Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Terlepas dari Jeratan


__ADS_3

"AKU TIDAK AKAN PATUH PADA ANJ*NG SEPERTI MU!!!! balas Reno keras.


Yanto memberikan instruksi kepada orang-orangnya untuk menghajar Reno. satu orang meninju wajah dan perut secara beruntun, aki-laki itu tidak bisa membalas karena tangan dan kakinya dipegang kuat oleh empat orang. Reno baru dilepaskan ketika sudah babak belur. Sebenarnya Reno mampu melawan mereka sekaligus, rupanya Yanto tahu kelemahan Reno, hingga Reno tidak dapat membalasnya.


Sebelumnya, saat Reno di pukul kepalanya. ia sudah diberikan suntikan yang melemahkan otot-otot nya, hingga Reno tak mampu untuk melawan.


"Apa Anda memilih kematian yang cepat atau lama? Semua terserah anda!" Yanto berjongkok di depan tubuh Reno yang tersungkur. alih-alih takut Reno malah tertawa keras dia berusaha duduk sambil mengelap wajahnya yang sudah berlumuran darah "Tidak keduanya!" Reno tertawa dan menatap dingin kearah Yanto "kau pikir, akan bisa lolos dari semua ini!" pekik Reno dengan tatapan menghunus.


"Arrgghh.. sialan! kenapa tubuh ku lemas begini? seakan semua tulang ku rapuh." umpat Reno dalam hati.


"Tentu saja, saya harap anda tidak lupa betapa cerdiknya saya! Apa anda kira saya akan menyia-nyiakan kelicikan saya begitu saja, Seharusnya anda sadar kalau saya belajar dari tuan Reno!" Yanto tergelak.


Yanto mengerutkan alisnya mendengar Reno tertawa lagi. Dia tidak melihat ketakutan sama sekali dari ekspresi wajahnya, malah Reno duduk dengan santai di lantai.


"Aku akui kau memang sangat cerdas dan licik, tapi kau lupa siapa aku? apa kau pikir semua yang aku miliki sekarang datang dari langit atau peninggalan nenek moyang mu!" tawa Reno surut, dia menatap tajam ke arah Yanto "Kau terlalu meremehkan aku Yanto!"


"Apa maksud Anda?!


"kau sengaja membuat kekacauan di mansion setelah kepergian ku ke Jerman untuk mengurus papa ku yang sakit. Saat itu aku baru menyadari saat kau mengantar aku ke bandara. Kau pernah berkata ingin resign, lalu kau bertanya kode rahasia Genk Naga hitam, dengan alasan untuk menjaga keamanan mansion. Sebenarnya aku sudah curiga saat kau bertanya Genk rahasia milikku, bodohnya aku tidak melihat kelicikan di matamu malam itu!


Tujuan mu hanya satu, merampas semua harta ku dan ingin mengganti posisi diriku di dunia Genk mafia dan menendang ku dengan permainan bodoh mu!


Yanto mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras. "Sekarang anda sudah tahu! tidak ada lagi jalan keluar, tanda tangani saja lalu saya akan mengantar Anda ke akhirat dengan cepat, bahkan sebelum anda menyadarinya!

__ADS_1


"Setelah itu apa?! apa kau pikir anak-anak ku akan diam saja melihat milik hak Daddy nya di rampas dengan cara licik!' kali ini sorot mata Reno berubah seperti ada bola-bola api yang siap dilesatkan dari kedua kelopak matanya.


"Semua keturunan anak anda akan mampus! tidak lama lagi mereka semua akan menyusul Ayahnya yang seorang pecundang!"


jawaban Yanto seperti bensin menyulut amarah Reno. tangan laki-laki itu terkepal kuat di atas pahanya untuk meredam emosi agar tidak terpancing. Reno menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Yanto bersama para kurcacinya. Reno bukan laki-laki bodoh yang tidak bisa membaca situasi sehingga bertindak gegabah dan akan merugikan dirinya sendiri, mana mungkin seorang yang menguasai dunia hitam di Asia bisa semudah itu ditipu.


"Kau terlalu percaya diri Yanto! pernahkah kau berpikir kalau seekor anjing tetaplah anjing! dia tidak akan pernah menjadi seperti tuannya!


Wajah John memerah, dia sudah tidak sabar lagi meladeni Reno. Yanto mengambil senjata api dari salah satu anak buahnya lalu menodongkan pistol ke pelipis laki-laki itu. "Saya sudah tidak punya kesabaran lagi sekarang! tanda tangani atau senjata api ini akan memecahkan isi kepala Anda!"


Lagi dan Lagi Reno tertawa, bersama suara ribut di luar Villa. letusan senjata api menyala memecah sunyi di waktu hampir dini hari. Dengan sigap Reno segera menangkap tangan Yanto lalu merebut senjata pria itu. keadaan sekarang berbalik, kini malah kepala Yanto yang ditodong senjata api oleh Reno. sementara anak buah pria itu tidak berkutik ketika segerombolan laki-laki berpakaian serba hitam menerobos dengan cepat ke dalam rumah.


"Hey Sayang...." sapa Sabrin tersenyum kearah Reno.


"Cihh! dasar pria arogan, masih untung aku datang menolongmu!"


"Siapa mereka semua?! tanya Reno kepada Sabrina yang melihat sekelompok orang memakai pakai serba hitam bersenjata samurai ditangannya, sedang bertempur melawan anak buah Yanto."


"Nanti saja aku menjelaskannya kalau semuanya sudah beres!


"Di mana Steve?!


Wanita itu menghela nafas kasar "asistenmu tidak berani masuk ke dalam, aku suruh tunggu di luar!

__ADS_1


Saat Reno lengah, Yanto menendang perut Reno dan langsung berlari. Saat Reno ingin melumpuhkannya dengan menembak kaki Yanto, Sabrina menghalanginya "Biarkan saja dia! biar lelaki itu menjadi urusanku! pekik Sabrina, secepat kilat Sabrina mengejarnya dan menendang punggung pria itu dari belakang.


BRUKK!


Yanto tersungkur di tanah. "Brengsek, siapa kau berani ikut campur urusanku!


Wanita itu menatap sinis "Urusan Reno sudah menjadi urusanku! kau mencari mati dengan cara ingin membunuhnya, hadapi aku sekarang!


Sabrina langsung menyerang kearah Yanto. Tak di sangka, ternyata Yanto juga memiliki ilmu bela diri yang lumayan. jelas saja selama bertahun-tahun ikut Reno Ia pun belajar ilmu bela diri dari sang tuan. Aksi saling serang pun terjadi, gerakan Sabrina melayang di udara dan menghantamkan tendangan bertubi-tubi kearah dada Yanto. Darah segar muncrat dari mulutnya. Seketika Yanto terduduk seraya mengatur nafasnya yang hampir habis. Yanto sudah tidak bisa melawan lagi, ia sudah tak berdaya dengan tubuh lunglai ke tanah.


"Bawa dia! jangan biarkan pria penghianat ini kabur! seru Steve kepada anak buahnya. dua orang pria bertubuh tegap mengangkat tubuh Yanto untuk dibawa ke markas Reno.


"Wah! wah... kau sungguh hebat! langsung mematikan lawan!" seloroh Steve tersenyum kearah wanita di depannya.


"Cih! laki-laki kok penakut! sindir Sabrina dengan gaya cuek dan acuhnya. wanita itu langkah pergi meninggalkan Steve.


"Hey, mau kemana, tunggu!"


💜💜💜


@Sudah 2 bab ya. Jangan lupa untuk terus dukung karya Bunda.


@Kalau yang mau skip, nggak usah buat laporan. Bunda sudah berusaha buat cerita yang berbeda. kan bunda bilang berkali-kali. Ini kisah banyak action nya, ada kalanya cerita percintaan, sabarlah, baru'episode segani, ada kok yang sampai seribu. BUNDA sudah setia hari loh Up setiap hari, bahkan sehari 2x hanya untuk menyenangkan hati readers.

__ADS_1


__ADS_2