dan asistennya membuat Bulan terkejut hingga ponsel di tangannya pun terjatuh dan membuat ponselnya rusak dan mati total. Sampai kartu serta layarnya pecah berserakan dimana-mana.
...***Bersambung***...
__ADS_1