Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Teka-teki Peta


__ADS_3

Sementara itu mobil yang di tumpangi Samuel dan Matthew tiba-tiba harus berhenti di tengah jalan


"Kenapa berhenti!"


"Ada kecelakaan di depan Tuan, semua kendaraan di berhentikan!"


"Coba kau cari tahu didepan sana."


"Baik Tuan!


Seorang bodyguard turun dari mobil dan berjalan kearah tempat kejadian itu. Tak lama ia kembali lagi dengan tergesa-gesa.


"Ada apa...?! tanya Samuel tak sabar


"Maaf tuan, di depan ada kecelakaan tabrakan mobil, dan satu mobil masuk jurang. Tapi...


"Tapi apa...?!


"Sepertinya saya mengenal mobil itu dan mengenal korban dari salah satu dari kecelakaan itu."


"Siapa dia..?!


"Jack!!


"Apa!!!!


Dengan cepat Samuel keluar dari mobil di ikuti Matthew dan berjalan kearah terjadinya kecelakaan.


"Minggir semua!" seru bodyguard Samuel, menghalau orang-orang yang berkerumun.


Samuel mendekati seorang lelaki yang tergeletak di bahu jalan.


"Paman dia benar-benar Jack! apakah dia sudah mati?! bisik Matthew.


"Aku juga belum tahu, dia sudah mati atau masih hidup."


"Lihat Paman! sedan biru itu yang di tumpangi Nathan, mobil itu benar-benar masuk jurang.


"Aku harap anak itu sudah ke alam baka!" gumam Samuel penuh penekanan.


"Maaf anda siapa?! tanya seorang bapak pada Samuel yang tentu saja si Bapak itu terlihat bingung, karena wajah mereka bukan orang asli pribumi alias bule.


"Apa Bapak tahu kejadian kecelakaan ini? saya masih salah satu kerabat yang kecelakaan. Dan bagaimana mobil itu bisa masuk jurang?!"


"Saya tukang buah yang biasa mangkal di pinggir jalan ini Tuan. Saat kejadian nya saya kurang tahu persis, tapi tiba-tiba dari arah sana saya melihat mobil kebut-kebutan dan menabrak mobil didepannya, hingga si penabrak malah membelokkan mobilnya kearah jurang dan satu orang terlempar dari dalam mobil."


Seketika Samuel dan Matthew dibuat bingung oleh penuturan Bapak tersebut, mereka saling berpandangan.


"Berarti Jack terlempar dari dalam mobil? gumam Samuel anggukan kepala.


"Tuan, kepolisian sudah datang ke sini!" bisik seorang bodyguard.


"Baiklah terima kasih infonya pak!" ucap Samuel.


"Matth kita pergi secepatnya dari sini sebelum kepolisian banyak tanya!


"Bagaimana dengan Jack? dan kita belum mengetahui kondisi Nathan, apakah dia masih hidup atau sudah mampus!"


"Kau pakai saja otakmu itu! mana ada orang yang sudah masuk kejurang masih hidup! Nathan sudah jadi arwah gentayangan didalam sana! seru Samuel seraya meninggalkan lokasi tersebut.


Samuel masuk kedalam mobil di ikuti Matthew. "Kalian berdua urus si Jack! ingat, jangan sampai polisi tahu tentang identitas kita, tugas kalian hanya memantau kondisi di tempat lokasi, dan kabari aku bila kalian melihat jasad Nathan!

__ADS_1


"Baik tuan!"


"Matthew! cepat kita tinggalkan tempat ini sebelum ada yang curiga!"


"Baik Tuan!


Matthew mulai melaju dengan cepat meninggalkan lokasi tersebut


***


Sebuah sport merah memasuki sebuah gerbang yang terbuka lebar. Dengan cepat Vana masuk dan memarkirkan dengan sempurna. Bibirnya tersenyum saat mobil sang kakak sudah terparkir di dalam garasi. Vana membuka pintu mobil dan berjalan keluar dengan cepat.


"Untung lah kak Vano sudah pulang! gumam Vana seraya melangkahkan kaki jenjangnya. matanya melirik jam di pergelangan tangannya "Sudah pukul 10.30 menit. Semoga saja kak Vano belum tidur.


Tak, tok, tak, tok..." suara hells Vana terdengar nyaring.


"Selamat malam Nona Vana? apa mau saya buatkan minuman atau cemilan." tanya seorang pelayan muda yang membukakan pintu untuk Vana.


"Nggak usah mbak! oiya.. apa kak Vano baru pulang?"


"Sudah satu jam lebih Mas Vano pulang."


"Okeh ya sudah, aku akan menemuinya."


Gegas Vana berjalan kearah lift untuk menemui sang kakak.


Ceklek!


"Kak!


Tiba-tiba Vana masuk kedalam kamar Vano tanpa mengetuk pintu dulu.


"Vana!!!! pekik Vano dan berlari masuk kedalam kamar mandi.


"BRAKK!!!


"Diam disana jangan masuk dulu! teriak Vano dari dalam kamar mandi.


CEKLEK!


"Kebiasaan! nggak ketok pintu dulu, main nyelonong ajah!" omel Vano kesal seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


"Lagian kenapa kakak harus bugil begitu sih!" celetuk Vana terkekeh


"Jangan ketawa! kau pikir lucu. Aku baru selesai olahraga, baru juga bukan pakaian kau sudah masuk!"


"Seharusnya kan buka baju tuh di dalam kamar mandi! ucap Vana santai, ia masuk kedalam kamar dan mengambil minuman kaleng dari dalam kulkas yang berada di dalam kamar Vano.


"Ada apa dateng-dateng langsung nyelonong."


"Ceeesssss! Vana membuka tutup kaleng yang bersoda lalu di teguknya.


"Kak! Vana berjalan kearah sofa yang di duduki Vano "Aku mendapatkan ini!' Vana membuka tasnya dan memberikan sebuah gulungan kertas pada sang kakak.


"Apa ini Dek!


"Coba kakak buka saja!


Vano membuka gulungan kertas yang di berikan sang adik. Seketika mata Vano terbelalak "Peta?! darimana kau dapatkan peta ini, Dek!"


"Ceritanya panjang kak!

__ADS_1


"Coba ceritakan semuanya, apakah peta ini hanya jebakan atau memang sengaja ada orang yang memberitahu kan tentang harta Karun itu?!


kemaren malam aku berniat ingin pulang, karena sudah berjanji pada Zidane mau ajak nonton film horor, tapi aku ketiduran karena kelelahan. Seorang suster membangunkan aku karena mengigau. Aku terbangun dan memutuskan tidak jadi pulang karena sudah tengah malam. Saat aku membuka jendela, aku di kejutkan oleh seseorang berpakaian serba hitam melempar botol yang ternyata berisi peta ini!"


"Kau menangkap orang itu!


"Tidak sempat kak! dia langsung loncat dan merambat tembok lalu menghilang diatas atap."


"Aneh! Vano menggaruk-garuk dagunya yang berbelah.


"Jadi..? itu benar peta tersimpan nya harta Karun?!


"Sepertinya ia, kita pernah melihatnya saat flashdisk itu kakak buka."


"Jadi dimana sekarang flashdisk itu kakak simpan?! disana banyak bukti yang tersimpan, bahkan pembunuhan masal satu kampung pada orang-orang kejam itu!"


"Hah! Vano menghela nafas panjang "Sayangnya kakak lupa menaruhnya. Sebelum kakak pergi ke Jerman, pernah menaruh di dalam lemari bawah pakaian."


"Berarti sekarang flashdisk nya adakan?!


"Justru itu tidak ada!"


"Kenapa kakak sangat terledor sih! flashdisk itu adalah bukti, sudah pasti ada pejabat kota yang terlibat!"


"Apa kita diskusikan pada Daddy?! tanya Vana memberikan saran.


"Jangan! jangan dulu libatkan Daddy, aku harus cari dulu sebelum bertindak dan Daddy tahu semuanya."


"Kalajengking! pekik Vano seraya menatap langit-langit plafon.


"Apa maksud kakak?!


"Si pembunuh itu memiliki tato kalajengking!"


"Yang menyerang kita di koridor rumah sakit saat peledakan laboratorium itu, mereka seorang ninja bayangan dan memakai tato kalajengking di tangannya, apa mereka bagian dari kelompok genk kalajengking?!


"Entahlah, setahu kakak Ninja bayangan bukankah kelopak kalajengking. Apa kelompok genk kalajengking menyewa Ninja bayangan untuk mengelabuhi kita? dan ilmu mereka juga tinggi, untung aku di tolong Daddy saat melawan mereka!"


Vana beranjak dari duduknya dan meneguk habis minum kaleng itu. "Ternyata Daddy memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi dan tidak di ragukan lagi, fisiknya juga kuat dan masih atletis. Aku sangat bangga memiliki Daddy yang tampan dan gagah." tutur Vana tersenyum bangga.


"Kita harus bersyukur memiliki kedua orangtua yang baik, dan sangat mendahului kelurga diatas segalanya."


"Jadi bagaimana dengan peta ini?!


"Kakak akan selidiki besok dan mencaritahu tentang peta ini!


"Aaaaaaakkkhhh.....!!!


"Siapa yang berteriak!


"Sepertinya itu suara Zidane, kak!


"Ada apa dengan Zidane?!


Mereka berdua berlari keluar kamar.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


@Bunda sudah masukin visual Nathan terbaru dan Matthew di IG ya.. Akan menyusul visual Tiffany dan KelvinπŸ₯°


@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘

__ADS_1


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76


@Bersambung....


__ADS_2