Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Karma Nessa


__ADS_3

Gembok pintunya biar tidak ada lagi yang berbuat kotor di apartemen ku! sindir Zara pada dua bodyguard-nya.


Zara melempar tatapan sinis pada Nessa "Siapa yang menabur, dia akan menuai hasil perbuatannya sendiri! mintalah tempat tinggal pada kekasih mu!" Usai berbicaralah Zara berlalu meninggalkan Apartemennya.


"BRENGSEK KAU ZARA! TUNGGU LAH PEMBALASAN KU!!! umpat Nessa menendang kopernya sendiri.


Nessa merasa kesal ia menghubungi ibunya di Jakarta.


"Hallo Bu...."


"Nessa.. ada apa sayang..?


"Bu.. tolong hubungi Tante Siska, aku di usir sama Zara dari apartemen." hiks... suara tangisan pilu Nessa membuat ibunya Marni sakit hati dan bersedih.


"Ya Allah.. kenapa Zara sejahat itu padamu Nak? apa salah kamu sampai Zara tega mengusir mu dari apartemen."


"Sebenarnya Zara itu cemburu pada Nessa Bu, kekasihnya memutuskan Zara dan dia menyukai Nessa."


'Apa kau tidak merebut kekasih Zara sampai ia mengusir mu dari apartemen."


"Nggak kok Bu.. Zara emang cemburuan, ia tidak mau tersaingi. Apalagi Tante Siska belum juga kirim uang untuk Nessa, padahal sudah dua minggu menunggu."


"Yang bener? Bu Siska belum kirimkan uang? terus kau sudah menghubunginya."


"Sudah puluhan kali telpon, tapi selalu teralihkan. Gimana buat kebutuhan Nessa di sini Bu.."


"Apa uang 10 juta pemberian Bu Siska tiap bulannya habis?"


"Ya ampun Bu... emangnya hidup di New York itu murah? jangan samakan kaya di Jakarta! jadi sekarang Nessa gimana donk bu?


"Ya sudah nanti ibu kerumah Bu Siska dan menanyakan uang bulanan mu kenapa tidak dikirim."


"Ya sudah sekarang aku pinjamkan uang Ibu dulu, dan secepatnya kirimkan ke rekeningku."


"Ibu uang darimana Nak? pemberian Bu Siska cuma cukup buat kebutuhan sehari-hari disini? apalagi Bapak kamu sudah tidak bekerja cuma mengandalkan dari uang bulanan pemberian Bu Siska."


"Bu! masa uang 10 juta yang diberikan Tante Siska tiap bulannya habis semua? biaya kuliah kak Arman dan sekolahnya Ardy kan sudah di tanggung semua sama Tante Siska, dan uang 10 juta yang diberikan kelurga Om Tommy lebih besar daripada gajih Bapak dulu yang cuma jadi waiters hanya 5 juta!"


"Kami berempat butuh biaya besar juga. kakak dan adikmu juga perlu jajan dan ongkos, belum lagi ibu bayar arisan dan kridit cicilan."


"Ibu saja yang kebanyakan gaya, layaknya sosialita. padahal uang juga dapat sumbangan dari kelurga Om Tommy."


"Tutup mulutmu Nessa! bentak Bu Marni dari ujung telepon.


"Nessa tahu semua apa yang sudah ibu lakukan di Jakarta! kak Arman pernah cerita, kalau ibu sering keluar rumah dan berkumpul sama ibu-ibu arisan hingga lupa waktu sampai bapak tidak terurus!"


Terdengar helaan nafas kasar diujung telepon "Sudah Nessa kamu tidak usah urusin hidup ibu, ibu tau mana baik dan buruk untuk kelurga kita, lebih baik kau urus kuliah mu sampai selesai, agar jadi orang sukses dan bisa angkat derajat orang tua mu!


"Enak ajah ibu ngomng! emang semua itu tidak pakai biaya!!!


"Tuutt.. tuutt.. tuutt...


"Aaagrrh sial! telponnya malah di matikan! kemana aku harus pergi sekarang? Nessa terus berfikir. "Aku telpon Darren saja, pasti dia bisa bantu aku." Nessa terus menghubungi namun tidak ada jawaban.

__ADS_1


"Angkat Darren, please...!


"Ahh sial...!! saat aku yang butuh pertolongan kau malah tidak angkat teleponku!" maki Nessa


"Aku harus menemui Darren kerumahnya, sudah dua hari aku tidak melihat Darren di kampus."


Nessa masuk kedalam taksi yang sudah ia pesan menuju rumah rumah Darren. Rumah mewah berlantai dua yang terlihat kokoh bercat putih itu terlihat sepi.


"Pak Darren nya ada?" tanya Nessa pada sekurity yang berjaga di pos, ia sudah berdiri didepan gerbang pintu perumahan elite.


"Anda siapa...?!"


"Saya kekasihnya Darren, bisa panggilan Darren nya?' sekurity itu bingung dengan penampilan Nessa yang biasa saja, ia menatapnya dari atas sampai bawah.


"Pak! tolong panggilkan Darren! cetus Nessa mengagetkan sekurity itu yang sedang menatapnya.


"Darren tidak ada di rumah."


"Tolong lah Pak! saya harus ketemu Darren, ini sangat penting!" rengek Nessa didepan gerbang yang menjulang.


"Darren tidak ada dirumah! pergi sana! mana mungkin Darren keren begitu pacaran sama wanita beda Negara model macam kau! usir sekurity itu.


"TIIIINNNN.....!!! TIIIINNNN....!!!


Sebuah sedan hitam berhenti di depan gerbang. Nessa terkejut dan bergeser kesamping saat klakson mobil berbunyi nyaring. Sekurity menggeser gerbang itu, masuk sedan hitam dan berhenti dihalaman luas.


"DARREN....!!! teriak Nessa saat melihat Darren keluar dari sedan hitam itu. Namun Darren tidak menoleh atau peduli dengan panggilan Nessa. ia berjalan masuk kedalam bersama wanita paruh baya dan pria seumurannya. "Darren! aku Nessa..! aku perlu bicara denganmu! Pak, buka pintunya!! teriak Nessa pada dua orang sekurity yang sedang berjaga.


"Tidak Mom! sudah biarkan saja, paling orang stres! cetusnya di sela langkahnya masuk kedalam ruangan.


"Pergilah kau! Darren tidak mengenal mu!" hardik sekurity mengusir Nessa yang masih berdiri didepan gerbang.


"DARREN!!! kenapa kau tega lakukan ini padaku! KAU JAHAT...!!!! hiks... hiks... Nessa menjatuhkan tubuhnya didepan pagar, dengan airmata berderai. "kenapa kau berubah padaku, baru tiga hari yang lalu kita masih berhubungan di apartemen, tapi hari ini kau mencampakkan diriku!!! hiks...


Tiba-tiba sebuah notifikasi berbunyi dari ponsel Nessa, ia mulai membuka pesan masuk.


"Dari Darren...?


["Nes! pergilah kau dari sana, nanti aku temui kau di apartemen. Mommy dan kakak ku mulai curiga, aku tidak mau hubungan kita diketahui kelurga ku! ]


["Tega kau campakkan aku begitu saja, setelah aku menyerahkan semuanya. Aku di usir Zara dari apartemen, please bantu aku Ren..? aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kau..?!"]


"Kau usahakan cari tempat lain dulu, nanti aku kesana. cepatlah pergi dari sana!!"


["Kau jahat Ren! bahkan menemui aku saja tidak mau, aku memanggil namamu, kau tidak menoleh sedikitpun, bahkan sudah dua hari kau tidak masuk kampus."]


["Daddy ku masuk rumah sakit, dua hari aku menjaganya, makanya aku izin kuliah. please pergi dari sana sebelum kakakku mengusir mu!]


Saat Nessa membalas pesan, ponsel Darren sudah tidak aktif. "Aarrghh.. sial kau Darren! cuma mau enaknya sendiri!!"


Nessa beranjak dari gerbang itu sambil menyeret kopernya menjauh "Ya Tuhan kemana aku harus pergi, uang ku sudah menipis hanya cukup untuk makan. Aku harus paksa ibu untuk kirimkan uang daripada aku terlantar."


***

__ADS_1


"Kak Vana kapan ke Bali, Chika udah kangen."


"Besok kakak berangkat ke Bali."


"Yeeeehhhh... bener ya kak?! sorak Chika di ujung telpon


"Iya, sebelum lanjut S2 kakak akan berkunjung ke Bali selama satu minggu."


"Savira ikut kan?


"Savira sedang ujian semester, nggak bisa ikut."


"Oke deh, besok Chika tunggu loh!"


"Oke adikku sayang..."


Esoknya...


"Mom! aku berangkat dulu ya."


"kau akan dikawal empat bodyguard." imbuh Reno seraya menghisap kuat rokok di sela jemarinya.


"Daddy jangan berlebihan, cukup dua saja. Zee risih kalau banyak yang menjaga."


"Tidak ada penolakan, sekarang banyak musuh dimana-mana." tegas Reno seraya menghembuskan kepulan asap rokok dari mulutnya


"Daddy lakukan itu demi kebaikan mu, walau kau memiliki ilmu bela diri, tetap saja kau itu seorang wanita." tukas Delena memberikan peringatan.


"Ya sudah, kalau begitu Vana berangkat dulu." Vana mencium punggung tangan dan cipika-cipiki pada kedua orang tuanya.


"Salam pada Mamy Davina dan Papy Robert."


"Iya Mom!


Vana masuk kedalam mobil menuju bandara Soekarno-Hatta.


Sementara itu...


"Pagi Tuan, Dokter Vana hari ini bertolak ke Bali, untuk menemui kerabatnya."


"Siapkan penerbangan ku hari ini ke Bali!


"Siap Tuan!"


💜💜💜💜


@Begitu banyak dan antusias readers dalam kisah percintaan Vano, Bella dan Savira 😂. Berarti Bunda berhasil bikin kalian baperrrrr! walau ada chatan yang tidak enak di baca, pro dan kontra selalu ada disetiap Novel. ceritanya masih plot twist ya.. akan banyak kejutan di setiap part nya.. Sabar reader sayang.. Vano masih dalam proses pencarian pendamping, pacaran sah-sah ajakan? yang terpenting hanya satu pendamping hidup. Kalau ada yang bilang, kok Vano tidak sama kaya Reno? Ya beda donk, kisah hidupnya nggak mungkin sama, ini kan kisah anaknya bukan Bapak nya lagi 🤦‍♀️😂 terus support Bunda ya sayang...😘😘😘


@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76


@Bersmbung....

__ADS_1


__ADS_2