
"Aaarghh!!! kenapa semua ini harus terjadi pada hudup ku! bahkan aku tidak bisa melindungi Alea ku dari Matthew! justru aku terjebak dalam permainannya!" teriak Nathan dengan nafas tersengal dan amarah yang meletup-letup.
"Tuan...! sabarlah, tenangkan dulu dirimu. kita harus tenang dan jangan gegabah!" Austin menenangkan tuannya.
Nathan menghempas bokongnya keatas sofa. Dengan cekatan Austin mengambil P3K yang sudah berada di dalam kamar. ia membersihkan darah Nathan yang mulai mengering di telapak tangannya. Mengobati luka bekas goresan anak panah dengan salep, lalu membalutnya dengan perban.
Nathan beranjak dari duduknya dan melangkah kearah pintu.
"Anda mau kemana tuan?!"
"Aku harus melihat keadaan Alea!"
"Gadis itu sudah pergi, tuan lihat sendiri bukan?"
"Tapi perasaanku tidak enak, seperti ada sesuatu yang mengancam dirinya!"
"Tuan tunggu!" Nathan menarik tangan tuannya. "Saya berulang kali katakan jangan gegabah, bila anda masih ingin mendapat kepercayaan dari Tuan Matthew!"
"Hufft! Nathan mendengus kesal "Sampai kapan aku akan terus menjadi boneka Matthew! Semua ini karena surat perjanjian sialan itu!" umpat Nathan dengan tangan terkepal kuat.
"Sampai kita menemukan surat perjanjian itu dan membakarnya, hingga tidak ada bukti yang akan merugikan anda tuan!"
Nathan mulai mendengarkan ucapan asistennya "Kau benar juga, kita harus mendapatkan surat perjanjian itu! Andai David bukan sahabat ku dan orang yang telah menyelamatkan sekaligus telah jerumus kan hidupku pada Matthew, sudah pasti aku mutilasi tubuhnya!" tukas Nathan geram.
Sementara didalam kolam ikan, keadaan semakin menegangkan. Tiba-tiba dari dalam air Vana menyembul keluar dan berdiri di belakang pria bertopeng. Tangannya membekap mulut pria itu, secepat kilat Vana menancapkan sebuah batang kayu tajam ke lehernya, hingga ciptakan darah berjatuhan ke air kolam.
"BYUURRR!
Tubuh Pria itu ambruk kedalam air. Vana menyelam kembali kedalam air. Semua yang berada didalam kolam terkejut melihat salah satu temannya mati mengenaskan.
"Semua harus waspada! teriak salah satu diantara mereka.
"Aaahhkkkk....!! terdengar suara teriakan melengking saat Vana menarik salah satu kaki anak buah Matthew dari dalam air, hingga ia terjatuh kedalam kolam. Dengan ganas dan membabi-buta Vana menancapkan batang kayu kecil pada kedua bola matanya. Suara histeris menggema di dalam kolam. Sebuah tembakan mengarah ke Vana, dengan cepat ia menyelam kembali dan menghilang.
"DORR!
Kau hanya menyusahkan aku! dasar bodoh!" pekik Matthew yang masih memakai topeng. Membunuh anak buahnya sendiri yang berteriak histeris, dengan kedua mata berdarah-darah.
"Cepat berpencar! teriak Matthew
"Hey! arahkan lampunya kedalam kolam. Jangan sampai wanita itu lolos!'
Dirga yang masih menyamar, hanya gelengkan kepala melihat perbuatan Vana yang ganas, ia mampu menghabisi lawan dengan caranya sendiri.
"Itu dia! wanita itu berada disana! cepat tembak dan habis wanita itu!" teriakan Matthew menggemparkan gedung, para tamu undangan yang ketakutan sudah keluar dari gedung.
"DORR!
"DORR!
"DORR!
Vana yang sudah terbiasa berenang. Mampu menghindari tembakan beruntun itu. Dirga berjalan kearah sudut kolam, ia tahu Vana bersembunyi disana yang tertutup bunga teratai. ia sengaja menjatuhkan pistolnya untuk Vana mengambil dan menjaga dirinya.
"Hey kau! apa melihat wanita itu disana? teriak pria bertopeng pada Dirga.
Dirga berteriak "Tidak ada! apa mungkin wanita itu sudah meninggalkan kolam ini!"
__ADS_1
"Dasar bodoh! apa kau melihat ia keluar dari kolam! cepat cari lagi, apa kau ingin mati di tangan bos besar!" bentak Pria bertopeng itu.
Lampu-lampu semakin banyak menerangi area kolam ikan. Dirga tampak was-was, ia ingin memberitahu anak buahnya, Namun ia juga terjebak di dalam kolam.
"Lihat disana, Wanita itu berada di pojokan! cepat tembakan! seru Matthew yang berdiri di atas kolam. Tembakan terus diarahkan ke Vana yang berenang lincah bagai putri duyung. Tembakan tidak mengenai sasaran. Tiba-tiba keadaan air hening. Disaat bersamaan Vana muncul dari dalam air dan menembakkan kearah orang-orang Matthew secara brutal.
"DORR..! DORR..! DORR!!!!
Enam orang yang berada didalam kolam mati tertembak pistol Vana. Tembakan jitu tepat mengenai sasaran. Anak macan Asia beraksi kembali, dengan cepat ia lompat keatas kolam di bantu Dirga yang sudah lebih dulu naik keatas kolam.
"Kau tidak apa-apa?! tanya Dirga. Nafas Vana tersengal-sengal seraya mengangguk "Terima kasih Ga!"
"Nanti saja terimakasihnya, Ayo secepatnya kita pergi dari sini!" Dirga menarik tangan Vana dan berlari bersama setelah melepas topengnya.
"Cepat kejar! mereka berlari kearah gerbang!"
"Sial! rupanya ada penyusup yang bekerjasama dengan wanita itu!" kesal Matthew.
"Aaawww!" tiba-tiba Vana terjatuh, gaun panjangnya membuat gerakannya terhambat.
"Vana awas! teriak Dirga
"DORR!!
Dirga menghalangi Pria bertopeng itu untuk menembak tubuh Vana. Namun sayang bahu Dirga terkena tembakan. Vana yang masih terjatuh langsung mengarahkan pistolnya dengan cepat.
"DORR!
"DORR!
"Dirga kau tidak apa-apa?! Ayo aku bantu berdiri."
"Kau pergi saja! aku bisa mengatasinya sendiri!"
"Tidak! aku tidak akan membiarkan mu sendiri! bila kau tidak mau ikut, aku akan tetap berada disini bersamamu!"
Vana merobek gaun bawahnya dan membalut luka Dirga yang terkena tembakan di bahu. Darah sedikit berhenti dan tidak sederas tadi.
"DORR!
Sekali lagi Vana melepaskan tembakan saat pria bertopeng menyerang kembali. Vana dan Dirga berjalan dengan cepat kearah mobil Vana yang terparkir.
"Dimana kuncinya! tanya Dirga.
"Tas ku! sial, tasku berada didalam kolam."
Vana melihat seorang pria membuka pintu mobil yang terparkir. Ia memiliki sebuah ide dan tersenyum misterius.
"Ayo ikut aku!"
"kemana?!
"Tentu saja keluar dari sini!"
"Mobil mu tidak ada kuncinya, mobilku entah berada dimana bersama dua bodyguard ku!"
"Lihat pria itu? kita pakai mobil dia! Ayo cepat sebelum mereka menemukan kita!" seru Vana dengan tubuh basahnya yang terlihat sangat seksi. lekuk tubuh indahnya sangat menggoda, membuat Dirga menelan salivanya. "Ayo! kenapa kau malah diam!" Vana memapah tubuh atletis Dirga untuk berjalan.
__ADS_1
"Merunduk! seru Dirga, ia mengatur nafasnya saat orang-orang Matthew berjalan mendekat. Mereka berdua bersandar di samping mobil dan berjalan mengendap-endap menuju sebuah sedan hitam yang akan pergi keluar.
"Kau tunggu disini!"
Vana berlari cepat kearah mobil dan mengetuk kaca mobil pria itu, aksi nekad Vana membuat Pria itu menghentikan mobilnya lalu membuka pintu mobil. Vana langsung menodongkan pistol ke perutnya.
"Jangan bergerak! Cepat, antarkan aku kerumah sakit! bila tidak, aku tak akan segan menenbak kepalamu!" ancam Vana
"Ba-ik Nona!" ucapnya tergagap
"Temanku ada di sana, cepat bantu aku!
Pria muda berusia 20 tahunan itu mengangguk, dan mengikuti langkah Vana. Binar wajahnya terlihat ketakutan. Pria itu dan Vana membantu Dirga masuk kedalam mobil, Vana duduk disamping Dirga. Pria itu duduk didepan kemudi mobilnya.
"Cepat segera kita pergi dari sini! mereka akan terus mengejar kita!" perintah Vana
Pria muda itu berkeringat dingin dan tubuhnya gemetaran, saat melihat orang-orang mengejar kearah mobilnya. Vana terlihat geram pada anak muda yang terlihat ketakutan.
"Minggir! seru Vana meloncat kedepan kemudi. pria itu bergeser ke samping. Vana langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"DOR..! DOR..! DOR..!
"PRANKK!!!
Tembakan mengenai kaca belakang mobil. Untungnya Dirga sudah berbaring hingga tidak mengenai dirinya.
Vana terus menabrakkan apa saja yang menghalangi jalannya. Ia tidak peduli walau mobil anak muda itu akan hancur.
"Awas ada pembatas! teriak pria muda di samping nya.
"BRAKK!
Vana menabrak palang arah keluar gedung. Aksinya benar-benar mencengangkan.
"Ohh My good! mobil baru ku masih kredit tapi sudah rusak! pekik pria itu terlihat kesal.
"Tenang saja bukankah mobil mu di asuransikan?!" tukas Vana tanpa dosa, masih terus melajukan dengan kecepatan tinggi.
"Tetap saja pihak asuransi tidak mau bayarkan karena itu kesalahan dari pihak aku!"
"Kau tidak perlu khawatir! balikan mobil jelek ini ke dealer. Besok datanglah ke showroom mobil, kau boleh pilih mobil yang kau mau! anak buahku yang akan membayarkan mobil barumu cash, okay!"
"Hah?! Pria itu melongo, seakan ucapan Vana sebuah lelucon.
"Jangan becanda kak!"
"Mana pernah aku bercanda!"
💜💜💜
@Bunda mau promosi novel terbaru..
"AKU BUKAN CINDERELLA"
Sudah rilis 3 bab, nanti malam akan up 2 bab lagi.. yuk ikuti kisahnya yang mengharu biru dan mengandung bawang.
__ADS_1