Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Andaikan Kau Tahu


__ADS_3

Savira duduk di salah satu meja yang kosong dan menyedot gelas berisi es jeruk yang sudah di antar lebih dulu.


"Boleh saya temani..?" suara bariton seorang pria mengagetkan Savira.


Savira yang sedang menyedot es jeruk hampir saja terdesak saat melihat pria yang berdiri di depannya dengan senyuman terbit di bibirnya.


"Kau...?!"


Pria itu tersenyum seraya menarik salah satu kursi di depan Savira.


"Bukankah tadi Tuan bersama Pak Dev?!


"Kelvin! panggil saja saya Kelvin.." Pria itu mengulurkan tangannya.


Savira terdiam sejenak, lalu menerima uluran tangan pria asing yang bertabrakan dengannya tadi. "Saya Savira.. sekertaris di perusahaan Mahesa Group."


"Saya sudah tahu."


Tiba-tiba datang dua orang pria tinggi tegap berpakaian jas hitam berjalan kearah Kelvin, lalu membungkuk dan berbisik. Setelah menerima bisikan dari pria itu, Kelvin mengibaskan tangan di udara, pertanda kedua orang pria berjas itu untuk menjauh.


"Apa kau sudah pesan makanan..?" tanya Kelvin seraya mengalihkan pandangannya kearah Savira yang menatapnya tak berkedip


"Su-dah soto ayam." ucapnya gugup


"Kalau begitu pesan kan juga satu untuk ku."


"Hah?! Savira menatap tak percaya Pria bertexsudo hitam didepannya


"Tapi, kantin bukanlah makanan sekelas anda Tuan?" Savira memicingkan matanya


"kata siapa..? saya sering makan di pinggir jalan dan tidak membuat saya beban makan dimanapun."


"Tetapi penampilan Tuan tidak membuat saya yakin, kalau tuan mau mampir di warung pinggir jalan."


"Ohh-ya..?! baiklah kalau kau perlu bukti." pria bernama Kelvin itu berdiri dan melepas jas hitam yang melekat di tubuh atletis nya. lalu melepas dasi dan mengeluarkan kemejanya, menggulung tangan panjangnya hingga batas siku. "Bagaimana penampilan saya? sudah biasa bukan?"


Savira terkekeh melihat tingkah Kelvin yang ingin terlihat biasa saja "Tetap saja Tuan masih terlihat bos besar meskipun penampilan dirubah dengan kemeja dikeluarkan."


Tak berapa lama datang pelayan menaruh pesanan soto ayam buat Savira.


"Sepertinya enak! celetuk Kelvin


"Mas.. pesankan juga satu buat saya, seperti pesanan Mbak cantik ini."


"Baik Pak!


Savira tersenyum malu-malu "Tidak usah berlebihan Tuan."


"Sudah saya bilang, rubah panggilan Tuan bila sedang tidak di kantor."


"Baiklah pak Kelvin, Kalau begitu saya makan duluan."


"Silakan..."


Savira mulai menyendok nasi dan soto itu, lalu memasukkan kedalam mulut, baru beberapa suapan "Uhuk.. uhuk.. uhuk.."


Buru-buru Kelvin memberikan es jeruk pada Savira. "Hati-hatilah kalau sedang makan?"


Savira menyedot es jeruk dari tangan Kelvin "Tentu saja aku tersedak karena kau ngeliatin terus aku makan." gumamnya dalam hati.


"Terima kasih ya.."


"kamu baik-baik saja?"


"Iya, sudah tidak apa-apa."


Seorang pelayan datang membawakan pesanan Kelvin. "Silakan Pak.."


"Terimakasih..."


"Apa perlu saya pesankan lagi yang baru.?

__ADS_1


"Tidak usah Pak, ini juga belum habis."


Mereka mulai menikmati makan siang bersama. Selesai makan mereka berbincang sebentar.


"Maaf Pak, sepertinya jam makan siang sudah selesai. Saya harus kembali ke ruangan kerja saya, masih banyak pekerjaan yang menumpuk." pamit Savira beranjak dari duduknya.


"Baiklah, saya juga harus kembali ke kantor."


Mereka berdua berjalan ke kasir "Biar saya yang bayar." Kelvin mengeluarkan satu lembar ratusan ribu. "Ambil saja kembaliannya."


"Terima kasih Tuan."


Setelah keluar dari kantin, Kelvin dan Savira berhenti didepan lift.


"Savira.."


"Iya..."


"Boleh suatu saat kita makan bareng lagi."


"Tentu saja dengan senang hati." jawab Savira dengan senyuman manis dibibir nya.


"Ting!


Pintu lift terbuka lebar. "Kalau begitu saya permisi dulu, terima kasih traktirannya." Savira masuk kedalam lift.


"Sama-sama, semoga kita bertemu kembali."


Savira mengangguk dan tersenyum bersama tertutup nya pintu lift. Lift berhenti tepat di lantai Direktur.


"Vira.. kau dari mana.? apa kau sudah makan..? tanya Dev yang berhenti didepan meja kerjanya.


"Aku baru selesai makan siang Pak! Maaf bila kelamaan."


"Ya sudah, tolong kau buat laporan ini." Dev menyerahkan berkas diatas meja "Setelah selesai berikan padaku secepatnya, Oke."


"Baik Pak!"


Kemudian Dev mengetuk pintu sang presdir dan masuk kedalam setelah di persilahkan masuk.


"Dev!"


"Hey Bell, kapan datang?" tanya Devan seraya mengulurkan tangannya.


"Sudah dari tadi. Ini aku juga mau pamitan pulang."


"Ohya..? hati-hati di jalan.."


"Makasih Dev!"


"Sayang, jangan lupa ku tunggu di rumah nanti malam."


Vano mengangguk dan mencium kening Bella "Iya, jaga dirimu baik-baik."


Setelah itu Bella berjalan meninggalkan ruangan Zevano.


"Van, tadi tuan Kelvin datang menemui ku, ada undangan launching hotel terbarunya, dan kontrak kerjasama kita akan diadakan di sana." imbuh Dev seraya menyerahkan undangan pada Vano.


"Hari Sabtu jam tujuh malam launching nya. Baiklah, persiapkan semuanya kita akan datang."


*


Satu minggu kemudian, Zevano membawa Bella ikut serta ke peresmian sebuah hotel milik Kelvin. Tentu saja Devan membawa serta Savira sebagai sekertaris Vano.


Mobil mereka masing-masing sudah berhenti di depan lobby hotel. Acara begitu meriah dan di hadiri kalangan pembisnis elite dan pejabat daerah. Vano bergandengan tangan dengan Bella di sambut hangat oleh sang pemilik Hotel.


"Selamat datang, terima kasih banyak atas kedatangannya Tuan Zevano. Sungguh suatu kehormatan anda hadir di acara launching ini."


"Tentu saja saya akan datang, kita adalah rekan kerja." mereka saling berjabat tangan.


"Kenalkan kekasihku Bella."

__ADS_1


"Hey nona Bella, apa kabar? anda sangat cantik, pandai Tuan Vano mencari calon istri. Senang bertemu dengan mu." puji Kelvin seraya mengulurkan tangannya.


"Sangat baik, terima kasih atas pujiannya." senyuman merekah di bibir Bella.


"Dimana Tuan Dev?"


"Mungkin masih di lobby."


"Baiklah, silakan nikmati hidangan yang sudah tersedia."


"Tuan Zevano." seorang pria paruh baya memanggil dan berjalan kearahnya.


"Tuan Bagas, anda juga hadir disini?"


"Tentu saja, Kelvin adalah keponakan saya."


"Wah saya baru tahu, kalau Tuan Kelvin masih keturunan kelurga Bagaskara."


"Bagaimana kabar Daddy mu, Tuan Reno."


"Alhamdulillah baik, Daddy sedang berada di Jerman."


"Baiklah Tuan Vano, saya tinggal Sebentar. Saya harus menyambut tamu yang lain."


"Silakan Tuan Kelvin."


Sementara itu Devan dan Savira masih berada di depan lobby karena baru menerima panggilan telpon.


"Vir!"


"Iya Pak!"


"Panggil aku kakak ajah, kita bukan lagi di kantor."


"Iya kak!"


"Nah gitu dong."


Tiba-tiba Devan meraih tangan Savira dan mengaitkannya di pergelangan tangannya "Begini lebih baik bukan?"


"Tapi kak, tidak enak dilihat orang."


"Kenapa meski nggak enak, anggap saja malam ini kita adalah sepasang kekasih."


Savira terbelalak dan menelan salivanya dengan susah payah "Te-ta-pi.."


"Sudah tenang saja, kita nikmati malam ini. jangan pedulikan orang-orang disekitar kita. Okay..?"


Akhirnya Savira mengangguk dan mengaitkan tangannya di pergelangan tangan Devan. Mereka berjalan berdua memasuki area pesta yang berada di outdoor.


Acara pesta di adakan di depan kolam renang yang berada di samping hotel, berbagai hidangan dan minuman tersusun rapi diatas meja prasmanan.


"Tuan Kelvin!" panggil Devan saat melihat Kelvin beramah tamah dengan tamu undangan.


"Hey Dev!" Kelvin menoleh dan meminta izin pada tamunya. ia berjalan kearah Devan dan saling berangkulan.


"Nona Savira? senang bertemu dengan mu kembali." Kelvin mengulurkan tangannya pada Savira. Savira tersenyum dan menyambut uluran tangan Kelvin.


"Terima kasih nona cantik mau hadir di peresmian hotel ini." Kelvin menarik jemari lentik tangan Savira dan menciumnya. Tentu saja Savira terkejut bersamaan jantungnya yang berdebar kencang.


"Ekhemm!"


Devan berdehem, dengan cepat Savira menarik tangannya. Tangan Devan menarik pinggang Savira agar lebih dekat lagi dengannya, seakan ia berkata kalau malam ini Savira adalah miliknya.


"Kalau begitu silakan nikmati hidangan yang tersedia, acara akan segera dimulai."


Tanpa mereka sadari sepasang mata sedang menatap kearah mereka bertiga dan melihat kemesraan Devan dan Savira yang terlihat serasi malam itu.


💜💜💜


@Maafkan Bunda yang jarang update. Karena kesibukan di real sangat menyita waktu. Tapi BUNDA akan berusaha untuk Up.

__ADS_1


Terus dukung karya-karya Bunda ya All.. I Love you full😍😘😘😘


@Bersambung....


__ADS_2