
"Kakak akan selidiki besok dan mencaritahu tentang peta ini!
"Aaaaaaakkkhhh.....!!!
"Siapa yang berteriak!
"Sepertinya itu suara Zidane, kak!
"Ada apa dengan Zidane?!
Gegas mereka berdua berlari keluar kamar. Dengan cepat Vana dan Vano menuruni anak tangga sampai ke lantai satu.
"Zidane! pekik Vana dan Vano seraya membuka pintu kamar adik kecilnya. Namun kamarnya terkunci dari dalam.
"Zidan buka pintunya!" seru Vano
"Zidane!!!!
"Kak, sepertinya suara Zidan tidak terdengar lagi."
"Lebih baik aku dobrak saja pintunya!"
"Iya kak, aku takut dia kenapa-napa."
Vano mulai mundur dan menerjang tubuhnya ke pintu kamar, dalam dua kali terjang pintu terbuka lebar.
"Zidan!!! seru Vana saat mulai masuk kedalam kamar "Kenapa lampu kamarnya gelap?
"Biar aku nyalakan saklarnya." Vano berjalan masuk dan mencari saklar.
Blum! seketika lampu terang benderang.
Vano dan Vana berjalan kearah ranjang, Namun tidak melihat sosok sang adik disana.
"Kenapa Zidan tidak ada di kamar? bukankah tadi suaranya dari sini?! Vana terlihat bingung.
"Jangan-jangan..? Vano berjalan kearah kamar mandi dan membukanya
"Ceklek! kreeekk.....
"Zidane! apa yang sedang kau lakukan disini? Vano masuk kedalam kamar mandi dan menghampiri sang adik yang sedang terduduk sambil meringkuk ketakutan, kedua tangannya ia bekabkan ke wajahnya.
"Dek! kau tidak apa-apa..? tanya Vano sambil berjongkok dan menepuk bahu sang adik.
"Jangan......!!! teriak Zidan
"Dek! ini kak Vano, jangan takut. Ayo buka wajahnya."
"Nggak mao takut!!!!! teriak Zidane
"Kak! lihat ini! pantesan saja dia ketakutan begitu, ternyata Zidan baru saja nonton film horor dan dia ketakutan sendiri." sergah Vana menunjukkan beberapa disk film horor.
"Sudah jangan takut, ada kakak disini." bujuk Vano mengusap kepala adiknya.
"Tapi tadi ada yang datang terus lampunya langsung mati!"
"Siapa yang datang?!
"Hantu Conjuring!
"Tidak ada hantu disini dek! seru Vana seraya menarik kedua tangan sang adik "Lihat! disini tidak ada apa-apa? kau saja yang terlalu takut. Makanya jangan coba-coba nonton Conjuring sendirian! omel Vana.
"Ya sudah, ayo cuci muka dan kaki terus tidur! perintah Vano
__ADS_1
"Kak Vana dan kak Vano keluar dulu ajah!
"Hmm.. bau apa ya..?! Vana mengendus aroma pesing "Kamu ngompol ya..?! pekik Vana.
"Astaga Zidan kamu itu sudah kelas enam SD tapi masih ngompol...?"
"Zidan tadi takut, terus kebelet pipis!"
"Makanya jangan berani-berani nonton sendiri, lihat nih udah jam 12 lewat loh!" imbuh Vana gelengkan kepala.
"Ya sudah kau bersihkan dulu semuanya. kakak tunggu diluar ya."
"Jangan tinggalin kak! Zidan takut!
"Iya, kak Vana dan kak Vano tunggu di kamar."
"Pokoknya Zidane mau tidur sama mommy ajah!"
"Kan Daddy sudah pulang, sudah tidur sama kak Vano saja!"
"Nggak mau! Zidane tidur sama mommy saja." rengek Zidane seraya menangis. Vana terus memberi pengertian pada sang adik.
"Kapan Daddy sudah pulang kak?! tanya Vana yang baru tahu kepulangan Reno.
"Tadi siang sampai mansion. Dev yang jemput Daddy di bandara, aku tidak sempat menjemputnya karena tadi pagi harus bertemu cliant dari Jepang."
"Ceklek!
"Ziee sudah selesai bersih-bersih!"
Vana berjalan kearah lemari dan mengambilkan kimono untuk sang adik.
"Ziee mau bobo sama mommy!"
"Nggak mau! teriak Zidan, lalu melangkah keluar meninggalkan kamar.
"Anak itu selalu saja buat orang kesal! omel Vana dan melangkah keluar kamar.
"Sudah biarkan saja, kalau kita larang semakin besar kepala!"
"Begitulah kalau terlalu di manja!" cetus Vana dan berjalan kearah kamarnya. Sebelum masuk kamar Vana berkata.
"Kak! besok jangan lupa ya, cari informasi tentang peta itu. Dan kakak harus cari flashdisk itu, itu adalah bukti Genk kalajengking yang telah membunuh satu kampung untuk merebut tambang emas milik sebuah desa."
"Iya akan kakak selidiki! tapi kakak sedikit curiga dengan nama desa yang berada di peta ini, seingat kakak nama desa ini berbeda dengan flashdisk yang kita tonton dulu."
"Coba kakak ingat-ingat dimana kakak menaruh flashdisk itu."
"Baiklah akan kakak ingat-ingat kembali. Sekarang kau istirahat saja, ini sudah hampir jam satu."
"Okeh kak, aku rehat dulu ya. Good night!"
"Sepertinya tenggorokan ku agak sakit sejak tadi suara serak. Aku mau buat air lemon untuk meredakan sakit tenggorokan." Vano melangkahkan kakinya kearah dapur.
Sementara di dalam kamar, Reno terduduk tepi ranjang sambil menunggu sang istri keluar dari kamar mandi. "Kenapa istriku lama sekali di sana." karena tak sabar Reno beranjak dari ranjang dan berjalan kearah toilet.
"Tok, tok, tok...!
"Sayang sudah belum..."
"Sebentar Mas..."
"Ayo dong, Mas udah nggak sabar nih!" rengek Reno masih setia berdiri didepan kamar mandi.
__ADS_1
"Ceklek!"
Aroma parfum bunga mawar kesukaan Delena menyeruak bebas di dalam kamar, Reno menghirup dalam tubuh wangi sang istri "Sayang.. kamu semakin cantik dan menggoda." puji Reno, sambil menatap takjub wajah dan tubuh Delena dari atas sampai bawah. Lingerie merah maron tipis, berbalut indah di tubuh mulus Delena. Reno begitu terpesona dan tidak berkedip menatap pada wanita didepannya.
"Bidadari ku..." tuturnya seraya tersenyum mesum.
"Sayang... jangan seperti itu melihat ku." Delena tersenyum malu-malu dengan pipi merah merona.
"Kau masih saja malu-malu bila aku menatap mu begitu. Padahal kita hampir setiap hari melakukannya dan sudah memiliki tiga anak."
"Tetap saja aku sedikit grogi bila di tatap seperti itu."
"Ya sudah sekarang saatnya kita menghabiskan malam bersama." dengan tak sabar, Reno mengangkat tubuh istrinya, dan membawa keatas ranjang.
Reno mulai bergirya menciumi kening, kuping dan tengkuk, suara des4h4n Delena mulai terdengar indah.
"Sayang tunggu! pekik Delena menghentikan aktivitas suaminya.
"Ada apa lagi sayang..."
"Ingat mas, cukup tiga ronde saja ya. jangan sampai pagi, aku pasti lelah, tadi siang sudah 7x ronde aku melayani mas.'
"Sayang... tiga bulan bukan waktu sebentar untuk memendam hasrat ku. Mas sangat menderita saat kau tidak ada disisi ku."
"Iya Mas, aku mengerti. Masih ada hari esok untuk kita melakukannya lagi."
"Sudah lah sayang, sekarang nikmati saja permainan Mas, aku yang bekerja kau tinggal menikmatinya."
Delena tersenyum dan mengangguk cepat. Reno mulai bekerja kembali dan melanjutkan aktivitasnya.
"Mommy.....!!!!
"TOK! TOK! TOK!!!!
"Buka pintunya...!!! pekik Zidane sambil terus menggendor-gedor Pintu kamar.
"ZIDANE...!!!!
Seru Reno dan Delena bersamaan.
"Mas, lebih baik buka pintunya."
"Ada apa anak itu malam-malam ketok pintu? mengganggu saja! kesal Reno seraya beranjak dari ranjang dan berjalan kearah pintu.
"JEGLEK!
"DAD!
"Haiii boy, ada apa malam-malam ketuk pintu? ini sudah malam..?!
"Ziee mau bobo sama mommy! tanpa menunggu pertanyaan dari sang Daddy, Zidan berlari dan menerobos masuk kamar.
"Astaga.. alamat si Otong nggak bisa tidur." Reno berdecak seraya menepuk jidatnya.
πππ
@Sebelum masuk ke cerita Action anak-anak Macan Asia, Bunda spill dulu ya kisah Reno dan Delena, BUNDA buat bagi kalian yang kangen dengan mereka berdua. Okay Selama membacaππ₯°
@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian ππ
Follow IG Bunda π @bunda. eny_76
@Bersambung
__ADS_1