Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Kekalahan si kembar


__ADS_3

Vano menyeringai "Dimana adikku Zidan!


"Apa anda meminta penawaran?! bagaimana kalau kami tidak mau!"


Kedua tangan Vano mengepal kuat, terlihat urat-uratnya yang menonjol.


"Akan aku serahkanlah flashdisk itu ke intelejen nasional dan akan terbukti Siapa orang di balik Genk kalajengking!" seru Vano, yang sebenarnya ia juga kehilangan bukti flashdisk itu.


Terlihat mereka saling pandang satu sama lainnya. "Serahkan dulu flashdisk itu, baru akan kami serahkan adikmu, kami tunggu sampai besok, bila tidak kau berikan flashdisk itu. nyawa adikmu taruhannya. kami tidak akan segan untuk mencincang tubuhnya!


Vano mengepal kuat kedua tangannya hingga keluar otot-otot dari kedua tangan itu. Iya sudah tidak punya pilihan lain selain memilih bertempur daripada adiknya menjadi taruhan dan korban yang tidak Zidane ketahui kesalahan nya.


"Aku akan memberikan flashdisk itu setelah adikku benar-benar ada di depanku! aku tahu kalian sangat licik!"


"KAU LEBIH MEMILIH KELURGA MU MATI DARIPADA KEMBALIKAN FLASHDISK KAMI!" seru salah satu pria yang di panggil ketua oleh pria-pria berpakaian hitam.


"SERANG......!!!!!!


Teriakan pria itu menggema di udara, mereka mulai Vano yang berjuang sendiri. ilmu bayangan yang telah ia kuasai mampu membuat sebagian dari mereka terpental dan terkapar di tanah.


Sementara Vana bersandar pada sebuah pohon besar, darah segar masih mengucur bebas di lengan sebelah kanannya, sayatan pedang anak buah genk kalajengking telah membuat Vana lemah, matanya masih membengkak dan rasa perih dimatanya belum juga hilang.


"Ya Tuhan, selamatkan Kak Vano!" gumam Vana, tak terasa airmatanya meleleh manakala ia melihat perjuangan sang kakak sendiri, tak sebanding dengan Genk kalajengking yang semakin banyak.


Samar-samar Vana bisa melihat Walau rasa perih dan gatal masih ada. "Andai mereka tidak bermain curang, dan aku bisa melihat dengan jelas. Aku dan kak Vano pasti bisa mengalahkan mereka semua!


posisi Vano kini berada di tengah-tengah mereka, kelompok genk kalajengking dengan memakai pakaian dan penutup wajah serba hitam mulai bersiap-siap mengarahkan pedangnya kearah Vano dan siap mencincangnya. Vano tidak sedikitpun gentar, ia pun sudah bersiap-siap dengan ilmu bayangan nya. Tiba-tiba secepat kilat mereka mulai menyerang dengan kecepatan tinggi kearah Vano, namun sayang, hanya suara pedang mereka yang saling beradu. Mereka terkejut tiba-tiba Vano menghilang secepat kilat!


"KALIAN MENCARIKU BUKAN!


Tiba-tiba Vano berada di belakang mereka yang sudah siap dengan pedang di tangannya. Vano mengambil pedang salah satu anak buah kalajengking yang sudah mati di bawah tanah.


"Hati-hati sepertinya dia menggunakan ilmu Ninja bayangan (Shadow)! bisiknya pada anak buahnya.


"Ternyata kelurga anak-anak Reno Mahesa juga memiliki ilmu yang sama dengan genk kalajengking."


"Tentu saja Reno Mahesa satu perguruan dengan ketua kalajengking."


"Apa Reno Mahesa tahu, ketua Genk kalajengking."


"Sepertinya ia tidak tahu! bukankah Ketua kalajengking pernah berpesan agar berhati-hati dengan kelurga Reno Mahesa, terutama pada anak kembarnya, mereka sudah di wariskan ilmu shadow."

__ADS_1


"Sekarang kita harus bagaimana?!"


"Habisi keturunan Reno mahasa. satu anaknya sudah berada dalam genggaman kita dan dua lagi sudah berada disini. Buat jebakan untuk anak sialan itu. Mereka berdua harus mati sekarang juga! tegas Pria itu memberi perintah pada salah satu anak buahnya yang berdiri di sampingnya.


Mereka mulai memasang kuda-kuda dan mengangkat pedangnya, siap untuk pertarungan selanjutnya.


"Serang...! seru Pria berpakaian serba hitam, dia adalah salah satu kaki kanan Genk kalajengking. Mereka mulai menyerang lagi kearah Vano secara brutal. Vano tidak tinggal diam dan terus membuat perlawanan. Suara pedang dari besi saling beradu, sesekali Vano melompati ke-udara untuk menghindari serangan Genk kalajengking secara berutal.


Vano melompat keatas pohon dengan gerakan cepat, lalu turun kebawah dengan gerakan meringankan tubuh sambil memutar tubuhnya, lalu pedang ditangannya menebas kepala, tangan dan kaki anak buah genk kalajengking satu persatu.


"Aaakkkhhh....! suara pekikan dan erangan dari mereka yang sudah terkapar tak berdaya di tanah.


"Brengsek! dia menghabisi anak buah (Mr L) dalam sekejap!"


"Cepat buat perangkap, lakukan rencana yang sudah kita susun!" perintah pria itu, yang sebagai ketua kelompok di Genk kalajengking.


"Laksanakan Ketua!"


Pria itu seketika terbang keatas pohon, lalu menghilang di kegelapan malam.


"ku akui kau memang hebat keturunan keluarga Reno Mahesa tidak bisa dianggap main-main!" seru Pria itu.


"Cih! pria itu meludah ke tanah "Kau pikir aku bodoh! dan mau percaya dengan omonganmu! serahkan dulu flashdisk kami, kami akan kembalikan adikmu!"


"Kenapa kau begitu takut flashdisk itu jatuh di tangan pihak yang berwajib! perbuatan kalian semua sangatlah biadab, membunuh satu desa hanya untuk mencari kekayaan pribadi! Dan kau! Vano menunjuk pria itu yang berdiri menantang di depannya, bersama beberapa anak buahnya di belakang tubuhnya. "kalian adalah antek-antek dari Genk kalajengking! siapa ketua kalian? aku ingin bernegosiasi dengan nya!


"Tidak semudah itu kau ingin bertemu dengan Ketua Genk kalajengking!"


"Bila tidak mau, aku akan serahkan flashdisk itu pada pihak berwajib!"


"Berarti kau ingin adikmu kami cincang dan kami habisi!" teriak pria itu dan mulai menyerang Vano.


Trang... tring... Trang.... tring...


Suara pedang saling beradu dan menimbulkan suara keras, Vano berhasil menendang pria itu hingga mundur beberapa langkah. Mereka berdua sama-sama memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi.


"Cepat lakukan sekarang! teriak Pria itu.


Tiba-tiba dari atas pohon sebuah jaringan laba-laba di lempar kearah Vano berdiri. Seketika Vano terkejut dan tidak dapat menghindar lagi. sekelompok genk kalajengking membuat lingkaran dan menekan jaring itu hingga Vano terjatuh ke tanah, ia berusaha merobek jaring itu, namun sangat sulit, sebab terlalu kuat tali pengikat nya. Saat mereka ingin menghunuskan pedang ke tubuh Vano. Tiba-tiba Vana bangkit dan berteriak.


"HENTIKAN!

__ADS_1


"Kak Vano! Vana terus berjalan mendekat, ia tidak perduli lagi dengan kondisi tubuhnya yang sudah banyak mengeluarkan darah.


"Kalian semua biadab, bermain curang tanpa berani berkelahi secara jantan!


Vana sudah berdiri di depan sang kakak yang masih terbungkus jaring.


"Dek, jangan nekad! kakak masih mampu hadapin mereka, secepatnya kau pergi dari sini, lindungi dirimu dan beritahu Daddy!"


"Tidak Kak! aku akan tetap disini bersama kakak, aku tidak akan pernah pergi meninggalkan kak Vano."


"Kau jangan cari mati, Dek! selamatkan dirimu selagi bisa."


"Buatlah aku disini. Bila takdir kita harus mati bersama aku sudah pasrah!"


"Kau jangan bodoh Vana! teriak Vano emosi, ia tidak ingin adiknya melawan Genk kalajengking dalam kondisi yang tidak memungkinkan. "Jangan keras kepala Dek, gunakan ilmu bayangan agar kau bisa pergi dari sini!


Vana bergeming dan tidak mendengarkan perintah sang kakak. Ia mengambil pedang di bawah tanah yang terlepas dari tangan Vano. Seketika mereka menyerang kearah Vano, Vana berusaha melindungi sang kakak dengan menggunakan satu tangannya memegang pedang. Perkelahian tak terelakkan lagi. Vano terus berusaha keluar dari jaring tersebut, Namun apa daya? jaring itu begitu kuat.


"SEEETTTTT!!


"AAAKKKKKHHHHHH!


"BRUKK!


"VANAAAAA!!!!!


Teriak Vano yang melihat adegan mengerikan di depan matanya. Ketua Genk itu berhasil menyabet pedang kearah punggung Vana, hingga keluar darah segar dari tubuh belakangnya. Seketika Vana ambruk dan terjatuh di tanah merah itu.


"BRENGSEK KALIAN SEMUA!!! teriak Vano dengan airmata yang berderai.


"Penggal kepala wanita itu dan kirimkan pada Mr L, anak macan Asia tidak ada apa-apa nya! hahahaha... Pria itu terbahak penuh kemenangan.


Pria itu berjalan mendekat dan berada tepat di depan tubuh Vana yang sudah tak sadarkan diri. "Aku akan mengakhiri penderitaan adik mu! hahahaha....


Tangan pria itu mulai mengayunkan pedang kearah kepala Vana dan....


"TIDAK.... JANGAN!!!!!!!


💜💜💜💜


@All... maaf Bunda telat up lagi... sebisa mungkin akan terus update ya All..🥰

__ADS_1


__ADS_2