Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Pengusiran Zara


__ADS_3

"VANO AWAS!!! teriak seseorang.


"BRUKK!!


"CIIIIIIIITTTTTTTT.....!!!


"STERTTTTT......!!!!


"BELLA!!!


Teriak Vano saat melihat Bella terlempar ke aspal, mobil itu menabrak tubuh Bella setelah mendorong tubuh Vano kesamping.


Vano berlari kearah jatuhnya Bella. Devan yang terkejut mendengar teriakkan Vano ikut berlari menyusul sahabatnya itu.


"Kak! Kenapa kak Vano berteriak? tanya Zidan yang masih berada di dalam mobil.


"Kakak juga tidak tahu, lebih baik Zii diam saja di dalam mobil, kakak yang akan keluar dan melihat ada apa sebenarnya."


Zidan mengangguk setuju, Savira membuka pintu dan menutupnya. ia melihat diluar banyak orang-orang berkumpul tak jauh dari tempatnya berdiri. "Ada apa disana? kenapa banyak orang berkerumun?"


"BELLA, ya Tuhan... " Vano tampak Panik dan tegang melihat Bella tidak bergerak diatas aspal, darah kental mengucur dari kepalanya.


"Van! BELLA .." secepatnya kau bawa Bella kerumah sakit, kondisinya sangat memprihatikan." Devan membangunkan kesadaran sahabatnya yang terlihat syok di depan tubuh Bella.


"Ada apa, ada apa...? tiba-tiba sudah banyak orang berkerumun di tempat kejadian.


"Wah gadis cantik ini tertabrak mobil."


"Penabrak nya dimana?


"Disebelah sana sedang di introgasi sekurity."


"Tangkap orangnya jangan sampai lepas, kita serahkan ke polisi." seru orang-orang yang terlihat geram.


Dengan cepat Vano mengangkat tubuh Bella dan berjalan kearah parkiran tempat dimana ia menaruh mobil.


"Dev! cepat buka mobilnya aku akan membawa Bella ke 'Central Pelita' tidak jauh dari tempat Mall ini!"


"Kak apa yang terjadi? Savira terkejut saat melihat Vano membawa tubuh Bella.


"Kau tetap didalam mobil bersama Zidan." pinta Devan.


"Mas! pakai mobil saya saja, biar saya yang antarkan kerumah sakit." seorang pria sepantaran Vano memberikan tawaran.


"Lebih baik kau terima saja tawaran Mas ini, aku akan urus dulu si penabrak itu, nanti akan menyusul bersama Vira dan Zidan kalau urusan ini sudah selesai. kalau kita pergi semua tidak ada yang urus si penabrak itu, dia harus bertanggung-jawab sudah buat Bella seperti ini."


"kau benar Dev! baiklah aku akan ikut bersama Mas ini, kau urus saja pria brengsek itu sampai tuntas, jangan sampai kau biarkan dia lepas. Orang itu harus mendapatkan pelajaran sudah lalai dalam berkendara!"


"Mas, dimana mobilnya! tanya Vano masih mengendong tubuh Bella ala bridal.


"Disana Mas!


Vano masuk kedalam jok belakang sambil memangku tubuh Bella yang tidak sadarkan diri. Mobil melaju dengan cepat menuju rumah sakit milik Vano. 'Central pelita' baru saja di resmikan dua tahun lalu.


Hanya lima belas menit mobil sudah masuk kedalam perataran Rumah Sakit "Central Pelita" Pria itu keluar dari mobil dan membukakan pintu belakang. Vano berlari menuju ruangan UGD sambil membawa tubuh Bella.


"BRAKK!


Pintu dibuka dengan kasar, beberapa suster terkejut melihat seorang pria masuk kedalam ruangan UGD dan menaruh tubuh Bella diatas ranjang.


"Dimana yang lainnya? cepat kalian Panggil Dokter untuk mengobati sahabatku!" teriak Vano pada suster yang berada di ruangan UGD. Mereka semua malah melongo dan terkejut melihat Vano berteriak, ada yang gelengkan kepala dan melihat kesal. Anehnya mereka hanya diam, mereka tidak tahu sedang berhadapan dengan CEO pemilik rumah sakit.


"Cepat panggilkan! jangan hanya diam saja! bentak Vano.

__ADS_1


"Sabar Mas! Jangan datang langsung marah-marah, kami disini sedang bertugas." seru seorang suster.


"Cepat panggilkan Dokter jaga hari ini! atau kalian saya pecat!"


Empat orang suster yang sedang menangani pasien di dalam ruangan UGD terkejut dan saling bersitatap satu sama lainnya.


"Ba-ik saya akan panggilkan Dokter." ucap salah seorang suster yang terlihat ketakutan.


"Astaga kenapa penanganan sangat lambat sekali, apa Vana tidak pernah mengecek rumah sakit baru ini? gumamnya lirih. Vano menatap lembut wajah Bella dan mengusap pipinya.


"Yang sabar Bell, kau harus kuat! aku akan menjagamu."


"KREKK!


Pintu terbuka lebar masuk seorang Dokter bersama dua orang perawat, Vano menoleh Dokter yang baru datang.


"Tu-an siapa yang terluka? tanya Dokter Austin tercekat, sebab ia dikejutkan dengan kedatangan pemilik rumah sakit itu tiba-tiba.


"Cepat periksa sahabatku ini, kepalanya tadi mengeluarkan darah."


"Baik, saya akan periksa."


Satu jam kemudian..


Dokter Austin keluar dari ruangan UGD dan berjalan menghampiri Vano, ia melihat Vano terduduk didepan ruangan UGD, tangannya sibuk pada layar ponsel didepannya.


"Tuan!


Vano mengangkat kepalanya dan memasukkan ponsel kedalam saku celananya "Bagaimana dengan Bella?


Dokter Austin mendaratkan bokongnya di samping Vano "Keadaannya sedikit membaik, Namun ada luka di kepalanya akibat benturan keras dan kulitnya sobek hingga mengeluarkan darah. Saya sudah menjahitnya agar darahnya berhenti.


"Tapi tidak mengalami geger otak kan?


"Lakukan saja Dok! tolong di rontgen secepatnya, aku tidak ingin Bella kenapa-napa, aku berhutang nyawa padanya."


"Baik Tuan! akan saya lakukan secepatnya."


"Oiya akan ditempatkan dimana pasiennya?


"Ruangan VVIP!"


Setelah pemeriksaan selesai, Bella dibawa kerungan rawat inap.


__________


~New York ~


Di apartemennya Nessa terlihat gusar dan kesal, uang bulanan yang biasa di kirim oleh Siska tidak juga masuk kedalam tabungannya.


"Ahh sial! bagaimana ini? uang belum juga masuk kedalam rekeningku? biasanya Tante Siska tepat waktu mengirimkan uang padaku!"


"Apa kau sudah mengecek nya?


"Sudah berkali-kali aku cek, Namun saldonya belum masuk juga."


"Coba kau telepon? saran Seorang Pria di sampingnya.


"Aku sudah coba menghubunginya, tapi belum juga diangkat. Padahal aku butuh uang itu, dan aku sudah janji pada teman-teman mu untuk traktir mereka." Nessa mendengus kesel.


"Sabar sayang... kau harus tenang."


"Harus tenang bagaimna lagi? Ren.. please bantu aku mikir!"

__ADS_1


Darren menarik tangan Nessa hingga terjatuh diatas tubuhnya "Nanti saja mikirnya sekarang kita bersenang-senang dulu. Aku sudah merindukan permainan ganas mu!"


"Ahh kau ini selalu gampangkan masalah. Aku pasti malu kalau tidak jadi traktir mereka!"


"Sudah tenang saja nanti aku bantu." Darren yang sudah tidak sabar mulai mencumbu bibir Nessa. Memasukkan lidahnya kedalam mulut wanita yang sudah membuatnya candu. Darren menjelajahi rongga mulutnya hingga nafas keduanya tersengal. Nessa menarik nafas panjang saat tautan keduanya terlepas, bibir Darren turun ke leher wanita yang sudah berhasrat itu, hingga bibirnya berhenti di belahan gundukan kenyal, lidahnya bergelayut manja disana sambil memainkan dan menghisapnya kuat. Suara desah*n Nessa terdengar nikmat hingga membangkitkan libido dan kabut gairah Darren. Terciptalah permainan hangat penuh gairah, tubuh keduanya sudah bermandikan peluh, saling tindih dan serang. Mereka terus bermain dan memberikan kepuasan, gesekan yang diberikan Darren membuat Nessa terbang melayang hingga ia lupa diri dan kehancuran menantinya.


Suara Erangan dan lenguhan panjang menghentikan aktivitas keduanya. Mereka berdua sama-sama sudah mencapai pelepasan.


"TING! TONG! TING! TONG!


"Hah! siapa yang datang siang-siang begini! Aku sangat lelah, kau saja yang bukakan!" gerutu Nessa sambil memutar bola mata malas.


"Bukakan kau tuan rumahnya? siapa tahu ada perlu denganmu?


"Tapi siapa? teman-teman ku tidak ada yang pernah datang ke apartemen ini, selain kau? Dengan malas Nessa turun dari ranjang dan berjalan kearah pintu.


"TING! TONG!


"Tunggu sebentar, berisik banget sih! teriak Nessa.


"JEGLEK!


"KAU??? mau apa kau datang kesini! cetus Nessa, ia hanya membuka sedikit pintu. wanita yang berdiri didepannya tersenyum sinis sambil menatap tubuh Nessa dari atas sampai bawah, tubuh wanita itu hanya berbalut selimut tipis.


"Kenapa? ini apartemen kelurga ku, aku kapan saja bisa datang kesini!"


"JEDER!!


Wanita itu menerobos masuk setelah mendorong pintu itu kasar, bersamaan terdorongnya tubuh Nessa kebelakang


"HAIII!!! Jangan kesana, keluar kau Zara! hardik Nessa, disaat itu keluar Darren yang hanya memakai boxser.


"ZARA!!!


"CKCKCK.....!!! jadi begini perbuatan kalian! Zara gelengkan kepala dengan tangan terkepal kuat, emosinya mulai tak terkendali, Zara menatap dua orang didepannya bergantian.


"DASAR BIADAB PERGI KALIAN DARI APARTEMEN KU!!! bentak Zara, wajahnya menyeringai.


"KAU YANG HARUS PERGI!!! teriak Nessa.


"APA KAU BILANG!! Zara mengambil sapu yang berada di pojokan dan menghantamkan ke tubuh Nessa secara membabi-buta. "APA TADI KAU BILANG? KAU MENGUSIR KU DARI APARTEMEN KU SENDIRI!!


Awwwww sakiiiiittttt! pekik Nessa "DARREN TOLONG AKU!!!


"RASAKAN INI J4L4NG!!!!


"NESSA CUKUP!!! Darren yang bertubuh besar berhasil merebut sapu dari tangan Zara. "SADAR WANITA BAR-BAR!"


"BRENGSEK KALIAN! MENGOTORI APARTEMEN MILIKKU!! teriak Zara dengan nafas tersengal dan tatapan membunuh. "KALAU KALIAN INGIN BERZ*NA KENAPA TIDAK BAYAR HOTEL SAJA!!


Tatapan Zara kini beralih pada Nessa yang kesakitan dalam pelukan Darren "DAN KAU NESSA, AKU KASIH WAKTU 1X24 JAM UNTUK MENINGGALKAN APARTEMEN INI!!!


"CIIH!! SANGAT MENJIJIKKAN! setelah puas memukuli Nessa dan membuatnya kesakitan, Zara meninggalkan apartemen itu dengan perasaan puas.


💜💜💜


@Kalian silakan boleh mau menjodohkan Vano dengan Savira atau Bella, Namun ini kan baru 22 episode masih banyak Plot twist nya. Jadi sabar dulu ya dan terus ikuti kisah selanjutnya.


@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76


@Bersmbung....

__ADS_1


__ADS_2