Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Pertemuan Yang Tak Terduga


__ADS_3

Devan melihat kaki Savira yang membengkak, lalu ia berjongkok "Vir, apa ini sakit?"


Savira mengigit bibir bawahnya dan mengangguk. Devan mendesah pelan, lalu mengangkat tubuh Savira.


"Ehh-pak! apa-apaan ini, turunkan! pekik Savira merasa malu, sebab hampir semua orang yang berada di depan lobby melihat kearah nya.


"Sudah kau diam saja, jangan banyak bergerak! balas Devan, sambil menggendong ala bridal style. Savira tidak bisa membantah keinginan Dev, ia terlihat pasrah dan mengalihkan pandangan nya dari tatapan banyak orang.


"Van! aku bawa Savira pulang duluan. Kasihan kakinya bengkak, sepertinya ia sulit berjalan." tukas Dev saat sudah berdiri di samping Vano yang terlihat sibuk dengan ponselnya.


Vano menoleh kearah Dev dan Savira "Apa beneran kau tidak bisa jalan?" tanya Vano menatap Savira yang pandangan kearah lain.


"Apakah aku seorang pembohong!" cetusnya kesal "Pak Dev! turunkan saya. Saya tidak mau di tuduh pembohong apalagi mencari perhatian!"


"Aku tidak mau kau kenapa-napa vir. Kau sudah bekerja di perusahaan Mahesa, kau menjadi tanggung jawab kami!" tutur Devan pengertian.


"Van! apa kau tidak bisa lihat pergelangan kaki Vira yang bengkak? bagaimana kalau Mommy Dena tahu Savira seperti ini? apa Mommy mu tidak menyalahkan kita yang tidak becus menjaga adik kita."


Vano menarik nafas dalam-dalam seraya menatap Savira dan Devan bergantian "Ya sudah, kau antarkan Savira pulang. Aku harus kembali ke kantor."


"Oke, aku antar pulang Savira dulu, setelah itu aku kembali ke kantor." Vano mengangguk pelan. Dev membawa Savira kedalam mobilnya. Lalu mendudukkan di samping kemudi.


"Apa kita kerumah sakit dulu, takut ada tulang yang retak."


"Tidak usah kerumah sakit. Aku istirahat di rumah juga sehat lagi."


"Sebenarnya kamu itu kenapa? pergelangan kakimu bisa bengkak?"


Savira menceritakan kejadian semuanya. Ia terjatuh karena berjalan terburu-buru dan kakinya terkilir. Namun Savira tidak pernah menyalahkan Vano akibat ia terjatuh.


"Kalau begitu kita ke tukang urut, bila di biarkan kakimu akan semakin sakit."


Savira mengangguk dan mendengarkan saran Devan. "Ya sudah, kita mau ke tukang urut mana Pak!


"Bila diluar kantor, panggil saja kak Dev!"


Savira tersenyum lembut "Baik kak!"


"Kakak punya kenalan tukang urut yang bagus." ujarnya seraya melajukan mobilnya


"Kalau kak Dev antarkan aku ngurut, bagaimana dengan kak Vano. Bukankah kakak harus kembali ke kantor."

__ADS_1


"Kau tidak usah khawatir. Tadi kau lihat sendiri bukan? kakak menang tender. Pasti CEO dingin itu tidak akan berani marah sama kak Dev bila tidak balik lagi kekantor."


Sementara di dalam sedan hitam, mobil melaju dengan cepat. Vano melonggarkan dasi yang bertengger di lehernya.


"Sejak kapan Dev begitu perhatian pada Vira? gumamnya pelan "Tunggu! bukankah Dev pernah bilang kalau sedang mendekati wanita masa depannya? berarti yang dia maksud itu adalah Savira?! Vano menyugar rambutnya kasar "Sadar bodoh! untuk apa aku peduli pada mereka?! rutuknya dalam hati "Bukankah Savira hanya berstatus seorang adik saja. Aku tidak boleh memiliki perasaan lebih pada adik angkat ku sendiri. Sudah ada Bella yang setia menungguku."


"BELLA... Ahh, aku hampir saja melupakannya. kenapa aku sangat merindukanmu Bell.." Vano merogoh ponsel dari saku celananya dan mulai menghubungi kekasihnya.


"Hallo sayang..." panggil Bella di sebrang sana.


"Bell, kau berada dimana sekarang..?"


"Kenapa..hmm..? tumben menanyakan keberadaan aku. Are you missing me dear (apa kau sedang merindukan ku sayang)


"Of course I really miss you today ( tentu saja aku sangat merindukanmu hari ini)


"Datang lah kerumah ku. Aku akan buatkan kamu pasta dan masakan dari negara asal ku honey."


"Wah pasti enak, baiklah selesai pekerjaan di kantor. Pulangnya aku mampir ke apartemen mu!"


"Okay sampai ketemu nanti.."


Selesai memutuskan sambungan telepon dengan Bella, Vano bernafas lega. Setelah jam kemudian mobil berhenti di depan lobby perkantoran."MG"


"Vir kau pasti haus kan? kakak belikan air di warung sebrang sana dulu ya."


"Iya kak, jangan lama ya."


Devan berjalan keluar dari pintu gerbang dan menyebrang, sebab warung berada di sebrang jalan. "Minta air mineral botol ya pak!"


"Berapa Mas..?


"Dua, sama minuman kopinya dua juga."


"Ada lagi mas.."


"Sudah itu saja. berapa?"


"Jadi 20 ribu."


Vano mengambil uang pecahan 50 ribuan. "Sudah ambil saja kembaliannya Pak!"

__ADS_1


"Beneran ini Mas..? terima kasih banyak Mas, semoga rezeki nya nambah."


"Pak minta sumbangannya, saya belum makan." Lirih seorang wanita paruh baya mencolek punggung lebar Devan. Sontak Devan membalikkan tubuhnya dan menatap wanita yang berdiri di depannya dengan wajah pias. Rambutnya aut-autan sepertinya tidak pernah di keramas. Pakaiannya sangat lusuh dan kotor. Menguar aroma bau dari tubuh wanita itu. Devan mengeryitkan keningnya dan menatap wajah wanita itu dalam. Seketika ia terkejut dan menjatuhkan botol minuman.


"Sana pergi! jangan jadi tukang minta-minta disini! Dasar pencuri!" bentak Bapak warung itu mengusir dengan kasar sambil mendorong tubuh wanita paruh baya itu hingga terjatuh. Tangan wanita itu membawa kantong kresek hitam yang ia dekapkan di dadanya.


"Pak jangan kasar! bentak Devan.


"Tapi wanita ini sudah sering minta-minta dan mencuri roti di warung saya mas! sangat jorok dan bau pesing, pasti dia nggak pernah mandi. Dasar orang gila!" sungut Bapak warung itu lagi, seakan tidak ada habisnya membenci sosok wanita itu.


Dev sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. "Hati-hati kalau bicara Pak! saya bisa saja hancurkan warung bapak sekarang juga! Bentak Devan dengan kedua tangan terkepal. Melihat ada pertengkaran antara Dev dan Bapak warung. Wanita paruh baya itu berlari menjauh karena ketakutan. Dev melihat wanita itu berlari, ia mengejarnya.


"Tunggu jangan pergi! seru Devan dengan nafas turun-naik menahan emosi.


Wanita itu tidak perduli dengan teriakan Devan. Ia terus berlari seperti orang ketakutan. Dan wanita itu menghilang di sebuah perumahan kumuh. Devan kehilangan jejak nya, tiba-tiba airmatanya menetes berjatuhan.


"Ibu dimana kau...!" teriaknya dengan tangisan tertahan. Sesak rasanya melihat wanita yang pernah menghadirkan kedunia dalam keadaan kurang waras.


"Ibu... itu kau kan? Dev terdiam sejenak dan mengingat wajah wanita minta-minta tadi. "Aku tidak salah, wanita tadi benar ibuku Elsa. Ada apa denganmu bu? Kenapa nasibmu seperti ini! kemana suami ibu yang selalu ibu banggakan itu? Apakah anak-anak Om Handoko telah menyakiti ibu?" begitu banyak pertanyaan dalam benaknya yang belum bisa ia jawab. Devan menyugar rambutnya frustasi.


"Ibu....." teriak Dev terus berjalan dan masuk kedalam perumahan kumuh. Ia bertanya-tanya pada setiap orang yang lewat sosok wanita yang baru saja ia temui tadi. Sosok wanita yang ia anggap ibu kandungnya. Namun, tidak ada seorang pun yang tahu. Dev berjalan hingga berhenti di sebuah kebun singkong. Saat ia ingin masuk kedalam, ia teringat akan Savira yang ia tinggalkan cukup lama.


"Ibu... dimana kau bu... Aku Devan anak ibu!" seru Devan, tubuhnya luruh di tanah. ia sudah tidak perduli tatapan orang-orang yang menganggap dirinya aneh dan stress.


"Ibu... hiks.. hiks.. Kenapa ibu..? kenapa ibu tidak pernah menemui ku. Ma'afkan aku bu.." Hati Devan begitu hancur saat melihat keadaan ibu kandungnya menjadi pengemis di jalanan demi sesuap nasi, dengan penampilan berantakan dan bau, seperti kurang waras.


Devan mengepalkan kedua tangannya "Om Handoko! bila ibu seperti ini karena perbuatan mu, akan aku hancurkan hidup mu dan anak-anak mu!" ancam Devan dengan tangan mengepal kuat, hingga urat-uratnya menonjol. Ekspresinya terlihat murka.


"Aku janji akan mencarimu bu! tidak akan aku biarkan ibu jadi pengemis di jalanan! Dev bangkit "Aku harus menemani Savira. Setelah itu ke kantor polisi untuk meminta bantuan mencari keberadaan ibu.."


_________


😥😥😥


@All.. ma'af banget, Bunda salah kirim naskah. Malah ulang naskah kemarin. Lain kali Bunda akan lebih jeli lagi..🙏😘😘


@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘


@Bunda mau promosi novel terbaru..


"AKU BUKAN CINDERELLA"

__ADS_1


Ayo mampir All.. kisahnya menguras emosi dan airmata loh...


@Bersambung.....


__ADS_2