Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Sebuah Permainan


__ADS_3

Seorang Dokter cantik baru saja selesai menjalankan rutinitasnya di meja operasi. Selesai membedah seorang pasien, ia keluar dari ruangan operasi. Melangkah menuju ruangan peristirahatan.


"Ceklek..


"Vana..!


"Amel, Dinda? sejak kapan kalian berada di ruangan ku? tanya Vana seraya berjalan kearah sofa.


"Satu jam yang lalu kami menunggu mu, katanya Dokter Vana sedang berada di ruangan operasi.


"Ada apa nih, tumben sekali mau dateng kesini." canda Vana pada dua orang temannya satu fakultas kedokteran.


"Gue mau undang loe ke acara party." Amel menyerahkan undangan.


"Acara party apa Mel? Vana membuka undangan berwarna pink itu. "Kau mau tunangan? sejak kapan kau memiliki kekasih? setahu aku kau sudah lama tidak pacaran."


"Biasalah, gue di jodohkan kedua orangtua gue!"


"Ohya sejak kapan? hey tunggu... kau mengambil tema holloween diacara tunangan mu? tanya Vana tak percaya


"Acara tunangan seperti holloween. jarang adakan di acara manapun. Ini kemauan tunangan ku. Pokoknya kau harus datang dan jangan lupa harus memakai gaun berwarna hitam, untuk tamu undangan akan diberikan topeng mata. Dan untuk pasangan prianya harus memakai jas berwarna hitam dan memakai topeng tema holloween.


Vana menghela nafas dalam "Tapi aku tidak memiliki pasangan?


"No problem Vana sayang.. bagi yang tidak memiliki pasangan, disana sudah tersedia pria-pria tampan yang menemani para tamu untuk jomblowati." tukas Amel terkekeh.


"Kau harus dateng Van, Semua genk dan alumni fakultas kedokteran di undang semua kok! seloroh Dinda.


"Baiklah akan aku usahakan untuk datang. Sekarang kita ke kantin yuk, kita ngebakso. Udah lama kita nggak makan bakso bersama."


"Wah boleh tuh Van. jaman kuliah dulu kita sering makan bakso bareng" seloroh Amel. Mereka bertiga berjalan menuju kantin rumah sakit.


Sabtu malam minggu acara party tunangan Amel diadakan mulai pukul tujuh malam. Vana sedang mematut dirinya didepan cermin. Gaun hitam saten membalut tubuh indahnya yang tinggi semampai. Highthells berwarna senada menambah paripurna kecantikan seorang Zevana. Rambut panjang indah ia urai begitu saja. Vana mengambil handbag diatas meja rias dan berjalan meninggalkan apartemen menggunakan mobil sport merah kesayangannya.


Setengah jam kemudian mobil berhenti di sebuah gedung mewah dimana diadakannya acara pertunangan teman satu kampusnya. Seorang bodyguard membuka pintu mobil untuk Vana dan Vana menyerahkan kunci mobilnya.


Sebuah pintu terbuka lebar saat kaki jenjang Vana melangkah masuk kedalam sebuah Ballroom. Saat di depan pintu seorang maid memberikan sebuah topeng mata untuk di pakai. Didalam room semua tamu sudah memakai topeng mata untuk para wanita, khusus untuk pria memakai topeng holloween berbagai macam bentuk. Aura didalam ruangan terasa mencekam dengan alunan musik klasik. Vana mencari teman-teman satu kampusnya, Namun, semua orang memakai topeng, dan ia tidak bisa mengenali salah satu dari mereka. Tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundaknya dari belakang. Vana terkejut dan memutar tubuhnya.

__ADS_1


"Ma'af Nona, bisakah anda menjadi teman saya selama di acara party ini?" pinta seorang pria bertubuh tinggi besar yang tertutup topeng holloween. Vana mengeryitkan keningnya dan tidak bisa menerka siapa pria bertopeng berbalut jas hitam itu


"Siapa Anda...?!"


Pria itu menarik sudut bibirnya yang tertutup topeng "perkenalkan nama saya Leonardo. Panggil saja saya Leon!"


Deg!


Vana seakan mengenal suara itu, Namun ia menepis dan berpikir positif. ia berpikir di dunia ini pasti banyak suara yang mirip.


"Saya Zevana.. anda bisa memanggil saya Zee atau Vana." ujarnya ramah.


"Baiklah Nona Zee, mari kita kedepan aula acara pertunangan akan segera di mulai."


Vana menerima uluran tangan pria yang baru saja ia kenal, sebab hampir semua di dalam room itu berpasangan. Mereka berdua berjalan bersama bagai sepasang kekasih.


Amelia berbalut gaun putih mini dress brokat dan seorang pria tampan berbalut texudo putih, berdiri di depan para tamu undangan. MC mulai membuka acara pertunangan, setelah kata sambutan dari pihak keluarga sudah di sampaikan. Kini saatnya menyematkan cincin ke jari manis masing-masing. Gemuruh tepukan tangan terdengar riuh didalam rooms. Selesai acara pertunangan kini mulai di lanjutkan acara sesungguhnya. Mereka yang berpasangan di daulat untuk berdansa dengan alunan musik.


"Vana! seru Amel berjalan mendekati Vana.


"Amel, selamat ya. Akhirnya kau bertunangan juga, aku senang melihat temanku bahagia." mereka saling cipika-cipiki.


"Oiya kenalkan tunangan gue Arldo."


"Zevana..."


"Arldo.." Mereka saling berjabat tangan.


"Mell dimana yang lain, kok aku tidak melihat mereka?!


"Santi, Dinda, Fina dan Ella sudah datang lebih awal bersama pasangan masing-masing, tapi gue tidak melihat mereka lagi, disini sangat ramai. Apalagi semua disini berpakaian sama!"


"Sayang... kita harus berdansa, MC sudah memanggil kita." ucap tunangan Amel dan di anggukan sebagai respon.


"Vana, Ayo kita kesana. kita berdansa bersama." bujuk Amel.


"Kau duluan saja, nanti aku menyusul."

__ADS_1


"Okay...! Amel bersama tunangannya berjalan kearah MC dan mereka memulai berdansa di iringi musik slow di ikuti tamu lainnya.


"Boleh saya berdansa dengan anda? Pria yang berdiri di samping Vana mengulurkan tangannya. Awalnya Vana menolak, namun ia mengangguk setuju setelah melihat ketulusan Pria itu yang selalu berada di dekatnya.


Mereka berdua mulai berdansa mengikuti alunan musik, pria itu merangkul pinggang ramping Vana dan kedua tangan Vana berada di pundak kokoh pria tegap itu. Aroma parfum maskulin menguar dari tubuh pria bertopeng holloween Joker. Vana tampak kikuk, ia tidak bisa berdansa, apalagi mengikuti gerak Pria misterius itu, sesekali ia menginjak gaun panjangnya sendri.


"Pelan-pelan.." bisik Pria itu


"Maaf, lebih baik kita akhiri saja dansa ini. Aku tidak bisa ! tolak Vana dan berusaha mendorong tubuh Pria itu, saat ia ingin melangkah pergi, kaki Vana tersingkap kaki seseorang, di saat bersamaan ia hampir saja terjatuh, namun sebuah tangan kekar meriah tubuhnya sebelum Vana terjatuh.


"Kenapa kau ingin terburu-buru pergi! Pesta sesungguhnya baru saja akan di mulai." bisik pria bernama Leon, ia tersenyum misterius di balik topengnya. Mendengar suara ciri khas itu membuat Vana bergidik, bulu kuduknya meremang.


"Apa maksud perkataanmu? permainan apa? tanya Vana bingung.


Seketika Lampu menyoroti kearah Vana. Ia menatap di-sekeliling ruangan. Lampu mulai meredup tidak seterang tadi, Namun hanya dirinya seorang yang tersorot lampu.


"Nona.. anda mendapat kejutan dari acara pertunangan ini, dan anda telah terpilih!" tiba-tiba seorang pria bertopeng Joker berjalan mendekati Vana, pria bertubuh atletis dengan penampilan rapih berdasi kupu-kupu meraih tangan Vana. Seakan terhipnotis, Pria itu perintahkan anak buahnya untuk mengikat Kedua tangan Vana ke-sisi kiri dan kanan di sebuah papan besar berbentuk bulatan.


"Tunggu! kenapa aku diikat seperti ini?! serunya seakan baru tersadar setelah kedua tangan terikat sempurna.


Pria misterius itu mendekatkan wajahnya dan berbisik "Kau tenang saja, ini hanya sebuah permainan, nikmatilah!" terdengar suara gelakan Pria itu, membuat Vana terkejut.


"Ap-apa... Ak___


Tiba-tiba dari saku celananya, pria misterius itu mengeluarkan sapu tangan dan menutup rapat bibir ranum Vana.


"Hmmm!! hmmm!! Vana mencoba bersuara, Namun mulutnya sudah tersumpal saputangan.


Kini Vana berdiri di tengah-tengah papan bulatan, tubuhnya bergerak kesana-kemari minta di lepaskan, ia terlihat sangat seksi memposona. Anak buah dari pria itu juga mengikat kedua kaki Vana hingga ia tidak bisa bergerak. Suara hiruk pikuk semakin terdengar riuh, mereka tampak antusias setelah beberapa orang membawa busur untuk memanah. Vana membulatkan matanya sempurna.


"Permainan gila apa yang akan mereka mainkan?! jerit Vana dalam hati.


💜💜💜💜


@Sabar ya readers, masih ada lanjutannya...


Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘

__ADS_1


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76


@Bersmbung


__ADS_2