Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Kedatangan pria misterius


__ADS_3

"Penggal kepala wanita itu dan kirimkan pada Mr L, anak macan Asia tidak ada apa-apa nya! hahahaha... Pria itu terbahak penuh kemenangan.


Pria itu berjalan mendekat dan berada tepat di depan tubuh Vana yang sudah tak sadarkan diri. "Aku akan mengakhiri penderitaan adik mu! hahahaha....


Tangan pria itu mulai mengayunkan pedang kearah kepala Vana dan....


"TIDAK.... JANGAN!!!!!!!


"TRING!


Tiba-tiba dari atas pohon sebuah bayangan hitam melempar Fidged spinner Ninja, (sebuah benda kecil yang ujung sisinya runcing seperti matahari) Seketika pedang itu terlempar jauh. Pria memakai pakaian Ninja langsung mencabut pedangnya yang berada di belakang punggungnya dan merobek jaring di tubuh Vano. Akhirnya Vano dapat terbebas dan berlari kearah sang adik yang sudah tak berdaya.


"Siapa orang itu! berani-beraninya masuk ke wilayah kami, dan membantu anak-anak Reno! cepat serang!!!! perintah Pria dari kelompok genk kalajengking.


Pertengkaran tidak terelakan lagi, mereka saling serang dan bertempur. Satu lawan puluhan orang yang tiba-tiba datang dari sisi berlawanan.


"Siapa orang itu? Kenapa dia tiba-tiba datang dan membantu kami." gumam Vano pelan seraya menatap sang adik yang tergeletak diatas tanah.


"Dek! bertahanlah, kau tidak boleh meninggalkan kakak, Mommy, Daddy dan Zidan! kau harus kuat!' Vano memeluk erat sang adik dan menangis pilu. Darah masih mengucur deras dari punggung belakang Vana.


"Awas.....!!

__ADS_1


"TRANG!!!"


Pria itu berhasil menolong Vano yang hampir di tusuk dari belakang dengan sebuah pedang oleh musuh. Beruntung Pria misterius itu cepat melempar Fidget spinner kearah benda panjang dan tajam itu, hingga menimbulkan suara dan terlempar.


(Fidget spinner, adalah benda kecil yang biasa di gunakan oleh para Ninja)


Vano terkejut dan menoleh kearah pria misterius yang telah menolongnya. Namun wajahnya tertutup topeng. Tentu saja Vano tidak dapat mengenali wajahnya.


"CEPAT PERGI DARI SINI! seru Pria itu seraya bertempur melawan sekelompok orang yang terus menyerang.


"Tapi... bagaimana dengan mu?!


"Aku yang akan urus mereka. Cepatlah selamat kan adikmu, dia perlu pertolongan. jangan sampai kau menyesal karena harus kehilangan dirinya!" teriak Pria misterius itu. "Cepat pergi.. kita tidak ada waktu lagi untuk berdebat. Aku akan terus melindungi kalian sampai kalian berada di mobil!"


Trang... Trang... Trang...


Suara pedang terus saling berbenturan. pria misterius itu terus menjaga Vano dari arah belakang untuk menghalau orang-orang Genk kalajengking yang ingin menghabisi anak-anak Reno Mahesa. Tidak main-main pria itu juga memiliki ilmu bela diri yang tinggi, terbukti dari cara ia bermain pedang samurai dan bisa menggempur lawan banyak hanya dengan satu tebasan pedang, secara beruntun mereka terkapar tak berdaya.


Tiba-tiba orang-orang kalajengking semakin bertambah. Mereka menghadang Vano dari depan. Dengan tidak melepaskan tubuh sang adik dari gendongan nya, Vano melompat dan melayang di udara, lalu menendang mereka dengan ilmu bayangan hingga mereka semua terpental, Sebab tanpa terlihat tubuh mereka seperti di tendang mahkluk kasat mata bertubi-tubi.


Vano melompat dan berlari dengan secepat kilat meninggalkan mereka yang masih terkapar di tanah. Dalam hitungan menit, Vano sudah berada di depan mobil.

__ADS_1


"Dimana kunci mobilnya? Vano merogoh saku celananya dengan nafas tersengal, Namun tidak ada. "Sial, di saat genting begini kunci mobilku malah hilang! Vano mengerang frustasi.


"SEEETTT!


"AAAKKKKHHHH!!!!!!


Pekik Vano, tiba-tiba dari arah belakang ada yang menyabet punggungnya dengan pedang. Seketika darah mengucur bebas dari punggung Vano. Rasa pedih dan sakit Vano rasakan, hingga tubuh Vana terjatuh bersama dirinya.


Trang... Trang... Trang...


Pria misterius itu datang dan membantu Vano, Ia masih bertempur untuk menjaga Vano dan Vana. Serangan demi serangan terus ia lakukan. Dari saku bajunya Pria itu mengeluarkan Fidget spinner dan melemparnya kearah anak buah genk kalajengking. Sangat tepat sasaran, benda kecil tajam itu yang memiliki sisi pisau tajam seperti matahari, ada yang menembus jantungnya, ada pula terkena keningnya hingga mereka ambruk satu persatu dengan suara erangan yang mengenaskan.


"Cepat masuk kedalam mobil! selamatkan dirimu dan adikmu. kalian harus selamat!" pria misterius itu memecahkan kaca mobil dan membuka pintu mobil dari dalam. Vano mengangkat tubuh sang adik keatas jok mobil dan memakaikan Seat belt ke tubuhnya. Gegas Vano berlari kearah samping untuk membuka pintu mobil. Setelah ia masuk kedalam mobil mulai panik dan gusar, sebab kunci mobil hilang entah kemana. Namun ia memiliki akal cerdas, Vano mulai mencari kabel di bawah stang kemudi dan menyambungkan dari satu kabel ke kabel lainnya yang saling berhubungan. Seketika mobil menyala. Vano melihat pria bertopeng itu masih terus bertempur.


"Terimakasih sobat, kau telah menyelamatkan aku dan adikku. Siapapun dirimu, aku sudah menganggap kau sebagai saudara ku. Semoga kita bisa bertemu kembali." Vano membunyikan klakson untuk berpamitan pada pria misterius itu dengan perasan sedih dan bersalah. Gegas Vano melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan area perbatasan kota.


💜💜💜


@Karena kalian terus penasaran. Bunda update lagi pagi ini. Semoga kalian suka dan terus mendukung karya Bunda 🥰😍


@Bila kalian suka dengan karya Bunda, Ayo jangan pelit-pelit untuk VOTE/GIFT, LIKE DAN KOMENTAR.🥰🥰

__ADS_1


Follow IG Bunda. @bunda.eny_76


__ADS_2