
Savira duduk di sebuah kursi panjang. Namun hatinya masih terus bertanya-tanya,, apa yang sudah ia lihat tadi, Vano dan Bella menunjukkan sikap mesra layaknya sepasang kekasih. Tiba-tiba saja dadanya begitu sesak, airmata yang ia tahan meluncur bebas begitu saja.
"Apakah aku mulai mencintai kak Vano? perasaan apakah ini? aku benci perasaan ini! aku benci diriku sendiri..!! hiks... hiks.. airmata Savira terus berjatuhan, ia menyeka airmata itu dengan punggung tangannya.
"SAVIRA...? kau disini.."
Savira membalikkan tubuhnya dan melihat Devan sudah berdiri di belakangnya. Devan berjalan mendekat dan duduk di sampingnya. Savira mengusap wajahnya sambil menyamping.
"Kau kenapa Vir? tanya Dev menelisik wajah cantik Savira yang sembab bekas airmata.
"Kau menangis, hmm..?"
Savira menelan salivanya "A-ku hanya kangen sama kedua orang tuaku." dusta nya dengan wajah tertunduk.
Devan mengeryit, ia tahu sepertinya ada sesuatu yang Savira tutupi, Namun ia tidak ingin cerita. "Ceritakan sama kakak bila aku ada masalah, Kakak akan berusaha membantumu."
Savira gelengkan kepala "Tidak ada yang aku sembunyikan. Oh iya Kak, kalau tidak ada yang diperlukan lagi di sini, Aku ingin pulang banyak tugas sekolah yang belum aku kerjakan."
Perasaan baru setengah jam kita datang, Kenapa secepat ini kita harus pulang."
"Kalau kakak tidak mau pulang tidak apa-apa, aku bisa naik taksi online."
"Ya sudah bila kau banyak tugas sekolah. kita pamitan dulu pada Bella dan Vano."
Savira mengangguk dan berjalan mengikuti langkah Devan menuju ruangan rawat inap Bella.
"Kak! aku didepan saja. kakak saja yang masuk salam kan pada kak Bella dan kak Vano."
"Loh nggak apa-apa, ayo masuk!" Devan menarik tangan Savira.
JGLEK!
"Van! Bella..."
"Masuk Dev!
"Kemana Vano? tanya Devan, tidak melihat Vano di ruangan Bella.
"Vano ke kantin katanya menyusul mu sekalian mau ngopi."
"Oohh... Aku dan Savira mau berpamitan."
"Kenapa cepet bnget, bukanlah kalian baru datang."
"Savira banyak tugas sekolah jadi nggak bisa lama-lama, ya sudah aku pamit ya Bell, kasih tahu Vano aku pulang duluan sama Savira."
"Iya Dev?
"Kak aku pamit dulu ya. Semoga cepat sembuh." ucap Safira tersenyum canggung.
"Iya Vir, salam kan terima kasihku pada Tante Delena."
"Pasti kak!"
Dev dan Savira berjalan melewati koridor.
__ADS_1
"Dev!
"Vira!
Mereka berdua hentikan langkahnya.
"Kenapa kalian buru-buru pulang, aku ingin ajak kalian makan di restoran depan."
"Katanya Savira__"
"Aku banyak tugas sekolah, maaf kak, Kalau kak Devan masih mau disini ngga apa-apa, aku bisa naik taksi."
"Vir! biar pulang bareng kakak ya, tunggu sebentar lagi, ibunya Bella sedang dijalan." bujuk Vano.
"Buat apa menunggu mu kak! apa aku harus melihat kemesraan kalian berdua? aku itu udah kaya patung manekin didepan kalian! batin Savira mencabik.
"Aku pulang sendiri saja! Savira berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Aku pulang duluan, sepertinya mood anak itu sedang tidak baik."
"Oke, jagain Vira."
"Tunggu Vir! seru Devan berlari mengejar Savira yang sudah menjauh.
________
Salvador (Brazil)
Seorang pria sedang memacu kuda hitamnya di sebuah hutan dengan tangan memegang panah. Kedua tangannya membidik seekor rusa yang berlari dengan cepat.
"Tepat sasaran! cepat kalian bawa rusa itu! seru pria bermata biru pada anak buahnya.
Tiga orang pria turun dari kuda, berlari mengambil binatang buruannya sebelum di makan babi hutan.
"Wah Rusanya lumayan besar Bos!
"Ayo kita pergi dari sini secepatnya, sebelum binatang liar keluar!" seru Pria itu seraya menghentakkan kekang kuda untuk berlari cepat. Mereka memacu kudanya dengan cepat melewati hutan liar dan belantara. Kuda akan melompat dengan tinggi bila melewati sungai kecil, hingga mereka keluar dari hutan liar dan berada di tanah lapang yang luas.
Kuda berhenti di tempat peristirahatan. Pria paruh baya berlari dan mendekati pria tampan berpostur tubuh tinggi besar, dengan rahang tegas di tumbuhi bulu-bulu kasar disekitar rahang. Pria itu turun dari kuda.
"Pak Jose Bawa kuda ini kedalam kandang dan berikan jerami yang banyak, sepertinya si Black sangat lapar setelah perjalanan jauh."
"Baik!
"Mr Nathan! ada yang mencari anda."
"Siapa? Nathan menautkan kedua alisnya, selama ini tidak ada yang pernah tahu tempat tinggalnya selama lima tahun.
"Seorang pria seperti Mr Nathan, saya belum pernah melihatnya."
"Oke, saya kedalam dulu."
Pria bernama Nathan itu meninggalkan kandang kuda yang berada di belakang Penthouse. Hunian yang jauh dari penduduk dan hanya terdapat di pelosok jauh dari keramaian. Rumah besar itu di kelilingi kaca tembus pandang dengan pemandangan alam pegunungan dan perbukitan yang indah, terkesan angker namun sangat nyaman. Bila malam hari terdengar suara binatang saling bersahutan.
Nathan masuk melalui pintu belakang, ia berjalan melewati lorong yang berhubungan dengan ruangan tamu.
__ADS_1
"Siapa kau? tanya Nathan yang berdiri di belakang punggungnya. Pria itu masih menatap sebuah lukisan wanita cantik. ia membalikkan tubuhnya dan tersenyum kearah Nathan.
"Hey brother!
"How are you brother?"
"Kau!! untuk apa kau datang menemui ku! Dari mana kau tahu tempat tinggal ku!" tanya Nathan ketus, berbicara dingin dengan pria di depannya.
"Apa kau tidak pernah merindukan kakak mu ini Nathan! Pria itu tersenyum pahit.
"Merindukan kehadiranmu? Jangan mimpi! bahkan dalam mimpi sekalipun aku tidak pernah sudi! siapa yang memberitahu tempat tinggal ku! tanyanya penuh selidik.
"Kau tidak perlu tahu darimana aku dapat menemukan tempat tinggalmu! mata-mataku banyak dan dapat melacak keberadaan mu, walau ku akui sangat sulit sampai ketempat ini! hanya dengan pesawat bisa sampai ketempat mu. lima tahun sudah kau pergi menghilang. Ternyata kau memilih tinggal ditempat pegunungan dan hutan liar. Ckckck...! Pria itu gelengkan kepala dan terlihat takjub.
"Bila tidak ada hal penting yang ingin dibicarakan. Silakan pergi dari rumahku Matthew!! Jangan pernah datang kembali ketempat ini!!! Nathan masih berbicara ketus dengan ekspresi dingin.
"Ck! kau selalu menganggap ku musuh! kita ini saudara walau beda rahim, Namun kita terbuat dari sp*rma yang sama! kita itu satu Ayah!
"Lalu apa tujuanmu mencariku!
"Tentu saja untuk membawamu pulang ke Amerika, kau masih memiliki Grandma dan Grandpa. Mereka menyuruh aku mencari mu. kau bisa tinggal di rumah Daddy dan meneruskan perusahaan milik Grandpa."
"Cihh! aku bukan boneka! Kenapa bukan kau saja yang meneruskan! ibumu adalah istri sah dari Ayahku Thomas! aku tidak berhak memiliki perusahaan ayahku mesti aku terlahir dari benihnya."
"Pemikiran yang picik! Aku memiliki kekayaan berlimpah dan tidak akan kekurangan uang sampai tujuh turunan, memiliki banyak anak perusahaan di berbagai tempat, kelurga Mommy ku memiliki perusahaan besar di New-York dan Boston. Aku tidak akan ambil perusahaan Daddy!"
Nathan berjalan mendekat dengan wajah bengis "Lalu kenapa kau hancurkan Bar peninggalan Ayahku dan tempat pariwisata milik ibuku! BEDEBAH! menarik kasar kerah baju Matthew "JANGAN PERNAH MENGAKUI AKU SAUDARA MU! SIFAT DAN CARA PIKIR KITA BERBEDA, LEBIH BAIK KAU TINGGALKAN TEMPAT INI!! bentak Nathan seraya mendorong kasar tubuh Matthew.
"DASAR BODOH!! KAU MASIH TERPENGARUH DENGAN WANITA ITU! menunjuk sebuah lukisan wanita cantik "Andaikan Paman Samuel tidak membantu mu keluarga dari Indonesia kau pasti sudah mati ditangan RENO MAHESA!!
"SUDAH CUKUP! JANGAN PERNAH KAU DOKTRIN OTAKKU!! nafas Nathan turun-naik, emosinya terus bergejolak.
"KAU SUDAH DIBUTAKAN OLEH WANITA ITU, HINGGA PIKIRAN MU TIDAK WARAS!!
"BUGH.. BUGH.. BUGH!!!
Tangan Nathan menghantamkan pukulan keras kewajah Matthew berulang kali. Darah kental mengucur dari hidung dan sudut bibirnya.
"PLUH! Matthew membuang ludah yang berwarna merah. "AKAN AKU INGAT HARI INI! NIATKU BAIK UNTUK MEMBAWA MU KE KELURGA DADDY KU! TAPI KAU___ menunjuk wajah Nathan dengan sorot mata tajam "KAU PUTUSKAN HUBUNGAN DARAH ANTARA KITA! BAIKLAH, AKU AKAN BUAT KEJUTAN UNTUK MU, JANGAN PERNAH MEMOHON BILA WANITA MU AKU HABISI!!! Matthew mengusap sudut bibirnya dengan jempol dan terbahak.
"HAHAHAHA.....!!! Matthew terbahak dan melangkah keluar meninggalkan Nathan dengan ekspresi susah diartikan. Tangan Nathan mengepal kuat dengan urat-urat di tangannya menonjol.
"TAK AKAN AKU BIARKAN KAU MENYENTUH WANITA KU MATTHEW!!!!
Terdengar suara bising pesawat capung mengitari Penthouse, lalu pergi menjauh.
"AKU HARUS KEMBALI!!!!!!
💜💜💜
@Siapa yang kangen Nathan 😘
@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘
Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76
__ADS_1
@Bersmbung....