Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Mencari Bukti


__ADS_3

""TOLONG.......!!!!!


"LEPASKAN..... TOLONG....!!!!


Seketika Dev menghentikan lajunya.


"Sepertinya ada seorang wanita minta tolong, Tuan?!


"Wanita itu! seru Reno, lalu dengan cepat Reno membuka pintu mobil dan berlari kearah Tiffany.


"Tuan Reno anda mau kemana?!"


Terpaksa Dev juga turun dari mobil dan mengejar Reno kearah suara wanita itu minta tolong.


"Lepaskan gadis itu! seru Reno melihat Tiffany berontak saat dua orang pria menarik paksa untuk masuk kedalam mobil.


"Jangan ikut campur urusan kami! pergi kau dari sini! bentak seorang pria berwajah bengis.


"Lepaskan aku, aku nggak mau ikut kalian! teriak Tiffany terus berontak


"Kau harus ikut kami! jangan melawan atau pisau ini akan menikam perut mu!" bentak pria itu dengan sorot mata tajam seraya menodongkan belati ke perut Tiffany. Tiffany hanya gelengkan kepala ketakutan sambil matanya menatap kearah Reno penuh permohonan.


"Apa yang anda inginkan dari gadis ini?! tanya Reno pada dua orang yang menyandra Tiffany. "Uang...? akan saya berikan, kalian butuh berapa? asalkan kalian lepaskan gadis itu!"


"Tiffany...?! pekik Dev yang baru saja datang dan melihat terkejut kearah Tiffany yang sedang ketakutan.


"Kau mengenal gadis itu?! tanya Reno penuh selidik.


"Iya! baru bertemu dua kali, Tuan! tapi... kenapa dia ada disini..?!


"Dev! tolong aku...." rintih Tiffany sambil meneteskan airmata.


"Tiffany kenapa kau bisa ada disini? dan kenapa pria itu menyandra mu!"


"Lepaskan gadis itu! apa kesalahannya hingga kalian ingin membawanya pergi!" seru Reno nampak geram.


"Itu bukan urusan kalian!


"Cepat kau masuk kedalam atau kami akan berbuat nekad!" bentak pria itu pada Tiffany.


"Kau!" Dev akan maju, namun Reno menahannya. "Biarkan saja mereka pergi!"


"Tapi... bagaimana dengan Tiffany?! dia dalam bahaya."


"Dev! tolong aku.....!!! teriak Tiffany pada saat di dorong masuk kedalam mobil. Lalu mobil melaju dengan cepat meninggalkan lokasi.


"Tiffany...!!!


"Tuan! kita harus menolong Tiffany!"


"Kalau kau mengenalnya seharusnya sudah tahu siapa gadis itu!"


"Saya tidak mengenalnya secara pasti, hanya tak sengaja bertemu di sebuah galeri dan dompetnya terjatuh, lalu bertemu kembali di launching Hotel milik Tuan Kelvin." ucapnya seraya mengikuti langkah panjang Reno menuju mobil yang terparkir di bahu jalan.


Reno membuka pintu mobil dan masuk kedalam, lalu duduk di kursi belakang. Diikuti Devan sebagai pengemudi.

__ADS_1


"Ikuti mobil mereka, beri jarak! kita akan tahu kemana gadis itu mereka bawa pergi! perintah Reno yang tidak ingin di bantah.


"Baiklah Tuan!"


Devan mengikuti arahan Reno untuk mengikuti mobil yang membawa Tiffany pergi.


"Sepertinya mereka tahu kita ikuti Tuan!"


"Kita putar arah dan cari jalan pintas, agar mereka tidak curiga, aku tahu daerah ini."


"Lalu bagaimana bila kita kehilangan jejak!"


"Kau tidak percaya dengan ku?! permainan ini belum seberapa bagiku!"


"Ba-ik Tuan!"


Devan mengikuti arahan Reno yang memutar arah berlawanan, setengah jam perjalanan tidak sedikitpun Dev banyak bicara pada Reno, ia lebih baik diam daripada salah bicara.


"Setelah bertemu pertigaan belok kanan."


Dev terus melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata tanpa membantah.


"Lihat! itu mobil yang di tumpangi gadis tadi! kau perhatikan warna mobil dan nomor plat nya."


"Benar Tuan! itu mobil yang menyandra Tiffany! apa kita cegah mobil itu." ucap Dev tak sabar


"Jangan gegabah! kita ikuti terus kemana gadis itu mereka bawa pergi! kita harus tahu tujuan mereka membawa gadis itu!"


"Mobil mereka masuk kedalam kompleks!"


"Tuan, untuk masuk kedalam kompleks itu harus melewati penjagaan ketat. Saya sangat khawatir dengan Tiffany, apa tidak sebaiknya kita laporkan polisi."


Reno menghela nafas panjang "Seberapa banyak Vano mengajari mu! agar kau tidak mudah bertindak gegabah!"


"Tapi.....!"


"Turunlah! bentak Reno.


"Mak-su-d Tuan?! tanya Dev gugup.


"Seharusnya kau sudah menguasai banyak hal saat bersama Vano, bukan semakin bodoh! bagaimana kau bisa melindungi dirimu sendiri kalau kau saja tidak mengerti apa-apa! kau ada di samping anakku bukan hanya untuk membantu Vano bekerja di perusahaan, tapi kau juga harus cerdas menghadapi lawan!"


"Sekarang turun dan bicara pada sekuruty itu! kau sudah harus tau apa yang semestinya kau lakukan!"


"Siap Tuan!"


Gegas Devan turun dari mobil dan berjalan kearah satpam penjaga yang berada di area kompleks.


"Ya Tuhan, ternyata Ayah Vano sangat galak dan tegas. Dulu saat aku sering ke mansion dan menginap di rumah Vano, Tuan Reno tidak segalak ini, ia adalah sosok ayah yang baik dan penyayang, tapi melihat sikap nya tadi aku di buat merinding." Dev memegangi dadanya yang terus berdetak kencang "Untung ajah nggak punya riwayat jantung. Sekarang aku baru tahu sikap dan sifat tuan Reno, sangat tegas, disiplin dan tidak mau bertindak gegabah. Pantas saja dia di juluki "Macan Asia" Semua musuhnya tewas di tangannya." Dev gelengkan kepala dan berhenti didepan gerbang kompleks.


"Selamat pagi pak!


"Iya, ada yang bisa saya bantu..?!


"Saya ingin masuk kedalam kompleks, bisa di buka palang nya?"

__ADS_1


"Ma'af anda ingin bertemu dengan siapa? Kami tidak busa membuka palang dan membiarkan orang sembarang masuk. Kecuali anda sebutkan nama orang yang akan anda temui."


"Glek!


"Astaga! aku harus mencari alasan apa agar bisa masuk kedalam kompleks? dan bagaimana dengan keadaan Tiffany? apa lebih baik aku jelaskan ke satpam ini, kalau aku sedang mengejar mobil tadi..? Dev terus berpikir. 'Tidak! tidak... nanti tuan Reno marah dan aku dianggap tidak becus bekerja." batin Dev berkata lirih.


"Pak! kenapa diam..? anda mau mencari siapa? tanya Pak satpam membuyarkan lamunan Dev.


"Tiffany! mobil sedan hitam yang baru saja tadi masuk!


"Mobil tadi milik Mr Anderson!"


"Mr Anderson...?! tanya Dev bingung


"Iya! orang berwarganegara Amerika."


"Benar.. benar.. Mr Anderson adalah orang Amerika, Tiffany tadi anaknya Mr Anderson. Tadi kami bertengkar dan saya mengejarnya." ucap Dev berbohong.


"Ckckck...! Dasar anak muda jaman sekarang, pulang pagi dan ribut. Apa pacar anda hamil? celetuk sukurity itu seraya terkekeh.


"Jaga mulut anda pak! hubungan kami sangat baik dan tidak pernah melakukannya diluar batas!" seru Dev kesal. "Tolong bukakan pintunya dan biarkan saya masuk!


"Baiklah kalau begitu saya hubungi keluarga Anderson dulu!"


"Pak sebentar!" panggil Dev, menghentikan langkah sekurity itu. Lalu Dev mengeluarkan dompet dan memberikan lima lembaran uang berwarna merah "Jangan hubungi Ayahnya pacar saya, nanti Kami tidak boleh bertemu lagi, ambillah ini, buat beli rokok"


"Udah Parjo terima ajah, kapan lagi ada yang kasih tips!" celetuk temannya.


"Ya sudah silakkan masuk! tapi ingat untuk kali ini ajah anda saya bebaskan masuk, lain kali tidak akan saya izinkan masuk kalau tanpa persetujuan pemilik kompleks ini!"


"Iya Pak, terima kasih!"


"Ehh tunggu Pak! begini.. saya lupa blok rumahnya Mr Anderson, maklum saya hanya sekali kesini sama pacar saya, jadi lupa blok dan nomor nya."


"Rumah Mr Anderson ada di blok B2 no 15."


"Okeh, kalau begitu terima kasih!


Bergegas Dev berjalan cepat meninggalkan kedua satpam itu dan kembali masuk kedalam mobil.


"Lama sekali bernegosiasi dengan sekurity! Reno menghempas nafas kasar "Perlu kau ingat! bila kita menghadapi musuh haruslah tenang dan jangan gegabah. Apalagi mengambil tindakan yang akan mencurigakan! kita harus cerdas dan menggunakan otak ini! Reno menunjuk dahinya dengan telunjuk.


"Ma'af Tuan, saya cari informasi dulu."


"Kalau kau bertindak tidak menggunakan akal, musuh akan lebih dulu menyerang mu! kau camkan kata-kata ku! ucap Reno tegas, namun penuh wibawa. Aura penguasanya masih terasa.


"Siap Tuan! akan saya ingat semua petuah tuan Reno!" Dev melajukan mobilnya dan masuk kedalam kompleks yang sudah di buka palang perlintasan nya.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


@Sekali lagi Bunda minta maaf, karena nggak bisa konsisten untuk setiap hari Up πŸ™ karena pekerjaan yang menyita waktu di real. Bunda harap kalian memakluminya. Tapi akan terus di usahakan update walau nggak bisa setiap hari. Sekali lagi terima kasih banyak atas support kalian pada Karya Bunda iniπŸ™πŸ˜


@InsyaAllah hari ini akan Bunda usahakan Update lagi ya 😘


@Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2