Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Pria Tak Terduga


__ADS_3

Austin perintahkan bodyguard yang sejak tadi berdiri di samping Vana, untuk melepaskan semua ikatannya dan mengancam agar tidak melukai Vana. Setalah memberikan perintah, Austin membawa Nathan pergi untuk memberikan pertolongan pada tuannya.


Vana menatap kesal pada dua orang Pria yang perintahkan untuk membuka ikatan tangannya.


Vana berjalan mendekat dan berdiri didepan Nathan "Sudah puas kalian permainkan seorang wanita! apa kau pikir, memainkan anak panah adalah sebuah lelucon?! tukas Vana geram. Vana ingin sekali melihat wajah pria di balik topeng itu. Tanpa aba-aba tangannya menarik topeng Nathan, namun gerakan tangannya terhenti saat Austin mencekal tangan Vana.


"Ma'af Nona, anda tidak berhak melepas topeng tuan ku!"


Vana menghempaskan tangannya "Aku hanya ingin tahu, siapa pria pengecut di balik topeng ini! Pria ini dan satunya sama-sama tidak memiliki perasaan, mempermainkan wanita dengan cara memainkan anak panah! Vana mendorong kasar dada Nathan. Namun Nathan hanya diam tanpa melawan.


"Tuanku sudah menolong Nona! lihatlah tangannya terluka dan berdarah, apa Nona masih bilang tidak punya perasaan?!"


"Kalau dia punya perasaan, tidak akan ikut melempar anak panah padaku! bentak Vana. "Permainan bodoh apa yang kalian rencanakan pada tamu undangan!" mata Vana menatap bengis pria tertutup topeng Joker.


"Vana...!!


Tiba-tiba Amel berjalan mendekat dan memeluk tubuh temannya. Dengan kasar dan amarah meletup-letup, Vana mendorong tubuh Amel "Menyingkir lah dari ku! apakah kau sudah menjebak dan merencanakan semua ini Mell!" teriak Vana, ia sudah tidak perduli lagi menjadi tontonan para tamu undangan.


"Bu-kan seperti itu Van, aku juga tidak tahu akan ada acara seperti ini? semua susunan acara pertunangan ku sudah diatur oleh tunangan ku!" Amel mencoba memberikan alibinya dan terus meyakinkan Vana yang sudah telanjur emosi. Please, percaya padaku aku benar-benar tidak tahu?!"


"PLAKK!!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Amel, yang tentu saja membuat kaget semua orang. "Aku bukan orang bodoh seperti yang kau kira Mel, jangan pernah bersandiwara di depanku! mulai hari ini hubungan pertemanan kita putus, dan jangan pernah kau tampakan lagi wajah penuh dramamu di depanku!"


Amelia memegang pipinya yang terasa panas "Van! kenapa loe tega mutusin pertemanan kita, loe salah paham! gue bisa jelasin semuanya!"


"Karena kau nggak pantes jadi teman ku! teman yang baik, Nggak akan menyakiti temannya sendiri, apalagi di acara pertunangannya. Benar-benar aneh! cetus Vana emosi.


Sebelum melangkah pergi, Vana menoleh pada pria berpakaian jas hitam yang tertutup topeng Joker. "Hari ini aku tidak bisa mengenalimu, tapi lain kali, aku pasti akan tahu siapa kau!" Vana menarik sudut bibirnya seakan mengejek pria itu. Kaki jenjang nya melangkah pergi meninggalkan acara pertunangan yang penuh darma.


"Van! Vana...." seru Amel, Namun Vana sudah tidak perdulikan panggilan Amel, ia terus melangkah pergi tanpa menoleh.


"Alea, ma'afkan aku sudah membuatmu terluka, kenapa kau tidak pukul saja aku, hingga kau puas. Aku sekarang Pria pengecut dan tidak punya pendirian. Aku malu padamu." bisik Nathan dalam hati.


"Tuan, Ayo kita pergi, tangannya harus segera di obati." Nathan berjalan mengikuti asistennya.


Vana sudah keluar dari gedung megah itu, saat melewati taman yang berada dekat kolam ikan, ia di kejutkan oleh suara tembakan beruntun. Sontak hiruk-pikuk semakin terdengar, tanpa Vana sadari seorang pria bertopeng hampir menembak dirinya yang berdiri di sisi kolam. Beruntung ada seseorang yang mendorong tubuhnya ke kolam ikan.


BYUUUURRRR....!!!!


Vana terkejut, namun ia bisa mengatasi keadaan. Tiba-tiba tembakan mengarah kedalam kolam, untung kolam ikan hanya memantulkan cahaya dari sebuah taman, hingga tidak terlihat keberadaannya di dalam kolam. Vana berada di pojokan untuk menghindari tembakan. Kini nyawanya telah terancam, namun ia tidak bisa menerkanya.


"Aku harus bertahan didalam kolam ini, jangan sampai menimbulkan suara atau gelembung." bisik Vana dalam hati.

__ADS_1


"Cepat cari di sekitar kolam! kalau perlu kalian turun! perintah seorang pria bertopeng.


"Perbuatan siapa ini, Apakah Amel terlibat dalam buat rencana Ingin membunuh ku?!


"DORR!


"DORR!


"DORR!


"SIAL! KEMANA WANITA ITU!! Pria bertopeng itu terus mengamati kolam ikan "Ambil lampu senter dan arahkan ke kolam! perintahnya pada anak buahnya yang berada di sekitar kolam.


Tuan biar saya ceburkan diri untuk melihat kedalam kolam, apakah wanita itu masih berada di dalam kolam atau tidak?! tanya anak buahnya yang juga memakai topeng.


"Baiklah, cepat kau turun ke bawah!"


Pria itu melompat kedalam kolam yang luas dan ia menyelam di kolam yang airnya jernih. Vana yang berada di pojokan mulai mengambil ancang-ancang bila pria itu melihat dirinya. Tiba-tiba ia di kejutkan tangan kekar seseorang dan membekap mulutnya. Vana berontak dan akan menghantamkan pukulan pada pria itu.


"Ssstttttt...! Diamlah, ini aku! pria itu membuka topengnya. Vana terkejut dan membelalakkan matanya.


"Dirga...?! kenapa kau bisa berada di acara ini!" tanya Vana bingung.


"Nanti saja aku jelaskan. Aku sedang menyamar jadi anak buah mereka. Kau harus secepatnya pergi dari tempat ini!"


"Kau jangan gegabah, mereka memiliki senjata api. Kau harus terus waspada. Mereka akan menyoroti kolam ini, bila kau tertangkap tidak segan-segan mereka akan membunuh mu di tempat!"


"Hah! Vana mendesah panjang.


"Tapi, aku perhatikan. Malam ini kau begitu seksi dan menggoda." kekeh Dirgantara pelan.


"BUGH!


Vana meninju lengan Dirga "Otakmu jangan traveling kemana-mana, keadaan sedang genting! sungut nya dan melototi Dirga.


"Vana cepat merunduk! mereka menyoroti kearah kita!"


Vana menenggelamkan tubuhnya kedalam kolam. Dirga memakai topengnya kembali dan mengangkat tangannya.


"Hey kau! apa melihat wanita itu disana!" seru Pria berjas hitam berdasi kupu-kupu.


"Tidak ada Tuan! saya sudah memutari kolam ini, tapi tidak ada tanda-tanda wanita itu berada di dalam kolam."


"Tidak mungkin! jelas-jelas wanita itu terdorong kedalam kolam. Pasti dia masih berada disana. Kau saja yang tidak becus mencarinya!" umpat pria berjas itu.

__ADS_1


"Soroti kolam ini dengan penerangan lebih benderang! seru pria itu "Kalian masuk kedalam kolam dan cari wanita itu sampai ketemu!"


Saat lampu berputar, Vana keluar dari dalam air dan menarik nafas dalam-dalam.


"Secepatnya kita harus pergi dari kolam ini! Dirga menarik tangan Vana.


"Tunggu! kita tidak akan bisa keluar dari sini begitu saja! aku punya trik untuk melumpuhkan mereka semua!"


"Apa trik mu!"


"Kita akan buktikan!" Vana tersenyum misterius. Dia adalah wanita pemberani yang tidak takut dengan apapun, walau nyawa adalah taruhannya. Mentalnya sekuat baja dan memiliki kepercayaan diri yang penuh.


"Bukankah kau tadi terlihat takut saat di ikat, lalu di panah!" tanya Dirga menaikkan satu alisnya.


"Sebenarnya aku tidak takut mati, sepintas aku terkejut saat diikat dan di eksekusi. Tiba-tiba teringat wajah kedua orang tuaku, disanalah kekuatanku muncul kembali. Namun aku berusaha tenang, dan sengaja mengerakkan tubuhku sambil mengerjabkan mata kearah mereka, untuk menghilangkan konsentrasi dua pria bertopeng saat memanah kearah ku."


"Hebat! trik yang sangat bagus!"


"BYURRR....!!


"Cepat menyelam mereka bergerak kearah sini!"


Beruntung Vana memakai gaun hitam, hingga nyaru dan tidak begitu terlihat. Setelah menarik nafas dalam-dalam ia tenggelamkan dirinya kedalam air.


"Cepat berpencar!" teriak salah satu diantara mereka.


Sementara Nathan sudah berada di dalam kamar pribadinya. Ia menghancurkan barang-barang yang berada di dalam kamar.


"PRANKK!!


"PRANKK!!


"Aaargghh!!! kenapa semua ini harus terjadi pada hudup ku! bahkan aku tidak bisa melindungi Alea ku dari Matthew! justru aku terjebak dalam permainannya!" teriak Nathan dengan nafas tersengal dan amarah yang meletup-letup.


"Tuan...! sabarlah, tenangkan dulu dirimu. kita harus tenang dan jangan gegabah!" Austin menenangkan tuannya.


💜💜💜


@Terimakasih atas komentarnya, bunda akan terus menerima masukan dari para readers. Tapi ma'af bila cerita ini tidak sesuai dengan keinginan kalian, karena tidak mungkin Bunda harus mengikuti alur kalian yang berbeda-beda mintanya. Bunda sebisa mungkin mengemas cerita ini lebih baik dan alurnya sudah Bunda buat sedemikian keren. cerita ini masih on going dan banyak plot twist. Jadi ikuti terus ya kelanjutan nya.. okey, l love you full 😘


Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76

__ADS_1


@Bersmbung


__ADS_2