Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Mendatangi Genk kalajengking


__ADS_3

Reno yang mendengar suara Yanto, terkejut saat tahu anak-anak nya terlihat dengan genk kalajengking.


"Yanto! ternyata kau kaki tangan dari Genk kalajengking, kau masuk kedalam mansion ku untuk menjadi mata-mata! Sial, aku sudah terjebak! pekik Reno emosi.


"Paman! jangan gegabah, kita akan mengorek keterangan dari Yanto tentang Genk kalajengking." ucap Steve, lalu di anggukan oleh Reno.


Sabrina berjalan mendekati Reno. "Ren, apa sebaiknya kita bawa serta pria sialan itu untuk mencari Zidan, dia sebagai penunjuk jalan menemui Genk kalajengking!"


"Aku juga berpikir seperti itu."


"lebih baik kita bawa ke markas dulu pria itu dan Tuan Reno perlu istirahat sebentar untuk memulihkan kondisinya yang sempat lemas, agar staminanya lebih baik lagi saat mencari Zidane."


Sabrina mengangguk "Baiklah! ayo kita berangkat ke markas. Pria itu biar bersama ku saja, agar Ia tidak bikin ulah dan kabur."


Reno dan Steve masuk ke dalam sedan putih yang sudah tersedia di lokasi melalui jalanan tersembunyi. Anak buah Reno berhasil menemukan jalan perbukitan melalui jalur rahasia. Iringan mobil mulai pergi meninggalkan villa tersebut menuju markas milik Reno.


Tiga jam kemudian.


"Cepat katakan di mana lokasi persembunyian Genk kalajengking! bentak Sabrina pada Yanto yang terduduk lemas di sebuah kursi dengan kedua tangan terikat ke belakang.


Wajah Yanto tertunduk dengan banyaknya luka di seluruh wajahnya. pria itu tetap bergeming tanpa mau mengeluarkan suara suatu kata pun.


"Kau masih belum mau berbicara, Hah? Sabrina menjebak rambut Yanto dan mendongakkan agar netra Yanto mentap wajah Sabrina yang terlihat sadis.


"Lebih baik kau bunuh saja aku! teriak Yanto menahan perih jambakan wanita berdarah Jepang itu.


Sabrina terbahak "Terlalu mudah bagimu untuk mati sekarang! aku sendiri yang akan membuatmu mati pelan-pelan dan membayar semua penghianatan mu pada Tuan mu Reno!


Reno yang sudah lebih bugar setelah mendapat penawar racun itu, berjalan mendekati Yanto, lalu menatapnya dengan ekspresi tak percaya. "kurang apa aku padamu hingga kau berani menghianatiku selama bertahun-tahun!"


Wajah Yanto tertunduk dalam, ia tidak berani menatap netra Reno yang berdiri tegap di depannya "Bahkan dengan sengaja Kau menyuntikkan aku racun, ingin memiliki harta perusahaan dan juga menjadi raja mafia. Kau pikir semudah itu mendapatkan semuanya?! butuh waktu puluhan tahun untuk bisa memiliki harta dan kekayaan, tapi kau ingin mendapatkannya secara instan." Reno geleng-geleng kepala masih tidak percaya dengan apa sudah Yanto lakukan padanya. Pria itu bukan setahun dua tahun bekerja dengannya, namun sejak Reno baru menikah dengan Delena hingga anak-anaknya dewasa.


"Apa motif mu hingga sampai menghianati ku? padahal Kau hidup dengan layak di rumahku. Sejak kapan kau bergabung dengan geng kalajengking!" tanya Reno masih penasaran, kenapa Yanto yang begitu terlihat setia dan mau berkorban pada keluarganya bisa-bisanya membelot dan bergabung dengan geng mafia kalajengking.


Seketika Yanto menangis sesenggukan ia tidak bisa menatap wajah Reno yang sudah banyak menolong nya bahkan sudah menganggap nya saudara. Entah apa yang sedang Yanto pikirkan, Iya terus menangis dan memohon pengampunan pada Reno.

__ADS_1


"Sandiwara apalagi yang akan kau perankan! bentak Steve yang terlihat geram.


"Maafkan saya Tuan saya khilaf.."


"Cih! Sudah tertangkap baru memohon ampun! dan mengatakan khilaf! Apa kau tidak melihat wajah tuan mu yang sudah kau Hajar hingga babak belur tanpa rasa takut sedikitpun! Tukas Sabrina seraya melipat kedua tangan di dada. Sabrina yang sejak tadi geram ingin melayangkan pukulan ke wajah Yanto. namun, Reno mengangkat telapak tangannya untuk tidak melakukan apa-apa.


"Baiklah, aku tahu kalau kau khilaf. Namun, apa kau tidak merasa kasihan dengan seorang anak kecil yang bernama Zidane? bukankah kau sangat menyayangi anakku Zidan yang setiap hari kau antar-jempu sekolah, bahkan sering main bersamanya. Apa kau tidak memiliki hati nurani dengan menculik anakku! Reno menekan setiap kata intonasi. "Tatap wajahku Yanto, Aku sedang mengajakmu bicara!" bentak Reno yang sejak tadi menahan emosinya.


Yanto mengangkat wajahnya dan mulai berbicara dengan Reno "Aku terpaksa melakukannya tuan."


"Terpaksa kau bilang!" Sabrina menatap tajam kearah pria paruh baya itu.


"Sejak kapan kau bekerjasama dengan kelompok genk kalajengking?!


Yanto terdiam lagi. Otaknya sedang mengingat kejadian Lima tahun yang lalu, dimana ia bertemu dengan temannya dan membujuk nya masuk kedalam Genk kalajengking. iming-iming hidup dengan kemewahan dan kejayaan terekam kuat di ingatan Yanto. Ya... Yanto sempat minta izin untuk resign pada Reno, dengan alasan ingin membuka usaha di kampung.Yanto pergi bersama temannya untuk bergabung dan mengucapkan janji setia di depan ketua Genk kalajengking. Siapa sangka ketua Genk itu menugaskan Yanto menjadi mata-mata Reno dengan berjanji akan membantunya dan mengambil semua aset perusahaan milik Reno, dan menjadikan ketua Genk mafia menggantikan posisi Reno di Asia.


"Hey! Tuan Reno bertanya? apa kau tuli! bentak Steve.


"Katakan semuanya tentang Genk kalajengking dan apa tujuan mereka ingin mengusik kehidupan keluarga ku! Reno menatap tajam pada wajah Yanto. Tubuh pria itu terlihat lemas, wajahnya sudah di penuhi banyak lebam, giginya hanya tersisa beberapa saja, sungguh mengenaskan kondisi Yanto. Semua orang yang melihat kemarahan Reno akan takut, dulu Yanto seperti itu, sangat hormat dan takut pada Reno, namun jiwanya sudah terbentuk setelah bergabung dengan Genk kalajengking. Kini rasa takut itu menyeruak dalam dirinya lagi. Tatapan sang Macan Asia yang menghunus, sanggup meluluh lantakkan tulang belulang Yanto.


"Ternyata benar! Jadi selama ini kau menjadi mata-mata genk kalajengking! pantas saja kedua anakku selalu gagal dan mendapat musibah beruntun. Dosamu tidak akan pernah termaafkan lagi Yanto! teriak Reno di depan wajah Pria itu."


"katakan di mana sekarang Anakku berada?! Reno menarik kuat kerah baju Yanto, hingga laki-laki itu terangkat tubuhnya keatas "Kau harus pertemukan aku dengan ketua Genk kalajengking, bila tidak! Reno menjedah ucapannya, Netra coklat nya menyala-nyala bagaikan bola api yang siap menghanguskan seluruh tubuhnya. "Akan aku hancurkan semua keturunan mu, hingga tidak ada satupun yang tersisa!" ancam Reno tidak main-main.


"Ja-ng-an Tuan..." Tubuh Yanto luruh kebawah bersama kursi tunggal yang ia duduki.


"Baiklah, saya akan antarkan Tuan bertemu dengan Ketua Genk kalajengking."


"Apa kau tahu siapa ketua Genk kalajengking? tanya Steve penasaran.


Yanto hanya menggeleng lemah dengan tatapan entahlah.


"Mana mungkin dia tidak tahu ketua Genk kalajengking, kalau dia saja sudah bergabung! Cetus Sabrina "Aneh! Sabrina menarik sudut bibirnya.


"Apa benar kau tidak mengetahui Siapa ketua genk kalajengking?! tanya Reno penuh penekanan.

__ADS_1


"Tidak Tuan, saya tidak tahu sungguh! saya tidak berani berbohong pada tuan. sebab, bila kami mengadakan pertemuan, ketua Genk kalajengking selalu memakai jubah hitam dan wajah tertutup topeng karakter kalajengking."


"Bodoh sekali! 5 tahun bergabung tapi dia mengetahui Siapa ketua genk kalajengking! sebenarnya kau dipercaya oleh mereka, tapi dasar kau saja yang maruk akan harta dan kekuasaan! cetus Sabrina lagi geram.


"Oke! persiapkan dirimu, nanti malam kita berangkat menemui Markas Genk kalajengking, dan kau sebagai petunjuk jalan. Jangan pernah berontak apalagi membocorkan kedatangan ku! Reno berdiri tegak di depan Yanto yang bersimpuh "Seperti yang aku bilang tadi, keluarga mu menjadi jaminan. Mudah bagi ku menghabisi seluruh keluarga mu tanpa sisa!"


"Tapi... tuan!


Reno yang ingin beranjak dari tempat itu, menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Yanto.


"Ketua Genk kalajengking tidak berada di Indonesia."


"Maksud mu..?!


"kini ia sedang berada di Eropa."


"Lalu bagaimana dengan anakku Zidane?! bukan kah berada di markas kalajengking?!


Yanto menggeleng lemah "Zidane di bawa serta oleh ketua Genk."


"Apa?! Reno terpekik dengan mata membola.


"Ren, secepatnya kita berangkat sekarang juga! perasaan ku tidak enak. Pasti ada hal buruk yang akan terjadi dengan anak-anak mu! Ayo tunggu apalagi?! titah Sabrina.


Reno mengangguk "Baiklah, secepatnya kita berangkat sekarang dengan jet pribadi."


Steve bawa Yanto ke toilet, suruh dia membersihkan diri. Kita akan pergi sekarang juga!"


Gegas Yanto di papah Steve kedalam kamar mandi. kini Reno dan Sabrina sedang membuat startegi.


💜💜💜


@InsyaAllah malam Up lagi ya All... Tolong ya, yang belum kirim gift atau vote segera kirimkan. Kita saling membantu dan mendukung. Seperti simbiosis & mutualisme.


@Bersanbung

__ADS_1


__ADS_2