
Sementara di dalam sebuah ruangan, seorang wanita berteriak-teriak memanggil nama seseorang.
"Dor!
"Dor!
"Dor!
"Kak Matth! keluarkan aku dari kamar ini!"
"Akan aku ceritakan semuanya pada Mommy tentang perlakuan kakak pada ku!"
"Keluarkan aku dari rumah terkutuk ini!!" suara itu tidak henti-hentinya berteriak. Dengan kesal Stefany menendang pintu itu dengan keras.
"DUK! DUK! DUK!
"Ceklek!"
"Brakk!!
"Bisa diam tidak! kau datang ke negara ini cuma cari masalah! kalau aku tahu kau bakal menyusahkan, tidak ku ijinkan kau datang ke sini!" bentak Matthew
"Aku datang kesini untuk liburan, bukan untuk di kurung dalam kamar!" seru Stefany tak mau kalah.
"Kau selalu saja membangkang! kalau saja kau tidak ikut campur dan mencari Nathan ke bandara, paman tidak akan marah dan curiga padamu!"
"Kenapa kak Matth dan Paman sangat jahat pada kak Nathan! kak Nath sangat baik dan selalu menuruti kata-kata kakak dan Paman!"
"Kau ini tahu apa tentang Nathan!"
"Mulai sekarang kau tidak bisa keluar seenaknya, ada banyak musuh disini!"
"Aku bosan di kamar ini terus, aku ingin keluar dan mencari udara bebas. Biarkan aku pergi kelaut, aku juga ingin shopping!
"Huh! Matthew menghempaskan nafas kasar. "Dasar keras kepala! baiklah kau boleh shopping, tapi akan di kawal dua bodyguard."
"Berikan ponsel dan kartu kredit ku!"
"Tidak! pergilah, tanpa harus membawa ponsel!"
"Apa maksud kakak? kenapa aku tidak boleh membawa ponsel ku!"
"Mau mengikuti perkataan ku? atau kau tetap di dalam kamar tanpa pergi kemana pun!"
Stefany menimang-nimang ucapan sang kakak "Sialan, aku tidak bisa bertahan disini terus-menerus, aku harus keluar dari tempat ini dan memberitahu mommy di Amerika." gumam nya dalam hati.
"Apa sedang kau pikirkan? berencana ingin kabur?!
Stefany membelalakkan matanya "Kakak selalu saja berpikiran jelek, bahkan pada adik sendiri!
"jelas aku curiga padamu, karena kau sudah mengecewakan Kakak dan Paman dengan Pergi mencari Nathan!
"Ya sudah, aku akan pergi ke pantai dan shopping. Berikan aku kartu kreditnya!"
"Tidak! semua tagihan pembelanjaan biar kakak saja yang membayar dari sini!"
"Ap-apa?! ponsel kakak sita, sekarang kartu kredit pun tidak diberikan! apa aku hidup di zaman purba?!
"Terserah! cetus Matthew seraya melangkah pergi meninggalkan Stefany.
"Aaaaaaaaa....!!! pekik Stefany seraya hentakan kaki.
Akhirnya Stefany menerima tawaran sang kakak. Mobil yang di tumpangi Stefany melaju dengan kecepatan sedang menuju galeri yang berada di kota kute.
**
Sementara di kediaman keluarga Dokter yang sangat bersahaja, sedang menikmati makan siang diatas balkon yang menghadap lautan lepas di depannya, bersama istri dan anak gadisnya.
__ADS_1
"Mami! papi! Chika harus buru-buru ke campus."
"Habiskan dulu makannya Chik." Davina menatap wajah cantik anak gadisnya.
"Sini biar papi bantu suapin." Robert menggeser kursinya dekat Chika
"Wah boleh juga ide papi." hehehe...
"Dasar anak manja! celetuk Davina sambil masukkan potongan stik kedalam mulutnya.
"Mami cemburu ya, lihat papi suapin Chika!" goda gadis cantik bermata coklat itu.
Davina mengeryitkan alisnya lalu gelengkan kepala "Kamu itu sudah besar Chika, usia sudah 19 tahun masih kaya bayi di suapin papi."
"Pih, kayanya mami juga pengen di suapin deh! bisik Chika
"Mami juga mau papi suapin?" sindir Robert tersenyum geli.
"Ck! kalian berdua sangat kompak ya buat mami kesel. Ya sudah mami mau shopping ke kute dulu."
"Mami kalau ngambek pasti langsung shopping, marahnya mami serem ya pih! sindir Chika sambil terkekeh.
"Sudah kamu kuliah sana! Mami mau ganti baju dulu." Davina beranjak dari kursi dan meninggalkan ruangan makan.
"Mami , Chika bareng mobil mami ya, mobil Chika belum di ambil dari bengkel."
"Ya sudah mami antarkan sampai kampus."
"Yes! thanks ya mih!"
"Nanti papi suruh anak buah papi untuk ambil mobil kamu di bengkel."
"Ganti yang baru ajah ya pih! Chika bosan pakai sport blue."
Robert menarik hidung mancung anak gadisnya "Kebiasaan nih anak gonta-ganti mobil terus, baru lima bulan papi ganti baru, udah minta ganti lagi!"
"Chika bosan pih! ya pih, ganti sama mobil Ferrari, larinya kencang. Mobil nya sama kaya punya kak Vano!" rengek Chika manja.
"Kalau udah urusan dengan mami males!"
"Chika!
Chika menoleh arah suara itu 'iya mih!
"Bersiaplah, kita berangkat sekarang?!"
"Oke Mih!"
"Chika berangkat dulu pih! mencium punggung tangan sang ayah.
"Iya sayang, hati-hati di jalan." Robert mencium anak gadisnya penuh kasih sayang.
Setelah Chika menunggu di luar, Davina berpamitan pada sang suami.
"Sayang, aku pergi dulu." Davina memeluk dan mencium pipi Robert.
"Apa perlu aku yang antarkan honey?"
"Tidak perlu sayang, bukankan kau ada seminar hari ini."
"Memang ada, tapi demi istri tercinta aku rela menundanya."
"Tidak usah mas, Aku bisa pergi sendiri!"
"Oke kalau begitu, belanjalah sepuas yang kau inginkan. Aku akan trasferkan lagi ke rekening mu."
"Ohh my husband, thanks..." Davina menciumi sang suami bertubi-tubi "Kau memang suami terbaik di dunia." puji Davina tertawa lepas.
__ADS_1
"Sudah puas cium nya? look..." Robert menunjuk kearah pintu "Chika disana sedang kesal menunggumu."
Davina terkekeh "Anak kita memang manja dan menggemaskan."
"Menggemaskan seperti ibunya, cantik dan sangat luar biasa." puji Robert mencium kening sang istri.
"Pergilah dan belikan Chika mobil terbaru.'
"What?! Davina membelalakkan matanya "Untuk apa mobil baru lagi?
"Mobilnya masih di bengkel!"
"Jangan terlalu memanjakan anak dengan barang-barang mewah, bukannya aku tidak suka, Chika masih labil dan sangat ceroboh. Sudah berkali-kali mobilnya rusak dan masuk bengkel."
"Anak itu sudah seperti pembalap bila membawa mobil. kau saja yang menasehatinya baik-baik."
Davina mengangguk "Ya sudah aku pergi dulu."
"Hati-hati dijalan ya."
Mobil sedan hitam yang Davina bawa melaju dengan cepat.
"Mih! aku baru dapat kabar dari teman, kalau dosennya tidak masuk hari ini, aku ikut mami saja shopping."
"Jangan keseringan meninggalkan bangku kuliah, mami ingin kamu berprestasi seperti Kakak mu Vano dan Vana."
"Tenang saja Mih, Chika akan menjadi Dokter specialis seperti papi dan kak Vana."
Satu jam kemudian mobil sudah berhenti di depan galeri yang menjual barang-barang branded. Suasana galeri deket dengan pantai kute, dengan panorama pemandangan yang indah dan eksotis.
"Mih, Chika ke toilet sebentar ya. kebelet pipis."
"Ya sudah jangan lama-lama ya. Mami tunggu di cafe."
"Oke Mih!"
Davina melangkah masuk ke sebuah Cafe, lalu berdiri mengantri di belakang seorang gadis yang memesan makanan siap saji.
"Totalnya 175.000 Nona."
"Sebentar!
Gadis itu mencari sesuatu dalam tasnya, terlihat di wajah cantiknya memerah menahan kesal "Ahh, sial aku tidak membawa uang cash! kartu kredit dan ponsel pun di sita kak Matth! bagaimana ini?! gumamnya dalam hati.
"Maaf nona, bisa dipercepat pembayarannya karena banyak yang mengantri."
"
Stefany terlihat gugup dan malu "Ma-af, uang ku ketinggalan. Ada dua orang bodyguard kakak ku menunggu di luar cafe, boleh aku kesana sebentar."
"Jadi pesanan ini ingin di cansel?!"
"Saya tidak cansel, cuma ambil uang sebentar." tukas Stefany menahan malu.
"Tidak mungkin, mereka yang mengantri harus menunggu Nona dulu."
"Maksud saya_
"Saya yang akan membayarkan tagihan gadis ini." Davina mengeluarkan sebuah kartu "Masukan kedalam tagihan saya."
Stefany menoleh dan menatap wajah Davina.
💜💜💜
@Maaf atas ketidak nyamanan readers semua, Kisah Macan Asia ini sudah dari awalnya di ceritakan tentang Genk kalajengking saat usia Vano dan Vana 12 tahun. kalau kisah Vano, Bella dan Savira kan sudah Bunda kasih clue nya, ada cerita segi tiga, biarlah kisah mereka mengalir apa adanya hingga Vano memutuskan siapa cinta sejatinya. Bunda buat disini, kisah Vano dan Reno harus lah berbeda, tidak mungkin sama, juga sifatnya agak sedikit berbeda karakter dengan Reno.
Ada yang bilang suruh tamat ajh. Bisa ajah bunda tamatin, tapi pasti kisahnya gantung. kalau sudah tidak suka baca lagi, maaf nggak usah izin ya, Bunda sangat paham kok 🙏
__ADS_1
Untuk kisah Nathan dan Vana, sabar ya All, pasti akan segera dimulai kisah mereka.
Terima kasih banyak pada kalian yang sudah mendo'akan Bunda dan masih setia baca karya Bunda yang membosankan ini. Semoga kebaikan kembali lagi pada kalian 🙏🥰