Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Kepanikan Vano


__ADS_3

Andini berhambur memeluk Reno "Terima kasih sayang, kau memang anak yang berbakti dan penyayang kelurga."


Kini dua wanita yang Reno sayangi berada dalam pelukannya. Andini menangis bahagia karena suaminya akan selamat, namun tidak dengan Delena, ia menangis haru sebab keputusan sang suami yang hanya memiliki satu ginjal.


"Maaf tuan Reno, secepatnya kita harus melakukan operasi untuk Tuan Raymond hari ini, karena kondisinya sudah menurun drastis. Beliau masih bisa diselamatkan dengan mengganti ginjal baru yang masih sehat." Dokter Jhon berbicara pada tiga orang yang masih saling berpelukan.


Reno mengurai pelukan sang mama dan sang istri. lalu ia mengangguk "Baik dokter, lakukan secepatnya untuk kesembuhan Papaku."


"Mari ikut saya ke ruangan perawatan, saya harus mengecek kondisi Tuan Reno. Setelah pengecekan, selanjutnya akan dibawa ke ruangan operasi."


"Sayang! Reno mengusap air mata Delena "Jangan menangis lagi, serahkan semuanya pada sang khalik. Aku pasti akan baik-baik saja setelah memberikan ginjal untuk papa."


Seketika tangisan Delena tertahan, ia masih syok dengan keputusan sang suami yang dianggapnya terburu-buru. Namun ia bisa apa? selain pasrah dan menerima takdir suaminya. Delena mengangguk pasrah seraya menutup matanya, membiarkan airmata terus menetes. sekali lagi Reno memeluk tubuh sang istri dan mencium keningnya.


"Mama.." kini Reno beralih ke sang Mama. "Doakan Reno dan Papa selamat, Semoga Papa sehat kembali setelah melakukan operasi mengganti ginjal milik ku."


"Iya nak, tentu saja Mama pasti akan mendoakan dirimu dan juga Papa. Semoga kita bisa berkumpul kembali setelah Papa sehat." Andini mencium pipi Reno 'Terima kasih nak, atas pengorbanan mu."


Reno melangkah pergi dari ruangan pribadinya, mengikuti langkah dokter Jhon menuju ruangan perawatan.


"Delena, terima kasih telah berbesar hati untuk merelakan Reno memberikan ginjalnya untuk sang papa." ucap Andini seraya merangkul sang mantu. Delena hanya mengangguk pelan, walau sebenarnya hatinya tidak baik-baik saja, namun, di depan sang mertua Delena terlihat ikhlas dengan tersenyum terbit di bibirnya. Kini mereka saling berpelukan.


***


Derap langkah sepatu Dev terdengar berat dan berhenti di sebuah ruangan khusus. ia masuk kedalam ruangan itu dengan tergesa dan melihat sosok Vana yang berbaring tak berdaya dengan alat-alat bantu medis di sekujur tubuhnya. Hatinya sangat tersayat saat melihat kondisi Vana yang sangat memperhatikan.


"tes!


Air mata Dev berjatuhan saat sudah berdiri di tepi ranjang milik Vana. Jemari Dev mengusap lembut tangan Vana seraya menatap matanya yang tertutup.


"Ma'afkan aku Van, tidak bisa membantu mu di saat kejadian. Aku juga panik saat Vano meninggalkan mansion mencari mu. Mansion di serang orang-orang berpakaian serba hitam. Savira hampir di perkosa, bahkan ia nyaris bunuh diri." Dev mengusap airmatanya yang terus berjatuhan. Iya berbicara seakan vana mendengarkannya.


Ceklek!


"Tuan Dev!


Devan menoleh ke arah pintu yang terbuka. Masuk seorang dokter dan melangkah dengan tergesa-gesa. "Dokter Vana harus secepatnya mendapat donor darah, waktunya sangat sedikit untuk bisa kembalikan kesadaran."


"Ambil saja darah ku sebanyak yang Vana butuhkan!"


"Dokter Vana membutuhkan golongan Darah AB rhesus negatif. Dan harus segera di transfusi darah secepatnya, bila tidak, nyawanya tidak tertolong."


"Ap-apa?! AB Rhesus negatif?" bukankah itu darah langka?" Dev menggeleng tak percaya.


"Anda benar Tuan! AB Rhesus negatif adalah darah yang paling langka. Mengapa? Karena pemilik golongan darah AB mendapatkan antigen A dan antigen B dari orangtuanya. Karena pemilik golongan darah B lebih sedikit, kombinasi golongan darah A dan B juga lebih rendah." ujar Dokter Irwan menjelaskan.


"Apakah saudara kembar memiliki darah yang sama? hanya Vano harapan buat Vana mendapatkan donor darah yang sama."


"Belum tentu juga Tuan Vano berjenis darah yang sama dengan Dokter Vana. Tapi tidak ada salahnya di cek dulu, siapa tahu darahnya sama."


Dev mengangguk kan kepala "Tetapi Vano juga dalam masalah, ia sedang berada di ruang operasi karena punggungnya banyak luka sayatan dan mengeluarkan banyak darah. Saya belum bisa prediksi, apakah Vano bisa memberikan darahnya untuk sang adik?

__ADS_1


Dokter Irwan terlihat cemas setelah mendengarkan penuturan dari Dev. "Jadi kami harus apa? sedangkan darah yang dibutuhkan dokter Vana tidak ada di rumah sakit miliknya sendiri."


Dev terlihat frustasi dan mundar-mandir di depan ranjang Vana. ia terus berpikir keras untuk mendapatkan donor darah untuk adik sahabatnya.


"Apa kau sudah mencari di rumah sakit lain, barangkali ada yang memiliki darah yang sama dengan dokter Vana."


"Sudah 7 rumah sakit yang kami tanya, tapi hasilnya nihil. Ada satu rumah sakit di Surabaya, darah yang memiliki AB Rhesus negatif. Namun setelah kami tinjau darah itu sudah tidak ada lagi."


"Ceklek!


Sebuah pintu terbuka, masuk seorang suster dan berjalan kearah Dev.


"Tuan Dev, Tuan Vano sudah selesai di operasi. Tuan muda menanyakan keberadaan anda." kata sang suster setelah berdiri di samping Dev.


"Apa Tuan Vano baik-baik saja."


"Sudah siuman tuan Asisten. Beliau mencari Anda dan meminta saya untuk mencari tuan."


"Baiklah saya segera kesana!"


"Kalau begitu, saya permisi Tuan." suster itu pamit dan keluar dari ruangan khusus Vana.


"Kebetulan sekali Vano sudah siuman. Aku akan membicarakan masalah Vana pada kakaknya."


"Oke, Ayo kita lihat keadaan Tuan Vano." tukas Dr Irwan.


Dev mengangguk dan berjalan melangkahkan kakinya menuju ruang Vano dan meninggalkan ruangan Vana yang sudah di jaga oleh dua orang Suster.


"Vano! Dev berjalan cepat dan berdiri di tepi ranjang Vano yang sedang tertidur miring. "Bagaimana keadaan mu?"


"Sudah lebih baik! Bagaimana keadaan adikku Vana?" tanya Vano, melihat Dev dan Dr Irwan bergantian. Kedua pria itu saling bersitatap. Dev menarik nafas dalam-dalam, sementara Dr Irwan membuang nafas kasar.


"Kenapa kalian berdua hanya diam? ada apa? tanya Vano curiga.


"Lebih baik saya yang menjelaskan nya Dok! pinta Dev, dan di anggukan oleh Dr Irwan.


"Van! Dev mulai berbicara tentang sambil mengatur nafasnya "Vana kehilangan banyak darah, ia butuh donor darah dan harus segera di transfusi. punggung dan bahunya juga harus segera di operasi.


Vano membulatkan matanya "Cepat lakukan sekarang juga, Dok! ambil darah saya sebanyak yang adikku butuhkan!" seru Vano dengan nafas mulai tercekat menahan sakit, setelah mendengar penderitaan sang adik.


"Tapi kondisi Tuan sedang tidak baik-baik saja."


"Saya tidak peduli, sekarang ambil darah saya untuk adikku!"


"Baiklah, saya akan cek darah nya terlebih dahulu."


Di bantu Suster jaga, Dr Irwan mengambil sampel darah Vano. Setelah tetesan darah di taruh alat deteksi. Hasilnya langsung keluar setelah menunggu 30 menit. Dr Irwan menatap hasil darah Vano, lalu di samakan dengan darah milik Vana. Dr Iwan menatap tak percaya seraya menghembuskan nafas kasar.


"Bagaimana hasilnya Dok?! tanya Dev penasaran.


"Maaf, darah Tuan Vano dan Dr Vana tidak sama."

__ADS_1


"Apa?! mana mungkin darah kami tidak sama!" geram Vano "Kami saudara kembar, sudah pasti memiliki darah yang sama." bentak Vano tak percaya.


"Pada kenyataannya tidak sama Tuan. Seharusnya anda mengerti."


Sontak Vano bangkit dari ranjang dan menarik kasar kerah baju Dr Irwan, dengan sorot mata tajam.


"Van, sudah Van! jangan seperti ini. Dr Irwan tidak mungkin berbohong, apalagi ia sudah bekerja lama di rumah sakit milik keluarga Mahesa." ucap Dev menenangkan Vano. Akhirnya Vano melepaskan kerah baju dokter Irwan setelah seseorang masuk kedalam ruangan Vano dengan tergesa.


"Dokter! Cepat kerungan Dr Vana. Keadaan nya semakin memprihatinkan. Nafasnya timbul tenggelam." ujar Dokter Haris


"Vana! pekik Vano dan berjalan dengan tertatih meninggalkan ruangan nya di ikuti Dev yang berusaha memegang Vano agar tidak terjatuh pasca operasi. Namun Vano mencegah nya dan berusaha sendiri untuk berjalan tanpa bantuan siapapun.


"BRAKK! pintu di buka kasar


"Vana! teriak Vano menghampiri sang adik yang sedang mendapat penanganan dari empat dokter.


"Dr Vana membutuhkan darah AB Rhesus negatif sekarang, bila tidak..."


"Bila tidak apa?! bentak Vano emosi, ia berjalan mendekati Dr Haris dan menonjok wajahnya dengan tiba-tiba "Beraninya kau mendahului Tuhan!


Dr Haris terkejut dan mengusap ujung bibirnya yang berdarah. Jelas saja semua Dokter yang menangani Vana terkejut.


"Apa yang sudah kau lakukan Van! seru Dev. "kau membuat keadaan semakin rumit! dengan memukul dokter Haris, apa semua bisa lebih baik? Yang di butuhkan Vana sekarang pendonor darah bukan adu jotos! kesal Dev tak percaya dengan sikap Vano yang sudah diluar batas.


Vano terdiam, keadaannya semakin kacau. ia sudah kehilangan kesadarannya. Semua keluarganya hancur dan berantakan hanya karena sebuah flashdisk sialan itu. penyesalan terbesar dalam hidupnya adalah menemukan sebuah flashdisk dan mengetahui semuanya. Andaikan saja ia bisa kembalikan flashdisk itu, mungkin saja keluarga nya tidak akan mengalami kejadian ini. Namun dimana flashdisk itu berada?! pertanyaan itu yang selalu ada dalam benak Vano.


"Dok! wajah Dr Vana pucat, bibirnya membiru dan tubuhnya semakin dingin." ucap Dr Nella membeberkan keadaan Vana. Tiga dokter lainnya terus berusaha memberikan pertolongan pada Vana.


"Selamatkan adikku Vana!! teriak Vano bersama keluarnya airmata yang terus berjatuhan. Vano sudah tak perduli lagi dengan keadaannya, tangisannya semakin dalam melihat kondisi sang adik yang semakin krisis.


"Vana... bertahanlah Dek! kakak mohon...! hiks.. hiks..


"Ceklek!


Masuk seorang pria berpostur tubuh tinggi tegap dan menatap ke sekeliling ruangan, mata biru nya menatap nanar kearah Vana.


"Siapa kau?! tanya Dev yang melihat pria asing masuk kedalam ruangan khusus Vana.


"Saya akan mendonorkan darah untuk Nona Vana. Kebetulan darah ku sama dengannya."


Seketika semua orang yang berada di dalam ruangan terkejut, Namun ada raut kelegaan di hati mereka semua.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


@Part ini lebih panjang ya All..


@Maaf bnget Bunda benar-benar sibuk di real dan jualan baju-baju di tiktok. Barangkali kalian mau lihat bunda streaming live di tiktok. Langsung follow akun tiktok bunda. ( Eny. 76 shop) harganya murmer say🀭πŸ₯°


Jangan lupa beri komen dan Like di Vidio Bunda ya All.😁😁 Nanti khusus pembaca setia Bunda ada hadiah kenang2n untuk lima orang menjelang lebaran ya All😊


@Bersambung

__ADS_1


__ADS_2