
"Kalau begitu silakan nikmati hidangan yang sudah tersedia, acara akan segera dimulai."
Tanpa mereka sadari sepasang mata sedang menatap kearah mereka bertiga dan melihat kemesraan Devan dan Savira yang terlihat serasi malam itu.
"Sayang.. ini pudding buah kesukaan mu. Tadi kau minta ambilkan bukan?" Bella yang berdiri di samping Vano merasa heran, kehadirannya seakan tidak di perdulikan.
"Sayang, siapa yang kau perhatikan..?!" Bella mengikuti arah mata Vano yang sedang memperhatikan dan menatapnya dalam diam.
"Sayang... apa kau sedang perhatikan Savira dan Dev?!
"Bella...?" seperti baru tersadar, Vano buru-buru mengalihkan pandangannya pada Bella.
"Apa mereka sudah jadian...?" tanya Bella lagi.
"Meybe..?
"Semoga mereka menjadi sepasang kekasih, sepertinya mereka cocok. Bukan begitu sayang.."
"Iya semoga saja." ucap Vano datar sambil menelan ludah.
"Ini pudding nya. Aku siapin ya.."
"Thank honey.."
Terdengar suara MC berkumandang dengan pengeras suara.
"Para hadirin tamu undangan yang terhormat, kini saatnya kita resmikan pembukaan Hotel berbintang "Graha Mulia" milik Tuan Kelvin Alvaro. Peresmian di kami buka."
Suara riuh tepuk tangan menggema di seluruh autdoor. Kelvin berdiri di depan pintu utama hotel bersama keluarga besarnya. Kelvin mulai menggunting pita pertama di depan pintu masuk, pertanda peresmian hotel Graha Mulia sudah di buka.
"Mari berikan tepukan tangan yang meriah untuk kelurga besar Alvaro. Sebagai pemilik utama hotel Graha Mulia, kini kita sambut Tuan Kelvin Alvaro"
Suara gemuruh tepukan tangan menggema kembali dan Kelvin mulai berbicara sepatah dua patah sebagai pemilik Hotel Graha Mulia.
"Terima kasih banyak untuk para tamu undangan yang saya hormati, teruma untuk rekan bisnis saya Tuan Zevano Hendra Mahesa yang sempat hadir di acara peresmian hotel saya yang ke-lima. Juga pejabat kota Tuan Hansen berserta jajarannya, rekan bisnis saya lainnya yang tidak bisa saya ucapkan satu persatu, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas kehadirannya dan sudah memenuhi undangan saya. Sekarang peresmian Hotel Graha Mulia di buka."
Para Bodyguard membuka pintu utama, Kelvin beserta keluarganya mulai masuk kedalam Hotel, di ikuti dengan yang lainnya. Kini puncak acara di mulai. Para artis papan atas mulai bernyanyi dan bergoyang bersama. Semua tamu undangan menikmati pesta malam itu.
"Sayang.. ma'af aku terlambat datang, satu jam sebelumnya aku baru saja leading."
Seorang wanita cantik berpostur tubuh seksi memeluk pinggang Kelvin.
"Sandra tolong jangan seperti ini, tidak baik di lihat tamu undangan." bisik Kelvin seraya melepas tangan wanita bernama Sandra dari pinggangnya.
"Hey ada apa dengan mu honey? kenapa sikap mu seperti ini? jauh-jauh dari London aku datang kemari, beginikah cara mu perlakuan seorang kekasih?!"
"Diam lah, jangan berdebat di sini! aku tidak ingin acara ku rusak dengan kehadiran mu di pesta ku!" ucap Kelvin tegas dan langsung melangkah pergi meninggalkan Sanra yang mulai terlihat kesal.
"Brengsek kau Kelvin! beraninya kau mengabaikan aku! aku pastikan hidupmu tidak akan pernah tenang. Akan aku buktikan siapa Sandra itu sebenarnya." wanita itu meneguk anggur merah yang sejak tadi berada dalam genggamannya.
"Sandra!"
"Kak Aurel..?!
__ADS_1
"Akhirnya kau datang juga ke acara peresmian Hotel Kelvin. Terimakasih sudah datang kesini."
"Tentu saja aku pasti datang ke pesta kekasih ku, aku janji tidak akan meninggalkannya lagi." mereka berdua saling cipika-cipiki.
"Sepertinya Kelvin masih marah padaku dan tidak menginginkan kehadiran ku disini. Apa sudah ada wanita lain di hati Kelvin kak?!
"Itukan hanya perasaan mu saja. Setahu kakak Kelvin belum memiliki hubungan dengan wanita manapun. Kau tahu sendiri bukan? Kelvin itu sangat dingin dan kaku pada wanita. Makanya kau jangan pernah tinggalkan Kelvin lagi dan rebut hatinya kembali."
Sandra tersenyum sumringah dan memeluk wanita yang usianya tiga tahun lebih tua darinya. "Terimakasih atas support nya kak, aku berjanji akan terus berada di samping Kelvin dan tidak akan pernah meninggalkannya lagi."
"Nah gitu donk. Yuk kita kesana, akan kakak kenalkan kau dengan keluarga yang lainnya."
Sementara itu Savira dan Devan sedang menikmati hidangan yang berada di area Autdoor. Tiba-tiba Savira tersedak saat memasukkan potongan steak daging kedalam mulutnya. Ia melihat Vano dan Bella sedang berbincang dengan rekannya tak jauh dari dia duduk, namun mata Vano langsung menghunus kearah Savira dan membuatnya kaget dan tersedak.
"Hati-hati kalau lagi makan." Dev mengusap lembut punggung Savira "kau tunggu disini biar aku ambilkan minum." Dev beranjak dari duduknya dan berjalan kearah stand minuman.
"Bukk!"
Karena terburu-buru, tanpa sengaja Dev menabrak seorang wanita dan gelas di tangan wanita itu tumpah ke gaun nya.
"Ma'af Nona!"
Devan merasa tak enak hati melihat wanita cantik itu mengusap dadanya yang tertumpah minuman dingin di tangannya, saat wanita itu mengangkat wajahnya mata Devan terbelalak sempurna.
"Kau..?!
Wanita itu menatap Devan heran dengan kening berkerut "Kenapa melihat saya seperti itu, saya bukan hantu!"
"Bukankah kau wanita di galeri itu? aku tak sengaja menjatuhkan barang belanjaan mu waktu itu karena terburu-buru dan kau meninggalkan sesuatu."
Devan mengaguk "Dan kau meninggalkan dompet mu."
"What! Jadi dompet aku ada padamu?
"Iya, aku sempat mengejar mu, namun kau sudah pergi menghilang. Maaf, aku tidak tahu alamat mu tinggal di Jakarta, yang ku lihat di KTP alamat di New York."
"Terimakasih, saya pikir dompet itu terjatuh di jalanan dan saya sangat panik, karena ada surat penting di dompet itu."
"Dompet mu ada di apartemen ku, akan aku kembalikan besok kealamat Nona...'
"Jennifer. Panggil saja saya jenny."
"Baiklah Nona Jenny. Oh-iya kita belum berkenalan, nama saya Dev!" Devan tersenyum seraya mengulurkan tangannya. Jenifer menerima uluran tangan Dev, lalu mereka mengobrol bersama. Lupa dengan tujuannya mengambilkan minuman untuk Savira, Devan mulai berbincang dengan Jennifer.
"Nona Savira. Sepertinya anda sangat menikmati hidangan di hotel kami."
"Pak Kelvin..? Savira terlihat gugup, lalu ia berdiri dan membungkuk.
"Jangan terlalu hormat, anggap kita sama disini. Oh iya dimana Dev? kenapa tidak terlihat."
"Pak Dev sedang mengambil minum, tapi belum kembali."
"Boleh saya temani."
__ADS_1
Savira mengangguk "Iy-a silakan."
Kelvin mulai menarik kursi dan membuka obrolan santai, terciptalah gelak tawa diantara mereka berdua.
"Tuan itu seorang CEO, apa tidak malu ngobrol dengan saya? lihat tatapan mereka memandang aneh kearah kita."
"Jangan pedulikan mereka, kita semua sama."
"Kenapa harus temeni saya? saya bukanlah siapa-siapa. Banyak tamu dan pejabat lebih penting Tuan."
"Itu hak saya untuk memilih dengan siapa saya berteman, tidak ada seorangpun yang berani mengusik ku!"
"Sayang.. kau disini..?"
Kelvin dan Savira menoleh bersamaan kearah wanita yang baru saja datang.
"Boleh saya bergabung.."
"Kau mau apa disini..?" tanya Kelvin terlihat kesal.
"Tentu saja menemani mu sayang. Aku mencari mu kemana-mana. Ternyata kau ada disini." Sandra melirik kearah Savira "Siapa wanita itu..? boleh aku berkenalan."
Sandra mendekat "Kenalkan nama saya Sandra, tunangan Kelvin Alvaro." Sandra mengulurkan tangannya kearah Savira, dengan perasaan gugup Savira menerima uluran tangan Sandra.
"Saya Savira, sekertaris Tuan Zevano."
"Salam kenal Savira." ucap Sandra bersemangat dengan senyum misterius nya.
Kelvin menarik tangan Sandra dan berbisik "Tolong! pergilah dan sini Sandra, sebelum aku murka!" ancam Kelvin tak main-main dengan rahang mengeras.
Sandra terkekeh "Sayang.. aku sudah jauh-jauh loh datang dari New York. Ayo temani aku dansa didalam, acaranya akan segera di mulai."
Melihat dua orang didepannya sedang berdebat, membuat Savira canggung dan tak enak hati. "Ma'af saya permisi sebentar." tanpa menunggu jawaban dari keduanya, Savira meninggalkan tempat itu.
"Sudah berulang kali aku bilang! jangan pernah datang dan mengusik hidupku lagi!" Kelvin menepis tangan Sandra.
"Sayang.. kenapa kau masih saja membenci ku! sudah berulang kali aku minta maaf padamu? harus kah aku bersujud?!"
"Jangan drama lagi! aku tidak pernah mengundang mu hadir disini!"
"Kak Aurel yang mengundang ku! seharusnya kau menerima ku kembali sebagai tunangan mu, keluarga mu saja masih menganggap ku tunangan mu!"
Mata Kelvin menatap tajam kearah Sandra seraya menghempaskan nafas kasar "Sekali penghianat tetaplah seorang penghianat! tidak akan merubah kepuasan ku untuk memutuskan pertunangan itu!"
Dengan langkah panjang, Kelvin meninggalkan Sandra begitu saja, walau beberapa mata tertuju kearahnya.
"Karena wanita bernama Savira, kau telah berani menolak ku! akan aku hancurkan kau malam ini SAVIRA!!!
💜💜💜
@Terimakasih banyak para readers ku🙏 kalian masih setia dan terus support BUNDA 😍. Ma'af ya Bunda nggak bisa balas satu-persatu komentar kalian, tapi selalu Bunda baca satu-persatu dengan semangat. Dan komentar kalian adalah penyemangat Bunda 🙏😍
@Jangan lupa ya All, terus dukung karya2 Bunda dengan cara.. Like, Vote/ gift, rate bintang 5 dan komentar yang positif.
__ADS_1
@Bersambung...