Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Reno Beraksi


__ADS_3

"Reno! Sabrina ikut berlari menaiki anak tangga menghampiri Reno. "Ada sekitar 25 orang yang menyerang, semuanya masih bertahan di luar pagar! wanita itu melaporkan Pada Reno keadaan di sebuah rumah yang saat menjadi tempat Markas Reno.


Rahang Reno mengeras, ia terus berpikir keras bagaimana bisa menyelamatkan anaknya Zidane.


"Sabrin, cepat kau bawa Laras panjang. Bawa orang-orang mu melewati lorong bawah tanah. Setelah melewati lorong, sudah ada mobil hardtop. Kau bawa mobil itu kearah selatan. Setelah membereskan kekacauan ini, kita akan bertemu di sana!"


Sabrina mengangguk patuh. Jauh sebelum Reno meminta Sabrina beberapa kali untuk meminta bantuannya, Sabrina selalu saja menolak. wanita itu tidak mau lagi berurusan dengan dunia hitam, gangster atau semacamnya. Ia hanya ingin menenangkan diri dan hidup damai di kediamannya di kota Jepang. Namun saat Reno memohon dan menceritakan keluhannya pada wanita berdarah Jepang itu. Sabrina tidak lagi menolaknya, alasannya sebab ia sangat menyayangi anak kecil, jiwanya terpanggil saat Zidane anak bungsu Reno di culik oleh kelompok genk mafia.


Sabrina wanita cantik berbodi seksi, berdarah Jepang-Amerika. Ayahnya seorang Sense (guru/ketua) Ninja bayangan. Reno sudah 17 tahun berguru pada Ayah Sabrina, Tuan guru Haruka Nakagawa, berwarga negara Jepang. sedangkan Ibu Sabrina asli warga negara Amerika. Sebenarnya Sabrina sejak dulu menyukai Reno dan berharap Reno menjadikan istri ke-duanya. Namun Reno menolaknya karena tidak ingin menghianati Delena, istri kesayangannya. Hingga di usia Sabrina 38 tahun belum juga menikah.


Pertemuan nya dengan Reno, saat Sabrina berusia 21 tahun. ia kerapkali melihat Reno belajar ilmu pedang samurai dengan ayahnya. Setiap satu bulan sekali Reno dan kawannya datang ke Jepang hanya untuk belajar ilmu bela diri Ninja bayangan dan menginap beberapa hari lalu pulang kembali. Begitu seterusnya hingga ia bisa menguasai ilmu Ninja bayangan tingkat tinggi. Sama halnya dengan Sabrina yang mewarisi ilmu Ninja bayangan milik ayahnya yang sudah wafat.


"Hey, apa yang kau pikirkan?! tegur Reno. "Cepatlah bergerak waktu kita sudah tidak banyak lagi!"


"Oke, aku harap kau bisa mengatasi mereka diluar. Aku ambil pistol dan laras panjang untuk berjaga-jaga."


"Sejak kapan kamu memerlukan senjata? bukankah kau memiliki ilmu bela diri yang bisa menghilang." Reno menaikkan alisnya.


"Aiishh.. kau ini! tidak berubah dari dulu. Selalu mengejek dan meremehkan diriku! bukankah tadi kau yang menyuruhku membawa laras panjang! Sabrina berdecih


Reno terkekeh seraya mengacak rambut panjang Sabrina.


"Sudahlah aku tidak ada waktu untuk berdebat dengan mu! wanita itu menepis tangan kekar Reno, lalu bergerak dengan gesit menuruni anak sebelum Reno menjawabnya.


"Aku yakin kau bisa diandalkan Sabrin!" serunya sebelum wanita itu menjauh.


Sabrina menoleh saat sudah di anak tangga terakhir "Tentu saja, kau selalu saja bisa meyakinkan aku untuk membantu mu!" sudut bibir wanita itu terangkat dengan senyuman mengejek.


Sabrina wanita yang menggilai dirinya saat masih satu perguruan, walau ia adalah anak kandung dari gurunya. Sebelum meninggalnya Haruka Nakagawa, beliau telah berpesan pada Reno, agar menjaga anak satu-satunya, yaitu Sabrina yang memiliki ilmu bela diri yang sudah tak diragukan lagi kemampuannya.


Di luar hiruk-pikuk terdengar oleh orang-orang yang di gerakkan Reno untuk berjaga di luar, hanya beberapa orang yang bertahan menjaga pertahanan. Reno heran bagaimana anak buahnya bisa kalah dan berdatangan sekolompok Genk ke Markas besarnya.


Sabrina dan anak buahnya sudah meninggal kan markas menuju lorong rahasia yang berada di bawah tanah. kini giliran Reno keluar dari Markas untuk menghabisi mereka satu persatu.

__ADS_1


"Mereka semua mencari mati dengan datang ke tempat ini! gumam Reno menarik sudut bibirnya. Ia berjalan kearah pintu, saat membuka pintu, seseorang sudah lebih dulu menyerangnya. Untung Reno cekatan dalam menghindar dan mampu membalikkan serangan. Reno terus maju, begitu sampai di belakang bangunan. seseorang menyerang Reno dengan samurai, beruntung mata pria itu jeli meski suasana temaram. Reno merapatkan tubuhnya di dinding agar tidak terkena sabetan senjata tajam. Reno bergerak ke samping meraih pot bunga untuk menangkis serangan pedang samurai tersebut. Tepat ketika tanah dari pot itu berhamburan. Dia menuju wajah si penyerang lalu menendang bagian alat vital laki-laki di depannya dengan keras hingga terkapar.


Reno meraih samurai dari tangan lelaki itu lalu menyabetkan ke paha laki-laki tanpa ekspresi sama sekali. "Beraninya kau menyerang ku! desis Reno murka. Pria itu meringis kesakitan seraya bersimpuh memohon ampun pada Reno.


"Siapa yang telah menyuruh mu menyerang Markas Ku! hardik Reno dengan tatapan membunuh. Pria itu terdiam, matanya tertunduk tidak berani menatap Reno yang masih berdiri tegap dengan memegang samurai di tangannya.


"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu!" seru Reno mulai emosi "Atau pedang ini akan menebas leher mu bila kau tidak berani bicara terus-terang!"


Tubuh pria itu bergetar seraya menahan sakit di pahanya yang sudah berlumuran darah "Maaf tuan, saya tidak tahu. Saya hanya di perintah untuk menyerang Markas ini."


Reno tergelak "Kau pikir aku percaya dengan buaian mu?! "Baiklah, aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku. sekarang bersiaplah!"


Reno mengayunkan samurai nya kearah leher laki-laki itu. Seketika tubuh Pria itu bergetar hebat dengan cepat ia berseru.


"Tunggu! wajah dingin Pria itu terlihat pias dan ketakutan.


"Aku akan mengatakan nya!"


"Cepat katakan, siapa orang di balik penyerangan ini, apa ada hubungannya dengan penculikan anakku Zidane!


"Balas dendam?! Reno berdecih "Ahh, Iya. Musuh-musuh ku terlalu banyak sampai aku lupa ingatan ku tentang mereka."


"Siapa dia..?!


"Dia adalah...


"Aaaahhhkkkk....!


Laki-laki itu menjerit kesakitan, saat lehernya seperti ditancap sebuah benda tajam. seketika pria itu roboh ke lantai dengan bersimbah darah.


"Mereka juga menggunakan ilmui Ninja bayangan, dan melempar pisau kecil ke leher anak buahnya agar tidak memberikan informasi."


"Ahh! Reno mendesah panjang, matanya mencari sosok laki-laki misterius yang berada di sekitar tempat ia berdiri. "Aku harus waspada! gumam nya pelan.

__ADS_1


Reno berjalan dengan mengendap, kebetulan lampu temaram dan menguntungkan bagi Reno. Pertempuran masih terus berjalan, anak buah Reno tinggal beberapa orang yang mempertahankan markas nya.


"Sepertinya ada yang berkhianat disini. atau jangan-jangan anak buahku sudah bekerjasama dengan kelompok genk mafia?!"


"Aku akan selidiki anak buahku. Kalau ada yang berkhianat, tidak ada ampun baginya. Akan aku habisi mereka!" ancam nya.


"Huft! Reno membuang nafas kasar. Ia mulai melompat keatas pohon dan terjun bebas kebawah seraya menyerang orang-orang tersebut dengan samurai di tangannya. Pertempuran tidak dapat terelakkan lagi. Tubuh kekar Reno melayang di udara sambil menghunuskan pedang samurai kearah lawan. Suara erangan dan pekikan terdengar memilukan saat kepala mereka putus dan gelinding di aspal.


Musuh yang melihat keganasan Reno dalam menyerang dan menggunakan samurai, mulai mundur, hingga mereka kucar-kacir melarikan diri. Anak buah Reno ingin mengejar nya, Namun Reno tahan.


"Biarkan saja mereka pergi, itu peringatan untuk Genk mereka yang sudah berani menyerang markas ku!


"Jack!


"Iya Bos!


"Kau jaga Markas! aku akan pergi mencari anakku!


"Apa informasi nya susah tepat bos!"


"Semoga saja dia tidak berdusta dengan memberikan informasi palsu. Orang-orang ku sudah bergerak kesana!"


"Baik bos! aku akan jaga Markas dan membereskan kekacauan ini!"


"Good job!


Reno melangkah pergi dan masuk kedalam sebuah sedan hitam yang terparkir tak jauh dari markas nya. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju tempat lokasi Penyekapan Zidane.


💜💜💜


@Nah Bunda sudah Up nih... insyaallah bila matanya kuat, Bunda Up lagi. Kisah ini yang di maksud "Kembalinya sang Macan Asia" adalah Reno. Disini peran Reno akan bunda ekspos lagi perannya dan lebih banyak kisahnya juga, tentang masa lalu Reno yang belum terungkap dan menyebabkan anak-anak Reno menjadi korban dari musuh-musuh nya. yuk ikuti terus kisahnya ya All.. yang pasti buat kalian geregetan dan minta up terus...


@Sekarang Bunda nagih kopi buat gadang sama bunga sesajen, biar otak Bunda kuat mikir dan membuat ide-ide cemerlang pada cerita "MACAN ASIA"

__ADS_1


"Bersambung....😍😍


__ADS_2