Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Kembali Lagi


__ADS_3

"Sudah datang utusan seorang wanita kerumah sakit Nona Vana."


"Good! apa wanita itu menyukai kiriman bucket bunga dariku?


"Bucket sudah sampai sejak tadi pagi, Tuan!


"Okay, bawakan aku wine. Aku ingin merayakan bersama kakakku!" Pria itu tergelak.


Seorang pria datang membawa nampan berisi wine, anggur merah yang berakohol dengan dua gelas tinggi, lalu di letakkan di atas meja.


"Silakan Tuan..?" ujar pria itu, setelah menuangkan gelas berisi wine. Pria tampan berperawakan tinggi besar itu mengangkat gelas berisi wine, ia teguk dan di sesapi perlahan. Aroma anggur menguar kuat, rasa pahit dan manis mendominasi dalam wine tersebut.


Masuk seorang pria tampan berkulit putih, postur tubuh kekarnya berbalut texsudo abu-abu. "Kau sudah kembali...?!" tanya pria itu, seraya menghempaskan bokongnya di sofa.


"Baru dua hari aku di Jakarta." Pria itu mengangkat gelasnya untuk tos bersama. Pria yang baru saja duduk menuangkan wine kedalam gelas tinggi, lalu mereka saling medentingkan gelas. "Ting!"


"Bagaimana kalian akan bekerjasama dengan perusahaan Mahesa? bukankah anak Tuan Reno yang pertama sekarang menduduki posisi CEO, menggantikan posisi Ayahnya."


"Aku akan ada pertemuan dengan Pak Zevano sore ini di hotel "Nirwana"


"Good! aku akan terus dukung. Kau harus balaskan sakit hatimu pada Tuan Reno, Nathan! Pria itu menepuk pundak adiknya dan mengangkat sudut bibirnya, lalu menghabiskan wine ditangannya.


"Pasti! aku sudah berusaha untuk berbaik hati, Namun, Tuan Reno tidaklah tahu diri dan selalu menganggap ku musuh!"


"Lalu, apakah kau masih jatuh cinta pada anaknya?!"


"Cinta...!! Nathan mengangkat sudut bibirnya "Aku akan buat anak gadisnya tergila-gila padaku, setelah itu akan mencampakkannya.


"Kau yakin? bukankah kau sangat tergila-gila dengan cinta pertama mu!"


"Itu dulu! sekarang perasaan ku sudah mati untuknya! akan ku buat ia merasakan apa yang sudah Ayahnya perbuat padaku!"


"Austin!


"Iya Tuan!"


"Kita akan berangkat setengah jam lagi. Persiapkan semuanya dari sekarang!


"Baik Tuan!


pria bernama Austin keluar dari ruangan, tak lama kembali dengan membawa sebuah kotak dan memberikannya pada Nathan. Pria bermata biru membuka sebuah kotak. Lalu ia berdiri di depan cermin. Tangannya mengambil sesuatu dari dalam kotak. Sebuah janggut dan kumis ia tempelkan di wajahnya. Alis tebal yang hitam lebat itu, ia tempelkan dengan alis buatan berwarna coklat kemerahan. Tak lupa lensa berwarna coklat tua ia sematkan di kedua mata birunya. Senyuman mengembang di sudut bibir Nathan.


"Bagaimana? apa aku masih seperti Nathan! tanyanya pada Matthew yang sedang menatap adik tirinya.


.


"Ckckckc...Wah, kau sangat cerdas! sungguh luar biasa.. tidak tampak wajah Nathan sedikitpun! decak Matthew terpukau dengan penampilan Nathan yang sangat jauh berbeda dari karakter yang akan ia perankan.


"Austin! ayo kita berangkat!"


Austin berjalan mendekati tuannya dan memberikan sebuah topi bundar dan tongkat.


"Sangat sempurna Tuan Leon!" puji Austin setelah melihat penampilan Nathan yang jauh berbeda-beda dari aslinya.


"Let's go..!! Nathan berjalan meninggalkan ruangan setelah berpamitan pada Matthew.


Setelah kepergian Nathan, Matthew mendapat panggilan telpon dari adiknya.

__ADS_1


"Hallo my honey..?


"Kak, jemput aku di bandara internasional besok. Aku berangkat setengah jam lagi dari New York!"


"Mommy tidak ikut ke Jakarta?!


"Tidak kak! aku hanya akan berlibur beberapa minggu. Mommy sibuk dengan urusan sosialita nya."


"Jeniffer berhati-hatilah, Tapi kau tidak usah khawatir, orang-orang ku sudah menjagamu!


"Okay kak!


Sambungan telpon berakhir, Mathew melangkah pergi keluar dan melajukan mobil sport nya dengan kecepatan tinggi.


Sementara mobil sedan yang di tumpangi Nathan masih terus melaju ketempat pertemuan yang sudah di sepakati. "Akhirnya aku kembali lagi, tapi bukan sebagai Nathan. Namun sebagai Mr Leon!" Nathan tersenyum misterius.


~Flasblack~


"Cepat gali lebih dalam lagi! seru David, berteriak pada anak buahnya yang sudah datang di tempat lokasi.


"Nathan! David berteriak saat melihat tubuh Nathan yang tertimbun tanah merah. ia memeluknya erat. "Cepat kita bawa kerumah sakit sebelum terlambat!"


Orang-orang David membantu menggotong tubuh Nathan masuk kedalam mobil.


"Cepat kalian tutup kembali lubang itu, agar tidak ada yang curiga!"


Setelah menutup lubang itu, mereka semua meninggalkan villa. Mobil melaju dengan cepat, menempuh perjalanan 20 menit sampai di rumah sakit. Petugas medis bergegas membawa tubuh Nathan keruangan ICU untuk dilakukan observasi.


Ruangan ICU terbuka, seorang Dokter keluar dan berkata pada David yang berdiri di depan pintu "Secepatnya pasien harus mendapatkan transfusi darah. Ia kehilangan banyak darah, bila tidak nyawa tidak akan tertolong lagi."


Deg! jantung David bergetar hebat. Dadanya bergemuruh menahan diri untuk tidak terjatuh karena lemas, baru saja David mendapatkan pertolongan tangannya yang terkena tembak, untungnya pelurunya tidak tembus kedalam dagingnya.


"Tidak bisa, Tuan! Anda tidak boleh donorkan darah. kondisi anda sedang tidak sehat. lagipula darah pasien sangat langka dan tidak ada di rumah sakit ini!"


"Apa darahnya..?!"


"Rh-null, adalah jenis darah langkah dan hanya di miliki kelurga itu sendiri. Lebih baik Anda hubungi kelurga pasien untuk mendonorkan darahnya."


"Ba-ik Dok, saya akan coba hubungi Keluarga sahabat saya."


"Tolong secepatnya, waktu kita tak banyak. Pasien harus menjalani operasi. Bila sudah ada kabar dari si pendonor, bisa temui saya di rungan saya."


"Iya Dok!


"Boleh saya menemui sahabat saya sebentar, Dok!"


"Silakan.."


David masuk kedalam ruangan ICU, ia mulai terlihat frustasi dan suaranya tercekat saat melihat kondisi sahabatnya yang tak berdaya dan mengenaskan. David sangat sedih, bola matanya berkaca-kaca saat melihat Nathan dengan banyak selang infus di sekujur tubuhnya. "Hanya Matthew yang dapat menolong Nathan, karena mereka satu Ayah! kebetulan Matthew ada di Bali saat ini!" gumamnya.


"Bertahan lah Natha, aku berjanji akan mencari pendonor darar untukmu." Dengan cepat David keluar ruangan, ia mulai menghubungi orang-orangnya untuk mencari keberadaan Matthew.


David masih menunggu dan mundar-mandir di depan ruang ICU. Sepuluh menit kemudian, ponselnya berdering.


"Hallo!


"Pak David! tuan Matthew sudah meninggalkan Bali satu jam yang lalu menuju bandara."

__ADS_1


"Apa..?!!


"Dia penerbangan jam berapa? kemana tujuan Matthew!" seru David seraya berlari kearah parkiran, lalu masuk kedalam mobil.


"Penerbangan jam enam pagi, Pak!


"itu artinya masih ada satu jam lagi untuk mengejar Matthew! cepat kalian kejar dia di bandara, jangan sampai Boarding! aku sedang menuju bandara Gusti Ngurah Rai!"


"Baik Pak!


Setelah telpon terputus, David melaju dengan kencang. Lima belas menit kemudian mobil sampai di depan lobby Bandara. David berlari dengan cepat masuk kedalam dan mencari keberadaan Matthew. Satu-persatu pengunjung di bandara ia perhatikan, namun ia tidak melihat keberadaan Matthew.


"Ya Tuhan, dimana aku harus mencari Matthew. Nyawa Nathan sedang sekarat, ia membutuhkan banyak darah! David mulai frustasi.


"Aaagrrh! David menjambak rambutnya sendiri karena kesal, ia tidak ingin Nathan pergi dengan cepat. Ia tidak rela harus kehilangan sahabat yang terbaiknya.


"Nathan! please... jangan menyerah! teriaknya dalam hati.


"Pak!


"Ahh! kalian baru datang! cepat kalian lacak Matthew, jangan sampai ia Boarding, adiknya sedang koma, dan membutuhkan darah Matthew!"


"Itu dia Matthew!" seru anak buah David yang melihat Pria bule bermata biru itu sedang masuk kedalam antrian pemeriksaan. Bergegas David berlari kearah Matthew yang akan melewati pintu pemeriksaan, ia menerobos masuk dan menarik tangan Matthew.


"Tunggu Matthew!


"Ada apa ini! seru Matthew terlihat terkejut. Semua orang menatap kearah David dan Matthew.


"Maaf Pak! silakan kalian selesaikan urusan kalian dan jangan mengganggu yang lainnya." seru petugas sekuriti.


"Saya ingin bicara sebentar, ayo ikut!"


Akhirnya Matthew setuju ikut dengan David.


"Kau ini mau apa? waktu ku tidak banyak. kau ganggu perjalanan ku!


"Dengar Matthew, adikmu Nathan membutuhkan darahmu, ia sedang kritis!"


"Untuk apa aku peduli padanya! mau mati baru cari aku! sudahlah aku tidak peduli pada anak haram itu! sungut Matthew dan melangkah pergi meninggalkan David.


"Apa kau tidak ingin balas dendam pada keluarga Tuan Reno! Nathan akan membalaskan dendam untuk kematian Ayahnya, bila kau donorkan darah untuknya."


Matthew menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya. "Apa kau yakin?!


"Aku yang akan menjaminnya! kau tidak usah khawatir, aku bukan orang yang mudah ingkar janji!"


"Okay, aku setuju untuk memberikan darah pada Nathan, namun harus hitam diatas putih."


"Baiklah, aku setuju. Ayo kita berangkat kerumah sakit."


Matthew ikut bersama David menuju rumah sakit.


💜💜💜


Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76

__ADS_1


@Bersmbung....


__ADS_2