Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Mencari Informasi


__ADS_3

"Bagaimana bila Daddy salah satu orang yang terlibat pembunuhan satu desa hanya untuk menimbun harta Karun "Tidak! ini tidak mungkin...!! aku harus cari tahu sendiri tentang Genk kobra dan Genk kalajengking. Yang harus aku lakukan sekarang mencari Mr Leon dan meminta penjelasan tentang Genk kobra!


Gegas Vano berlari dan masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih.


Selesai dengan kemeja biru bergaris dan celana panjang hitam, Vano memakai pantofel kulitnya. Ia berjalan cepat menuju lift.


"Wah pada kemana semua? tumben tidak ada orang di ruang makan! atau aku yang kecepatan kesini? gumam Vana berjalan kearah dapur.


"Bii, sedang masak apa?


"Ehh Non Vana? tumben sudah ke dapur?"


"Kok tumben? emang ini jam berapa sih! sambar Vana seraya memasukkan sandwich kedalam mulutnya.


"Sudah jam setengah enam, makanya takut kesiangan bibi bangun lebih awal."


"Wah berarti jam Vana yang eror, pantes saja. kirain sudah jam setengah tujuh."


"Tapi itu sudah mbak wati buatkan susu, ini sandwich nya sudah sebagian selesai."


"Ya sudah aku bawa sendiri susu sama sandwich nya ke kamar, kebetulan masih ada data pasien yang belum ke data untuk operasi hari ini."


"Baik Non! ini sudah bibi siapkan."


"Terima kasih ya bii." Vana membawa sendiri nampan berisi susu putih dan 4 potong sandwich. Saat berjalan ke arah kamar fana berpapasan dengan Vano.


"Hey Kak mau kemana? tumben kok buru-buru begitu?!


Vano menoleh dan berjalan kearah sang adik. "Wah kebetulan nih! Vano meraih susu di atas nampan dan meminumnya hingga tandas. Lalu memasukkan sandwich kedalam mulutnya.


"Kakak kok susunya dihabiskan?! gerutu Vana.


"Ya sudah, kau minta buatkan lagi saja pada bibi Marni, kakak terburu-buru." vano kembali ambil sandwich dari piring dan berjalan cepat.


"Hey kak tunggu! mau kemana pagi-pagi sudah pergi! seru Vana, Vano hanya melambaikan tangannya dari kejauhan. "Kenapa kak Vano berangkat terburu-buru begitu ya? apa ia ingin menyelidiki kasus Genk kalajengking? semoga saja cepat terungkap." Vana kembali lagi berjalan kearah dapur.


**


"Sayang..." sudah sholat ya? istri mas memang Solehah." Reno terus mendekati tubuh sang istri yang berbalut mukena dan mencium keningnya.


"Zidane bangun ya, ini sudah pagi. Ayo nak cepet mandi, gosok gigi terus sarapan." imbuh Delena mengusap lembut kepala sang anak bungsu.


"Hoaaamm..." Zidan menggeliat kesana-kemari "Zii masih ngantuk mom!


"Zii, ini sudah jam setengah enam. Ayo bangun, mau Daddy temani mandi."


"Tidak! Zii sudah besar! sambar Zidan seraya mengucek-ngucek kedua matanya.


"Ayo bangun!" bujuk sang mommy.

__ADS_1


"Iya mom! Zidane mandi di kamar sendiri ajah! laki-laki berusia 11 tahun itu beranjak dari ranjang dan berlari kearah pintu.


"Zii! Jangan berlari nanti jatuh!' seru Reno membantu bukakan pintu kamar untuk anak bungsunya. Setelah kepergian Zidane, Reno berjalan mendekati Delena.


"Sayang...."


Namun Delena menepis tangan Reno "Tidak perlu bersikap manis didepan ku!"


"Honey.. Ada apa dengan dirimu?


"Ada apa dengan diriku? masih juga bertanya! Kenapa tidak mas tanyakan pada diri mas sendiri?! kenapa aku tidak mau di sentuh! Delena beranjak dari ranjang dan melepas mukena nya.


"Huh! Reno mendesah panjang "Apa ini masih ada hubungannya dengan Vano semalam?! Reno mendekati sang istri yang sedang menyisir rambut panjangnya.


"Sudahlah honey, aku dan Vano sudah tidak ada masalah. Hanya kesalahpahaman antara Ayah dan anak. Vano anak yang baik dan tidak pendendam pada Daddynya sendiri."


"Tapi aku masih kesal padamu, mas! aku yang mengandung Vano selama sembilan bulan, kau malah memuk__


Dengan cepat Reno membungkam bibir istrinya. Delena terus berontak namun Reno terus memberikan lum4t4n pada sang istri, bukan Reno namanya bila tidak bisa menaklukkan sang betina yang sedang merajuk.


***


Mobil Vano sudah melintasi jalanan raya ibu kota, ia bukan pergi ke kantor, melainkan menuju apartemen Devan. Dua puluh menit kemudian mobil terparkir dengan sempurna di depan lobby. Vano menaiki lift dimana terdapat sahabatnya tinggal.


"Ting! Tong! Ting! Tong!!!!


"Siapa sih pagi-pagi begini datang berkunjung?" Dev membuka satu matanya untuk melihat jam di dinding. "baru juga jam enam kurang."


"Ting! Tong! Ting! Tong!!!!


"Tunggu sebentar! Im coming! teriak Dev, buru-buru beranjak dari ranjang dan memakai boxser yang tergeletak di lantai.


"Ceklek!


"Vano!! pekik Dev "Tumben sekali pagi-pagi sudah datang ke apartemen."


"Cepat kau ganti baju, kita berangkat sekarang!"


"What?! Dev melotot "Aku saja belum mandi!"


"Sepuluh menit!" seru Vano seraya melipat kedua tangan di dada.


"Apa-apaan kau Van! aku belum buat kopi!"


"Sisa sembilan menit!"


"Kau ini kenapa sih! tiba-tiba datang dan kasih aku challenge!" gerutu Dev


"Tinggal delapan menit!"

__ADS_1


"Hah..?! Kau__" menunjuk wajah sang CEO dengan kesal.


"Tersisa tujuh menit!


"Semakin kau banyak bicara, semakin menit nya berkurang"


"Sial!! maki Dev, dengan cepat Dev membuka kaos dan boxser, lalu berlari kedalam kamar mandi. "Mimpi apa aku semalam! si arogan itu datang-datang langsung nyuruh pergi! gerutu Dev sambil menggosok gigi.


"Ingat! tersisa empat menit lagi, kurang satu menit aku pecat kau dari Mahesa group!" teriak Vano dari ambang pintu "Aku tunggu di bawah!"


BRAKK!!!


"Astaga! setan apa yang sedang merasuki dirimu Vano!!! kesal Devan seraya memilih asal kemeja dan jas di dalam lemari. Ia tidak mandi juga sarapan pagi, hanya mencuci wajah dan gosok Gigi. Selesai dengan jas hitam yang melekat ditubuhnya, Dev mengambil tas kerja dan beberapa berkas untuk presentasi. Lalu ia berlari keluar dari apartemen dan menutup pintu dengan cekatan.


Setelah keluar dari pintu lift, Dev berlari kearah lobby dimana Vano sedang menunggu di dalam mobil. Dev membuka pintu dan duduk di depan kemudi.


"Empat menit lewat dua detik! baiklah kali ini aku maklumi, tapi tidak ada lain kali! kau harus lakukan ini setiap hari! aku suka cara kerja mu bro! puji Vano seraya membuka beberapa berkas yang ia ambil dari tangan Dev.


"Aku bisa mati mendadak kalau terus-terusan kau buat aku jantungan, Vano! bayangkan saja, baru buka pintu sudah kasih waktu sepuluh menit." proses Dev gelengkan kepala.


"Sudah jangan protes, cepat jalan!" perintah sang CEO. Saat Dev menyalakan starter.


"Ahh, sial!! pekik Dev, seraya memukul stir.


"Ada apa lagi?! tukas Vano mengalihkan wajahnya kearah Dev.


"Astaga! Aku lupa pakai celana dan sepatu! gerutunya sambil menepuk jidatnya sendri


Vano condong kan tubuhnya kedepan dan benar saja, ia melihat bagian bawah Devan yang hanya memakai celana boxser dan sandal jepit.


"Bah! Buahahahaha....." tentu saja Vano terbahak melihat pakaian sahabatnya yang cuma separoh.


"Senang ya kalau sahabat mu itu menderita!" cetus Dev.


"Cepet! waktu mu hanya lima menit untuk pakai celana panjang dan sepatu."


"Dasar sinting!" maki Dev kesal seraya membuka pintu mobil dan menutupnya.


"BRAKK!!


Gegas Dev berlari kearah tangga darurat, menghindari pandangan mata orang yang sejak tadi memperhatikan nya. Vano terus terpingkal-pingkal karena sudah berhasil mengerjai sahabatnya.


💜💜💜


@Terimakasih banyak atas doa dan support yang sudah kalian berikan untuk Bunda 🙏, jujur Bunda sangat terharu membaca komentar para readers satu persatu 🙏. Sekali lagi terima kasih banyak ya sayang.. Sudah mendo'akan kesembuhan Bunda, Bunda tidak dapat membalas kebaikan kalian semuanya, tapi do'a yang terbaik juga untuk kalian semua 😘 SEMOGA kalian selalu di lindungi, berikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. Aamiin 🤲


@Jangan lupa terus dukung karya Bunda ya All.. boleh kirim Bunda kopi dan kembang setaman nya🙏🥰


@Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2