
"Vano! Savira....! apa yang sedang kalian lakukan disini?!
Seketika keduanya terkejut dan melepas pelukan masing-masing.
"Mommy.....!!!
Reflek Vano dan Savira berseru bersamaan dengan wajah merah merona menahan malu.
"Ehh.. anu mom! Vano terlihat gugup sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatel.
"Tadi Vira hampir terjatuh, lalu kak Vano menariknya." tukas Savira berdusta.
"Apa kau tidak apa-apa Vir? tanya Delena berjalan mendekat.
"Ti-dak_"
"Tangan Savira terluka mom! sambar Vano.
"Terluka? Delena meraih tangan Savira "Dimana yang terluka?
"Hmmm... tidak apa-apa kok mom." dustanya.
"Katakan saja sama mommy." Delena menyentuh lengan Savira.
"Aaawww! pekik Savira meringis kesakitan.
"Savira, sebelah sini kesakitan? Delena membuka lengan baju Savira "Ya Tuhan? lengan mu bengkak? kenapa bisa begini?" tanya Delena terkejut.
"Itu... anu, mom.."
"Vano yang memukulnya mom! potong Vano berterus terang.
"Vano...???! apa-apaan kamu mukul Savira? Delena terpekik dengan mata melotot.
"Kak Vano tidak sengaja mom! tukas Savira, membela Vano sebelum Delena murka.
"Sebentar mom! ini hanya kesalahpahaman. Tadi saat aku berada di dapur, melihat sosok berlari kearah kolam renang. Vano mengejarnya dan mencari sosok misterius itu. Tak sengaja Vano melihat seseorang sedang duduk di ayunan dengan tubuh tertutup selimut. Vano pikir penyusup, lalu Vano mengambil batang kayu dan memukul lengannya, ternyata itu Savira."
"Keterlaluan kamu Vano, bisa-bisanya memukul tanpa melihat dulu siapa orang itu?! bentak Delena mencubit lengan Vano hingga membiru.
"Aaawww!! ampun mom!! pekik Vano meringis kesakitan.
"Mommy sudah mom, kak Vano tidak sengaja."
"Tidak usah bela anak ini! lihat lenganmu sampai bengkak begini. Seharusnya kau minta maaf sama Vira!"
"Vano udah minta maaf mom! kalau Savira ingin pukul Vano lagi, nggak apa-apa kok!"
"Lagian kenapa juga anak gadis keluar malam-malam, apa nggak takut sama kuntilanak?!" ledek Vano
__ADS_1
Delena mengarahkan pandangannya "Savira, biar mommy kompres lengan mu, semoga bengkaknya kempes." Delena menarik kearah Vano "Van, ambilkan air hangat dan handuk kecil."
"Okeh mom!
Setelah Vano memberikan permintaan sang mommy, Delena mulai mengompres lengan Savira. "Kamu kenapa keluar malam-malam Vir? tanya Delena lembut
"Vira tidak bisa tidur Mom! Awalnya Vira tidur jam sepuluh selesai membuat tugas kantor. Tiba-tiba Vira mimpi bertemu Ayah dan ibu, lalu Vira terbagun dan berlari ketaman belakang. Saat Savira sedang merenung ayah dan ibu, tiba-tiba ada yang memukul lengan Vira hingga Vira terkejut dan jatuh kelantai."
"Ya Tuhan...! mendengar cerita Savira mengenai kedua sahabatnya, membuat Delena terharu lalu ia memeluk Savira. "Ma'afkan Vano yang telah melukai mu Nak, kalau kau mau mommy akan menghukum Vano."
"Jangan mom! kak Vano tidak bersalah. Aku juga sudah tidak apa-apa."
"Ada apa ini? kenapa semua berkumpul di sini? tanya Reno yang tiba-tiba datang.
Vano dibuat terkejut dengan kedatangan sang Daddy. "Dad!
"Mas..." Delena tersenyum kikuk pada sang suami, lalu berjalan menghampirinya "Maaf, aku terlalu lama disini, sampai lupa membuatkan kopi untuk mu."
Reno mengusap lembut kepala sang istri "Nggak apa-apa sayang, Mas hanya khawatir saja, makanya mas datang sendiri ke dapur."
Delena tersenyum lembut dan memeluk tubuh sang suami "Makasih ya mas, selalu khawatir padaku."
"Tentu saja my wife." Reno mencium kening sang istri.
Tentu saja Savira dan Vano di buat tercengang oleh keromantisan sepasang suami istri itu.
"Ehemm! Vano berdehem seraya menggaruk alisnya yang tidak gatal. "Astaga, mommy dan Daddy bermesraan tidak lihat tempat, bisa-bisa jantung ku ikut berontak" gumam vano dalam hati m
"Anu dad, tadi Vano..."
Delena menaruh telunjuknya di bibir, agar Vano diam.
"Vano sedang mengambil air es, terus Savira tangan nya bengkak seperti di gigit serangga, lalu mommy kompres." dusta Delena.
Reno berjalan mendekati Savira "Coba Daday lihat!" Reno mengangkat Kompresan nya dan mengamati bengkak tangan Savira.
"Apa ini sakit?! tanya Reno menyentuh pangkal lengan Savira.
"Tidak terlalu Dad? sudah mendingan setelah di kompres.
"Sepertinya ini bukan bengkak di gigit serangga? ucap Reno curiga "Ini seperti memar dan bengkak dari benda tumpul."
"DEG! jantung Vano berdetak hebat.
Delena terkejut, ternyata ia tidak bisa menutupi kesalahan anaknya. Reno adalah orang yang sangat peka dan tahu kalau ia tidak bisa di bohongi. "Siapa yang menyerang Savira?!" Reno menatap tajam kearah Vano, tentu saja yang di tatap langsung gelagapan.
"A-nu.."; Vano terlihat gugup dan gusar
"Siapa yang melakukan nya Vano? bentak Reno "Apa ada orang yang datang kemari dan memukul Safira? tanya Reno tegas.
__ADS_1
"Sayang....., ini hanya kesalahpahaman saja," bela Delena.
"Aku tidak bertanya padamu honey? tapi pada Vano!
"Aku akan menjelaskannya, mas?
"Stop! Reno mengagkat tangannya untuk Delena berhenti bicara.
"Dad! sudah tidak perlu diperpanjang, Safira sudah tidak apa-apa kok?!
"Tidak sayang, Daddy tidak akan pilih kasih dalam mencari keadilan, yang salah harus tetap di hukum! tukas Reno tegas. Delena terlihat khawatir seraya mengeratkan jari-jemari nya.
"Safira! bicaralah yang jujur, bukankah Daddy selalu mendidik mu untuk menjadi wanita dislipin dan jujur!"
"Ak___
"Vano yang melakukan nya Dad! sambar Vano
Sontak Reno menatap tajam penuh amarah kearah anak lelakinya. lalu ia berjalan mendekati Vano dan menarik kerah kaosnya "Kau berani memukul adikmu sendiri, Hah?!"
"Mas! tenang dulu, Vano tidak sengaja melakukannya. Biarkan Vano ceritakan dulu kejadiannya!" lerai Delena menarik tangan kekar suaminya.
"Biarkan saja Daddy pukul aku mom! memang aku yang bersalah!"
"Seharusnya kau melindungi adikmu, bukan malah memukulnya."
"BUGH!!!
Satu pukulan mendarat di wajah Vano.
"Mas! dengarkan Vano cerita dulu, kasih dia kesempatan untuk bicara!" seru Delena.
"Bicara sekarang!! teriak Reno pada sang anak yang bersandar di dinding.
Akhirnya Vano buka suara dan menceritakan semuanya, namun sayang. Bukan meredakan amarahnya, Reno semakin murka dan mengambil sapu yang ia lihat, dengan membabi buta ia pukul kan lengan dan punggungnya.
"Dasar bodoh! seharusnya kau lihat dulu sebelum menyerang. Kau memiliki ilmu bela diri tapi tidak bisa melihat suasana. Itu lawan atau bukan!
"Sudah Daddy! jangan pukul kak Vano. Dia tidak bersalah, akulah yang salah Dad! pinta Savira memohon seraya meneteskan airmata.
"Mas! sudah cukup!" seru Delena "Kalau Mas masih mau tidur satu ranjang dengan ku, hentikan aksi gila mu!" teriak Delena, seketika Reno terdiam.
💜💜💜
@Kisah Novel "AKU BUKAN CINDERELLA" sudah update ya. Yuk ikuti kisah kelanjutannya. InsyaAllah Bunda akan konsisten. Selamat Membaca 🙏🥰
@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘
Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76
__ADS_1
@Bersambung