
"Reno tersentak merasakan air dingin disiramkan ke tubuhnya. Laki-laki itu melenguh pelan saat merasakan sakit di bagian kepala. pelan-pelan dia mencoba bangkit, Namun tubuhnya tidak bisa bergerak karena ikatan di kedua tangan dan kakinya. Sekelebat dia ingat sesuatu saat seseorang memukulnya dari belakang. Reno mencoba mengamati sekitar, meskipun pandangannya belum terlalu jelas.
Reno menoleh ke kiri ketika mendengar ketukan sepatu beradu dengan lantai. pertama kali ditangkap matanya adalah sepatu pantofel mengkilat.
Suara tepukan tangan terdengar nyaring di dalam sebuah ruangan. Reno mendongak kan kepalanya, matanya membulat sempurna saat tahu siapa pria yang berdiri didepannya.
"KAU!!!! pekiknya geram dengan gigi gemeretak "SADAR PENGHIANAT!
"kedatanganku pas sekali rupanya anda sudah bangun!" terdengar suara Pak Yanto menyapa Reno membuat laki-laki tersebut mengangkat pandangannya, menatap lekat manik mata supir pribadinya.
"CIHH! Reno meludah ke sepatu pantofel Pria itu. Pria itu terkekeh dan berjongkok di hadapan Reno "Selamat datang Tuan Reno!'
"Aku tidak pernah menyangka kau bisa melakukan semua ini! orang yang sudah aku anggap saudara bisa-bisa berkhianat!" seru Reno, tubuh nya masih tengkurep diatas lantai dengan kedua tangannya di ikat belakang, Sudah pasti sulit untuk Reno bergerak.
Pak Yanto, adalah sosok pria yang baik di matanya, bertahun-tahun ia mengabdikan hidupnya hanya untuk kelurga Reno. Dia benar-benar tidak menyangka dan tak habis pikir, bagaimana seseorang yang sangat ia percaya dan dia anggap separuh hidup dari dirinya menusuk Reno dari belakang. Reno masih terus berpikir, apa motif keinginan Pak Yanto yang usianya lebih muda sepuluh tahun darinya.
"Aku yakin kau tidak membawa buah tangan untukku!" balas Reno sarkas dengan senyum mengejek nya.
Mendengar lelucon sarkas dari Reno, Pak Yanto tergelak. sesungguhnya Pak Yanto sangat menghormati Reno, ia tidak bohong soal itu. Reno bukan hanya sekedar tuan nya, tetapi juga guru yang selalu mengajarkan dalam kebaikan dan ilmu bela diri yang pernah di ajarkan padanya. Namun, ambisi telah mengalahkan ego Pak Yanto yang kini berusia 44 tahun itu. semakin lama keinginan Pak Yanto untuk menguasai apa yang telah dimiliki oleh Reno semakin besar. Dia bukan pria bodoh yang tidak memiliki cita-cita dan dia tidak mau selamanya menjadi anjing tuannya.
"Sayangnya saya tidak sempat membelinya Tuan, tetapi saya punya sesuatu untuk anda!
"BUGH!
"BUGH!
__ADS_1
Secara mendadak Pak Yanto memukul dan menendang tubuh Reno bertubi-tubi. Dengan sekuat tenaga Reno menarik kaki pak Yanto hingga ia tersungkur ke lantai. Reno mencoba untuk berdiri tegak meski dia belum mendapatkan keseimbangan sepenuhnya. Seorang Pria kaki tangan Pak Yanto menodongkan pistol ke pelipisnya. Pria paruh baya itu meraih pistol dari anak buahnya.
"Anda tidak akan bisa kemana-mana tuan, sebelum anda memberikan hadiah untukku selama aku bekerja padamu sebagai seorang kacung!" tegas pak Yanto yang saat ini berpenampilan layaknya seorang Bos besar dengan memakai jas hitam dan sepatu pantofel mengkilap.
"Hahahaha..." Reno terbahak. "Kacung tetap lah seorang kacung! tidak akan merubah posisimu menjadi seorang Bos besar!
Pak Yanto memberikan isyarat kepada seorang laki-laki untuk memberikan amplop coklat kepada Reno.
"Lepaskan ikatannya!" Pak Yanto memberikan perintah pada seorang laki-laki yang umurnya lebih muda darinya.
Reno mulai menyobek amplop coklat itu. Dahi Reno berkerut menjadi lipatan setelah membaca tulisan yang tertuang di atas kertas. Dimana tertulis bahwa Reno harus menyerahkan semua kekuasaan kepada Pak Yanto, baik itu berupa harta benda dan perusahaan. Pria itu memiliki kekuasaan absolut untuk mengalihkan semuanya perusahaan dan saham-saham, termasuk kekuasaan di dunia hitam.
Reno tersenyum sinis "Jadi semua kekacauan ini hanya karena uang dan kekuasaan?!" menatap muak laki-laki di depannya. Pria paruh baya yang dia perlakukan dengan baik layaknya saudara sendiri, ia beri tempat yang layak di mansion, dan memberikan kepercayaan penuh. kini menikamnya dari belakang. Bahkan Pak Yanto berubah menjadi sangat tamak.
"Aku tidak akan menandatangani surat ini! ucap Reno tegas sembari melemparkan kertas-kertas di tangannya ke udara.
"Tentu saja saya tahu! balas Reno tanpa raut gentar sedikit pun di wajahnya. "Tapi aku bukanlah anak kecil yang bisa kau gertak seenaknya! sindir Reno.
Pak Yanto mengangguk "Sayangnya anda menjadi lemah setelah meninggalkan Genk hitam yang anda miliki, karena wanita itu!
"Apa maksud perkataanmu!" bentak Reno
"Nyonya Delena, Ternyata kau berada di bawah ketiaknya! hahaha.. pria itu tertawa seakan mengejek.
"Saya senang anda selalu mengikuti perkataan istri anda yang bisa membuat Tuan Reno menjadi pria lemah! bahkan anak-anak anda tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri! Tetapi, keberuntungan masih di tangan mereka!"
__ADS_1
"BRENGSEK! Jadi selama bertahun-tahun kau menjadi seorang mata-mata? kau bekerja untuk siapa?! teriak Reno geram "Pantas saja keamanan yang aku buat di mansion bisa di bobol, ternyata kau penghianat nya! Reno berdecih dengan ekspresi menghunus.
"Jadi selama ini kau sudah buat rencana dengan matang, dan menculik anakku Zidane! katakan dimana anakku Zidane!. teriak Reno emosi.
"Sudah terlambat kau mengetahui semuanya, Reno! mudah bagiku bersandiwara di depan mu, ternyata memiliki wajah polos dan terlihat bodoh sangat berguna untuk ku! pak Yanto tersenyum puas.
Reno tertawa garing. Tidak! ia sedang menertawakan kebodohan nya sendiri "Ternyata aku telah memelihara ular beracun di rumahku sendiri! yang kapanpun siap mematuk!"
"Masalah Zidane? Ahh.. anak itu sungguh kasihan, nasibnya sangat buruk! Sebentar lagi anakmu akan mampus!!!
Reno mengepalkan kedua tangannya erat, dan hendak menghajar Pak Yanto. Beraninya anj*ng yang ia beri makan menculik anaknya
"Pengecut, berani menyandra anak kecil! anak itu tidak mengerti apa-apa!"
Melihat Reno mengamuk tetapi tidak bisa berbuat apa-apa, membuat Pak Yanto tertawa. "Anda tidak bisa melakukan apa-apa lagi sekarang, Masa kejayaan Anda setelah berakhir! sebaiknya tanda tangani surat kuasa ini, saya berjanji akan membuat usaha anda lebih maju!
"AKU TIDAK AKAN PATUH PADA ANJING SEPERTI MU!!!! balas Reno keras.
Pak Yanto memberikan instruksi kepada orang-orangnya untuk menghajar Reno. satu orang meninju wajah dan perut secara beruntun, aki-laki itu tidak bisa membalas karena tangan dan kakinya dipegang kuat oleh empat orang. Reno baru dilepaskan ketika sudah babak belur. Sebenarnya Reno mampu melawan mereka sekaligus, rupanya pak Yanto tahu kelemahan Reno, hingga Reno tidak dapat membalasnya.
Sebelumnya, saat Reno di pukul kepalanya. ia sudah diberikan suntikan yang melemahkan otot-otot nya, hingga Reno tak mampu untuk melawan.
💜💜💜💜
@Segini dulu ya Beb, bunda mau ngaji dulu. Insyaallah nanti bunda Up lagi.
__ADS_1
Begini ya say.. Nggak semua cerita harus jagoan menang terus, pasti ada sialnya. Kemaren di IG udah Bunda kasih clue nya. siapkan jantung kalian untuk membaca kelanjutan nya. kalau ada yang gak suka ya udah skip ajh...😂😂