Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Pertolongan


__ADS_3

Mata Kelvin menatap tajam kearah Sandra seraya menghempaskan nafas kasar "Sekali penghianat tetaplah seorang penghianat! tidak akan merubah kepuasan ku untuk memutuskan pertunangan itu!"


Dengan langkah panjang, Kelvin meninggalkan Sandra begitu saja, walau beberapa mata tertuju kearahnya.


"Karena wanita bernama Savira, kau telah berani menolak ku! akan aku hancurkan kau malam ini SAVIRA!!!


Sandra yang mulai tersulut emosi mengikuti langkah Kelvin dengan langkah cepat.


"Tunggu Vin! kita perlu bicara!" Sandra menarik tangan Kelvin.


"Untuk apa lagi, jangan kau rusak acara ku!"


"Apa kau ingin aku berbuat nekad!"


Kelvin menatap nelayang bersama nafasnya yang memburu. "Baiklah, ayo ikut! Kelvin menarik tangan Sandra dan membawanya kerungan pribadinya yang berada di lantai lima.


Setelah keluar dari lift, Kelvin berjalan kearah ruangan nya dan menghempaskan tubuh Sandra ke sofa. "Apa lagi yang ingin kau bicarakan, setelah ini pergilah!" seru Kelvin menatap penuh kebencian.


"Kenapa kau berubah kasar padaku Vin! bukankah aku sudah meminta Ma'af berulang kali padamu! haruskah aku bersujud agar kau tidak membenciku dan kita kembali seperti dulu lagi." Sandra beranjak dari sofa dan menjatuhkan tubuhnya didepan Kelvin.


"Cihh! Kelvin berdecih dengan tatapan menghunus "Cukup sandiwara mu! aku tidak akan terpengaruh lagi oleh sikap sedih mu itu! beraninya kau khianati aku dengan pria asing dalam satu kamar! jijik aku melihat mu!"


"Aku di jebak! sudah berulang kali aku katakan, aku diberi minuman yang membuat aku lupa diri, mereka sengaja melakukan itu supaya aku mau menjadi modelnya dan aku di ancam Vin?!


"Hahahaha...." Kelvin tergelak "Kau pikir aku bodoh! kau melakukan nya begitu buas dan sangat menikmati."


"Vin, kau salah paham. Semua itu tidaklah benar, aku di jebak! please percaya sama aku kali ini ajah. Aku janji akan mengikuti semua kemauan mu dan meninggalkan New York. Aku akan tinggalkan karir ku sebagai seorang model internasional."


"Sudah terlambat! aku begitu percaya padamu untuk meniti karir di New York, tapi apa yang kau lakukan disana, Hah! kau berselingkuh di belakang ku, sementara aku memberikan semua fasilitas yang kau inginkan! Apartemen, mobil, kartu kredit, tapi kau berani berkhianat!"


"Kelvin ku mohon please! Sandra bersimpuh dan memeluk kaki Kelvin "Ma'afkan aku, itu semua jebakan dan aku tidak pernah berselingkuh, kau harus percaya, bukankah kita sudah bertunangan? seharusnya kau lebih percaya padaku!"


"Tunangan..? sejak kapan kita bertunangan?


"Apa..? kenapa kau tidak mengakuinya Vin? Bukankah kita sudah bertunangan di hotel Arion milik mu! lihat ini..." Sandra menunjukkan jari manisnya dan melingkar cincin bertahtakan berlian. "Aku masih memakai cincin pertunangan kita."


"Heh! Kelvin menyunggingkan sudut bibirnya "Anggap saja itu hanya sebuah permainan. sesungguhnya kita tidak pernah bertunangan! Mulai sekarang jangan pernah ganggu hidup ku lagi!" Kelvin menarik kasar kakinya dan berjalan pergi.


"Kelvin ku mohon jangan pergi! Sandra berlari mengejar Kelvin dan menarik tangannya "Kelvin, beri aku kesempatan sekali lagi, aku berjanji akan mengabdi padamu, jangan putuskan pertunangan kita!" hiks.. hiks..


"Jangan pernah sentuh diriku dengan tangan mu yang kotor! bila kau masih ingin mengikuti louncing hotel ini, bersikap lah yang manis layaknya seorang tamu! Bila tidak, akan aku suruh bodyguard menyeret mu keluar!"


Setelah memberikan ancaman pada Sandra, Kelvin melangkah pergi dengan kaki panjang.


"Brengsek kau Vin! akan aku buat kau menyesal karena telah mencampakkan ku!"


Sandra menyeka airmata palsu nya dan berjalan meninggalkan ruangan itu menuju acara launching yang masih di padati tamu undangan. Saat sudah berada di bawah, tanpa sengaja Sandra melihat Savira sedang menikmati pudding.


"Wanita itu! kau yang telah membuat Kelvin berpaling. Baiklah permainan akan segera di mulai.."


"Hey! sapa Sandra tersenyum sumringah saat sudah berdiri didepan Savira. Ia memberikan gelas berisi air berwarna merah muda.


"Bukankah kakak yang tadi bersama Pak Kelvin?


"Sandra! panggil saja saya Sandra. Saya sudah bertunangan dengan Kelvin." Sandra memberikan gelas berisi air berwarna merah muda pada Savira "Minumlah, ini hanya rasa Syrup biasa."


Savira menerima gelas itu dari tangan Sandra.


"Boleh saya bertanya..?"

__ADS_1


"Iya kak Sandra silakan saja..?


"Apa kau sudah lama berkenalan dengan Kelvin?"


"Tidak kak, aku mengenal pak Kelvin saat ia berkunjung ke perusahaan Mahesa Group, karena aku sekertaris Pak Zevano."


"Hanya itu saja..? tanya Sandra penuh selidik.


"Iy-a, tapi.. Minggu lalu, tak sengaja saya bertemu pak Kelvin di kantin, jadi kita makan soto bersama."


"What..?! seorang Kelvin makan soto di sebuah kantin karyawan..? apa saya tidak salah dengar?!'


"Kak Sandra boleh tanya langsung pada Pak Kevin."


"Baiklah..baik.."


"Hmm.. Oiya, hal apa yang kau takutkan dalam hidup..?" ucapnya sambil meneguk air berwarna merah muda.


"Maksud kak Sandra..?


"Ya seperti contoh, apa kau takut dalam kegelapan atau ketinggian, hingga membuat mu trauma."


Savira menatap lekat wajah Sandra "Kenapa kau diam? apa pertanyaan ku membuat mu takut? Savira gelengkan kepala "Lalu kenapa tidak Jawab?" Sandra mengusap punggung Savira lembut "Oke anggap kita sudah berteman lama, kau tidak perlu sungkan bercerita padaku."


"Saya hanya takut pada kedalaman. Saat saya kecil pernah jatuh dalam kali bendungan, untungnya ada yang menyelamatkan saya, sejak saat itu saya trauma."


"Bagus! kau telah membuka kartu mu sendiri!' gumam Sandra dalam hati, tersenyum puas.


"Kita kesana yuk, sepertinya udara dekat kolam lebih segar. Apalagi banyak di padati tamu undangan."


"Kenapa kak Sandra tidak menemani Pak Kelvin, bukankah tunangannya harus selalu dekat."


"Ohya..?!"


Mereka berdua berjalan kearah dekat kolam renang yang berada di tengah-tengah acara. Setelah lama berbincang Sandra mengundurkan diri.


"Savira, saya kedalam ruangan dulu Ingin menemani Kelvin, saya rasa sudah cukup perbincangan kita, lain waktu kita sambung kembali, senang berkenalan dengan mu.'


"Sama-sama kak Sandra, saya juga senang berkenalan dengan kakak, apalagi saya tidak sendirian ada yang menemani ngobrol."


"Ya sudah, saya tinggal dulu ya."


"Okey kak!"


Sandra melangkah masuk kedalam ruangan dan ia berjalan kearah pantry.


"Hey kau sini! panggil Sandra pada seorang pelayan.


"Ada apa Nona?!"


Sandra mengeluarkan amplop dalam tasnya "Didalam amplop ini ada uang senilai tiga juta. kau mau uang tidak?!


"Tentu saja saya mau?


"Ada tugas untuk mu!


"Tugas apa..?!"


"Mendekat lah..."

__ADS_1


Sandra mulai berbisik pada pelayan itu dan memperlihatkan foto Savira yang baru ia foto bersama. "Hanya itu saja tugas saya? tentu saja itu sangat mudah."


"Lakukan dengan baik, uang ini akan menjadi milikmu."


"Baiklah, saya akan kerjakan dengan baik."


"Bagus! lakukan sekarang!"


Pelayan laki-laki itu berjalan kearah Autdoor sambil membawa baki berisi minuman.


Savira yang sejak tadi mencari Devan, berjalan kesana-kemari tanpa ia sadari seorang pelayan menabrak nya.


"BUKK!"


"Maaf Nona, hati-hati kalau berjalan! hampir saja gelas dalam tangan saya berjatuhan!"


"Maaf, saya tidak sengaja."


"Bisa bantu saya pegangkan baki berisi gelas-gelas ini sebentar? tali sepatu saya terlepas."


"Ohh.. baiklah."


"Sebelah sana Nona, dekat kolam itu."


Tanpa curiga sedikitpun Savira mengikuti langkah pelayan itu dan ia menyerahkan baki berisi minuman. Saat pria itu berjongkok untuk membetulkan tali sepatunya, Savira berdiri di pinggir kolam renang. Tiba-tiba pria itu menendang kaki Savira, reflek Savira terkejut dan terjatuh ke dalam kolam.


"BYURRR!!!!


"TOLONG......"


Savira berteriak, Namun pelayan itu malah pergi meninggalkannya. Savira terus berusaha berteriak walau ia hampir kelelep karena tidak bisa berenang dan masih memiliki trauma.


"TOLONG....!! tangan Savira terus melambai-lambai, Walau tubuhnya mulai turun kebawah.


"Hey lihat ada yang kecebur kedalam kolam!" seru seorang tamu undangan.


"Ya Tuhan siapa yang tercebur? bukankah kolam renang itu sangat dalam, mencapai tiga meter. Bisa mati orang itu bila tidak buru-buru dia angkat!" cerus salah seorang dari mereka.


"Tuan.. seorang wanita yang tadi bicara dengan Anda tercebur kedalam kolam renang." seru seorang bodyguard yang berlari kearah Kelvin.


"Savira.....!!!


Tanpa banyak bertanya, Kelvin yang sedang berbincang dengan pejabat kota, berlari keluar dari rooms seraya melepaskan texsudo nya. Ia menceburkan diri kedalam kolam.


"BYURRR!!!


"Vano... Savira tercebur kedalam kolam!" seru Bella yang mendengar suara orang-orang memanggil nama Savira.


"Ap-apa..? SAVIRA....!!!


Vano yang kebetulan masih berada di area dekat kolam, langsung berlari dan menceburkan diri kedalam kolam.


"BYURRR....!!!


💜💜💜


@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76

__ADS_1


@Bersmbung....


__ADS_2